Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
39. Pengkhianat


__ADS_3

***


Pagi hari di asrama perempuan


" Hai semua nya, kalian tidak ada kelas?" Tanya Heera baru keluar dari kamar nya


" Tidak"


" ada"


" Kelas ku hari ini di mulai siang" jawab Kyra


" Aku tidak ada kelas tambahan hari ini" jawab Valencia


" Kelas ramuan akan di mulai sore hari" jawab Keysa


" Oh... Lalu dimana Ara, apakah dia sudah keluar?" Tanya Heera


" Belum, dia saja belum keluar dari kamar nya, entah apa yang sedang dia lakukan, mungkin juga masih tidur" jawab Valencia santai


" Tidak mungkin jam segini dia masih belum bangun, kalau gitu biar aku melihat nya" ujar Heera


" Oke"


Tok


Tok


Tok


" Ra, ini aku Heera" seru Heera


" Masuk" jawab Arsya dalam kamar


Crek


" Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Heera saat melihat Arsya begitu fokus pada laptop nya


" Bermain" jawab Arsya santai


" ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Heera paham jika teman nya ini sudah mengatakan kata 'bermain' artinya ada seseorang yang sedang mencari masalah dengan nya.


" Hanya perusahaan baru yang tidak tahu siapa yang sedang dia lawan" jawab Arsya acuh


" Apa yang dia lakukan?" Tanya Heera santai


" Membuntuti ayah dan bunda, serta ingin membobol keamanan perusahaan L Company" jawab Arsya masih acuh


" Sungguh! mereka memiliki kepercayaan diri dan nyali yang besar juga, berapa nyawa yang mereka miliki hingga berani ingin memasuki keamanan yang ada di perusahaan keluarga Lawrence" seru Heera tak habis pikir dengan orang itu.

__ADS_1


" Tapi seperti nya ada yang aneh? jika itu hanya persaingan bisnis tidak mungkin orang itu sampai berani membututi paman dan bibi, apakah mungkin...." Heera menatap Arsya dengan serius.


" mereka adalah orang-orang organisasi misterius itu" tebak Heera.


" seperti nya tidak, tapi memang ada kemungkinan keduanya berhubungan" ucap Arsya terdengar lelah sampai membuat dia memijat pelipis nya sendiri.


" maksud mu, ini hanya pancingan?"


" ya, sebuah perusahaan kecil saja tidak mungkin begitu berani membuntuti salah satu dari pemimpin bangsawan utama."


" jadi benar, perusahaan hanyalah sebuah pancingan saja"


" ya, bisa di katakan begitu. hanya saja.... orang itu telah membuka perusahaan yang sukses di negara A, dan dia juga ingin memonopoli bisnis di negara M, jadi ya begitu!" ucap Arsya acuh


" hahaha... pantas saja orang itu begitu sombong dan percaya diri ternyata karena berasal dari negara A, jika hanya berhubungan dengan perusahaan, paman tidak bisa menuntut nya, hanya saja perhitungan nya salah besar. dan aku yakin paman telah menangani nya bukan!"


" Ya, karena itu aku hanya ingin bermain sedikit saja dengan orang itu" ucap Arsya acuh.


" Tunggu! apakah minggu lalu saat kau hanya fokus pada handphone mu saja, apakah itu karena masalah kali ini?" Tanya Heera saat ingat Arsya pernah di kantin hanya fokus pada handphone nya saja entah apa yang sedang dia lakukan


" Tidak, itu hal lain... Ada seorang penghianat di AZ-Company tapi masalah nya sudah selesai" jawab Arsya dengan tenang


" Kenapa kau tidak menyuruh ku saja untuk menyelesaikan hal kecil ini?" Tanya Heera, biasa nya dialah yang selalu menyelesaikan masalah ini untuk meringankan beban Arsya


AZ-Company adalah perusahaan yang Arsya dirikan sendiri dari kerja keras nya tanpa menggunakan bantuan keluarga nya, bahkan tidak ada yang tahu siapa pemimpin perusahaan itu sesungguh nya karena Arsya selalu bergerak dari bayangan, keluarga nya pun tidak ada yang mengetahui nya.


Selama ini Heera lah yang menjadi wakil pemimpin perusahaan itu, dan dia juga yang selalu mengurus perusahaan meski masih di bawah pengawasan Arsya.


Perusahaan sudah sangat maju hanya dalam tiga tahun saja, bahkan perusahaan yang dia dirikan hampir menyamai perusahaan keluarga nya.


" Kau terlalu sibuk berpacaran mana mungkin ingat masalah kecil ini" jawab Arsya acuh dan sinis


" Heh, mana mungkin, aku tidak!" bantah Heera tidak terima, punya pacar saja tidak.


" Di perusahaan AZ-Company terdapat seorang penghianat! apakah gaji yang mereka dapatkan itu kurang, sangat di sayangkan banyak orang yang tidak tahu di untung, lalu apa yang kau lakukan pada pengkhianat itu?" Ujar Heera mengalihkan pembicaraan, dan juga tidak habis pikir dengan orang yang begitu berani mengkhianati perusahaan itu.


" Karena aku tidak ada, berikan saja pada kucing kecil ku" jawab Arsya acuh tak acuh


" Seperti biasa kau sangat kejam Ra" ucap Heera menggelengkan kepala nya


Jika orang lain yang mendengar nya mereka mungkin akan biasa saja, tapi berbeda dengan Heera dia tahu siapa yang di sebut kucing kecil oleh Arsya, itu sebenarnya adalah seekor Singa yang sangat besar.


" bagaimana hubungan mu dengan Aksa?" Tanya Heera menaik turunkan alis nya


" Alvan! bagaimana dengan nya?" Balik Arsya bertanya dengan acuh


" Siapa dia? Aku tidak mengenal nya" jawab Heera memalingkan wajah nya


" Seperti nya reaksi tubuh mu lebih jujur dari mulut mu" sindir Arsya sinis

__ADS_1


" Ekhem... Seperti nya kau sedang sibuk, aku pergi dulu, kau lanjutkan saja" ujar Heera cepat cepat keluar dari kamar Arsya


" Heera... Heera kau tahu mulut sahabat mu itu sangat pedas, tapi kau malah bertanya hal yang salah" gerutu Heera kesal setelah berada di luar kamar Arsya


" Ada apa Clara! Apakah Arsya belum bangun?" Tanya Valencia


" Sudah, dia lagi sibuk.... Kalian tidak perlu mengganggu nya, jika dia ingin keluar dia akan keluar sendiri" jawab Heera masih kesal


Braak


Heera keluar dengan kesal, melihat itu teman teman nya menatap nya dengan aneh.


" Kenapa lagi tuh bocah?" Tanya Kyra heran


" Tidak tahu mungkin dia sedang PMS" jawab Valencia cuek


" Dia tidak gila bukan!" Seru Elvira asal


" Mungkin saja dia tidak sabar ingin bertemu pacar nya itu" seru Naura heboh


" Siapa? Kak Alvan kah!" Tanya Keysa


" Hei key kau masih saja polos, tentu saja dia, kalau bukan siapa lagi" seru Naura


" Mungkin saja kak Rion bukankah mereka seperti nya terlihat sangat dekat" seru Elvira


" Benar juga" seru Naura


" Itu tidak mungkin, kak Rion telah mengatakan dia menyukai Arsya" bantah Kyra yang malah ikut-ikutan.


" Bukankah Rion mengatakan dia tidak menyukai Arsya selayaknya pria pada wanita, kalau begitu mungkin saja yang dia sukai adalah Clara" batin Valencia sedikit kecewa jika ternyata tebakan nya itu benar.


" Tidak, apa yang kau pikirkan Valencia, mana mungkin kau menyukai cowok tengil bin rese itu, yang bahkan tingkat kepercayaan diri nya begitu tinggi" batin Valencia kembali sambil menggelengkan kepala nya untuk membenarkan otak nya yang hampir nya mendapatkan virus dari Arion.


" Valen bagaimana menurut mu?"


" Valen, hei Valen"


" Ah ada apa?" Tanya Valencia terkejut


" Apa yang sedang kau lamunkan, Naura sedang bertanya pada mu tuh... Tapi kau tidak mendengar nya bahkan menggeleng gelengkan kepala mu sendiri" ujar Elvira


" Aku baik-baik saja, memang apa yang kau tanyakan Na?" Ucap Valencia


" Bagaimana menurut mu dengan hubungan Clara, Arion, Aksa, dan Arsya?" Tanya Naura


" Aku tidak tahu" jawab Valencia ragu


" Hei kau kenapa lagi Valen... Atau jangan-jangan kau sedang kerasukan mahkluk halus lagi" seru Elvira

__ADS_1


" Enak saja, kau saja yang di tempeli hantu penggosip" sahut Valencia sebelum pergi dari sana


" Hei kenapa dia juga pergi" seru Elvira heran.


__ADS_2