Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
139. Kesepakatan Dan Kediaman Knight


__ADS_3

*****


Di tempat lain


Di negara yang berbeda


Seorang pemuda sedang fokus melihat dokumen di tangan nya, kadang ia mengerutkan alis nya seakan ada beban berat di pundak nya yang belum bisa ia selesaikan.


Di tempat yang sama seorang pria paruh baya sedang duduk di sebuah sofa yang memang berada di ruangan tersebut, ia meminum segelas kopi dengan tenang, meski sikap nya terlihat tenang tapi sorot mata nya menyiratkan suatu masalah besar.


" Ayah, aku merasa ada yang salah dengan semua kasus ini" ujar pemuda yang melihat pada pria paruh baya itu yang ternyata ayah nya sendiri tentang dokumen yang berada di tangan nya tersebut


" Ayah juga memikirkan hal yang sama dengan mu, hanya saja ayah belum menemukan kejanggalan dari kasus itu."


Drrt drrt


Saat mereka sedang berdiskusi tentang suatu masalah yang serius, tiba-tiba handphone pemuda itu berbunyi.


Pemuda itu pun melihat siapa yang menelepon nya lalu meminta izin untuk mengangkat panggilan tersebut. Setelah mendapatkan izin dari sang ayah ia segera berdiri dan berjalan sedikit menjauh dari tempat ayah nya berada untuk mengangkat panggilan tersebut.


" Hallo, tumben kau menelpon ku lebih dulu, apa kau merindukan ku" ucap nya dengan nada menggoda.


Balas orang di seberang telepon " Tingkat kepedean mu semakin meningkat saja tuan Alvan."


" Ini nama nya fakta yang berbicara, bilang saja jika kau merindukan ku, tidak usah malu"


Ya, pemuda itu tidak lain dan tak bukan adalah Alvan. Alvan sudah beberapa hari tinggal di negara nya untuk membantu sang ayah menyelesaikan masalah yang sedang di khawatirkan oleh warga negara D.


Dia merasa sangat tertekan karena sampai saat ini belum ada titik terang dimana markas para penculik itu. Mereka juga belum menemukan alasan mengapa sekelompok penculik ini mengincar anak-anak di negara D. Yang bisa mereka simpulkan saat ini hanya para penculik itu menculik anak-anak secara acak tanpa tujuan tertentu. Tapi Alvan meragukan alasan itu, ia yakin ada sesuatu yang terlewatkan oleh semua orang.


" Hei bodoh apa kau mendengar ku!" Seru gadis di seberang telepon dengan kesal.


Alvan : " hah.. apa? Clara kau bicara apa tadi?".


Heera : " jadi sedari tadi aku mengoceh tapi kau tidak mendengar satupun ucapan ku, Alvan jika kau ada di depan ku akan ku pukul kau sampai mati."

__ADS_1


Alvan : " hehe.. untung nya kau tidak ada di sini."


Heera : " CK, lebih baik ku matikan saja telpon ini jika kau tak mau mendengar nya."


Alvan : " eh, eh.. oke, aku minta maaf, ada sesuatu yang ku pikirkan sehingga aku tidak fokus mendengar ocehan mu itu."


Heera : " CK, karena aku gadis yang baik hati, aku akan mengatakan nya sekali lagi pada mu. Senjata yang kau inginkan sudah jadi, aku akan mengirimkan nya pada mu, namun aku punya penawaran lain juga.."


Alvan : " Ya sudah katakan saja, penawaran apa yang kau maksud."


Heera : " aku bisa memberikan mu sebuah senjata yang setara dengan seseorang di level 7, bagaimana?"


Alvan : " seseorang di level 7, kau bercanda.."


Heera : " waktu ku singkat, waktu itu uang, jawab saja kau mau apa tidak dengan penawaran ku ini."


Alvan : " sebuah senjata yang dapat mengalahkan seseorang di level 7 bukanlah senjata biasa, jika para pemimpin di setiap negara mendengar nya mereka akan segera berbondong-bondong datang pada mu, lalu mengapa kau menawarkan senjata itu pada ku, apakah ada yang kau butuhkan yang ku miliki tapi tidak orang lain miliki."


Heera : " ternyata tuan muda Evans adalah orang yang cukup pintar juga. Kau benar, aku membutuhkan sesuatu yang negara mu miliki yang tidak orang lain miliki."


Alvan : " katakan, harga apa yang kau inginkan yang sebanding dengan senjata itu?"


Alvan : " haha.. nona Clara apa kau telah jatuh hati pada ku, kau bahkan ingin selalu berada di dekat ku sekarang ini."


Heera di seberang telepon memutar mata nya malas mendengar ocehan Alvan.


Heera : " kau sangat ingin ku pukul ya. Sudah lah berhenti bercanda, yang ku inginkan ikut dalam penyelidikan penculikan yang sedang terjadi di negara D saat ini."


Alvan mengerutkan kening nya bingung mendengar jawaban gadis itu, apa hubungan penculikan itu dengan nya.


Heera : " kau tidak perlu tahu apa tujuan ku, tenang saja aku tidak memiliki maksud buruk dengan ikut campur dalam masalah negara D, hanya saja aku memiliki sesuatu tentang mereka, kau bisa memikirkan nya lebih dulu jika kau ragu."


Alvan : " tidak perlu, aku menyetujui penawaran mu itu. Akan sangat rugi bagi negara ku jika menolak penawaran yang begitu bagus ini"


Heera : " heh... Kau sangat mempercayai senjata buatan ku, tuan muda Evans."

__ADS_1


Alvan : " aku sendiri melihat dengan mata ku sendiri seberapa hebat daya serangan senjata yang kau buat kemarin, karena itu aku tidak memiliki alasan lain untuk tidak mempercayai mu. Namun nona Clara, yang ingin ku tahu sekarang adalah... Siapa dirimu sebenarnya?"


Heera : " haha.. kau terlalu memandang tinggi diriku tuan muda Evans, tentu nya aku hanyalah manusia yang kebetulan memiliki kemampuan istimewa"


Apa yang dia katakan tidak semua nya salah ia memang hanyalah seseorang yang kebetulan lahir di keluarga bangsawan utama dan memiliki kemampuan istimewa seperti keturunan bangsawan utama lainnya.


Setelah melakukan panggilan telepon Alvan tersenyum begitu lebar sambil berjalan ke tempat duduk nya.


" Ekhem.. seperti nya putra ku baru saja berbicara dengan gadis pujaan hati nya." Goda ayah Alvan saat melihat putra nya bersikap begitu manis tidak seperti biasa nya.


" Ayah jangan bercanda, ada sesuatu yang ingin ku bahas dengan mu."


" Ada apa nak, apa kau ingin segera melamar gadis itu." Ucap ayah Alvan dengan sedikit candaan.


Namun melihat ekspresi serius putra nya, ia pun menegakkan tubuh nya dan ikut menatap putra nya dengan serius.


" Katakan ada apa?"


" Ayah.."


****


Di kediaman Knight


Knight adalah nama salah satu keluarga bangsawan utama paling tersohor di dunia ini, semua orang akan langsung gemetar saat mendengar nama Knight di sebutkan. Tidak sedikit orang juga yang mencari berbagai cara agar bisa berhubungan baik dengan keluarga Knight. Namun sayang nya keluarga Knight lebih misterius dari 9 keluarga bangsawan utama lain nya.


Berbagai rumor tentang keluarga Knight banyak beredar di masyarakat umum, banyak yang bilang anggota keluarga Knight memiliki sikap yang kejam, dan tanpa belas kasihan.


Apa lagi kabar terbaru tentang tuan muda Knight yang misterius, rumor nya dia memiliki wajah yang jelek seperti monster dan yang melihat nya akan sangat ketakutan, kekejaman nya pun telah tersebar luas meski tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana rupanya, juga rumornya tuan muda Knight bahkan bisa membunuh seorang wanita sekalipun.


Banyak pemimpin dan calon pemimpin dari 9 keluarga lain nya yang ingin tahu rupa putra mahkota Knight, tapi bahkan warga negara A sekalipun tidak ada yang tahu bagaimana rupa pemimpin baru mereka di masa depan.


" Selamat datang tuan muda dan nona muda."


__ADS_1


Arsya dan Aksa berjalan memasuki kediaman. Halaman depan sangat luas hingga puluhan meter baru dari gerbang sampai di depan pintu kediaman. Apa yang Arsya lihat sangat luar biasa, apa yang di lihat nya bahkan tidak pantas di sebut rumah, mungkin lebih cocok jika di sebut sebuah istana yang sangat besar, mewah dan indah. Kediaman milik nya pun sama besar dengan mansion ini hanya saja ukuran nya sedikit lebih kecil dari ini. Mansion ini pun memiliki ukiran yang sangat unik karena begitu khas dengan unsur klasik dan tradisional.


Di sepanjang jalan para penjaga berpakaian hitam berjejer rapih menyambut kedatangan mereka berdua, untung nya ia sudah biasa diperlakukan seperti itu jika berada di mansion Lawrence, jadi sikap nya hanya santai dan tenang.


__ADS_2