Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
53. Harraz Edzard Davies


__ADS_3

" Ku dengar murid dari dua kelas tahun ini sangat cantik-cantik, aku tidak sabar melihat mereka!"


" Wah seperti nya akan seru, aku akan memilih murid paling cantik, siapa tahu dia juga jadi pacar ku nanti nya"


" Huuuhh.. mimpi saja kau!"


" nanti bangun nya sakit, hahaha..."


Ruangan itu menjadi berisik setelah keluar nya guru itu, mereka saling membahas pelatihan yang akan di mulai tidak lama lagi


" Hei, kalian bagaimana? Apakah kita tidak akan terlibat lagi seperti tahun tahun sebelumnya?" Tanya Kenan menaikkan sebelah alis nya.


" Seperti nya aku akan datang tahun ini!" Seru Arion mengejutkan keempat teman nya.


perkataan Arion sungguh di luar dugaan.


" Kau tidak sakit kan Rion" seru Alvan memegang kening Arion, dan juga kening nya untuk memastikan suhu tubuh kedua nya sama.


" Cih, singkirkan tangan mu, kau pikir aku sakit" ucap Arion kesal, sambil menyingkirkan tangan Alvan dari kening nya


" Ya, mungkin saja kau sakit jiwa melihat Aksa yang semakin dekat dengan Arsya" jawab Kenan santai namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arion, membuat Kenan seketika langsung menciut.


" Berisik, apa kau mau ku masukkan ke rumah sakit jiwa hah.. sekalian juga aku mengkarantina mu dengan beberapa ekor buaya" ucap Arion kesal


" Ampun Yon, marah marah mulu kaya cewe pms saja" ejek Kenan. orang satu ini memang susah di ancam, udah tahu teman nya lagi marah, eh.. malah menambah minyak ke dalam bara api.


" Aku juga akan datang" ujar Aksa dingin dan datar, namun ucapan nya langsung membuat Kenan dan Arion menghentikan perdebatan mereka.


Entah itu perkataan Arion atau pun Aksa, keduanya sangat mengejutkan teman-teman nya, reaksi mereka pun beragam ada yang mulut nya menganga, ada juga yang ekspresi wajah nya terlihat lucu dan sangat jelek. jelas mereka sangat tahu kedua pemuda ini sangat sulit bergaul dengan orang lain, mereka saja sangat sulit mendekati keduanya apa lagi Aksa, tapi sekarang mereka berdua akan mengikuti kegiatan yang sangat mereka hindari selama ini.

__ADS_1


sungguh cinta merubah segalanya!


" Van, seperti nya akan ada perang dunia keempat ini!" Bisik Alvan pada Ivan


" Oh ternyata anak buangan ini berada di sini, pantas saja begitu berani, namun sampah tetap saja sampah" suara seseorang mengejutkan kelima sekawan yang sedari tadi sedang berdebat.


Arion, Kenan, Alvan, dan Ivan saling melirik dengan bingung, siapa yang di maksud pemuda yang tidak di kenal itu bicarakan. Sedangkan Aksa yang mengenal siapa pemuda itu hanya diam saja, bahkan terlihat sangat acuh.


" Apakah kalian semua tidak tahu, pemuda ini yang bernama Aksa adalah seorang anak haram dari keluarga Davies, keluarga ku... Ibu nya dengan tidak tahu malu menjebak ayah ku dan merangkak ke atas ranjang ayah ku, membuat ayah ku tidak sadarkan diri dan melakukan apa yang wanita ****** itu inginkan, hingga membuat dia hamil dan dengan tidak tahu malu nya wanita itu ingin menggantikan posisi ibu ku yang menyandang sebagai nyonya sah keluarga Davies, setelah besar anak wanita ****** itu yaitu pemuda yang kalian kenal sebagai Aksa ini ingin merebut posisi ku sebagai pewaris keluarga Davies" ujar pemuda itu yang merupakan Harraz Edzard Davies, dia sengaja berbicara dengan keras dan gamblang agar semua orang dapat mendengar nya.


Dapat di lihat wajah-wajah terkejut dari orang-orang itu, mereka merasa tidak menyangka dengan informasi yang baru saja mereka dengar, begitu pun dengan keempat teman Aksa.


Aksa yang sedari tadi sudah mengepalkan tangan nya, langsung berdiri namun di hentikan oleh Arion.


" Aksa tenanglah, kau tidak perlu mendengarkan ucapan sampah seperti nya" ujar Arion dengan sinis, melihat wajah pemuda itu saja dia sudah tahu pemuda itu sedang memainkan trik kotor.


Arion dan ketiga teman nya sangat tahu selama ini Aksa sangat sensitif jika membahas keluarga nya, mungkin inilah alasan nya kenapa dia seperti itu.


" Sampah? Apa kau tahu siapa aku, aku adalah Harraz Edzard Davies calon pemimpin keluarga Davies selanjutnya, namun sampah seperti mu tidak akan tahu apapun" ucap Harraz sombong dan angkuh, tingkah nya ini membuat Arion semakin muak.


Semua orang yang ada di kelas yang awal nya menatap Aksa dengan penuh cibiran berubah menatap Harraz dengan kasihan. siapa di academy ini yang tidak tahu latar belakang Arion, mereka tidak akan berani melawan nya.


Meski keluarga Davies memiliki kekuasaan tapi tidak akan lebih berkuasa dari keluarga Lawrence.


" Kau begitu menyombongkan keluarga kecil itu, sungguh pemuda yang naif" seru Ivan ikut angkat bicara, ia yang merasa terganggu saat sedang membaca buku pun sangat kesal, selama ini tidak pernah ada yang berani menganggu waktu nya selain orang terdekat nya saja.


" Kalian berteman dengan saudara tiri ku ini, ups maksud ku anak haram ini, bahkan kalian membela nya apakah kalian tidak takut aku melaporkan nya kepada kepala academy dan membuat kalian di keluarkan dari academy ini..." Ucap nya sombong, sikap nya seakan dia yang paling berkuasa.


" Waaawww.... Jika kau dapat melakukan nya aku akan makan sambil berjalan jongkok..." Seru Kenan mulai rusuh, dia sangat jengkel dengan orang ini, rasa nya dia ingin menjejalkan kotoran di mulut nya itu.

__ADS_1


Harraz sama sekali tidak memperhatikan perubahan dari wajah-wajah orang-orang di sana, ia malah menganggap mereka menatap nya kasihan karena Aksa.


" Cih... Kakak ku tersayang kau memang pantas berteman dengan para sampah seperti mereka, sama seperti ibu mu yang ****** itu...."


Bruk


Sebelum Harraz melanjutkan ucapan nya, sebuah pukulan menghantam perut nya.


" Aksa tahan emosi mu" ucap Arion dingin.


Bisa gawat jika Aksa mengamuk, tidak akan ada yang dapat menghentikan nya lagi.


Ya, yang menjadi pelaku nya adalah Aksa sendiri, sedari tadi ia sudah menahan emosi nya namun tidak bisa, ia bisa saja tetap diam jika Harraz hanya menghina nya saja namun ia tidak akan terima jika ibu nya di hina.


Aksa akan kembali memukul Harraz, ia sama sekali tidak mau mendengarkan perkataan Arion.


" Kau terus saja pukul dia dan lampiaskan amarah mu, sedangkan aku akan pergi ke kantin dan menemui Arsya, bagus juga jika kau tidak datang" ucap Arion acuh tak acuh, dia bingung harus bagaimana cara nya menghentikan kemarahan Aksa, tiba-tiba saja sebuah ide muncul di benak nya dan dia pun dengan sengaja menyebutkan nama adik nya.


Mendengar nama Arsya di sebutkan perlahan emosi nya langsung mereda, ia kemudian berbalik dan mengambil jaket nya yang terdapat di atas meja.


" Mau kemana kau?" Tanya Arion heran dengan tindakan Aksa, bukan hanya dia ketiga teman nya pun ikut merasa heran.


Bukankah tadi dia terlihat ingin terus memukuli pemuda itu, mengapa sekarang berubah? Pikir mereka.


" Kantin" jawab Aksa acuh dan berlalu pergi meninggalkan teman-teman nya yang sedang terkejut.


Arion yang selama ini bersikap dingin untuk pertama kali nya ia di buat terperangah, ekspresi muka nya sekarang bahkan terlihat sangat lucu.


Arion terkejut dengan perubahan Aksa, ia sebenarnya tadi hanya bertaruh dengan diri nya sendiri bahwa Aksa akan berhenti memukul saat mendengar nama Arsya, siapa sangka hanya dengan menyebut nama adik nya saja Aksa kembali tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Harraz yang terjatuh akibat pukulan Aksa sangat kesal melihat pemuda itu pergi begitu saja.


" Ayo kita susul dia!" Seru Alvan yang sadar dari keterkejutan nya terlebih dahulu.


__ADS_2