Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
141. Perintahnya Sama Seperti Perintahku


__ADS_3

" Kakek? Sejak kapan kau diijinkan memanggil ku kakek, tetua pertama seperti nya aturan dalam keluarga Knight semakin menurun, sampai cucu dari seorang tetua bisa dengan berani memanggil dengan akrab pada pemimpin keluarga." Tuan besar Knight juga sangat kesal mendengar perkataan gadis itu.


" Maafkan cucu ku tuan besar, aku akan mendidiknya kembali di rumah nanti. Tapi soal perjodohan mereka.."


" Aku tidak pernah menyetujui perjodohan konyol itu, sudah ku katakan hanya Aksa sendiri yang akan memilih siapa istri nya, bukan diriku atau pun dirimu." Jelas tuan besar Knight dengan tenang dan nada yang tegas.


Tetua pertama terdiam membisu mendengar perkataan tuan besar Knight, ia tidak berani lagi berbicara saat melihat raut kemarahan dari sang pemimpin, namun di dalam hati nya dia sangat kesal.


" Kakek, maksud ku tuan besar. Aku yang lebih cocok jadi istri kak Aksa, aku bahkan sudah sedari kecil diajarkan bagaimana jadi istri yang baik untuk kak Aksa, tapi mengapa kak Aksa begitu tega pada ku. Apa gadis jelek ini yang telah melakukan ilmu hitam untuk menjerat kak Aksa, aku yakin itu kakek kau harus mengusirnya segera dari sini."


Entah keberanian dari mana yang gadis itu dapatkan, hingga gadis itu dengan percaya diri nya menganggap diri sendiri sebagai pendamping yang pantas bagi Aksa, yang dimana Aksa sendiri sedari dulu tidak pernah dekat dengan satu pun wanita apalagi dia.


" Kak Aksa kemarilah! aku yakin dia menggunakan hal yang jahat untuk menjauhkan mu dari ku..."


Saat melihat wanita itu akan kembali menyentuhnya, ia sudah siap untuk bersikap lebih kasar lagi dari yang tadi tapi hal tak terduga terjadi.


" Nona, suami ku sudah sangat muak melihat wajah mu yang sudah seperti adonan tepung, dia bahkan jijik melihat mu, jadi pintu keluar berada di sana. Silahkan kalian pergi, kami tidak perlu mengantar kalian bukan" Arsya mencengkeram tangan wanita itu dan mengatakan semua kata-kata itu dengan tenang dan tersenyum polos, setelah itu ia menghempaskan tangan itu seakan ia sedang menyentuh kotoran.


" Kau.. siap kau berani mengusir ku hah!!"


" Kalian seperti nya sangat berharap kami mengantar kalian sampai pintu, baiklah.. penjaga tolong bawa mereka berdua kembali ke rumah nya dengan selamat." Ujar Arsya dengan tenang tapi tidak ada satu pun penjaga yang mendengarkan perkataan nya yang membuat wanita itu menatap sinis dan sombong pada Arsya.


" Apa yang kalian lakukan, cepat dengarkan perintah nyonya muda. Dan ingat mulai saat ini perintah nya sama seperti perintah ku"


Itu artinya mulai sekarang posisi Arsya di kediaman Knight sama dengan posisi Aksa.


Setelah mendapatkan perintah tegas dari sang tuan muda membuat para penjaga ketakutan, dan berjanji mulai saat ini akan memperlakukan wanita kesayangan tuan muda nya dengan baik.


" Aku akan kembali ke kamar, kalian lanjutkan saja makan malam nya" ujar Aksa yang segera berjalan dengan cepat menaiki tangga.


Arsya hanya menatap kepergian Aksa dengan diam, ia sama sekali tidak berniat menghentikan nya.


****


" Paman bisa kau antarkan aku menemui tuan muda Aksa" ucap nya pada orang kepercayaan tuan besar Knight.


Clovis yang mendapatkan pertanyaan itupun menatap tuan nya untuk meminta pendapat, setelah mendapatkan persetujuan dari sang tuan baru ia menjawab.


" Nona, tuan muda mungkin akan kembali cukup lama, lebih baik nona makan malam lebih dulu, setelah itu saya akan mengantar nona pada tuan muda."


" Paman aku minta tolong, antarkan aku menemui tuan Aksa, atau aku harus memanggilnya tuan muda Vincent Knight." ucap Arsya tersenyum manis tapi nada nya tidak ingin di bantah.

__ADS_1


" Tuan besar Knight, apa menurutmu permintaan ku ini sangat besar, saya hanya ingin menemui suami ku saja, atau dalam aturan keluarga Knight ada larangan istri menemui suami nya.."


Mereka berdua sedikit tertegun mendengar ucapan berani dari gadis di depan nya, sedari awal berinteraksi dengan nya, gadis ini selalu menundukkan kepala seakan merasa takut dan gugup tapi saat ini tuan dan bawahan nya itu dapat dengan jelas melihat sorot mata nya yang jernih dan tanpa ada rasa takut sedikitpun di pancaran sorot mata itu.


Melihat sikap dari gadis pilihan cucu nya yang tidak sama dengan penampilan polos yang terlihat, ia pun tersenyum tipis. " antarkan dia ke kamar tuan muda." ia yakin gadis ini memiliki sesuatu yang istimewa yang bahkan membuat cucu nya terpikat.


" Tapi tuan besar, tuan muda saat ini.."


" Lakukan saja, cucu ku tidak mungkin menyakiti orang yang di cintai nya."


" Saya mengerti tuan."


" Nona, mari ikuti saya.."


" Ikutlah dengan dia, namun nanti kita harus berbincang lebih banyak lagi tentang mu."


" Tuan besar Knight, mata mu sangat indah, Aku akan sangat menantikan perbincangan kita nanti." Ucapnya tersenyum polos dan ia pun berjalan mengikuti kemana bawahan tuan besar Knight membawanya.


Melihat kepergian gadis itu membuat nya sedikit mengerutkan alis, ia merasa gadis itu mengetahui sesuatu tentang mata istimewa yang di miliki nya, serta ia merasa arti perkataan nya tidak sesederhana yang terlihat, tapi ia langsung menggelengkan kepala saat mengingat gadis itu masih belia dan terlihat sangat polos.


****


Trank


Wsush


" Arion kau tidak apa?"


" Tenanglah ini bukan masalah besar untuk ku, sekarang fokus saja untuk mengalahkan monster tanaman ini."


" Ya."


Sulur-sulur besar dan kuat muncul dari bawah tanah dan melilit tubuh Valencia.


" Valencia!"


" Argh.."


" Apollo!" Seru Arion yang seketika seekor ular berwarna hijau pekat muncul di pundaknya.


" Bunuh tanaman sialan itu dengan racun mu!"

__ADS_1


" Ssts.."


Ular itu mendesis dan merayap di akar tanaman itu lalu menyemburkan bisa nya, hanya butuh waktu hitungan menit sulur-sulur yang mengikat tubuh Valencia mengendur.


" Uhuk.. Rion ular itu?"


" Tenang saja, dia berada di pihak kita."


" Kau tunggu disini! Apollo, jaga dia untuk ku."


Setelah mengatakan itu sebuah tongkat sihir muncul di udara hampa, saat tongkat kecil itu di sentuh oleh Arion seketika tongkat itu pun berubah menjadi sebuah pedang yang berkilauan.


Splash


Dhuaar


Monster pohon tadi pun menjadi dua potong kayu hanya dengan sekali tebasan dari Arion.


" Rion kau baik-baik saja?" Tanya Valencia memutar-mutar tubuh Arion untuk memastikan apakah dia terluka atau tidak.


" Stop.. kalo kau melakukan ini terus yang ada kepala ku yang tidak baik-baik saja."


" Hehe.. sorry"


" Sudahlah, lupakan itu. Lihatlah apakah pohon kehidupan ini cocok untuk senjata mu" tunjuk Arion ke arah monster pohon yang ternyata adalah pohon kehidupan yang memang memiliki sedikit kesadaran.


" Iya, bahkan kualitas nya sangat bagus."


" Kau ambil saja semuanya dan masukkan dalam saku ruang mu, juga dengan monster lainnya yang tadi kita kalahkan, ambil semua nya tidak perlu di bagi lagi untuk ku, anggap saja ini kompensasi untuk mu setelah aku selalu melanggar janji ku pada mu waktu itu." Ucap Arion dengan tulus.


" Kau punya hati juga ternyata, baik aku akan mengambil semua nya tanpa sungkan, kau jangan menyesalinya ya.."


" Sstss.."


" Aahhkk.. ulaaar!!" Jerit Valencia dengan takut, ia bahkan sampai memeluk tubuh Arion saking takut nya.


" Apollo jangan menakutinya, kau kembalilah."


Setelah Arion mengatakan itu ular tersebut tiba-tiba menghilang seakan tidak pernah muncul di sana sebelumnya.


Valencia sangat tercengang melihat itu semua, apa yang terjadi?

__ADS_1


Kemana pergi nya ular berbisa itu!


__ADS_2