Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
173. Perburuan III


__ADS_3

****


Di hutan monster sendiri saat ini Arsya dan Valencia sedang melawan sekelompok orang.


Awal nya Valencia dan Arsya berhasil menemukan satu potongan puzzle yang lain, namun ada sekelompok orang yang menginginkan potongan puzzle itu dan ingin merebut nya dari tangan mereka berdua. Jadi di sinilah mereka saat ini bertarung melawan lima orang tersebut.


Wsosh


Boom


Mereka sama-sama termundur beberapa langkah oleh serangan masing-masing.


" Sebaiknya kalian serahkan potongan puzzle itu pada ku, kalian hanya berdua tidak akan menang melawan kami berlima." Seru seorang pria yang seperti nya pemimpin dari kelompok tersebut.


" Heh.. enak saja, ini milik kami. Kami yang menemukan nya lebih dulu, dan aku juga akan mengambil potongan puzzle dari teman mu itu yang telah mengambil nya dari ku!" Seru Valencia dengan kesal menatap orang yang ternyata adalah pria yang telah mengambil potongan puzzle milik nya sebelum ini.


Pria itu yang juga mengingat wajah Valencia hanya tersenyum mencibir, dia telah melawan wanita itu sebelumnya, dan tahu kemampuan wanita ini begitu lemah jadi dia sama sekali tidak menganggap penting ucapan nya itu.


Gadis lemah ini sedang berlagak kuat ternyata, pikir nya


" Nona, sebaiknya kau serahkan benda itu pada kami. Saat melawan ku saja sebelum ini kau tidak mampu, apa lagi melawan bos ku dan kami semua, yang ada dirimu dan teman mu itu berakhir babak-belur dan yang lebih parah mungkin kalian akan cacat setelah kembali dari hutan ini." Ejek pria itu sambil memandang Arsya dan Valencia dengan pandangan meremehkan.


" Heh... Kau akan menyesal setelah ini, dan saat itu akulah yang akan tertawa paling keras!" Seru Valencia dengan penuh keyakinan.


Sebelumnya dia harus membatasi penggunaan kekuatan nya agar orang yang memata-matai tidak mengetahui seluruh kekuatan dia. Tapi saat ini dia tidak akan menahan nya lagi.


" Arsya ayo kita lumpuhkan mereka semua, kita di larang membunuh tapi mematahkan beberapa tulang mereka tidak masalah bukan." ucap Valencia menyeringai


" kau kejam juga Valencia, tapi aku menyukai Kakak ipar yang tangguh." Arsya menjawab sambil menyelipkan godaan untuk nya, yang membuat pipi dan telinga gadis itu memerah sekarang.


" dasar sialan, serang mereka."


" oke, ketua."


" aku akan membiarkan mereka tahu seberapa tinggi nya langit."


mereka pun mengeluarkan tongkat sihir di dalam saku ruang dan segera mengucapkan mantra sihir masing-masing.


" Elemen api, semburan api ganas."

__ADS_1


" Elemen angin, gelombang sayatan angin."


" Elemen tanah, Golem tanah."


" Sihir tingkat menengah, kalian hebat juga. namun rasakan serangan ku juga."


" Elemen suara, gelombang kehancuran."


Aaaaaa


Valencia dapat mengeluarkan suara yang sangat keras dan membuat telinga setiap lawan nya menjadi sakit saat mendengar suara yang dia keluarkan.


Dalam sekejap sihir yang mereka keluarkan tidak berfungsi dengan benar karena di ganggu oleh gelombang suara milik Valencia.


" sialan, dia memiliki elemen suara. cepat tutup telinga kalian sekarang juga" seru sang ketua.


" hehe... sekarang elemen suara mu itu tidak akan mempengaruhi kami lagi." seru sang ketua dengan nada mengejek.


" heh.. siapa yang bilang! sihir ku di gunakan untuk melawan kalian." ucap Valencia tersenyum sinis.


Valencia melangkah ke samping di belakangnya sekarang mereka dapat melihat Arsya yang juga memegang tongkat nya. lalu terdengar jeritan dari kelima orang itu.


" Sialan! apa-apaan ini."


mereka berlima sekarang telah bergantung dengan kaki di atas dan kepala menghadap bawah. ya, saat ini mereka sedang di gantung oleh sebuah tanaman aneh yang melilit kaki mereka dan menggantung terbalik tubuh mereka.


" sejak kapan gadis itu mengeluarkan sihir nya, aku bahkan tidak mendengar dia mengucapkan mantra!" seru salah satu gadis yang menjadi anggota kelompok itu dengan bingung.


" hei.. lepaskan kami!"


sang ketua mengeluarkan belati dari saku ruang nya dan mencoba menebas akar-akar yang melilit kaki nya, tapi akar pohon menjalar itu begitu keras seperti besi dan sulit tergores oleh belati milik nya.


" bagaimana mungkin, pohon merambat ini sekeras besi!"


" hanya senjata kecil tidak akan mampu memotong nya" suara Arsya terdengar tenang dan acuh.


" tidak mungkin, aku akan membakar akar sialan ini sekarang juga."


" elemen api, semburan api ganas."

__ADS_1


Menggunakan elemen api pun tidak membuat perubahan yang ada kulit nya yang terasa panas akibat tidak sengaja terkena oleh api buatan nya sendiri.


" aahh.. panas panas, sialan."


Arsya dengan tenang menggerakkan tongkat sihir nya itu seketika akar pohon kembali muncul dan menjerat tangan mereka, hingga tongkat sihir milik mereka terlepas dari genggaman.


" hei.. kalian curang, kalo berani lawan kami dengan adil jangan curang." seru pria yang sebelumnya telah mencuri potongan puzzle milik Valencia.


Arsya menatap pria itu dengan aneh dan seakan sedang melihat seorang pecundang.


Jika di lihat dari awal yang datang dan ingin merebut milik orang lain dengan jumlah yang jauh dari dia dan Arsya adalah mereka, bukankah mereka yang tidak adil tapi lima orang melawan dua orang gadis, tapi sekarang bocah ini malah mengatakan tentang keadilan.


Sungguh memuakkan


" kami hanya berdua, kalian berlima. bagaimana ini di sebut tidak adil"


kata-kata Arsya jelas mengatakan bukankah kalian yang tidak adil, kami hanya berdua saja tapi kalian malah berlima. lima melawan dua orang siapa yang di sebut tidak adil disini.


mendengar perkataan singkat gadis itu wajah pria tersebut tentu berubah menjadi masam, dia melupakan ini. tapi meski jumlah mereka yang banyak bagaimana malah dia dan teman-temannya yang kalah.


bukankah langit begitu tidak adil.


jika orang lain mendengar empat orang pria dan satu gadis melawan dua gadis dan malah berakhir kekalahan, mereka pasti akan di tertawa kan.


" serahkan apa yang kalian punya, baru aku akan melepaskan kalian." seru Arsya dengan tenang.


" cih, enak saja. kami tidak akan pernah melakukan nya."


" Ck, aku juga tidak butuh persetujuan kalian. bukankah mengambil nya lebih mudah!" seru Valencia yang ikut mencibir.


" heh, itu nama nya pencurian." cibir ketua mereka menatap sinis dua gadis di depan nya.


" fftt.." Valencia rasa nya ingin tertawa mendengar lelucon itu, dan Arsya hanya menatap mereka dengan pandangan meremehkan.


" teman mu telah mengambil barang yang ku temukan lebih dulu, aku hanya mengambil nya kembali dan jika ada yang lain itu hanya keberuntungan ku saja. apa salah nya dengan itu." ujar Valencia dengan tampang polos.


tanpa menunggu ocehan mereka Arsya menggerakkan tongkat sihir nya dan seketika dua potongan puzzle yang berada di tubuh mereka mengambang dan mendekati nya.


" ba-bagaimana kau melakukan itu. kami menyimpan itu di dalam saku ruang, selain pemiliknya tidak akan ada yang bisa mengaksesnya. kau juga tidak menggunakan mantra saat menggunakan sihir, sihir jenis apa itu."

__ADS_1


__ADS_2