Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
77. Organisasi Black Angels


__ADS_3

" Organisasi Black Angels! Bukankah itu adalah sebuah organisasi yang pernah ada lima puluh tahun lalu sebelum adanya perdamaian, apakah mereka masih hidup?" Tanya Arsya mengernyitkan alis nya heran.


" Benar nona, sesuai yang informan kami dapatkan organisasi Black Angels adalah organisasi misterius yang mencoba kembali merebut dunia, ini masih dugaan kami karena mereka sedang mencari sisa-sisa peninggalan organisasi Black Angels di masa dulu." Ujar Tyson


" Ada kemungkinan juga beberapa anggota organisasi Black Angels tidak sepenuhnya musnah pada saat itu, ada yang berhasil lolos dan bersembunyi" ucap Aksa dengan tenang.


Arsya menutup mata nya sejenak banyak pertanyaan yang sekarang muncul di benak nya, namun jika apa yang dia pikirkan akan terjadi, seperti nya akan terjadi kekacauan beberapa tahun mendatang.


" Dunia ini begitu damai, orang-orang sampai melupakan hal mengerikan apa yang akan terjadi jika kedamaian ini menghilang!" Ucap Arsya tiba-tiba.


" Tuan Tyson terima kasih atas informasi nya, saya pikir akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari informasi ini, karena tuan sudah mendapatkan nya saya tidak akan sungkan lagi, bisakah tuan memberikan salinan dokumen ini padaku, dan tuan bisa sebutkan harga yang pantas untuk semua informasi ini!" Ujar Arsya dengan tenang


" Nona bisa membayar ku seusai harga yang telah di tentukan. Informasi ini berada di peringkat S, informan kami membutuhkan waktu dua tahun hanya untuk mendapatkan informasi ini, organisasi Black Angels memiliki keamanan yang begitu ketat." Ucap Tyson mendesah.


" Meski begitu orang-orang tuan Tyson masih bisa menerobos keamanan mereka" ucap Arsya tersenyum tipis.


" Nona terlalu memuji, kalau begitu kita langsung saja menentukan harga nya, sepuluh juta untuk informasi ini saya rasa itu sepadan dengan usaha yang telah kami kerahkan"


" Ekhem.." Aksa terbatuk sebentar setelah meminum teh yang memang sudah di siapkan oleh Tyson, mata Aksa menatap Tyson dengan tajam membuat Tyson salah tingkah dan segera berdehem.


" Jika sepuluh juta adalah harga yang terlalu tinggi, nona bisa membayar kami satu juta saja bagaimana!" Seru Tyson segera meralat ucapan nya, dia sangat takut melihat tatapan tuan nya yang sangat tajam seakan ingin menelan nya hidup-hidup.


" Tidak perlu sepuluh juta adalah harga yang pantas untuk informasi sepenting ini, saya akan mentransfer nya langsung, silahkan tuan masukkan nomor rekening nya" Arsya menyodorkan handphone nya.


Tyson dengan ragu mengambil handphone Arsya, dia sedikit melirik Aksa untuk melihat reaksi nya, setelah tahu tuan nya tidak mempermasalahkan nya dia pun segera mengetik serangkaian angka, setelah selesai diapun memberikan handphone itu pada Arsya kembali.


" Aku sudah mentransfer uang nya" ucap Arsya


" Baik nona, saya akan menyiapkan salinan dokumen nya sebentar, mohon nona dan tuan untuk menunggu sebentar!"

__ADS_1


Tidak lama Tyson masuk kembali sambil membawa setumpuk berkas di tangan nya dan menyerahkan nya pada Arsya.


" Terima kasih tuan Tyson, senang bekerja sama dengan mu!" Ucap Arsya tersenyum tipis dan menundukkan kepala nya sebentar untuk menghormati tuan Tyson sebelum dia keluar dari ruangan tersebut.


Aksa juga tidak tinggal lama, dia segera keluar untuk menyusul Arsya tapi sebelum dia keluar, ia mengatakan sesuatu terlebih dahulu pada Tyson.


" Tyson, kirimkan uang yang telah dia transfer pada mu ke rekening ku. Dan jangan lupa terus awasi mereka!"


***


Arsya kembali menggunakan topeng nya saat keluar, dia melepaskan kembali topeng nya dan mengganti penampilan nya dengan penampilan Arsya yang cupu dan culun.


Saat keluar dari rumah bordil surgawi hari sudah gelap, matahari telah di gantikan bulan. Dia berjalan ke jalan besar untuk mencari taksi, tapi tidak ada satu pun taksi yang lewat.


Tidak lama saat dia sedang menunggu taksi sebuah mobil berhenti di depan nya, sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam, kaca jendela mobil terbuka terlihat seorang pemuda yang sedang mengemudi mobil tersebut.


" Masuklah aku akan mengantarmu!" Ucap Aksa menyuruh Arsya untuk masuk tapi Arsya adalah gadis yang keras kepala tidak akan mudah meminta nya untuk masuk ke dalam mobil.


Tanpa bicara Arsya masuk ke dalam mobil, setelah Arsya masuk mobil pun mulai melaju kencang.


" Jangan bawa aku kembali ke academy" ucap Arsya sambil memejamkan mata nya.


" Lalu kita akan kemana?" Tanya Aksa


" Terserah" jawab Arsya acuh


Entah kenapa dia selalu bisa merasa aman dan nyaman saat bersama dengan Aksa, ia akan secara otomatis mengendurkan kewaspadaan nya terhadap Aksa, inilah alasan kadang kala yang membuat nya sangat kesal terhadap Aksa karena pria ini secara tanpa sengaja telah meruntuhkan dinding yang ia buat selama ini dengan kokoh secara perlahan..


Dia tidak suka terlalu dekat dengan Aksa, karena setiap dia dekat dengan nya akan selalu muncul perasaan aneh yang menjalar di hati nya.

__ADS_1


Tanpa terasa Arsya telah terlelap di mobil Aksa, seperti ia sangat lelah sampai bisa terlelap di mobil milik orang lain, dan itupun bersama seorang pria.


Saking lelap nya Arsya tertidur kepala nya hampir terjatuh melihat itu Aksa segera mendekat dan membiarkan kepala Arsya berada di pundak nya, meski dia harus menyetir dengan sedikit tidak nyaman.


Mobil Aksa melaju cepat dan berhenti di sebuah apartemen mewah, saat melihat wajah damai Arsya dia tidak berniat membangunkan nya.


Tidak lama Arsya membuka mata nya, dia melihat ia masih berada di dalam mobil.


" Berapa lama aku tidur?" Tanya Arsya sambil menguap.


" Dua jam" jawab Aksa santai


" Dua jam?"


Dia tidak mempercayai perkataan Aksa, akhir-akhir ini ia selalu sulit untuk tidur, baru tidur beberapa menit saja dia akan terbangun oleh sesuatu, apa lagi saat berada di luar dia akan selalu bersikap waspada, jadi meski ada sedikit gerakan atau suara saja dia akan langsung terbangun, tapi sekarang dia malah tertidur pulas itupun di pundak Aksa.


" Dimana kita?" Tanya Arsya segera mengalihkan perhatian.


" Apartemen ku" jawab Aksa singkat


Memang benar Arsya dapat melihat sebuah apartemen berlantai dua yang terlihat sederhana namun juga mewah dan elegan, benar-benar nyaman untuk di tinggali.


" Mengapa kau membawa ku kesini?"


" Mencari tempat untuk mengobrol" jawab Aksa acuh


" Apa yang ingin kau ketahui?" Tanya Arsya langsung


" Ayo masuk lebih dulu, baru kita membahas nya" ajak Aksa, ia sudah lebih dulu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, melihat itu Arsya pun segera menyusul nya.

__ADS_1


" Minumlah" Aksa memberikan secangkir air hangat untuk Arsya, Arsya tidak sungkan lagi dan meminum nya.


__ADS_2