Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
91. Memasuki Desa


__ADS_3

" Gerbang desa tertutup rapat kita tidak mungkin bisa masuk kedalam, lebih baik cari cara untuk masuk kedalam dibandingkan berantem ga jelas di sini!" Seru seseorang melerai, orang itu adalah orang yang di pilih oleh wakil kepala academy sendiri sebagai salah satu dari syarat yang telah Aksa berikan, dia sendiri tidak berpihak pada salah satu entah itu Harraz atau Aksa, ia akan memilih orang yang benar-benar bisa memimpin nya menyelesaikan misi ini dengan baik bukan orang yang hanya bisa bersikap sombong saja.


" Kalau begitu ayo kita masuk!" Ujar Harraz menggertakan gigi nya menahan kesal, ia kesal karena tidak bisa menghina Aksa lebih buruk lagi, tapi ia juga tahu jika di teruskan tidak akan baik untuk nya juga.


Mereka pun berjalan bersama mendekati gerbang desa yang terlihat begitu sederhana, Aksa maupun Arsya tidak segera menyusul mereka, keduanya masih tetap diam tak bergerak seincipun dari tempat nya berada.


" Gadis nakal, kau yang telah melakukan nya pada mobil itu bukan." Ini bukan sebuah pertanyaan tapi merupakan sebuah pernyataan.


Namun Arsya hanya menjawab nya dengan acuh. " Aku tidak mengerti apa yang kak Ray maksud."


Meski tidak menjawab nya dengan jawaban yang pasti tapi Aksa langsung dapat mengerti jika memang gadis itulah penyebab mobil yang di tumpangi Harraz bermasalah di tengah jalan.


Saat mobil jemputan tiba waktu nya itu Arsya diam-diam menggunakan salah satu keterampilan nya untuk menembakkan sebuah jarum tipis yang merupakan senjata buatan nya sendiri ke ban mobil tersebut, jarum itu ia buat sendiri dengan sedemikian rupa, jarum nya juga sangat halus dan tipis sehingga tidak ada yang menyadari nya.


" Desa ini di tutup untuk orang luar, lebih baik kalian segera tinggalkan desa ini!" Seru penjaga gerbang saat melihat beberapa orang yang mulai mendekati gerbang.


" Kami dari academy Blue Ocean, kepala desa mengundang kami kemari untuk membantu para warga dari monster." Ucap Harraz dengan nada sedikit sombong, ia memimpin yang lain nya.


" Jadi kalian yang di undang oleh kepala desa untuk membantu kami" ujar penjaga itu nada suara nya sedikit lebih ramah dari sebelumnya.


" Benar, tolong buka pintu ini dan biarkan kami untuk masuk!" Seru Harraz yang masih menampilkan sikap ramah dan sopan nya.

__ADS_1


" Keluarkan surat ijin masuk yang kalian miliki!" Seru penjaga tersebut.


" Surat ijin apa itu, kami tidak membutuhkan surat ijin untuk masuk, kami adalah para penyelamat desa ini, apakah pantas kalian memperlakukan kami begini!" Seru seseorang dengan nada angkuh.


" Siapapun kalian tanpa memiliki surat ijin masuk, tidak ada satupun dari kalian yang bisa masuk!" Ucap penjaga itu dengan nada sedikit sinis dan tidak ramah lagi.


" Tuan muda Harraz kau memiliki surat ijin nya bukan?" Tanya seseorang pada Harraz.


Harraz sendiri bingung karena ia sama sekali tidak mendapatkan surat atau informasi akan hal itu.


Melihat kebingungan kekasih nya, ia pun tahu Harraz tidak memiliki surat yang penjaga itu maksud.


" Surat apapun itu, apa kau tidak tahu siapa pemuda yang berdiri di samping ku ini... Dia adalah tuan muda Davies, penerus keluarga Davies di masa depan."


Harraz baru saja ingin memaki orang itu sampai suara seseorang membuatnya langsung mengurungkan niatnya tersebut.


" Surat itu ada disini, anda bisa memeriksa nya sendiri" suara itu berasal dari Aksa, ia menyodorkan sebuah map yang di berikan oleh kepala academy ternyata map itu berisi sebuah surat ijin untuk bisa masuk kedalam desa tersebut.


Melihat keadaan saat ini membuat Harraz sangat malu, dia telah berkata dengan bangga pada teman-teman nya ini bahwa kepala academy begitu menghormati nya sampai menyerahkan tugas sepenting ini pada nya, mereka juga sangat berterimakasih pada nya karena telah membawa serta mereka dalam misi ini, jika misi kali ini berhasil mereka akan mendapatkan imbalan yang sangat besar. Tapi siapa sangka sudah dua kali ia di permalukan oleh Aksa dan Arsya dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya di balik misi tersebut. Jika ada lubang di sana ia mungkin akan langsung pergi untuk bersembunyi.


Ia sangat kesal dan marah saat ini, kedua orang itu sangat sial karena sudah satu misi dengan nya, ia sudah membuat rencana di otaknya bagaimana cara menjebak kedua dengan sekali sasaran, ia akan membuat kedua merasa malu sampai tidak berani mengangkat kepala nya ke atas.

__ADS_1


" Awas saja kalian, akan ku balas dua kali lipat dari apa yang telah kalian lakukan pada ku" batin Harraz dengan memendam kebencian yang sangat dalam.


" Baik kalian boleh masuk sekarang" ucapnya dengan sedikit ramah karena ia melihat nya sendiri mereka di undang langsung oleh kepala desa.


Benar saja apa yang Harraz takutkan, teman-teman nya memandang nya sekarang dengan tatapan mencemooh, namun mereka tidak berani menunjukkan ketidaksukaan yang mereka miliki karena bagaimanapun Harraz adalah seorang pewaris kekuasaan bangsawan Davies.


Tanpa menunggu tanggapan dari Harraz yang masih diam mematung setelah gerbang yang terbuat dari kayu seadanya itu terbuka Aksa dan Arsya langsung masuk ke dalam, kedua nya berjalan dengan tenang seakan mereka tidak membuat satu pun masalah.


Desa yang mereka datangi ini meski masih berada di wilayah kekuasaan bangsawan Davies tapi tidak sepenuh nya tunduk pada kepemimpinan pemimpin bangsawan Davies. Bisa dikatakan wilayah itu telah termasuk wilayah perbatasan antara keluarga Davies dengan keluarga Lawrence, sehingga mereka lebih memilih tidak tunduk pada salah satu keluarga bangsawan tersebut, mereka lebih memilih netral. Karena hal ini juga warga desa tersebut tidak menganggap serius keberadaan Harraz meski dia dari keluarga bangsawan Davies sekalipun.


Satu orang dari penjaga tersebut membawa rombongan tersebut ke rumah kepala desa, di sana setiap rumah hampir semuanya sama dari bentuk warna dan sebagainya ukuran nya pun semua nya sama, mungkin hanya ada satu rumah saja yang lebih besar dari rumah yang lainnya, rumah itu adalah tempat tinggal kepala desa.


" silahkan kalian masuk ke dalam, kepala desa sudah menunggu kalian!" ucap nya setelah melaporkan kedatangan mereka pada kepala desa.


****


Di dalam rumah kepala desa


Saat masuk kedalam rumah kepala desa sedang berdiri untuk menyambut mereka, dengan ramah iapun membawa mereka menuju ruang tamu.


Para pelayan mulai menyajikan minuman dan cemilan diatas meja, sambutan yang mereka terima cukup ramah meskipun sederhana, tapi ada saja yang tidak menyukai nya, salah satu nya adalah Harraz. selama ini ia selalu di layani oleh banyak pelayan, para pelayan akan melayani nya dengan sangat baik, makanan yang di sajikan para pelayan nya akan sangat mewah dan menggugah selera orang, tapi sekarang pak tua ini hanya menyajikan secangkir teh dengan beberapa cemilan saja rasa nya ia ingin mencaci maki nya, jika saja ia tidak ingat dimana sekarang ia berada, ia harus bisa menahan emosi nya untuk menjaga citra baik nya.

__ADS_1


" Terima kasih atas sambutan hangat dari kepala desa" seru Harraz dengan tersenyum lembut.


" cih, dasar munafik" ucap Arsya acuh yang mendapatkan tatapan tajam dari pendukung setia nya Harraz.


__ADS_2