Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
113. Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

****


Seperti yang di duga oleh semua orang karena rumor itu Heera pun di panggil ke ruang guru.


" Clara... Itu nama mu bukan?" Tanya guru di depan nya.


" Ya" jawab Heera dengan acuh


" Kau telah membuat kerusuhan di academy ini dan membuat lingkungan academy tidak lagi tenang karena berita yang yang telah menyebar dengan luas..."


" Pak, tidak perlu bertele-tele, cepat katakan saja apa tujuan anda memanggil saya kemari. Dan tentang berita yang sudah menggemparkan masyarakat academy Blue Ocean saya juga tidak perlu menjelaskan nya karena anda juga tidak akan percaya.... Jadi jika anda ingin mengatakan sesuatu katakan saja, atau saya akan pergi dari ruangan ini!" Ujar Heera dengan tatapan sinis tapi juga menekankan setiap perkataan nya hingga membuat guru itu terdiam membisu.


" Kurang ajar! Berani sekali kau membentak seorang guru. Sebagai siswa academy ini kau seharusnya berlaku sopan, tapi sikap mu begitu tidak sopan.... Atas nama kepala academy kau di keluarkan dari academy Blue Ocean ini." Seru nya dengan marah.


" Atas hak apa anda melakukan nya, yang bisa mengeluarkan saya dari sini hanya kepala academy. Jika bukan dia yang mengatakan secara langsung anda tidak bisa mengeluarkan ku." Ucap Heera yang penampilan nya masih tenang dan santai.


" Kau... Kepala academy sedang tidak berada di tempat, saat kepala academy tidak ada saya yang memutuskan nya...."


" Anda tidak bisa mengeluarkan dia dari academy ini pak" suara seseorang terdengar bersamaan dengan pintu ruangan yang terbuka, dapat terlihat Arion berdiri di depan ruangan dan berjalan masuk dengan santai.


" Tuan muda Lawrence" sapa nya dengan sopan.


" Kalau boleh tahu apa maksud tuan muda sebelum nya?" Ucapnya mencoba menjilat


" Clara adalah orang ku, jika anda ingin mengeluarkan nya dari academy, sebaiknya anda bertanya lebih dulu akankah saya mengijinkan nya" seru Arion dengan nada dingin.


" Tuan muda, anda mungkin telah di tipu oleh wajah cantik nya itu. Tapi murid ini begitu berbisa dan sangat licik..."


" Apakah anda meragukan penilaian saya"


" T-tidak, itu bukan maksud ku."


" Ekhem... Baiklah karena melihat wajah tuan muda Lawrence, kau tidak akan di keluarkan dari academy, namun kau terkena peringatan pertama untuk kali ini, jika ada masalah lagi yang seperti ini saya terpaksa harus melaporkan nya pada kepala academy. Saat itu kita lihat apakah tuan muda Lawrence masih bisa membantu mu" ujar nya pada Heera sambil tersenyum terpaksa.


Tentu nya dia melakukan itu karena tidak berani menyinggung perasaan Arion yang merupakan tuan muda Lawrence, jadi dia melepaskan Heera begitu saja.


" Terima kasih, tapi pak tidak akan ada lain kali lagi" balas Heera tersenyum lebar.


Heera pun segera mengikuti Arion yang pergi setelah mengatakan beberapa kata pada guru tersebut.


" Kak Rion, gaya mu itu tadi membuat ku ingin sekali tertawa, apa-apaan dengan sikap dingin dan terasingkan itu"


Tuk

__ADS_1


Arion memukul kepala Heera dengan kesal, membuat gadis itu memegangi kepalanya yang baru saja di pukul oleh Arion" Aw.."


ekspresi wajah Arion nampak kesal dan muram " Aku sudah membantu mu keluar dari masalah, tapi bukan nya berterima kasih kau malah menertawakan ku hmm..."


" Hehehe... Kalau begitu aku harus berterima kasih pada Ara karena dia yang telah membuat mu bersedia membantu ku" ucap nya acuh, yang membuat Arion semakin jengkel.


Meski berita itu telah di hentikan, tapi masih banyak orang yang membicarakan berita tersebut.


" Tidak perlu di dengarkan, jika mereka tahu siapa kau yang sebenarnya mereka akan semakin iri saja." Ucap Arion dengan tenang saat mendengar orang-orang yang sedang membicarakan Heera.


" Ck, kau pikir aku gadis manja yang akan begitu mudah terpengaruh oleh hal-hal kecil itu" ucap Heera sinis yang di balas cengiran oleh Arion.


" Karena masalah mu sudah selesai, aku akan pergi."


" Kemana?" Tanya Heera penasaran


" Seharusnya hari ini aku membantu Valencia untuk mendapatkan benda-benda yang dia butuhkan untuk membuat senjata sihir, tapi aku harus membantu menyelesaikan ulah ceroboh mu ini" ucapnya acuh


" Ya ya ya... Cepat pergi sana, Valencia pasti sudah lama menunggu mu, jangan biarkan dia lebih lama menunggu." Ucqpnya sambil mendorong tubuh Arion


Tanpa keduanya sadari interaksi mereka terlihat begitu intim di mata orang-orang yang melihatnya, sepertinya setelah ini rumor baru akan kembali menyebar. Dan salah satu yang melihat nya adalah Alvan sendiri.


****


" Apa yang kau inginkan?" Ucap nya acuh pada orang di depan nya ini.


" Tidak perlu bersikap begitu acuh pada ku, bukankah kita sudah berteman." Ucap gadis di depan nya sambil tersenyum licik


" Siapa yang mau berteman dengan mu... Zalfa!" Sahut Heera sinis


" Aku tidak tahu kau begitu tidak tahu terima kasih, bukankah aku sudah memberikan informasi tentang kelakuan busuk teman baik mu itu"


" Dan awal nya aku di sini ingin memberitahu mu bahwa berita lain nya juga di sebarkan oleh Arsya... Ku lihat juga kau begitu dekat dengan tuan muda Lawrence, tapi teman baik mu itu juga selalu mencoba merayu pria yang kau suka, betapa baik nya mempunyai teman seperti nya." Ucap nya dengan nada yang seakan mengasihani Heera.


" Gadis ini... Seharusnya aku memberi nya pelajaran agar dia bisa menutup mulut bau nya itu" batin Heera menahan kekesalan di hati nya.


" Lalu apa yang harus ku lakukan" ucapnya terdengar lesu


Zalfa yang mendengar nada lesu itu membuat senyuman nya semakin lebar. Ia pun segera menjelaskan rencana nya untuk mempermalukan Arsya di depan umum.


" Ide yang bagus, tapi.. apakah itu akan berhasil." Ucapnya ragu


" Tentu saja, kau percaya saja pada ku"

__ADS_1


Setelah berpikir beberapa saat dia pun berkata dengan ragu " Baik aku akan mengikuti mu"


" Pilihan yang bagus, aku masih ada kelas aku pergi dulu" ucap nya berbalik, bibir zalfa tersenyum menyeringai setelah dia berbalik dan pergi.


" Hmm" balas Heera


Drrt drrtt


Ponsel Heera berdering, dia segera merogoh kantong celana dan mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelpon.


" Ya, hallo! Ada apa?" Tanya nya dengan cuek


"....."


Ekspresi tenang dan acuh Heera seketika langsung berubah saat mendengar orang yang menelpon nya mulai berbicara.


" Tunggu di sana, aku akan segera kembali." Setelah mengatakan itu dia langsung menutup panggilan nya dan berlari tanpa mempedulikan orang-orang yang menatap nya aneh ataupun orang yang menyapa nya.


" Hei, Clara!"


" Clara... Kau mau pergi kemana" seru Alvan dengan keras sampai dapat terdengar oleh para siswa di sekeliling nya. Meski begitu Heera sama sekali tidak membalas nya bahkan menoleh pun dia tidak.


" Dia terburu-buru sekali, akan pergi kemana Clara?" Tanya Arion yang baru saja tiba bersama Arsya di samping nya.


Saat tadi dia akan menemui Valencia, ternyata Valencia membatalkan janji nya. lalu Arsya mengabari akan kepulangan nya jadi dia pergi menjemput nya.


" Tidak tahu, dia juga tidak membalas panggilan ku." Jawab Alvan yang juga bingung.


Mendengar jawaban itu tanpa sadar Arion menoleh menatap Arsya, namun malah di balas gelengan oleh nya yang artinya dia juga tidak tahu kemana Heera akan pergi.


" Arsya.." seru Alvan, dia baru menyadari keberadaan gadis itu.


" Mm.." balas nya


" Kau, baru kembali kau sekarang. Kenapa kau melakukan itu pada Clara." Ujar Alvan langsung pada intinya tanya memperhatikan sekitarnya.


" Kita bahas ini di tempat lain, tempat ini tidak aman untuk mengatakan nya" suara Arsya rendah tapi dapat di dengar oleh Alvan dan Arion dengan jelas.


" Kau.."


" Apa yang dia katakan benar, kita cari tempat yang lain. Juga beritahu teman-teman yang lain."


" Hmm" dengan nada tidak suka Alvan tetap melakukan apa yang Arion katakan.

__ADS_1


__ADS_2