
" Waahh... makanan di sini banyak sekali, tidak perlu pesan lagi kita!" sahut Kenan sambil mengambil salah satu makanan di atas meja.
" Kalau mau makan itu pesan sendiri, jangan seperti orang susah" sahut Arsya dingin tanpa menoleh sama sekali
" benar tuh" ketus Heera
" Hehehe... Minta dikitlah kita laper nihh" ujar Kenan nyengir
" Cih, kalau kalian kesini cuma mau numpang makan, lebih baik pergi aja dari sini" sahut Heera kesal.
" Heh... Kau berani mengusir kami cewek aneh" sahut Alvan ikut kesal
" Berani! kenapa harus tidak berani" ucap Heera berdiri dari duduk nya.
Saat kedua orang itu terus berdebat, di sisi lain, Aksa tersenyum misterius melihat gadis di depan nya.
" Kita bertemu lagi gadis kecil" batin Aksa
" Kau akan menyesal jika berani mengusir kami" ucap Alvan yang ikut ikutan berdiri
" Perlu ku siapkan senjata untuk Kalian!" ujar Arsya malas mendengar perdebatan di samping nya.
" Boleh" jawab kedua nya kompak
Arsya menaruh handphone nya di atas meja dan menatap tajam kedua orang yang sedang berdebat itu.
" Duduk!" ucap Arsya dingin dan tegas
" Diam!" seru kedua orang itu tanpa melihat siapa yang sedang berbicara.
Arsya menggerakkan tangan nya santai, tiba-tiba air yang ada di kran dapur kantin itu tertarik dan menuju ke kepala dua orang itu.
Byurr
Air itu pun tumpah di atas kepala dua orang itu membuat mereka berdua basah kuyup.
" Siapa yang melakukan nya" tanya kedua nya kembali kompak
" Aku! kenapa? kepala kalian terlihat panas jadi ku dinginkan" sahut Arsya penuh penekanan
" Sial, hehehe Ra... Kau benar kepala ku terasa panas, aku butuh air untuk mendinginkan kepala ku ini" ucap Heera tertawa canggung, hal yang paling dia hindari selama ini membuat gadis dingin ini marah.
" hei gadis aneh, kau benar benar aneh ya, harusnya tuh kau marah pada teman mu itu..."
" Diam... Lebih baik kau diam, jangan membangunkan singa betina yang sedang tidur" ucap Heera dengan suara rendah
" Cih, dasar gadis aneh"
" apa?" Heera melotot pada Alvan
" untung saja hanya air biasa" ucap Alvan tanpa menggubris perkataan Heera.
Heera dan Alvan menggunakan elemen angin mereka untuk mengeringkan rambut dan baju mereka yang basah.
Tidak lama beberapa pelayan datang dan membawa makanan ke sana.
" Ini pesanan anda tuan muda" ucap seorang pelayan sambil menaruh makanan dan minuman di atas meja
" Oke, terima kasih" jawab Arion
" Yon siapa yang pesan semua makanan ini?" tanya Alvan bingung
" Ezio, sudah makanlah jangan banyak protes" ucap Arion malas
" Ekhem... ngomong ngomong kita belum pada kenalan nih sama kalian, siapa nama kalian?" Ucap Kenan sambil menaik turunkan sebelah alis nya.
__ADS_1
" Kenapa tuh mata, cacingan" ucap Kyra acuh
" Enak saja, sudah tampan seperti ini dikatain cacingan, situ mata nya bermasalah yah" Sewot Kenan tidak terima
" Tidak, mata ku sehat sehat saja" jawab Kyra acuh dan santai
" Kak kenalin nama ku Naura" ucap Naura mengulurkan tangan nya
" Nah ini baru benar, hai aku Kenan" ujar Kenan menyambut uluran tangan Naura
" Naura cantik ya, udah punya pacar belum?" Gombal Kenan
" Belum" jawab Naura malu malu
" Wah, kalo gitu boleh dong daftar"
" Daftar apa kak?"
" Daftar jaga hati kamu" ucap Kenan membuat pipi Naura memerah, namun membuat yang lain nya menatap Kenan dengan malas.
" Kalo mau daftar, itu di pemakaman lah ini daftar jaga hati, mana ada!" sahut Kyra santai
" Emang ke pemakaman untuk apa Ky?" Tanya Naura bingung begitu pun Kenan dan yang lain nya
" Jadi salah satu penghuni di sana mauu!" jawab Kyra acuh dan sinis
" Jangan mau Naura di gombalin sama dia, suka nya tebar janji, bukti kagak ada" sahut Ivan
" Yeeh, kau mah Van, buka buka kartu as adik nya sendiri, tidak bisa lihat adik nya seneng dikit apa" kesal Kenan
" tidak" jawab Ivan acuh
" Nama kalian siapa?" Tanya Ivan mengalihkan perhatian karena dia malas mendengarkan ocehan Kenan.
" Heera" jawab nya cuek
" Kyra"
" kakak bisa memanggil ku Naura"
" panggil aja Elvira kak"
" Itu yang tadi nyiram kepala ku nama nya siapa?" Ucap Alvan masih kesal
" Arsya" jawab Arsya acuh
" Kami tidak perlu memperkenalkan diri kami bukan! Tentu nya kalian sudah pada kenal dengan kami?" Seru Alvan tertular virus pd nya Kenan
" tidak"
" Iya"
Hanya Naura dan Kyra yang menjawab iya, sedangkan yang lain nya menjawab tidak.
" Apa? Kalian tidak kenal dengan kita" seru Kenan
" Tidak" jawab mereka lagi
" Apa tidak ada tv di rumah kalian, masa tidak pernah lihat wajah salah satu dari kami" seru Kenan
" Kalian selebriti?" Tanya Heera
" Bukan"
" Kalian model"
__ADS_1
" Bukan"
" Ya kalo gitu tidak ada guna nya kami mengenal kalian" ucap Heera pedas
" cih, ternyata kau bukan hanya aneh ya, tapi juga sudah ketingggalan berita. kami ini lebih terkenal dari selebriti ataupun model!" seru Alvan begitu percaya diri
" jangan ngekhayal ketinggian, seterkenal apapun kalian di mata orang lain, tetap saja kami tidak mengenal kalian, dan tidak peduli siapa kalian!" bukan Heera yang menjawab melainkan Arsya.
" Ekhem... Baiklah karena kalian belum pada kenal sama kita, aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu... Nama ku Kenan pria paling tampan dari ketujuh orang ini, itu Arion salah satu duo prince es, itu Alvan, ini kakak ku Ivan ketampanan nya hanya standar di bawah aku lah, tentu kalian sudah kenal Ezio dan Darel, dan yang paling ujung itu dia adalah salah satu dari duo prince es dia bahkan lebih dingin dan datar dari Arion nama nya Aksa, selain Ezio dan Darel kami berlima ini di juluki five prince... Sekian perkenalkan dari ku" ujar Kenan memperkenalkan dia dan teman-teman nya dengan penuh percaya diri.
" Oh" jawab Heera dan Valencia bersamaan
" Lah aku sudah bicara panjang lebar, di jawab nya cuma oh doang" lesu Kenan
" emang harus jawab apa lagi?" tanya Valencia menaikkan sebelah alis nya
" seharusnya kalian itu meras bangga, karena dari banyak nya orang kami lebih memilih duduk bersama kalian. lihatlah banyak gadis-gadis yang ingin duduk bersama kami!" seru Alvan sombong.
" heh, cowok mesum kalau begitu mengapa kalian duduk disini. sana pergi saja ke cewek-cewek yang akan merasa bangga jika duduk dengan mu, kalau aku sih ogah. bukan nya bangga aku malah merasa jijik bertemu dengan mu!" seru Heera kesal.
" kauu..."
" apa!" tantang Heera yang membuat Alvan kehabisan kata-kata nya.
" Arsya, kau tidak makan?" tanya Ezio
" Nanti" jawab nya singkat
" Kamu pesan Strawberry Yogurt Sya, buat aku saja ya, haus nih" sahut Arion melihat Strawberry Yogurt minuman kesukaan nya dan adik nya
" Ambil saja" jawab Arsya acuh
Saat Arion ingin mengambil minuman itu, tiba-tiba ada tangan lain yang sudah mengambilnya, dia bahkan meminum nya.
" Yah, Aksa kok di minum sih, itu kan aku yang minta!" kesal Arion melihat teman satu nya ini main ambil minuman nya saja.
" Pilih minuman yang lain saja, aku haus" jawab Aksa acuh tak acuh
Arsya mengalihkan tatapan nya pada Aksa yang sudah meminum minuman nya dengan santai.
Deg
" Wajah itu..." Batin Arsya mencoba menenangkan diri nya, dia mencoba untuk mengingat dimana dia pernah melihat wajah itu, dia merasa wajah yang ada di hadapan nya terasa sangat familiar.
" Kenapa kau meminum nya?" Tanya Arsya menatap Aksa tajam
" Minuman memang untuk di minum bukan" jawab Aksa santai
" Kau bisa memesan nya kan tidak perlu meminum minuman ku" ujar Arsya tidak ingin kalah
" Kau pun tidak minum bahkan makanan ini tidak kau makan, lebih baik buat ku saja" jawab Aksa sambil mendekatkan makanan Arsya pada nya.
" Enak saja, kalau mau makan pesan sendiri saja" sahut Arsya menarik kembali makanan nya.
Namun Aksa tidak ingin kalah, Arsya pun memegang tangan Aksa dan menjauhkan tangan nya dari semua makanan nya.
" Ini punya ku" kesal Arsya
" Mmmm... Kentang goreng ini lumayan juga" ucap Aksa setelah mengambil beberapa kentang goreng dan memakan nya.
" Kauu..." Tunjuk Arsya
" Apa" ucap Aksa sambil menurunkan telunjuk tangan Arsya
" Hei, aku tidak salah lihat bukan?" Ujar Alvan
__ADS_1