Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
162. Kesembuhan Valencia


__ADS_3

****


Setelah berhasil membuat ramuan yang di butuhkan, Arsya kembali keruang kesehatan dan meminta mereka untuk meminumkan ramuan itu pada Valencia dan satu gadis lain nya.


Perlahan tubuh kedua gadis itu berangsur-angsur membaik, wajah pucat itu sudah terlihat rona merah nya kembali.


Tetua dari serikat alkemis tidak percaya dengan apa yang terjadi jadi memeriksa kondisi kedua gadis itu, siapa sangka mereka berdua memang sudah sembuh bahkan seperti tidak terluka sama sekali.


Ini benar-benar mengherankan!


Apa yang sebenarnya terjadi..


Dia sendiri yang memeriksa kedua gadis itu sebelum nya, dan itu sudah tidak bisa di selamatkan lagi tapi sekarang mereka sehat-sehat saja.


" Kondisi mereka baik-baik saja, mungkin besok mereka akan terbangun. Nak, maafkan aku atas kesombongan ku sebelumnya, kalau boleh tahu ramuan apa yang kau gunakan?"


" Tidak masalah, jika kau tidak mengetahuinya belum tentu orang lain juga tidak bisa. Aku lelah, jika membutuhkan sesuatu tanyakan saja pada kepala academy." Ujar Arsya yang ingin segera tidur. dia juga tidak perlu terlalu sopan pada tetua itu, awalnya orang itu yang meremehkan nya lebih dulu, jadi untuk apa dia membalasnya dengan kebaikan.


Dia bukan orang yang baik yang akan membalas kejahatan dengan kebaikan, jika ada yang meremehkan nya maka dia juga tidak perlu menghiraukan nya.


Arsya pergi dari sana tanpa menunggu orang-orang yang penasaran dengan diri nya.


" Arsya" satu persatu teman-teman nya memeluk dia dengan erat.


" Aku baru saja kembali, tapi kalian seperti tidak akan pernah bertemu dengan ku lagi saja" ucap Arsya dengan sedikit bercanda.


" Kau ini! Aku dengar kau pergi ke tempat berbahaya untuk mencari bahan obat untuk Valencia, kenapa kau tidak mengajak kami bukankah kami juga teman mu." Sungut Elvira dengan kesal.


" Benar, kami pikir tidak akan melihat mu lagi." Sahut Keysa yang sudah menangis tersedu-sedu sampai ingus nya keluar.


" Iya, bahkan awal nya kami ingin menghubungi Clara tapi telepon dia bahkan tidak bisa di hubungi."


" Kalian bicara satu satu, aku baru saja pulang tapi sudah di wawancara begini oleh kalian." kata nya terlihat kesal, tapi Arsya juga tersenyum tipis mendengar perhatian dari mereka.


" sudahlah kalian ini, lepaskan Arsya. Dia pasti lelah dan ingin beristirahat." Ujar Kyra yang membawa semangkuk sup di tangan nya.


Saat mendengar Arsya pulang dia pun segera membuat sup untuk Arsya.


" Kau memang yang paling terbaik Kyra."


" Berhenti bicara, dan makanlah sup yang ku buat ini untuk menghangatkan tubuh mu."


" Ahhh... Aku semakin menyayangi mu."

__ADS_1


" Jangan mengatakan itu di depan Aksa, atau  pria dengan topes cuka itu akan segera membunuh ku." Ucap nya sedikit bercanda.


Arsya pun menuruti perkataan Kyra dan segera memakan sup tersebut.


" Valencia sekarang baik-baik saja" ucap nya setelah menghabiskan semangkuk sup.


Dia tahu teman-teman nya ingin tahu tentang ini tapi tidak ingin menganggu nya saat makan.


" Syukurlah jika begitu."


" Bagaimana dengan senjata sihir milik kalian, apakah sudah jadi?"


Mereka pun mengangguk secara bersamaan.


" Baguslah jika begitu."


" Kau sendiri Arsya?" Tanya Naura dengan penasaran.


" Aku sudah mendapatkan semua bahan nya, cuma belum ada waktu untuk mengekstrak nya. Sudahlah aku sangat mengantuk, aku tidur dulu, bye.." 


Arsya dengan sempoyongan segera masuk ke kamar nya dan tidur tanpa mengganti baju saking lelah nya dia.


****


Arsya yang kemarin tertidur saat ini malah membuka mata di sebuah pantai yang hamparan pasir dan pemandangan di sekitarnya sangat cantik.


" Kau pergi saja." Ucap Arsya seperti enggan untuk pergi dan mendekati air.


Naura juga tidak memaksa dan memilih bermain dengan teman-teman lain nya.


Arsya melihat Valencia sedang asik mengobrol dengan Heera, ia pun mendekati mereka.


" Apa yang sedang kalian bicarakan, mengapa tidak mengajak ku. Jahat sekali!"


Valencia dan Heera seakan tidak mendengar panggilan Arsya dan terus mengobrol, mereka berdua seakan sengaja melakukan itu untuk menggoda nya.


" Ck, kalian ini. Ada apa?"


" Pembunuh.." suara Valencia tiba-tiba terdengar aneh


Lalu saat Valencia menatap Arsya, dia sangat terkejut, bagaimana mungkin mata Valencia menjadi hitam dan putih, dimana warna hitam di luar dan putih di dalam. Dan terus menyebutkan satu kata 'pembunuh'


" Bencana tiba!" Bukan hanya Valencia yang aneh tapi juga Heera mata nya juga ikut hitam dan putih, juga tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Arsya segera bangkit dari duduk nya dan menjauh dari kedua orang itu.


" A-apa yang terjadi!" gumam nya dengan linglung


Saat itu dia menatap pada yang lain ternyata orang-orang di sana juga menatap dia dengan pandangan aneh dan senyum aneh juga mata mereka berbeda dari seharusnya, bahkan Naura yang sebelumnya mengajak ia main pun sama.


" Kenapa kau tidak mau bermain dengan ku!" Kalimat itulah yang Naura katakan.


" Arsya kau kenapa?" 


Saat mendengar panggilan itu dia menoleh ke sumber suara ternyata Heera yang sudah berdiri di samping nya dengan wajah khawatir.


Apa yang terjadi, bukankah tadi ekspresi Heera sangat berbeda, lalu dia pun melihat ke arah Valencia yang juga sedang menatap nya dengan bingung, tidak ada yang terjadi dengan nya, bahkan saat ia menatap yang lain nya.


Apa mungkin tadi itu hanya halusinasi nya saja?


Tapi semua itu terlihat begitu nyata meski hanya beberapa detik saja..


" Kau baik-baik saja?"


" Aku baik, aku akan kembali ke hotel saja." Setelah mengatakan itu, Arsya merasa kebingungan dengan apa yang dia sendiri katakan.


Hotel? Hotel apa? Dan dimana sebenarnya dia?


Tadi dia tidak memikirkan ini, tapi baru sekarang pemikiran itu terlintas.


Baru saja dia ingin bertanya pada Heera, tapi terdengar suara teriakan dari satu tempat. Itu adalah tepat di belakang nya terdapat sebuah hotel yang ternyata sudah di lalap si jago merah.


" Apiiii..."


" Tooolong."


" Selamat diri kalian."


Terdengar teriakan-teriakan dari orang-orang, bahkan Heera dan Valencia juga segera berdiri dan ingin melarikan diri.


" Arsya ayo kita pergi!" Ujar Valencia tapi dia sudah lebih dulu pergi di ikuti Heera.


Semua orang silih berganti berlari melewati nya, tapi anehnya meski ingin lari tapi Arsya sama sekali tidak dapat beranjak dari tempat nya, seakan ada sesuatu yang berat menahan nya pergi.


Arsya hanya terdiam menatap api yang semakin lama semakin besar di depan nya.


Entah bagaimana Arsya sekarang malah berada di tengah lautan api yang mengelilingi nya, semua orang terdengar meneriaki namanya, tapi Arsya tetap tidak bergeming.

__ADS_1


Bruk


Seseorang yang tidak di ketahui siapa tiba-tiba memukul nya sampai dia muntah darah dan pingsan.


__ADS_2