Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
157. Serangan Dari Belakang


__ADS_3

" Dimana tanaman itu berada? Sudah sejauh ini aku berjalan tapi aku belum menemukan nya juga" Arsya berhenti dan memindai area sekitar nya.


Arsya yang melihat sebuah pohon besar dan tinggi memilih untuk naik ke atas pohon untuk melihat kondisi hutan tersebut lebih jauh. Saat berada di titik tertinggi pohon tersebut, Arsya dapat melihat pemandangan di sekitar nya, banyak monster yang seperti nya mencium darah monster lain yang telah ia lenyapkan, Untung saja dia telah menyembunyikan hawa keberadaan nya sendiri.


Setelah beberapa menit melihat sekeliling nya dia akhir nya dapat melihat sekumpulan cahaya yang berkilauan di arah barat, dan tempat itulah yang menjadi tujuan nya.


Tanpa menunggu Arsya menggunakan kemampuan teleportasi agar bisa sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Arsya tersenyum tipis saat melihat tanaman berbentuk jamur tapi bersinar layak nya lentera tepat berada di depan nya, jamur inilah yang dia cari, tanaman ini sangat penting untuk membuat obat penawar racun bagi Valencia, tanpa tanaman ini obat itu tidak akan berhasil di buat.


Sebelum mengambil jamur itu Arsya mendekati salah satu pohon yang terlihat berbeda dari pohon lain yang ada di sana, pohon itu terlihat usang dan kering bahkan tidak ada satupun daun di pohon tersebut.


" Semut horned."



Semut ini hanya ada di hutan penyihir, warna tubuh hitam kemerahan dan ukuran nya lebih besar dari semut biasa, dan hanya tumbuh di sekeliling jamur mycean Keunikan semut ini adalah semut ini memiliki racun yang sangat mematikan, hanya satu gigitan nya bisa membunuh orang biasa. Namun Arsya malah mendekati sarang dari semut tersebut, jadi apa sebenarnya tujuan dia.



Arsya mengeluarkan sebuah botol dan membiarkan beberapa semut masuk ke dalam botol tanpa menyentuh semut-semut itu. Setelah beberapa semut berhasil masuk kedalam botol tadi Arsya segera menutup botol nya dan menyimpan dalam saku ruang.


Jleb


Tubuh Arsya terhuyung, sebuah tangan hewan menebus perut nya hingga daging perut dia terkoyak dan darah nya mengalir dengan deras.


" Sialan!"


Bruk

__ADS_1


Tubuh Arsya jatuh bahkan kacamata yang ia kenakan juga terjatuh entah kemana. bola mata yang tadi berwarna biru berubah menjadi merah darah ini bisa diartikan emosi nya yang sedang sangat marah dan bisa jadi akan ada pembantaian di hutan ini jika Arsya tidak bisa mengendalikan emosi nya sendiri.


Jika dia hilang kendali di tempat itu mycean mushroom yang belum dia ambil akan ikut musnah.


Sebuah bayangan ingin kembali menyerang Arsya tapi Arsya menangkap tangan itu dan segera menghilang dari tempat itu.


Wsush


Bruk


Arsya melempar makhluk itu dan tersenyum miring menatap tubuh makhluk itu yang ternyata hanya seekor binatang berbentuk musang berbulu hitam tapi ukuran nya lebih besar dari musang biasa nya dan memiliki dua taring yang panjang pada gigi nya, tangan nya yang memiliki kuku-kuku panjang.


Arsya menatap ke perut nya yang terluka yang ternyata secara tak kasat mata luka lebar itu mulai menutup. Tangan nya meraba bagian perut itu yang sekarang tidak ada lagi bekas luka namun sisa darah akibat luka itu masih ada, ia menjilat sisa darah itu dengan lidah nya. Ekspresi wajah Arsya sekarang akan membuat orang-orang ketakutan saat melihat dia begitu menikmati dengan apa yang sedang di lakukan nya, untung saja tidak ada orang yang melihat kelakuan nya itu.


Arsya memiringkan kepala nya dan melihat binatang itu setelah itu tersenyum menyeringai.


" Hewan seperti mu berani sekali melukai ku, nyawa mu yang akan menjadi pengganti nya"


Wsush


Arsya berhasil mengoyak tubuh monster itu sampai tak berbentuk, namun setelah mengalahkan monster tersebut tubuh Arsya jatuh ke tanah, dan dia pun tak sadarkan diri.


Bersamaan dengan tumbang nya Arsya di sekeliling nya tumbuh bunga-bunga berwarna merah yang begitu cantik, bunga-bunga itu tumbuh mengelilingi tubuh Arsya.


Orang-orang menyebutnya bunga Higanbana si cantik yang mematikan.


****

__ADS_1


Aksa saat ini sedang menghadiri rapat penting dengan para petinggi perusahaan Knight, setelah di perkenalkan oleh tuan besar Knight dan menjadi CEO baru perusahaan tersebut dia pun mengambil alih kepemimpinan semua perusahaan di bawah naungan Knight group.


Namun Aksa yang selalu gila kerja selama ini entah kenapa merasakan sangat gelisah, dia bahkan tidak bisa fokus pada rapat yang sedang terjadi.


" Tuan, apakah ada yang perlu di perbaiki?" Tanya orang yang baru saja selesai mempresentasikan laporan nya dengan hati-hati, saat ini semua orang begitu takut pada Aksa.


Mereka bahkan menjulukinya sang dewa kematian, ada juga yang menyebutnya ketampanan yang mematikan, atau kutub es berjalan karena ekspresi nya yang selalu datar dan dingin. Tapi tak jarang banyak wanita yang berlomba-lomba untuk mendekati nya, namun tidak ada yang berani untuk menggoda nya secara langsung, itu semua karena sebuah insiden dimana ada seorang wanita yang mencoba menggoda Aksa tapi keesokan hari nya apa yang di miliki oleh wanita itu hilang dalam sekejap.


Semua julukan yang orang-orang berikan juga bukan tanpa alasan, tapi semua itu karena di sebabkan saat pertama kali kedatangan Aksa, dia langsung membuat kejadian yang sangat menghebohkan dimana semua pemegang saham maupun petinggi perusahaan yang melakukan korupsi langsung di tendang dari perusahaan tanpa sepeserpun uang, yang artinya mereka hidup sengsara bahkan ada desas-desus yang menyatakan salah satu dari mereka mati di bunuh oleh Aksa karena tidak terima dengan keadaan nya yang jatuh bangkrut.


Pria itu memandang asisten tuan nya untuk meminta pendapat apa yang harus di lakukan, karena sedari tadi CEO tidak merespon nya.


" Ekhem... Tuan" Liam mencoba mengingat sang tuan yang entah saat ini sedang memikirkan apa, dan seperti terlihat sangat gelisah meski di tutupi dengan sangat baik, tapi tuan nya yang tidak fokus pada pekerjaan baru pertama kali dia melihat nya.


" Tunda rapat." Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Aksa.


Mendengar perkataan nya membuat semua orang kebingungan.


" Tuan, apakah kau serius?" Tanya Liam memastikan.


" Liam seperti nya aku harus mengirim mu ke kutub Utara."


" Bubar kalian semua!" Satu kalimat dari nya segera membuat yang lain nya pergi dari ruangan itu dengan takut.


" Tuan apakah ada masalah?"


" Kirim seseorang ke academy Blue Ocean, cari tahu apa yang terjadi di sana selama dua hari ini" perintah Aksa dengan nada dingin.

__ADS_1


" Baik tuan" tanpa menanyakan mengapa Aksa meminta nya melakukan itu, Liam segera melaksanakan perintah nya. Dia juga tidak ingin mendapatkan hukuman jika menanyakan nya, apa lagi melihat wajah sang tuan yang begitu tidak bersahabat.


" Arsya, ku harap kamu baik-baik saja" batin Aksa sambil membayangkan wajah Arsya.


__ADS_2