Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
142. Hewan Roh


__ADS_3

" Ular itu hewan roh." Jelas Arion agar Valencia tidak lagi merasa takut.


" Hewan roh? Aku pernah mendengar tentang itu dari ayah ku. Hanya saja sangat sulit untuk memanggil hewan roh, bahkan meski berhasil memanggilnya akan sangat sulit untuk mengontraknya." Ujar valencia


" Itu memang benar, tapi di akademi ini nanti akan ada guru yang akan memberikan arahan untuk bisa mengontrak hewan roh, meski kalian tidak bisa mengontrak hewan roh tingkat tinggi, tapi dengan bantuan guru academy kalian masih bisa berkontrak dengan hewan roh tingkat rendah." jelas Arion


"Jika kau butuh bantuan untuk bisa menaklukan hewan roh tingkat tinggi, katakan saja pada ku, aku bisa membantu mu." Ianjut nya dengan nada begitu bangga


"Ya, kau Jangan menyesal Pernah mengatakan ini pada ku. Aku pasti akan menagih junji mu ini." ucap valencia sambil menatap Arion dengan sengit


" tenang aja, Arion tidak pernah melanggar janji nya."


Suasana hutan menjadi hening saat tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Valencia sibuk dengan hasil buruan nya dan Arion berjalan di belakang gadis itu dengan diam, ia bukannya tidak mau membantu hanya saja ia takut akan ada monster lain yang menyerang mereka karena itu Arion memilih menjaga dari belakang Valencia.


" Ekhem... Academy akan mengadakan pesta dansa untuk menyambut kepulangan para murid dari misi mereka, serta menyambut murid-murid baru seperti kau dan teman-teman mu..."


" ya, aku mengetahui tentang Pesta dansa itu, ku dengar juga pesta itu adalah ajang untuk memperkenalkan fraksi yang ada di academy ini..."


" Itu memang benar. Setelah itu Persaingan di academy akan Semakin ketat, mereka yang tidak masuk dalam fraksi manapun akan sangat sulit berkembang."


" Tapi bukan itu yang ingin ku bahas!"


" Lalu apa yang ingin kau bicarakan, katakan saja, Jangan berbelit-belit begitu"


" Mmm... Kau akan pergi ke pesta dansa bersama siapa?"


" Entah, aku belum memikirkannya... Sudah selesai, ayo kita kembali!" Seru Valencia setelah memungut semua hasil mereka.


" Kenapa? Ayoo kita kembali, apa yang masih kau tunggu rion?"


"Hm.. "


" Arion apa yang kau lakukan saharusnya kau minta dia menjadi Pasangan mu di pesta dansa nanti...." Gumam Arion menggerutu dalam hati nya dengan kesal.


" Arion ayo kita kembali atau nanti akan ada monster lain yang menyerang kita!" Seru Valencia dengan kesal.


" Iya iya.."


****


Tok tok tok


" Tuan muda!"

__ADS_1


" Maaf Clovis, Tuan muda tadi berpesan untuk tidak membiarkan siapapun mengganggunya."


" Nona anda mendengarnya sendiri, lebih baik sekarang kita membiarkan tuan muda sendiri lebih dulu, saya akan mengantar nona ke kamar tamu untuk beristirahat." Ujar nya dengan sopan


Arsya sama sekali tidak mendengarkan ucapan nya dan malah kembali mengetuk pintu kamar Aksa.


" Kak Ray, cepat buka pintu ini.. atau aku akan menghancurkan pintu ini. Aku hitung sampai lima kalo kau masih tidak mau keluar kau harus menerima hukuman setelah meninggalkan ku di meja makan begitu saja"


Bawahan tuan besar Knight menatap Arsya dengan simpati saat mendengar perkataan nya, ini adalah kediaman keluarga Knight dimana setiap pintu yang terpasang memiliki ketahanan untuk menangkal sihir jadi tidak akan ada yang bisa menghancurkan pintu kamar tuan muda Knight, apalagi ia sendiri dapat merasakan energi spiritual tuan muda menyelimuti seluruh ruangan.


" Nona anda tidak mungkin akan menghancurkan pintu kamar tuan muda bukan?".


" Kenapa tidak.."


" Satu, dua, tiga, empat.."


" Li-ma"


Clek


Kreiit


" Luka mu baru saja sembuh, dan kamu ingin menambah nya lagi!" Aksa membuka pintu kamar dengan kondisi yang sangat amat kacau, Arsya yang melihat tubuh Aksa yang di beberapa bagian terluka dan seperti nya luka itu diperbuat oleh Aksa sendiri.


" Astaga tuan muda, apa perlu saya memanggil dokter Ervin untuk melihat luka-luka anda?" Tanya pelayan dengan cemas.


" Apa kamu sudah selesai makan?" Tanya Aksa yang nada nya lebih lembut dari sebelumnya.


" Belum, seperti nya aku sudah kenyang dengan kebenaran yang ada." Jawab Arsya ketus


Arsya mendekati Aksa dan menyentuh beberapa bagian tubuh nya yang terluka seperti pundak dan tangan nya, melihat itu pelayan dan orang kepercayaan tuan besar Knight yang melihat menahan nafas tanpa sadar, mereka mewanti-wanti betapa marah nya tuan muda setelah di sentuh oleh seorang wanita, mereka juga harap-harap cemas menunggu hukuman apa yang akan gadis ini dapatkan setelah ini.


" Apakah sakit? aku baru tahu kau bisa segila ini. Hehe.."


" Kenapa tertawa?" Tanya Aksa bingung.


" Rumor tentang tuan Vincent yang gila akan kebersihan, serta anti wanita ternyata memang benar. Tapi apa kau harus sekejam ini pada dirimu sendiri!"


" Bibi tolong siapkan makan malam dan bawa ke kamar ku nanti."


" Akh.. Baik tuan muda." Dia terkejut melihat gadis itu dapat menyentuh tuan muda nya tanpa mendapatkan tatapan marah dari sang tuan.


" Ayo masuklah."

__ADS_1


" Tidak perlu, aku seperti sudah tidak dibutuhkan lagi di sini, kau bisa kembali mengurung diri dan aku akan kembali ke academy." Ujar Arsya yang berbalik dan ingin pergi.


Tapi langkah nya terhenti saat ada yang memeluk nya dengan erat.


" Maaf, sekarang kediaman ini juga adalah rumah mu, dan kamar ku juga kamar mu. Bisakah kita masuk dan kau bebas memarahi atau menghukum ku setelah di dalam hmm..." Tingkah Aksa saat ini seperti seorang anak yang akan kehilangan ibu nya, ia memeluk Arsya dengan erat seakan takut gadis itu akan menghilang dari dekapan nya.


" Oke, kita masuk dan biarkan aku mengobati luka-luka mu itu. Paman bisa aku minta tolong untuk kau ambilkan kotak p3k."


" Akan saya ambilkan nona."


Ia segera pergi dari sana, setelah ini dia tidak akan berani lagi menganggap remeh gadis itu, melihat betapa sayang dan menurutnya tuan muda di hadapan nya, ia hanya akan berakhir mengenaskan di tangan tuan muda nya jika masih berani menentang nya bersama gadis itu.


Pintu kamar di tutup dan sekarang hanya tinggal Aksa dan Arsya saja yang tinggal berdua didalam kamar tersebut.


Saat masuk ke kamar ruangan begitu gelap, seperti nya Aksa sengaja mematikan lampu agar kamar itu menjadi gelap.


" Apa kita ke kamar lain saja, seperti nya aku tidak sengaja merusak lampu kamar ini." Melihat Arsya yang ingin pergi sampai membuat nya lupa kekacauan yang ada di kamar nya.


" Tidak perlu."


Tak


Sekali jentikkan jari Arsya seketika ruangan yang gelap gulita itu berubah menjadi terang benderang. Sekarang Arsya dapat melihat kekacauan apa yang telah pria ini lakukan.


Darah berceceran dimana-mana, seperti nya Arsya menggosok bekas sentuhan wanita itu dengan sebuah belati dapat terlihat ada sebuah belati tergeletak di lantai dengan darah yang masih menempel.


Aksa sungguh sangat gila karena melakukan hal bodoh itu hanya gara-gara wanita tidak di undang itu. pikir Arsya dengan kesal.


Tok tok tok


" Masuk!" Ujar Arsya


Yang baru saja mengetuk pintu ternyata adalah orang kepercayaan tuan besar Knight yang sedang memegangi kotak p3k di tangan nya, saat dia masuk Arsya dapat melihat keterkejutan di mata nya saat melihat kamar tuan muda nya begitu kacau.


" Panggil beberapa pelayan kemari untuk merapikan ruangan ini!" Seru Aksa


" Baik tuan muda."


" Duduk." Ucap Arsya menatap tajam pada Aksa, Aksa yang tadi menampilkan raut acuh tak acuh pun menjadi penurut.


" Paman berikan kotak p3k itu pada ku."


" Ini nona."

__ADS_1


" Terima kasih paman."


Beberapa pelayan masuk dan membersihkan kamar Aksa dari kekacauan yang di perbuat Aksa sendiri. Orang kepercayaan tuan besar Knight mengawasi pekerjaan mereka karena takut ada kesalahan yang membuat tuan muda nya murka kembali.


__ADS_2