Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
151. Serangan Makhluk Aneh


__ADS_3

" Iya, jadi nona maukah kamu ke pesta dansa bersama ku?"


" Jika tuan suami tidak keberatan dengan penampilan ku, aku tidak masalah jadi pasangan dansa mu"


" Ada apa?" tanya Arsya yang melihat ada kerutan di wajah Aksa.


" Besok mungkin aku tidak bisa menemani mu kembali ke academy, kakek ingin aku segera mengambil posisi nya di perusahaan." ucap nya dengan tenang dan menatap gadis di sampingnya dengan lembut.


" Oke, kita bisa bertemu di pesta nanti." jawab Arsya tidak masalah


" Terima kasih."


" Untuk?" Arsya menaikkan sebelah alisnya dengan bingung


" Untuk semua nya, kau sudah menerima pria yang memiliki banyak masalah ini."


" Bagaimana ya, semua telah terjadi karena kecelakaan aku tidak bisa menolaknya, aku ingin membuang nya, tapi dia juga ternyata identitas nya bukan orang biasa" ekspresi Arsya terlihat sangat lucu saat mengatakan semua itu.


Aksa terkekeh kecil melihat tingkah gadis di depan nya, mungkin sekarang dia memiliki hobi baru, melihat tingkah Arsya membuat beban berat di pundak nya terasa lebih ringan.


" Jadi kau tidak menerima suami mu ini, kau tahu aku ini tampan, jika kau membuang ku aku yakin kamu tidak akan mendapatkan suami yang lebih tampan dari ku." ujar Aksa dengan ekspresi yang seakan terlihat sedih


" Itu benar juga"


Kedua nya saling memandang dan tertawa setelah itu, menertawakan perkataan konyol dari keduanya.


" Aku mendengar kak Ray selalu saja memperlihatkan wajah yang kaku dan masam, tapi melihat mu sekarang seperti nya kak Rion sangat salah."


" Kenapa? Bukankah wajah ku ini tampan, kamu tidak akan malu saat memamerkan nya."


" Berhenti bercanda, ku rasa kak Rion juga belum mengetahui tentang mu sepenuhnya." ucap Arsya terkekeh sendiri


" Baiklah, aku akan menuruti apa perintah ratu ku."


" Tidak ada orang kecuali kepala academy sendiri yang mengetahui indentitas asli ku, bahkan ayah ku sendiri hanya tahu aku mendapatkan keberuntungan bisa masuk ke dalam academy Blue Ocean."


" Kalau begitu mereka pasti akan sangat tercengang saat mengetahui identitas asli ibu mertua ku itu, apa lagi pemimpin keluarga Davies. Aku akan sangat menantikan melihat pertunjukan yang seru." ucap tersenyum misterius seakan dia telah melihat sesuatu yang menghibur nanti nya.


" Apa kamu tidak ingin menanyakan sesuatu?"


Sebenarnya sedari tadi inilah yang Aksa cemaskan, Arsya sama sekali tidak terkejut saat ia membawa nya ke kediaman Knight membuat ia memiliki banyak prasangka tentang apa yang gadis itu pikirkan. Tapi yang membuat nya takut, ia takut gadis itu merasa telah di bohongi dan memilih untuk pergi.

__ADS_1


" Tenang saja, aku percaya pada mu, lagi pula sebelumnya aku juga menyembunyikan identitas ku." jawab nya tersenyum manis


****


Cras


Trank


" Makhluk apa mereka ini, mengapa tidak bisa mati!"


" Cepat kita lari dari sini."


Sekelompok makhluk berpakaian hitam mengejar mereka, tapi yang sangat mengejutkan mereka sama sekali tidak memiliki wajah, wajah mereka pun juga hitam saat salah satu orang itu berhasil membuka tudung kepala makhluk-makhluk itu. tidak ada mata, mulut, bibir, hidung ataupun alis di muka makhluk itu.


" Aww.."


" Elvira!"


" Valencia, kau cepat lari dan cari bantuan mereka sangat sulit di hadapi, semua jimat yang ku buat juga tidak ada yang berfungsi untuk mereka. Cepat pergi!"


" Tidak, kita akan pergi bersama."


" Kalian bantu Elvira berjalan, aku akan mencoba menghentikan mereka."


Untung nya masih ada dua orang yang meski takut tapi tetap ingin menolong teman mereka.


Sebenarnya mereka tidak hanya ada lima gadis saja tapi juga ada beberapa pria yang datang ke hutan tersebut, mereka datang ke hutan yang berada di salah satu desa yang merupakan wilayah kekuasaan negara N untuk memusnahkan segerombolan Monster yang memakan hasil panen warga, saat mereka telah berhasil menjalankan tugas mereka memilih beristirahat di hutan sebelum kembali ke academy, dan para gadis yang sangat menyukai kebersihan memilih memisahkan diri dari kelompok untuk mencari sungai untuk mandi tentu nya para cowo tidak bisa ikut.


Dan akhir nya saat di perjalanan kembali mereka malah menemukan sekelompok orang aneh yang seperti sedang melakukan ritual terlarang, bahkan mereka terkejut saat melihat apa yang sosok itu lakukan, pada akhir nya mereka ketahuan dan para makhluk aneh itu mengejar mereka.


Sudah ada salah satu teman mereka yang terkena sihir makhluk-makhluk aneh itu dan membuat teman mereka tubuh nya langsung menghitam secara perlahan seakan keracunan, hal ini pun membuat mereka sangat ketakutan. Apa lagi saat tahu makhluk-makhluk itu sama sekali tidak bisa mati atau di bunuh.


" Tidak perlu.. aku bisa berdiri, kalian bantulah Valencia atau tidak cepat pergi dan beritahu pada Arion dan lainnya. Mereka pasti bisa membantu."


" Itu.."


" cepat kau pergi, aku akan membantu Valencia disini." Ujar satu teman nya itu.


" Kaki ku juga tidak apa, aku masih bisa melawan makhluk-makhluk menjijikkan itu."


" Baiklah, tunggu aku kembali membawa bantuan."

__ADS_1


Valencia, Elvira dan satu gadis lain segera membaca beberapa mantra dan mengeluarkan sihir terkuat mereka, namun hasil nya sia-sia, kemampuan mereka ternyata masih rendah dibandingkan makhluk-makhluk aneh itu.


" Aku sudah tidak bisa mengeluarkan sihir lagi, energi spiritual ku sudah sampai batas."


" Kami pun sama."


" Seperti nya kita hanya bisa pasrah dan menunggu kematian."


Mereka dapat melihat makhluk-makhluk aneh itu mengeluarkan sihir mereka dan menyerang dengan cepat, gadis-gadis itu hanya bisa pasrah dan menutup mata menunggu serangan yang akan mengenai mereka, bagaimana pun juga energi mereka benar-benar sudah habis bahkan untuk menggerakkan kaki saja rasa nya sangat sulit.


Wsush


Boom


Ledakan terdengar di telinga tiga gadis itu, hanya saja sudah menunggu lama tapi mereka sama sekali tidak merasakan apapun, karena itu Valencia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya dan membuka mata nya.


" Arion!" Cicit nya dengan pelan.


" Maaf terlambat."


" Tidak apa, untung kau data-ng" Valencia terkejut melihat serangan yang akan mengarah pada Arion yang saat itu Arion memang membelakangi makhluk-makhluk aneh itu. Tanpa ragu Valencia segera bergegas menahan serangan itu dengan tubuh nya.


Bruk


" Uhuk.."


Betapa terkejut nya semua orang saat melihat itu semua.


" Valencia!"


" Arion, mereka sama sekali tidak terluka oleh satupun serangan kita, kita harus cari cara lepas dari mereka dan menggunakan jimat teleportasi untuk segera meninggalkan tempat ini dan melaporkan pada guru." Ujar seorang teman nya yang sedang menyerang makhluk-makhluk aneh itu.


" Elvira, jaga Valencia! Kalian mundurlah, biar aku yang menghadapi mereka" tatapan Arion saat ini sangat tajam dan penuh amarah.


Arion melafalkan sebuah mantra hingga sebuah kubah pelindung menyelimuti mereka semua. Ia kembali melakukan gerakan tangan dan mengucapkan mantra sihir setelah itu sebuah kabut menyelimuti makhluk-makhluk aneh itu dan menyulitkan mereka.


Arion kembali dan menggendong Valencia.


" Bantu yang terluka, kita harus meninggalkan tempat ini sekarang juga. Sementara makhluk-makhluk itu akan teralihkan."


" Oke."

__ADS_1


Mereka pun mengeluarkan jimat teleportasi dan menghilang dari tempat itu.


__ADS_2