
****
" Menyebalkan, mengapa Ara meminta ku kembali ke academy secepat ini. Huh padahal aku sedang menikmati tidur cantik ku." Gerutu Heera sepanjang perjalanan, tapi dia tidak berani membantah perkataan Arsya.
Saat baru saja memasuki gerbang academy semua mata menatap nya dengan pandangan yang aneh.
" Bukankah itu gadis yang ada dalam berita di forum academy, berita nya bahkan begitu menggemparkan seluruh academy."
" Hey, kau jangan asal bicara. Sekarang dia sudah bukan gadis lagi, dia sekarang sudah menjadi seorang wanita sejati seperti nya dia telah bersenang-senang dengan para sugar Daddy." cibir nya dengan tatapan mengejek
" Kau benar..."
" Menjijikkan, berani sekali dia menginjakkan kaki nya di academy kita ini."
" Sungguh tidak tahu malu."
Di sepanjang jalan banyak orang yang menatap nya dengan pandangan jijik dan merendahkan. Dia juga mendengar banyak gosip tentang nya.
" Heh... Aku baru pergi beberapa hari saja, tapi ada apa dengan mereka, mengapa mereka menatap ku seperti itu?"
" Sudahlah lebih baik nanti tanyakan saja pada Kyra dan yang lain nya."
Drrt drrtt
" Hallo! Ya Ka, aku akan segera ke sana."
...
Setelah mendapatkan panggilan tersebut Heera segera bergegas pergi dari sana.
Krieet..
Pintu terbuka nampak Arion dan yang lain nya sudah duduk tenang di sana.
" Oh kalian juga ada di sini?" Tanya Heera bingung. Namun dia tetap masuk ke dalam dan duduk di dekat Valencia, bisa di katakan di depan nya telah ada Alvan yang sedari tadi menatap nya dengan intens.
" Ada apa? Kenapa kalian begitu aneh, yang satu meminta ku untuk kembali ke academy, tapi yang satu lagi meminta ku bertemu di luar academy." Oceh Heera yang hanya di tanggapi tatapan aneh dari semua teman nya.
" Hei, kalian juga kenapa melihat ku dengan tatapan seperti itu. Seakan aku telah mati saja." Canda nya untuk mencair suasana.
" Ini lebih gawat dari berita kau mati Clara.."
" Emang nya berita apa lagi yang bisa membuat wajah kalian begitu pias dan pucat. Apa Doraemon datang ke academy menggunakan pintu kemana saja."
" Clara kami sedang serius, bersikap seriuslah, jangan kekanakan." Ucap Alvan dengan dingin.
" Ck, ya sudah katakan apa yang terjadi sampai kalian menatap ku dengan begitu aneh, apa susah nya sih mengatakan nya" ucap nya malas
__ADS_1
" Apa kau belum melihat forum academy?" Tanya Valencia yang memulai pembicaraan.
" Tidak, memang nya ada berita apa di sana sampai membuat wajah kalian begitu pucat.?"
" Tunggu! Biar aku melihat nya sendiri."
" Ini... apa-apaan ini, potret ini..."
" Tenanglah, kau tidak perlu cemas kami semua yang ada di sini percaya pada mu ko!" Seru Naura menenangkan Heera yang terlihat terkejut.
" Ya Kami percaya kau tidak mungkin melakukan semua itu."
" Tentu saja, aku tidak akan melakukan hal gila itu. Jika aku melakukan nya bisa habis diri ku, ayah ku akan langsung pensiun dari pekerjaan nya, dan aku masih tidak ingin ayah pensiun dengan cepat. Untung saja berita ini hanya ada di forum academy dan tidak sampai terdengar oleh dunia luar jika tidak aku tidak akan lagi memiliki kebebasan!" Seru Heera mengeluh.
" Tenang saja, jika ayah mu di pecat dari pekerjaan nya aku akan merekomendasikan dia di perusahaan keluarga ku." Ujar Alvan dengan ekspresi serius.
" Fftt..." Arion yang mendengar nya tanpa sadar ingin tertawa tapi ia coba untuk menahan nya, menurut nya lucu saja, apa yang Heera maksud dan apa yang di pikirkan oleh Alvan seperti nya sangat berbeda.
" Apa yang kau tertawakan Arion?" Tanya Alvan dengan bingung.
" Tidak ada, aku..."
" Ka Rion hanya sedang menertawakan kebodohan mu, kau ingin menawarkan pekerjaan pada ayah ku, yang ada ayah ku akan memukul kepala ku" seru Heera.
" Sudahlah aku tidak peduli dengan semua itu, tapi siapa yang telah memotret ku, kenapa orang itu memotret gambar ku dengan begitu jelek.... Huh, harus nya dia bilang dulu kalau mau mengambil gambar jadikan aku bisa berpose dengan benar" ucap Heera mengeluh.
" Memang nya ada yang salah?" Tanya Heera dengan wajah polos nya.
" Dasar sinting, jika lama lama bicara dengan mu yang ada aku ikut gila" ucap Kenan dengan sinis, baru kali ini ia di buat frustasi saat berbicara dengan orang lain, dan itu hanya dengan seorang gadis.
" Memang nya apa yang kalian inginkan dari ku, di lihat dari reaksi kalian. seluruh berita ini tidak berhasil kalian hapus sepenuhnya dari forum academy, di lihat dari sini juga aku sudah dapat menebak siapa yang telah melakukan ini semua" ekspresi dan suara Heera berubah menjadi sangat serius.
" Memang nya siapa?" Tanya Naura dengan penasaran.
" Seperti nya Kyra dan Valencia sudah dapat menebaknya, bukan!" ucap nya yang melihat binar cerah di mata keduanya, yang menunjukkan keduanya telah menebak seseorang sebagai pelaku nya.
" Mana mungkin aku bisa melawan kekuasaan keluarga Evans" ucap Heera dengan acuh dan nada mengeluh.
" Keluarga Evans? apa maksud mu semua ini ada hubungan nya dengan keluarga ku?" Tanya Alvan.
" Kau pikir saja sendiri, kau tidak bodoh kan tuan muda Alvan."
" Elma dalang nya" ucap Arion yang membuat Alvan terdiam seketika.
" Jika memang Elma yang melakukan nya, mungkin hanya ada satu orang yang bisa membantu nya di keluarga ku, aku akan mengatasi itu nanti. Tapi jika berita itu tidak benar untuk apa kau masuk ke kamar hotel bersama seorang pria?" Pertanyaan inilah yang sedari tadi ingin dia tanyakan, tapi seakan sulit untuk mengucapkan nya.
" Itu bukan urusan mu, meskipun aku benar tidur dengan nya." jawab Heera acuh.
__ADS_1
" Jadi kau memang masuk ke dalam kamar hotel dengan seorang pria tua" ucap Ivan dengan tenang yang membuat semua orang menatap nya.
" Ya" jawab nya dengan acuh sama sekali tidak berniat menyembunyikan nya.
" Apa kau tahu pria itu adalah seorang bandar narkoba, dia sangat berbahaya tapi kau malah bertemu dengan pria berbahaya itu." Seru Alvan.
" Bandar narkoba? Seperti nya tuan muda Alvan telah menyelidiki orang itu lebih dulu, sungguh luar biasa."
" Breaking news, di temukan seorang mayat pria berusia 50 tahun di pinggir pantai, diperkirakan waktu kematian nya adalah dua hari yang lalu pada pukul 22.30!"
" Semua polisi sedang menyelidiki identitas pria itu, sekian berita kali ini."
Sebuah suara dari handphone Kenan menganggu percakapan mereka, Kenan yang sedang bosan memilih memainkan handphone nya tapi siapa sangka dia tidak sengaja melihat berita tersebut.
" Hei kalian lihat deh ini!" seru Kenan setelah menegakkan tubuhnya.
" ada apa si kecebong." ucap Ivan kesal
" Ck, kau lihat dulu baru bicara. lihat deh pria ini mirip dengan pria yang berada di Poto bersama Clara bukan?" seru nya yang membuat telepon nya langsung di rebut oleh Alvan.
Alvan terkejut melihat wajah pria yang berada didalam berita memang sangat mirip dengan pria tua yang di potret bersama Clara.
Pria tua itu memang adalah orang yang sama yang digosipkan telah memiliki malam yang indah bersama Heera.
" Sudah seperti ini, apa Arsya yang meminta mu membunuh pria itu?" Tanya Arion tiba-tiba, pertanyaan nya tentu mengejutkan semua orang yang ada di sana.
" Tidak, dia hanya meminta ku untuk menghabiskan malam indah bersama nya"
" Seperti nya kau hilang kendali lagi."
" Hanya sebuah kecelakaan"
" Setelah ini kau akan mendapatkan masalah besar."
" Bagaimana lagi, pria tua itu sangat menjijikkan, sampai membuat ku tidak tahan untuk membunuh nya" ucap Heera acuh.
Mereka berdua tidak sadar percakapan keduanya membuat teman-teman nya bingung serta bertanya-tanya.
" Tunggu! Jadi dalang semua ini adalah Arsya." Ucap Alvan menyebutkan nama Arsya dengan tidak senang dan dia pun langsung menyimpulkan asumsi nya sendiri.
" Heh teman macam apa dia, menjual teman nya sendiri. Apa itu yang di sebut teman baik."
" Alvan jaga ucapan mu!" Seru Heera tidak terima.
" Sudah seperti ini saja kau masih ingin membela nya Clara, sihir apa yang dia berikan sampai membuat mu seperti ini." Ucap nya sinis
" Alvan, diam. Jangan bicara atau tinju ku yang akan membuat mu diam!" Ucap Arion dingin, ia juga menekankan setiap ucapan nya.
__ADS_1
" Cih, kalian begitu membela nya seakan dia adalah sebuah permata"