Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
46. Keluar Dari Tempat Rahasia


__ADS_3

***


" Dimana?" Tanya Arsya


Mengerti apa yang Arsya maksud Aksa pun menunjuk ke satu arah, di sana terdapat sebuah air terjun yang sangat indah di atas air terjun itu terlihat ada banyak pelangi yang menambah keindahan tempat itu, semua yang ada di tempat itu seperti surga yang sangat indah.


" Air terjun!"


" Ya, air terjun itu akan membawa kita kembali langsung ke taman yang sering kau kunjungi" jawab Aksa santai, Arsya menatap mata Aksa dan seperti nya pemuda itu menjawab dengan jujur.


Wush


Benar saja setelah melewati air terjun itu Aksa dan Arsya langsung muncul di sebuah taman tempat dimana Arsya sering datangi.


" Ini sudah malam biar aku antar kau ke asrama mu" ucap Aksa menatap dengan lembut


" Tidak perlu, aku bisa sendiri" sahut Arsya acuh


" Tidak ada penolakan, Ayo" ujar Aksa menarik tangan Arsya dengan lembut


" Dasar tuan pemaksa" sindir Arsya, namun Arsya sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan nya itu.


" Terserah kau mau memanggil ku apa untuk malam ini, namun nanti kau harus memanggil ku sayang atau suamiku juga boleh.." goda Aksa dengan mengedipkan sebelah mata nya


" Hmm..." Bukan nya jalan Arsya malah memilih duduk di kursi yang ada di dekat taman tersebut dengan kesal.


" Kenapa kamu duduk, tidak mau kembali kah, atau kamu masih ingin bersama dengan ku" tidak henti-hentinya dia menggoda Arsya.


" Dasar tidak tahu malu" batin Arsya


" Jangan asal" sahut Arsya cemberut.


" Apa yang sedang kamu lihat" tanya Aksa yang melihat Arsya hanya fokus melihat ke atas langit


" Apa kamu suka melihat bulan?" Tanya Aksa kembali sambil menaikkan sebelah alis nya.


Apa yang bagus dengan langit gelap itu, bukankah dia lebih menarik untuk di lihat!


" Tidak... Bukankah bintang lebih indah dari bulan"


" Gadis dingin seperti mu ternyata menyukai hal hal seperti itu ya, bukankah kebanyakan gadis lebih menyukai bulan kenapa kau memilih bintang" seru Aksa acuh tapi dia juga penasaran akan jawaban yang akan gadis itu berikan.


" Terserah aku.... Mereka terlalu fokus mencari satu bulan tanpa menghiraukan beribu bintang yang ada untuk nya" ujar Arsya entah kenapa malam ini dia begitu melankolis.


" Tapi ku pikir malam lebih indah, cahaya bintang pun tidak akan terlihat indah jika tidak ada malam" seru Aksa mengikuti alur nya saja.

__ADS_1


" Bukankah kita sangat cocok kau menyukai bintang dan aku menyukai langit malam yang gelap" di setiap kesempatan pemuda ini selalu menggoda nya, dan entah kenapa juga jantung nya selalu berdebar kencang setiap kali mendengar rayuan nya itu.


" Banyak gadis yang juga menyukai bulan, bukankah itu artinya kau dan mereka juga cocok, bulan juga ada saat langit malam" ujar Arsya acuh sambil mendelik pada Aksa.


" Bukan begitu, kamu ini tidak bisakah membuat ku senang sedikit saja" Rajuk Aksa, ekspresi nya sekarang ini sangat tidak cocok dengan penampilan nya yang selalu dingin dan datar.


" Jangan manja, kau sama sekali tidak cocok bersikap konyol seperti itu" seru Arsya hampir tidak bisa menahan senyuman nya.


Aksa tidak marah sama sekali dengan semua sebutan Arsya, apapun Arsya memanggil nya ia akan tetap senang.


" hari semakin malam aku antar kamu ke asrama mu, tidak baik tetap di luar udara nya pun semakin dingin" ucap Aksa sambil memberikan jaket yang di kenakan nya pada Arsya.


" Baik"


Arsya dan Aksa berjalan beriringan, di sepanjang jalan Aksa juga sering kali menggoda Arsya, dia sangat menyukai ekspresi gadis itu saat sedang salah tingkah karena di goda oleh nya.


Banyak hal yang mereka bicarakan, sedikit demi sedikit mereka mulai saling mengenal. Arsya maupun Aksa bisa berbicara santai satu sama lain tidak saat mereka sedang berbicara dengan orang lain.


" Terima kasih" ucap Arsya acuh


" Tidak masalah, masuklah" ujar Aksa tersenyum hangat.


" Hmm"


Aksa menatap Arsya dalam, Aksa masih belum meninggalkan tempat nya berdiri sambil melihat punggung Arsya yang semakin menjauh, setelah ia tidak dapat melihat gadis itu lagi dia pun pergi dari sana.


***


" Apakah berita di website bisa di blokir Ky?" Tanya Naura pada Kyra yang sedang fokus pada laptop di depan nya.


" Aku sedang mencoba nya, lebih baik tutup mulut mu atau aku akan memasukan kodok ke mulut mu itu agar diam" sungut Kyra kesal.


" tenanglah Ky, Vir. Clara yang mengalami masalah ini saja tetap diam dengan tenang di sana, tapi kalian yang malah ribut di sini" ujar Valencia sambil menunjuk ke tempat Heera yang duduk sambil ngemil makanan di kedua tangan nya.


" Apakah teman mu itu sungguh bisa melakukan nya?" Tanya Alvan acuh, mata nya jelas tidak bisa berpaling dari paras cantik Heera.


" Tenang saja dia masih mampu kok" jawab Heera yang masih fokus dengan cemilan nya tanpa menyadari tatapan Alvan yang begitu teduh.


Ya, di tempat itu bukan hanya ada para geng cewek saja, tapi juga ada geng cowok juga. Setelah kejadian tadi siang mereka pun mencari tempat yang aman untuk mendiskusikan masalah yang terjadi.


Heera dan juga Alvan juga sudah mengatakan pada yang lain bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun, dan semua yang terjadi tadi hanya sebuah sandiwara saja itulah yang Heera katakan, tapi Alvan hanya diam mendengarkan perkataan Heera saja.


Meski ia sedikit kecewa mendengar ucapan nya itu, tapi itulah kenyataan nya mereka tidak memiliki hubungan apapun.


Setelah itu mereka mendiskusikan bagaimana menyelesaikan masalah ini, dan sampai pada keputusan akhir nya mereka akan memblokir website yang memberitakan masalah ini agar tidak menyebar lebih luas lagi.

__ADS_1


Dan Kyra sebagai orang yang akan melakukan itu karena dia yang bisa melakukan nya, sebagai seorang yang masuk ke kelas IT tentu itu hal yang mudah dia lakukan, tapi ternyata lawan nya bukanlah orang sembarangan sehingga ia cukup sulit untuk memblokir berita Heera dan Alvan.


Sedangkan para cowok sendiri hanya fokus pada kegiatan mereka masing-masing, ada yang sedang main game, mengobrol, atau makan cemilan seperti Heera. Bukan nya mereka tidak ingin membantu tapi para cewek sendiri tidak ingin di bantu oleh mereka, jika mereka memang tidak bisa melakukan baru para cewek akan minta bantuan para cowok itulah kata mereka.


Drrtt drtt drrtt


Suara handphone seseorang berbunyi


Heera yang melihat layar handphone nyalah yang menyala segera melihat siapa orang yang sedang menghubungi nya.


" Ara" gumam Heera tersenyum senang


Ia segera menerima panggilan dari Arsya, setelah itu percakapan di antara kedua nya pun mulai terjadi.


" Dimana?" tanya Arsya terdengar acuh


" kami berada di rooftop yang ada di bangunan kelas senjata" jawab Heera santai


Mereka memang memilih mendiskusikan masalah itu di rooftop yang memang tempat nongkrong para cowok jadi tidak akan ada yang bisa masuk ke tempat ini karena kunci rooftop ini hanya di miliki oleh dua orang yaitu Arion dan Aksa.


" Kau juga kemarilah!" ucap nya lagi


Tut Tut Tut


Panggilan segera di putuskan sebelah pihak,. mengetahui panggilan telah berakhir dan itu di akhiri oleh Arsya, Heera hanya mampu menghela napas karena kesal oleh kelakuan sahabat nya yang tidak pernah berubah ini.


" Ck, kapan kulkas berjalan ku ini bisa jadi pemanas ruangan ya" gumam Heera


" Kenapa?" Tanya Alvan heran melihat kelakuan Heera yang sedang berbicara sendiri


" tidak apa" jawab Heera ketus


" Dari mana?" Tanya Ivan pada Kenan yang baru saja ikut nimbrung dan mencomot cemilan yang ada di tangan Heera.


" Nelpon Aksa, telpon nya baru saja bisa di hubungi, jika dia ada mungkin bisa membantu masalah ini dengan cepat!" jawab Kenan santuy


" Apa kata nya?" Tanya Ezio kepo


" Dia akan kemari" jawab Kenan sangat yakin


" Kenapa berita Alvan dan Clara harus di hapus dari website academy?" Tanya Kenan tidak mengerti, bukankah bagus mereka berdua jadi trending topik, mungkin pertunangan Alvan juga akan segera berakhir jika keluarga nya mengetahui ini.


" Jika berita itu tidak segera di hilangkan, reputasi Clara yang akan buruk di mata orang orang" ujar Arion yang menjawab pertanyaan Kenan, meski dia sendiri juga tidak terlalu memikirkan nya, lagi pula gadis itu tidak akan mudah untuk di tindas.


" Kenapa hanya Clara, bukankah Alvan juga masuk berita itu" ucap Darel bingung, mengapa hanya Heera saja yang di permasalahkan, bukankah semua ini salah Alvan.

__ADS_1


" Eh badak bercula tiga, mana ada yang mau menyalahkan Alvan yang notabene nya adalah putra dari keluarga bangsawan Evans yang ada mereka melimpahkan semua masalah nya pada Clara" sahut Ivan yang sedang fokus pada game di tangan nya, tumben si kutu buku ini tidak sedang membaca buku.


" Seperti nya orang nya saja tidak peduli dengan masalah yang di hadapi nya" ujar Ezio yang juga sedang main game, ia melirik Heera sebentar sebelum kembali fokus pada game nya.


__ADS_2