
"Istri? Apa yang kau maksud istri mu? Adik ku belum menikah. Berani sekali kau mencoreng nama baik nya," kata Aksa.
"Stop! Lepaskan tangan ku."
"Oke, aku akan menjelaskan semua nya pada kalian."
"Kay, lihatlah wajah ku sangat sakit!" keluh Aksa dengan nada yang seperti anak kecil.
Mereka tidak mempercayai apa yang mereka lihat sekarang, seorang Aksa yang mereka kenal adalah pria yang sangat dingin dan sulit ditebak karena setiap harinya ekspresi wajahnya itu selalu datar tanpa emosi. Tapi, apa yang terjadi pada Aksa di hadapannya membuat tingkah laku pria ini seperti seorang anak yang butuh belaian ibu. Arion sendiri yang melihat dengan matanya sendiri sulit percaya, mungkin jika dia tidak melihatnya langsung, ia akan mengatakan semua ini hanya ilusi saja.
Arsya berjalan ke arah Aksa dan menyentuh lukanya dengan lembut.
"Apa sakit?" tanya Arsya pelan sambil menyentuh lukanya dengan perlahan karena takut Aksa akan merasa kesakitan. Entah mengapa melihat wajah Aksa yang terluka parah membuat dia merasa tertekan.
"Iya, sangat sakit. Arion memukulku dengan sangat keras," ucapnya dengan nada penuh keluhan.
"Ekhem...Arsya,kakak mu juga sedang terluka. Apa kau hanya mengkhawatirkan kondisi pria itu saja. Aku ini kakak kandungmu, lho!Jika kau lupa!" ucap Arion menahan kejengkelannya.
"Ini semua juga salah mu, kau selalu saja bersikap gegabah saat melakukan sesuatu tanpa mencari tahu kebenaran nya lebih dulu. Lihatlah apa yang kau lakukan pada Valencia, demi untuk menghentikan kalian bertarung ia sampai terluka parah. Jika sikap mu terus seperti ini tidak akan ada gadis yang mau bersama mu," ucap nya sinis, ia sangat kesal dengan kakak nya ini.
Mendengar nama Valencia terluka Arion pun menoleh ke arah di mana Valencia berdiri yang dibantu oleh Heera.
"Valencia? Mengapa kau bisa terluka begini?"
Pluk.
"Aw..Ra sakit tau." keluh Arion sambil sebelah tangan nya memegangi kepala yang dipukul oleh Arsya.
__ADS_1
"CK, aku lama-lama kesal dengan mu, kak. Jika bukan ingin menolong mu yang terus saja mendapatkan pukulan dari kak Ray, bagaimana dia bisa terluka begini?" nada suaranya terdengar sangat kesal.
"Arsya!" seru Valencia dengan lemah.
Arsya menoleh dan menatap teman nya itu, sedangkan Aksa terus merenung dengan pikiran nya sendiri.
"Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan, bukan hanya kau tapi juga kalian semua. Bagaimana jika dengan memperkenalkan nama
ku kembali," ujarnya.
Arsya berjalan dan berhenti di hadapan semua nya, ia membuka kacamata nya yang selalu digunakan nya itu. Meski warna kulitnya masih coklat akibat ia menggunakan krim warna kulit, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.
"Hai...perkenalkan nama ku, Arsyakayla Azura Aurora Lawrence. Ya, aku adalah putri satu-satu nya keluarga bangsawan Lawrence yang juga merupakan adik kandung dari Arion Melviano Lawrence."
"Mengapa kau menyamar jadi rakyat biasa dan membohongi kami semua, kau bahkan menyembunyikan identitas mu dan hubungan mu dengan Arion?" tanya Ivan dengan ekspresi serius.
"Namun, aku masih akan menjelaskan semua ini pada kalian,meski seharusnya itu tidak perlu... Alasan mengapa aku menyamar dan seakan tidak mengenal kakak yang payah ini jawaban nya simpel, karena ga mau ribet. Jika aku datang dengan identitas ku yang merupakan putri bangsawan Lawrence, hal yang selalu terjadi sebelumnya pasti akan terjadi lagi. Di mana para gadis akan mencoba mendekatiku untuk bisa dekat dengan kak Rion, semua itu rasa nya sangat menyebalkan, membuat gerakan ku tidak bebas." ucapnya acuh tak acuh.
"Jadi, aku mohon setelah ini jangan sampai ada yang mengetahui identitas asli ku, Hmm.." perkataan nya terdengar seperti memohon, tetapi nadanya seperti sedang mengancam saja.
"Ara, aku tidak mempedulikannya. Aku hanya ingin tahu apa maksud perkataan Aksa sebelumnya?" tanya Heera penuh tuntutan dan menatap Aksa serta Arsya bergantian dengan tatapan menyelidik.
Arsya terdiam sejenak sambil menggaruk belakang kepala nya dengan bingung, ia juga sedikit melirik sang kakak untuk melihat reaksinya. Ternyata, sedari tadi Arion juga menatapnya dengan ekspresi yang seakan meminta penjelasan.
Melihat reaksi Arsya yang seakan tidak ingin mengungkapkan pernikahan keduanya membuat Aksa sangat kecewa dan sedih. Begitu tidak pentingkah dirinya dalam kehidupan Arsya sehingga tidak ingin memperlihatkan hubungan mereka pada semua orang?
Pertanyaan itu pun terlintas di pikirannya tanpa permisi. Aksa bukan orang yang berpikiran sempit, tetapi jika itu menyangkut Arsya, ia selalu bersikap hati-hati agar tidak membuat gadis itu pergi lagi darinya. Ia juga takut dia tidak menyukainya dan ia sangat kesal saat melihatnya bersama pria lain.
__ADS_1
Sebenarnya, pikiran Aksa terlalu berlebihan.
Arsya bukan kesulitan karena takut pernikahannya terbongkar atau bingung bagaimana menjelaskannya, dia hanya merasa sangat malu karena bagaimanapun juga ia pikir pernikahan itu terjadi karena kecerobohannya sendiri, dan untuk pertama kalinya ia benar-benar melakukan hal yang ceroboh sampai membuat masalah yang akan sangat sulit untuk diatasi.
"Bagaimana aku bisa menjelaskannya?Ini semua juga karena kecerobohan ku.Saat itu aku ceroboh hingga membuat Harraz lengah dan berhasil menjebak kami. Lalu, kami berada dalam satu kamar. Setelah itu, para warga datang dan menggerebek kami. Mereka kemudian memaksa kami untuk menikah saat itu juga,"jelas Arsya tanpa elaborasi.
"Jadi, kau dan Aksa sudah menikah? Dan pernikahan itu juga pernikahan paksa? Berani sekali mereka memaksa putri kesayangan keluarga Lawrence. Mereka sungguh cari mati!" seru Arion mengepalkan kedua tangannya dengan marah.
"Tunggu dulu! Jika pernikahan kalian berdua terjadi di desa terpencil, itu artinya pernikahan kalian belum sah menurut negara mana pun," ucap Kenan sambil berceloteh.
"Benar juga, tumben otak mu di bawa Ken," ujar Arion dengan senyum sumringah, tapi Kenan malah cemberut mendengar jawaban yang terdengar mengesalkan itu.
"Arsya, jika kamu tidak ingin menikah dengan Aksa, aku akan memutuskan hubungan kalian itu dengan mudah dan tanpa membuatmu di cap sebagai janda." ujar Arion dengan yakin.
"Tidak bisa!" seru Aksa segera membantah pernyataan Arion.
"Aku sudah mendaftarkan surat-surat pernikahan kami ke Biro Catatan Sipil di negara A. Kau tidak bermaksud melawan otoritas keluarga Knight kan, Arion!" ucap Aksa dengan sedikit sindiran.
Sebenarnya satu minggu saat Aksa menghilang, dia juga langsung mendaftarkan surat-surat pernikahannya dan mensyahkan nya di Biro Catatan Sipil yang ada di negara A. Jika itu berhubungan dengan Arsya, ia tidak akan menunda-nunda, ia tahu jika tidak segera melakukannya, Arsya bisa saja pergi darinya.
Ya, dia memang egois jika itu menyangkut tentang Arsya. Tapi ia sangat mencintai gadis itu sampai rasanya tidak bersama dengannya sedikit saja itu adalah sebuah siksaan baginya.
"Kak Ray..."
Tentu saja Arsya juga terkejut mendengar pernyataan dari Aksa tersebut. Ia tidak menyangka pria itu akan melakukan hal sejauh itu, apalagi itu di negara A, negara yang di bawah kepemimpinan keluarga Knight. Meski orang bilang tiga kekuatan dari tiga keluarga bangsawan utama itu sama, tapi nyatanya kekuasaan dan kekuatan milik keluarga Knight jauh di atas kedua kekuatan dari dua keluarga bangsawan utama terbesar.
"Aku tidak ingin kehilanganmu!" seru Aksa dengan nada bicara yang lebih lembut saat menjawab Arsya.
__ADS_1