Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
29. Kantin


__ADS_3

" Kamu sedang apa Arsya?" Tanya Kyra melihat Arsya yang fokus memainkan handphone nya.


" Tidak ada, kalian pesanlah duluan!" ujar nya singkat


" Baiklah, kau mau apa Ara?" Tanya Heera


" Juice mangga sama Kentang goreng, juga salad buah" jawab Arsya


" Oke, kalian mau apa?"


" juice alpukat, Hamburger" ucap Kyra


" Ice tea, pasta" ucap Valencia


" Chocolate Milkshake, Hamburger" ucap Keysa


" Matcha Milk Tea, Hamburger" ucap Naura


" Benar nih Sya boleh pesan apa saja?" Tanya Elvira


" Pesan saja" jawab Arsya acuh


" Baiklah jangan menyesal yah, aku akan pesan Avocado Juice, Strawberry Smoothie, Hamburger, Pasta, pizza, Tom yum, Dim sum, oh satu lagi Lime Citrus Soda" ucap Elvira


" Eh Vira, makanan sebanyak itu bakal habis semua? itu perut apa karung!" ejek Valencia


" ck, kau mana tahu! kan kalo ada orang yang punya niat baik mentraktir kayak gini, kita juga harus membantu niat baik nya dong" ucap Elvira tanpa dosa


" Itu sih kamu nya aja yang doyan makan" ledek Kyra


" Sudah nih gak ada yang pesan lagi, aku sudah catat semu anya tinggal pesan ke sana nih, biar ga bulak balik. cepat kalau ada yang kurang pesan sekarang, jangan membuang-buang waktu berharga ku" ujar Heera


" Strawberry Yogurt satu" ucap Arsya


" Oke"


Heera pun berjalan menuju tempat pemesanan untuk memesan makanan dan minuman dia dan teman-teman nya, ia langsung kembali setelah memesan makanan dan minuman.


Lima belas menit kemudian pesanan mereka pun datang.


" Waaah makan besar nihh kita!" seru Elvira


" Itu sih kamu bukan kita." sahut Naura


" Sya makan dulu, tuh makanan nya udah datang" ucap Valencia lembut


" Iya" jawab Arsya singkat, tapi masih belum mengalihkan perhatian nya dari handphone nya.


Tidak lama setelah makan Arsya dan kelompok nya sampai, kantin tiba-tiba ricuh oleh teriakan dan sorakan orang orang.


" Waah pangeran ku tambah tampan saja"


" Pacar ku, aku kangen!"


" Duuuh, Aksa makin cakep aja meski wajah nya datar"

__ADS_1


" Arion makin manis saja seperti manisan, jadi pengen makan dia deh"


Seruan dari para gadis memenuhi seluruh kantin


" ck, ada apaan sih nih kantin apa pasar berisik banget" gerutu Elvira


" kalau mau yang sepi, pergi aja ke kuburan Vira!" ucap Naura santai


" Tahu tuh ganggu orang makan aja" sahut Heera


" Kalian tidak tahu! mereka seperti itu karena kedatangan para pangeran tampan" seru Naura ikut ikutan heboh


" Pangeran tampan dari mana, yang ada pangeran kodok" ucap Heera sinis


" Jika kalian melihat wajah mereka, pasti kalian akan langsung klepek-klepek dehh" seru Naura terlihat sangat antusias.


" Mereka juga gak akan tertarik sama kita, percuma klepek-klepek juga" sahut Arsya tanpa mengalihkan perhatian nya dari handphone yang sedang di mainkan nya.


" Benar banget tuh, lebih baik makan bikin kenyang... Lah klepek-klepek sama cowok bikin kenyang kagak, nangis iya" ucap Heera acuh tak acuh. dia sama sekali tidak terganggu dengan keributan yang ada.


" Ahk, kalian tidak bisa lihat teman seneng dikit apa!" kesal Naura karena teman-teman nya tidak peduli dengan apa yang dia katakan.


" tidak" jawab mereka serentak, setelah itu pun mereka tertawa tanpa mempedulikan orang orang yang menatap mereka tajam dan aneh.


***


Di tempat lain


" Aksa, tumben kamu sudah ada di hari pertama masuk academy?" Tanya Arion pada pemuda yang sangat dingin dan datar dari ketujuh pemuda itu.


" Hanya ingin" jawab nya singkat


" Ya kau benar, untung kita sudah terbiasa, tidak ada suasana baru apa ya... Di rumah bicara sama kulkas berjalan, lah sekarang di sini bicara sama tembok berjalan" keluh Arion


" Hahaha, aku lupa adik mu juga sifat nya sebelas dua belas dengan Aksa, tapi jika adik mu seperti apa yang kau ceritakan, jangan jangan dia bukan adik mu tapi..." Jeda Kenan


" Tapi apaan nan?" Tanya Arion


" Tapi adik nya Aksa... Hahaha" seru Kenan sambil tertawa senang karena berhasil menjahili teman nya itu.


" lah Ken, bukankah sifat Arion juga sebelas dua belas dengan Aksa, apa beda nya dia saja kulkas empat pintu" seru Alvan meralat ucapan Kenan.


" benar juga" jawab Kenan sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal. dia melupakan fakta bahwa Arion sama saja dengan Aksa yang sangat dingin, bedanya Arion sering berbicara dan bercanda jika bersama mereka, berbeda dengan Aksa yang kadang dingin dan irit bicara meski bersama mereka.


" Kita akan duduk dimana nih, tempat nya sudah penuh semua!" seru Alvan


" benar juga tidak ada kursi dan tempat yang kosong" sahut Ivan melihat ke sekeliling, memang benar semua tempat telah penuh.


" Yah, bagaimana dong cacing di perut ku sudah pada demo nihh, harus segera di kasih makan" ucap Kenan lesu


" Ah, bagaimana kalau kita duduk di sana saja" ucap Ezio sambil menunjuk sekumpulan gadis yang sedang tertawa


" Lah, kok di sana yang ada mereka mengganggu waktu makan kita" jawab Alvan yakin


" Mereka tidak seperti gadis lain nya kok, kalian tenang saja" ucap Darel juga

__ADS_1


" Kalian kenal mereka?" Tanya Ivan


" Ya, mereka teman teman kami" jawab Darel


" kalau begitu bagaimana?" Tanya Ivan


" Kita ke sana" ucap Aksa dan Arion bersamaan


" Tumben bareng... Wahh jangan jangan kalian jodoh" sahut Kenan asal


Puk


" Sekate Kate, enak saja kita masih normal yah" ucap Arion setelah memukul kepala Kenan yang asal bicara.


" Aahhh pangeran ku mau kesini"


" Tidak mereka akan kemari"


" Clar, Clara" seru Naura


" Paan?" Sahut Heera


" Mereka kesini!"


" Siapa?"


" Para pangeran tampan itu"


" CK, jangan kebanyakan ngehalu deh na, makan aja tuh makan yang banyak, biar perut kenyang, di banding ngehaluin cowok ga akan ngenyangin perut!" ucap Heera malas


" Ekhem, boleh kami ikut gabung" tanya Ezio


" Boleh, tentu boleh... Silahkan duduk" sahut Naura semangat empat lima.


" Siapa sih?" Ucap Heera sambil menoleh kan wajah nya ke depan, barulah dia melihat sekolompok pemuda yang berdiri di hadapan mereka, dan salah satu cowok adalah orang yang pernah bertemu dengan nya.


" Cowok mesum!"


" Cewek aneh!"


Tunjuk Heera dan Alvan bersamaan


" Kalian saling kenal?" Tanya Ivan


" ini cewek aneh yang pernah aku ceritain itu!" jawab Alvan tanpa menolehkan tatapan nya dari Heera.


" Dihh, situ cowok kok datang ke asrama cewek pasti mau berbuat mesum!" ujar Heera tak mau kalah


" Kauu....."


" Sudahlah bro, kau tidak akan menang jika berdebat melawan cewek, sudah duduk yang manis saja, oke" ujar Arion acuh tak acuh


" Untuk mu juga, bukankah sedang makan kenapa bicara!" seru Arion, saat sadar yang ada di depan nya adalah Heera dan di samping nya itu Arsya adik nya. dia tadi tidak melihat keberadaan Arsya dan Heera jadi tentu saja dia terkejut saat melihat mereka.


Arion sangat tahu adik nya tidak suka makan jika berisik karena itu dia menegur Heera.

__ADS_1


Posisi mereka sekarang, Arion duduk berhadapan dengan Valencia, Heera dengan Alvan, Kyra dengan Ivan, Naura dengan Ezio, Keysa dengan Kenan, Elvira dengan Darel, dan Arsya berhadapan dengan Aksa.


Namun Arsya masih belum melihat sekitar nya, ia masih fokus pada layar di handphone nya, dia sama sekali tidak mempedulikan kantin yang begitu berisik karena kedatangan sekolompok orang yang tidak ia kenal.


__ADS_2