Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
107. Rumor


__ADS_3

" Hah ...."


" Ini sudah kesekian kali nya kau menghela napas saat akan masuk ke kamar kita." Seru Aksa tersenyum geli melihat ekspresi tertekan di wajah istri nya itu.


" Tidak ada, aku hanya masih tidak menyangka saja status ku bisa berubah dengan begitu cepat." Seru Arsya acuh yang langsung berjalan masuk ke dalam kamar lebih dulu di ikuti Aksa di belakang nya.


Memang keesokan hari nya setelah pernikahan kilat itu terjadi semua barang Arsya telah seseorang keluarkan dan pindahkan kedalam kamar Aksa, dan pelaku nya adalah kepala desa sendiri, itupun atas hasutan dari Harraz.


Sebenarnya Arsya sama sekali tidak mempermasalahkan nya lagi pula cepat atau lambat keduanya akan tidur bersama, bahkan mungkin suatu saat nanti mereka akan lebih dari tidur saja. Namun ia yang selama ini hidup mandiri dan melakukan segala nya sendirian tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam kehidupan nya tanpa di duga yang bahkan dia sendiri tidak pernah memimpikan hari itu terjadi, rasanya menjadi sangat aneh.


" Bagaimana perut mu apa sudah tidak sakit lagi?" Tanya Aksa dengan santai tapi Arsya yang mendengar nya pipi nya langsung merah merona.


" Tidak, Kak aku...." Sebelum menyelesaikan ucapan nya suara dering handphone menghentikan nya.


Arsya melihat handphone nya di sana tertera sebuah nama 'kak Rion', Aksa juga dapat membaca nama yang tertera di handphone nya karena saat itu ia berada di samping Arsya.


" Ka aku angkat telepon dulu." Ucap Arsya yang langsung menjauh dari Aksa setelah meminta ijin.


" Iya." Ekspresi wajah Aksa langsung berubah dingin setelah Arsya pergi untuk mengangkat panggilan telepon yang dia tahu orang yang menelepon adalah Arion.


Namun dia tidak bisa melarang Arsya agar tidak terlalu sering berhubungan dengan Arion karena dia tidak ingin membuat gadis itu menjauhinya. Dia juga belum menemukan kebenaran akan hubungan antara Arsya dan Arion sebenarnya.


Dulu dia pernah meretas keamanan tentang identitas Arsya hanya saja ada seseorang yang keterampilan nya ternyata bisa menyaingi nya yang melindungi identitas Arsya, hal itu malah membuat Aksa tambah penasaran dengan identitas yang Arsya sembunyikan.


Jika saja beberapa bulan ini dia tidak sibuk dengan hal lain mungkin dia akan kembali menyelidiki hubungan antara Arsya dan Arion dan mungkin juga dia akan tahu siapa Arsya sebenarnya.


" Oke, aku mengerti. Dua atau tiga hari lagi aku akan kembali." Seru Arsya sebelum menutup telepon nya, ekspresi wajah nya terlihat tidak baik.


" Ada apa?" Tanya Aksa melihat suasana hati Arsya yang berubah menjadi mendung.


" Kita harus cepat kembali ke academy, ada sesuatu yang terjadi di sana!" Jawab Arsya dengan serius.


" Baik, tugas di desa ini juga sudah selesai. Kita bisa kembali besok."


" tidak besok, masih ada beberapa hal yang harus di urus di desa ini sebelum kita kembali."


" Oke, semuanya sesuai pengaturan mu. Namun sekarang kamu harus beristirahat." Ucap Aksa merangkul pundak Arsya dan meminta nya untuk duduk serta menenangkan diri.


" Untuk tugas di desa ini Harraz pasti akan mencari cara agar menjadi sorotan banyak orang, dan membalikkan keadaan bahwa dialah yang telah membunuh monster itu. Apa yang akan kak Ray lakukan pada nya?" Tanya Arsya menatap wajah Aksa dengan serius, tapi yang di ajak bicara malah acuh dan hanya memandangi kecantikan di depan nya.


" Tidak perlu memikirkan itu, permainan akan semakin seru jika ikan telah menangkap umpan nya." Jawab nya dengan santai.


" Kay! Bisa kamu ceritakan tentang mu?" Tanya nya dengan ringan.


Arsya menatap mata Aksa untuk sejenak seakan mencari sesuatu dari tatapan mata nya itu.

__ADS_1


" Katakan! Apa yang sebenarnya ingin kak Ray tanyakan, ku rasa kakak ingin menanyakan hal lain?"


" Oke, aku tidak akan berbasa-basi lagi. Sebenarnya apa hubungan mu dengan Arion, mengapa kalian bisa begitu akrab?"


Arsya tersenyum tipis mendengar pertanyaan nya itu.


" Kak Ray begitu perhatian dengan hubungan ku dan kak Rion. Namun untuk sekarang belum waktu nya aku menjelaskan apa hubungan yang kami berdua miliki, ku harap kakak memaklumi nya." Ujar Arsya yang masih enggan untuk mengungkapkan identitas nya pada Aksa, meski dia telah menjadi suami nya sendiri.


" Namun aku juga bingung mengapa kak Ray


tidak mempertanyakan keanehan pada mata ku, ku rasa kau juga sudah menyadari nya sejak saat melawan monster ular itu?" Tanya Arsya, yang sebenarnya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


" Aku sudah tahu mata mu memang istimewa sedari pertama kita bertemu, dan aku juga tidak akan bertanya jika kamu masih tidak ingin menceritakan nya." Jawab Aksa dengan acuh


" Aku sendiri juga masih belum tahu apa saja kemampuan dari mata ku ini" gumam Arsya dengan lirih.


" Kay! Apa kamu mengatakan sesuatu?"


" Ah, tidak. Kita bahas itu nanti, sekarang kita istirahat saja, besok adalah hari yang sangat melelahkan."


****


Di academy Blue Ocean


Suasana academy sekarang sedang memanas, sedangkan orang yang membuat suasana academy memanas tidak ada di tempat.


dia telah membuat rencana yang sangat sempurna dengan memberitakan pertemuan Hera dengan seorang pria paruh baya di forum academy. dia juga mengirimkan foto-foto itu ada alvan tanpa sepengetahuan alvan sendiri iya juga mengirimkan foto-foto tersebut pada nenek alfan hingga membuat nyonya besar evans marah besar.


" Elma apa kau yakin Alvan tidak akan mengetahui ini semua, bagaimana jika Alvan marah setelah tahu kau yang melakukan ini!"


" tenang saja, Alvan tidak akan mengetahuinya jika kalian tidak mengatakan apa-apa!" ucapnya dengan santai


" Elma benar, setelah mengetahui kebusukan ****** itu, Alvan Pasti tidak akan membela nya lagi."


Saat semua orang sedang membicarakan nya orang yang menjadi bahan gosip panas malah sedang bersantai di atas kasur nya. Sebenarnya Heera masih berada di negara D sehingga dia masih belum tahu gosip hangat tentang nya di academy.


Drrt drrtt


Suara ponsel Heera terus berdering sedari tadi, tapi sama sekali tidak mengganggu tidur nyenyak nya.


" Ck, siapa si yang mengganggu tidur cantik ku!" Ucap Heera yang malah mematikan telepon nya tanda tidak ingin di ganggu.


" Anak ini kemana si pergi nya di hubungi malah ga bisa." Seru Naura dengan ekspresi kesal nya.


" Ada apa Nau masih belum bisa di hubungi?" Tanya Valencia berjalan mendekati Naura.

__ADS_1


" Tau nih, entah Clara ada di mana sekarang."


" Apa Clara... Berita itu tidak mungkin benarkan." Ucap Elvira sambil menutup mulut nya tidak berani mengeluarkan apa yang ada di pikiran nya sekarang.


" Tenanglah El, Clara tidak mungkin seperti itu. Lagi pula jika pun benar dia pasti memiliki alasan sendiri, kita sebagai teman hanya bisa menasehati nya jika dia salah dan bukan malah menjauhinya." Ucap Kyra


" Lalu kita harus bagaimana, jika ini dibiarkan saja Clara bisa terancam di keluarkan dari academy."


" Coba kau telepon Alvan, mungkin Clara sedang bersamanya." Ujar Valencia


" Kau benar."


" Ha-hallo kak Alvan."


Alvan : " ya ada apa?"


" Apa kakak bersama Clara?"


Alvan : " tidak, memang nya Clara tidak ada bersama kalian. Mungkin dia pergi ke ruang latihan."


" Clara tidak sedang bersama kami ataupun berada di academy.."


Cit


" Kak ada apa? Apa semua nya baik-baik saja?" Ucap Naura cemas saat mendengar suara mobil yang berhenti mendadak.


Alvan : " tidak apa-apa. Kau yakin Clara tidak sedang di academy?"


" Benar kak, jika dia ada di sini mana mungkin kami secemas ini."


Alvan : " memang nya apa yang terjadi di sana sampai kau mencari Clara."


" Apa Kaka belum melihat forum academy."


Alvan : " belum, memang ada gosip apa lagi disana?"


" Hmm... Kalau begitu terima kasih Info nya Van, aku tutup telepon nya" bukan Naura yang bicara melainkan Kyra.


Tut


" Kyra kenapa handphone nya kau ambil?" Tanya Naura dengan bingung


" Nau kau tidak bodoh bukan, Alvan memiliki hubungan istimewa dengan Clara dan aku yakin orang yang berada di belakang gosip ini adalah Elma hanya dia yang bisa mengerahkan para hacker yang terbaik bahkan aku sendiri sulit untuk membobol nya."


" Jadi datang semua ini Elma si muka Mak lampir itu!" Seru Naura dan Elvira bersamaan.

__ADS_1


" Ck, kalian berdua ga perlu ngegas gitu. Bukankah sudah jelas, siapa lagi yang berani membuat masalah dengan Clara saat mereka tahu Clara berada di bawah perlindungan Alvan, hanya Elma yang berani melakukan itu" tambah Valencia yang di angguki oleh kedua nya.


__ADS_2