
****
Arsya terbangun dengan keringat yang bercucuran di wajah nya.
Ya semua yang terjadi sebelumnya dan apa yang tadi dia lihat dan alami adalah mimpi Arsya. Akhir-akhir ini Arsya sering memimpikan tentang kematian.
Jika itu terjadi pada orang lain mereka mungkin akan selalu di hantui dengan rasa takut.
Sebelumnya dia mimpi tentang bunga Higanbana yang merupakan simbol dari kematian dan saat ini ia juga memimpikan sesuatu hal lain tentang kebakaran.
Tapi dia yakin ia sama sekali belum pernah datang ke tempat yang berada di dalam mimpi nya, atau apapun itu yang berhubungan dengan kebakaran.
Entah apa maksud dari mimpi-mimpi nya itu, ia jadi teringat saat di hutan penyihir, dia terbangun dengan di kelilingi bunga Higanbana di sekeliling nya, dan daun bunga itu juga yang ia gunakan untuk mencegah kekuatan korosif pada tubuh Valencia semakin menyebar.
Tok tok tok
" Masuk saja."
Kyra membuka pintu dan melihat Arsya yang terlihat baru saja selesai mandi, rambut nya bahkan masih tergelung oleh handuk.
" Sarapan sudah siap, hari ini si malas Elvira yang memasak, masakan nya lumayan meski tidak seenak buatan mu, kau harus mencobanya."
" Oke."
Arsya pun keluar kamar bersama Kyra, selama sarapan suasana terlihat ceria apa lagi dengan Valencia yang sudah di nyatakan sembuh hanya perlu beberapa hari lagi untuk dia beristirahat saja, namun hanya Arsya yang makan dengan tenang tanpa ikut menimpali pembicaraan teman-teman nya, mereka pun sudah terbiasa jadi saat Arsya sudah menyelesaikan makanan nya baru Keysa bertanya.
" Jadi kemana kau pergi kemarin?"
" Hanya sebuah hutan untuk mencari tanaman yang sulit di temukan." Jawab nya tenang, dia tidak menyebutkan hutan penyihir karena takut teman-teman nya ketakutan, siapa yang tidak tahu betapa berbahaya nya hutan itu.
" Syukurlah kau pulang dengan aman.. oh iya, seperti nya setelah kejadian yang terjadi pada Valencia, kepala academy membuat gerakan yang cukup besar, dia mengerahkan berbagai fraksi di academy untuk menyelidiki dan akan memberikan kontribusi bagi fraksi yang berhasil menyelidiki nya, apa lagi jika berhasil menangkap satu makhluk itu, meski semua itu mustahil menangkap mereka hidup-hidup." Ujar Kyra yang menjelaskan tentang apa yang dia tahu tentang kabar yang selama ini terjadi di academy.
Memang jika soal informasi itu adalah keahlian Kyra, gadis itu meski pendiam dan tertutup berbeda dengan Elvira dan Naura yang mudah bersosialisasi tapi informasi yang di dapatkan selalu akurat.
__ADS_1
" aku dengar juga orang-orang yang dulu pergi menjalankan misi telah kembali dan ikut dalam pencarian makhluk itu" sahut Elvira
Naura juga tidak mau kalah " Ya, meski tujuan mereka berbeda, sebagian dari mereka kembali dengan cepat tentu nya untuk menyiapkan penyambutan agar fraksi milik mereka lebih banyak anggota. berbeda dengan fraksi White Angels yang tanpa melakukan promosi juga banyak orang yang ingin masuk ke dalam sana."
" memang nya kau ingin masuk juga ke fraksi itu Nau?" tanya Kyra dengan santai sambil mengangkat sebelah alis nya.
" kalo aku sih tentu saja tidak tertarik, fraksi itu tidak cocok dengan ku, jadi aku akan melihat fraksi lain yang lebih cocok. kalo bisa aku ingin membuat fraksi ku sendiri, haha.."
" kalo mimpi jangan di siang bolong Nau!" seru Elvira dengan nada mengejek.
" Lalu bagaimana dengan pesta dansa besok?" Tanya Arsya menghentikan perdebatan mereka, dia juga memang ingin tahu masalah ini.
" Pesta dansa masih akan di lakukan namun sepertinya ada perubahan pada pesta nanti."
" Perubahan?"
" Ya. Pesta akan di undur dua hari lagi sedangkan besok kita akan tetap di kumpulkan untuk sebuah perburuan di hutan monster."
Sudah Arsya duga pesta dansa itu tidak mungkin akan di hentikan, Namun dia semakin penasaran dengan fraksi White Angels yang merupakan perencana pesta kali ini.
" Dugaan mu memang tepat Sya, namun seharusnya acara perburuan ini akan di lakukan setelah pesta selesai, tapi sekarang di lakukan sebelum pesta. Bahkan hanya mereka yang tidak memiliki fraksi juga orang-orang baru saja yang diperbolehkan mengikuti. Dan semua itu seperti nya aturan dari ketua fraksi White Angels."
" Pengaruh yang di miliki fraksi ini seperti nya sangat besar."
" Tentu saja, fraksi ini sudah ada sejak lama sebelum fraksi lain muncul, namun tidak pernah ada yang tahu siapa ketua dari fraksi ini." Ujar Naura.
" Begitu tersembunyi."
" Ku dengar dia adalah seorang pria yang tampan, aku jadi ingin melihat wajah tampan nya." Ucap Elvira tersenyum mesum.
" Dasar playgirl, urus saja tuh para buaya mu itu" sinis Naura.
" Cih, iri saja kau ini."
__ADS_1
" Enak saja, mana mungkin aku iri sama pekarangan buaya betina seperti mu."
" Jangan hiraukan ucapan bodoh mereka" ucap Kyra memutar bola mata nya dengan malas. " Jadi kapan kau akan menyelesaikan senjata sihir mu, di acara perburuan nanti seperti nya kau akan membutuhkan itu?"
" Siang ini, aku akan menyelesaikan nya, jadi seperti apa senjata sihir milik kalian?" Tanya Arsya dengan penasaran.
" Atas bantuan dari buku mu kami menciptakan senjata yang mudah di bawa kemana saja juga tidak terlalu mencolok saat di bawa." Ucap Keysa dengan ceria
" Benar, aku dan Naura bahkan memodifikasi lagi senjata sihir itu sebelum membuat yang asli." Sahut Kyra yang diangguki Naura dan Elvira.
" Baguslah, itu akan memudahkan kalian saat mengambil misi nanti."
" Oh, ya. Apakah Clara akan kembali dan mengikuti pesta dansa nanti?" Tanya Elvira penasaran, sudah lama mereka tidak bertemu dengan gadis itu.
" Dia hanya akan kembali untuk pesta, setelah itu entah apa yang akan dia lakukan. Dia mana mungkin tidak datang dan mengacau itu bukan gaya nya."
****
" Arsya."
" Salam guru."
" Apa kau mau menciptakan senjata sihir mu sendiri?"
" Benar guru."
Saat ini memang Arsya pergi ke tempat pembuatan senjata sihir untuk membuat senjata sihir yang diinginkan nya.
" Baguslah, teman-teman mu sudah membuat nya, bahkan Clara sudah lebih dulu membuat senjata milik nya, tapi kau baru ingin membuat ini. Semoga senjata sihir yang kau ciptakan memiliki tingkatan yang tinggi. Baiklah guru akan pergi dulu ke depan, kau bisa menggunakan ruangan di sebelah kanan, jika membutuhkan sesuatu panggil guru saja."
" Baik, terima kasih guru."
Arsya masuk ke ruangan yang guru sebutkan tadi, di sana alat-alat untuk membuat senjata sihir sudah lengkap, sudah ada kuali untuk menggabungkan bahan-bahan, juga segala alat lain yang di perlukan.
__ADS_1
Arsya mengeluarkan semua benda yang di perlukan untuk membuat senjata milik nya, terdapat inti jiwa monster tingkat tinggi, mutiara laut barat, batang pohon kehidupan berusia sepuluh ribu tahun, tanah dari hutan penyihir, batu meteorit yang ia dapatkan dari bantuan sang ayah, juga sisik monster ular yang dulu Aksa kalahkan.
Dengan semua benda ini dia baru dapat membuat senjata sihir yang dia inginkan, teknik dalam membuat senjata sihir milik nya juga berbeda dengan orang lain.