
" Ck, kau ini Ka.. mana ada yang begitu,"
" Ada, tentu saja ada. Bukti nya Kakek memang seperti itu, kalo kamu tidak percaya liat aja nanti saat kamu bertemu dengan nya."
Aksa menggenggam tangan Arsya dengan lembut dan melihat sorot mata nya dengan penuh sayang.
" Apapun yang terjadi kamu hanya cukup untuk percaya pada ku saja."
Pipi nya sudah kembali memanas mendengar perkataan manis dari Aksa, ia pun segera mengalihkan pembicaraan " Ekhem, apakah kita masih lama sampai nya?"
Aksa hanya tersenyum tipis melihat gadis di depan nya yang mengalihkan pembicaraan " masih cukup lama, kediaman kakek ku dengan portal dimensi berjarak cukup jauh. Kamu boleh tidur kalo lelah, aku akan membangunkan mu saat sampai nanti."
" Ahk.. tidak perlu aku tidak mengantuk."
Setelah mengatakan itu Arsya dengan santai melambaikan tangan, Aksa yang melihat itu mengangkat sebelah alis nya saat menyadari ada sebuah dinding transparan dan sangat tipis yang terbentuk dari energi spiritual.
" Aku tidak ingin orang biasa mendengar percakapan kita"
" Katakan apa yang ingin kamu tanyakan!" Seru Aksa yang mengerti kemana arah pembicaraan nya, apa lagi dengan ekspresi serius dari Arsya.
" Tentang organisasi Black Angels"
" Aku belum mendapatkan informasi tentang itu, keberadaan mereka sangat misterius. Mereka hidup dengan mengasingkan diri dari orang-orang, dan entah rencana besar apa yang ingin mereka lakukan." Jelas Aksa terdengar acuh seakan informasi yang baru ia dapatkan tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.
Arsya terdiam sejenak seakan memikirkan sesuatu yang ingin ia ucapkan tapi lupa karena terlalu banyak masalah yang terjadi.
" Kak apa kau tahu kabar tentang penculikan anak-anak yang terjadi di negara D?"
" Hm."
Sekarang Arsya menjadi yakin Aksa menyembunyikan sesuatu yang ia sendiri tidak ketahui.
Mendapat tatapan tajam dari gadis di depan nya membuat Aksa mencoba mengalihkan tatapan nya dengan menutup mata nya, tapi Arsya tetap menatap nya dengan intens, lama-lama ia pun menjadi tertekan.
" Aku hanya tahu mereka tidak mengincar sembarangan anak, semua orang berpikir mereka hanya sekelompok penculik yang mengambil anak-anak untuk di jual organ tubuh nya. Sayang nya orang-orang itu terlalu bodoh sampai tidak menyadari pola yang di pakai para penculik." Cibir Aksa yang masih menutup mata nya dan menyandarkan kepala nya di kursi.
Aksa membuka mata nya dan menatap Arsya dimana ia sekarang sedang melihat gadis itu sedang mengerutkan kening nya seperti sedang berpikir keras.
Aksa melambaikan tangan nya seketika sebuah map muncul di tangan nya.
__ADS_1
" Aku tau kau akan menanyakan tentang ini, tapi aku tidak menyangka kau sangat keras kepala. Ambillah ini, semua informasi ada di dalam." Ia memberikan map itu pada Arsya.
Arsya pun tidak sungkan lagi dan segera membuka isi map itu, dimana di dalam nya berisi beberapa informasi yang sangat penting, ia mengerutkan kening nya saat mendapatkan informasi yang tidak ada dalam penyelidikan anak buah nya.
" Tidak perlu berpikir terlalu keras begitu."
Jari tangan Aksa dengan lembut mengusap kerutan di kening gadis itu, membuat Arsya sedikit Malu, tapi mengingat ada hal penting yang harus ia selesai membuat nya mengurungkan niat untuk menegur.
" Lingkaran?"
" Ya, mereka menggunakan pola lingkaran untuk mengecoh orang-orang di pemerintahan serta sang pemimpin bangsawan utama." Jawab nya acuh
Pola lingkaran artinya sebuah strategi yang akan membuat orang-orang tersesat, seperti nama nya lingkaran dimana mereka hanya berputar-putar saja tanpa menemukan titik terang. Seperti itu juga yang dilakukan para penculik yang telah menghebohkan seluruh dunia khusus nya negara D. Di lihat dari pandangan orang-orang sekelompok penculik itu melakukan aksi penculikan nya secara acak yang tidak mereka tahu para penculik itu sengaja melakukan nya agar para penyelidik hanya akan mendapatkan jalan buntu dan kembali ke awal, karena itu juga Arsya terkejut melihat Aksa dengan mudah mendapatkan informasi penting tersebut.
Sebenarnya informasi yang Arsya dapatkan dari salah satu anak buah nya hampir sama seperti laporan milik Aksa. Hanya saja tentang pola yang di gunakan penculik bawahan nya pun di buat bingung oleh itu, tapi ia sendiri telah menduga nya melihat ada kejanggalan di setiap kasus penculikan yang terjadi.
" Kau telah memberitahu Alvan tentang ini?"
" Tidak."
" Why?"
" Aku mengerti, tapi aku akan tetap menyelidiki mereka, apa kau memikirkan hal yang sama dengan ku...."
" Memang ada kemungkinan Black Angels berada di belakang semua ini, tapi aku belum mendapatkan bukti jadi ada kemungkinan juga mereka kelompok yang berbeda."
Aksa tidak berniat menghentikan Arsya, lagi pula melihat perangai gadis itu yang sekarang menjadi istri nya, ia yakin gadis itu tidak suka bersembunyi di balik seorang pria, gadis itu lebih suka menangani segala masalah sendiri dari pada harus bergantung pada seorang pria dan dia sangat menghargai keinginan Arsya.
" Aku mengerti."
" Tuan muda, nona kita akan segera sampai."
Percakapan mereka terhenti saat mendengar sapaan dari pak sopir, Arsya membuat penghalang itu pun lenyap dan kembali duduk dengan tenang seakan tidak terjadi apa-apa.
" Hm."
Saat ini mobil yang di tumpangi Aksa dan Arsya telah berada di sebuah gerbang yang menjuntai tinggi dengan halaman yang amat sangat luas.
Terdapat banyak penjaga yang berada di setiap sisi gerbang, saat mendekati gerbang seorang penjaga mencegat mobil yang mereka tumpangi.
__ADS_1
" Ini saya salah satu sopir tuan besar, saya membawa tuan muda sesuai perintah tuan besar." Ujar nya
Penjaga itu pun melihat ke kursi belakang di mana saat itu dia melihat dua orang, ia cukup terkejut saat melihat ada seorang gadis yang duduk di samping tuan muda nya, tapi mendapatkan tatapan tajam dari Aksa membuat dia mengurungkan niat nya untuk melihat lebih jelas wajah gadis itu, yang memang saat itu Arsya sedang menundukkan kepala nya.
" Maaf tuan muda, silahkan kalian melanjutkan perjalanan." Ucapnya memberi hormat pada Aksa serta meminta penjaga lainnya segera membuka pintu gerbang.
Setelah mobil itu menjauh seorang penjaga menepuk pundak teman nya itu yang terlihat seperti sedang melamun.
" Hei ada apa dengan mu?"
" Gadis..."
Pluk
" Aww.. apa yang kau lakukan bodoh." Ucap nya kesal saat kepala nya baru saja di pukul oleh kawan nya itu.
" Kau yang bodoh, sudah tua tapi masih saja memikirkan mencari gadis-gadis muda."
" Ck, kau sungguh dungu. Bukan itu maksud ku, tapi tadi itu aku melihat..."
" Apa yang kau lihat cepat katakan ga perlu perlihatkan wajah konyol mu itu."
" Diamlah bodoh, kau tau apa yang ku lihat di kursi belakang bersama tuan muda."
" Ya.. mana ku tau, orang aku tidak melihat nya, kenapa kau kena semprot lagi oleh tuan muda."
" Bukan itu, hanya saja ada seorang gadis yang duduk di samping tuan muda."
" Oh hanya seorang gadis, heboh amat cuma karena... Hah! Apa? Gadis di samping tuan muda" ucap nya keras sampai terdengar oleh penjaga lain nya.
" Ck, pelankan suara mu bodoh."
" Maaf-maaf, tapi mungkin saja kau salah melihat."
" Aku ga salah lihat, cuma tidak tau wajah gadis itu. Apa menurut mu kita akan mendapatkan nyonya muda"
" Apa yang kalian lakukan! Bukannya bekerja tapi malah bergosip seperti ibu-ibu saja." Tegur seseorang yang merupakan pemimpin dari sekelompok penjaga itu.
" Maaf ketua, kami akan pergi ke pos masing-masing." Ucap nya yang menarik teman nya pergi sebelum mendapatkan hukuman dari sang ketua.
__ADS_1