Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
143. Jangan Sampai Mengotori Mata Istriku


__ADS_3

Para pelayan diam diam melirik ke arah tuan muda nya yang ternyata di sisi sang tuan muda ada seorang gadis yang sekarang sedang mengobati luka-luka tuan muda. Tapi mereka tidak mengenal siapa gadis itu, dari penampilan nya gadis itu hanyalah gadis biasa tapi mengapa bisa begitu dekat dengan tuan muda mereka.


" Siapa gadis itu, berani sekali dia mendekati tuan muda, aku harus melaporkan ini pada nona..." Batin seseorang di antara para pelayan itu.


Arsya menghentikan aktivitas nya dari mengobati luka Aksa dan beralih menatap salah satu dari empat pelayan yang datang.


" Jika kalian sudah selesai membersihkan kamar ini, silahkan kalian pergi dari sini." Seru Arsya dengan acuh tapi tatapan nya hanya mengarah ke satu orang saja.


" Nona memang nya kau siapa berani menyuruh-nyuruh kami, dan wanita biasa seperti mu berani sekali menggoda tuan muda kami!" Seru pelayan yang di tatap oleh Arsya dengan berani, sungguh dia seperti nya memiliki nyawa lebih dari satu sampai berani menunjuk dan memarahi Arsya.


" Enyahlah!" Seru Aksa dengan nada yang sangat dingin.


" Nona, tuan muda sudah meminta kau pergi, tidak mungkin dengan tidak tahu malu nya kau masih ingin ada di sini bukan..."


Brak


Brug


" Pelayan rendah seperti mu berani sekali mengomentari perkataan ku, apa telinga mu tuli, cepat kau enyah dari hadapan ku sekarang dan kalian pun pergi dari sini!" Saking marah nya Aksa sampai menendang meja yang berada di depan nya hingga mendarat ke arah pelayan wanita tadi dan membuat nya terpental.


" Uhuk.." ia tidak percaya ternyata tuan muda nya meminta dia pergi bukan wanita rendah itu, memang nya siapa wanita itu..


Dia pun tak sadarkan diri setelah mendapatkan serangan dari Aksa yang tanpa ampun meski dia seorang wanita sekalipun.


" Bawa pergi pelayan itu jangan sampai mengotori mata istri ku!" Seru Aksa menatap orang kepercayaan kakek nya itu. Clovis pun mengerti tanpa harus di tanya siapa yang tuan muda nya maksud.


" Cepat pergi dari sini, dan bawa teman kalian itu sekarang!"


Mereka pun dengan cepat menyeret temannya itu dan pergi dengan ketakutan, mereka merutuki kebodohan teman nya yang telah membuat tuan muda Knight begitu murka.


" Pecat pelayan itu aku tidak mau sampai melihat wajah nya besok." Ujar Aksa


" Baik tuan muda."


" Tidak perlu memecatnya, serahkan dia pada ku. Kak Ray biarkan aku bermain dengan dia lebih dulu sebelum kau memecatnya ya, plis." Ucap Arsya dengan manja, mata nya ia kedip-kedipkan. Saat ini ia terlihat sangat menggemaskan.

__ADS_1


" Oke, aku serahkan dia untuk mu, puas!"


" Sangat, terima kasih."


Aksa mengacak rambut Arsya dengan gemas.


Sedangkan orang kepercayaan tuan besar Knight yang melihat interaksi keduanya mengernyitkan alis nya.


Mengapa tuan muda membiarkan istri nya bermain dengan pelayan tadi?


Bukankah harus nya dia khawatir, jika membiarkan pelayan tadi terus bersama nona muda, bukankah bisa terjadi hal yang buruk pada nona muda.


Dia sendiri yakin pelayan tadi tidak memiliki niat baik pada sang nyonya muda.


" Paman, serahkan pelayan itu pada istri ku, biarkan dia mengurusnya. Dan kau hanya perlu bilang pada kakek untuk menutup telinga dan mata apapun yang terjadi nanti nya."


Meskipun tidak mengerti mengapa tuan muda memberikan perintah tersebut, tapi dia sebagai bawahan tetap mematuhi. Namun diam-diam dia sudah membuat pengaturan untuk meminta beberapa bawahan keluarga Knight menjaga keselamatan nyonya baru Knight.


" Baik tuan."


" Jangan lakukan hal konyol ini lagi, mudah saja jika kau ingin mati, tapi aku tidak ingin menjadi janda muda" omel Arsya tapi tangan nya tidak berhenti mengobati Aksa dengan telaten.


" Tenang saja aku tidak akan membiarkan pria lain bisa mendekati mu, mana mungkin aku akan mati dengan begitu mudah."


Arsya hanya diam dan tidak menjawab nya namun sudut bibir nya membentuk senyuman tipis.


" Kay!"


" Hmm"


" Kay.."


" Diamlah, aku akan menyembuhkan luka mu dengan energi spiritual ku!"


Arsya menyingkirkan semua peralatan pertolongan pertama, ia membuka kacamata nya saat mata nya tertutup energi spiritual seakan berkumpul di sekeliling tubuh nya, lalu perubahan terjadi saat mata nya terbuka mata yang tadi berwarna biru telah berubah menjadi hijau berkilau.. telapak tangan Arsya berada tepat di luka yang di miliki Aksa, energi spiritual berwarna hijau seakan berkumpul di telapak tangan nya dan membantu mempercepat regenerasi tubuh pria itu.

__ADS_1


Hanya beberapa menit yang di butuhkan, tapi wajah Arsya telah pucat pasi, jika proses nya semakin lama mungkin energi spiritual yang Arsya miliki akan kembali kacau.


Setelah merasa semua luka Aksa telah sembuh ia menutup mata nya kembali saat Arsya membuka mata, warna mata nya pun kembali ke biru.


" Kay, mengapa wajah mu sangat pucat. Apa jangan-jangan ada efek samping menggunakan kemampuan yang mata mu miliki!" Tebak nya, dan saat mendapatkan Arsya hanya diam saja, ia yakin tebakan nya memang benar.


" Aku tak apa, aku hanya butuh istirahat saja. Namun regenerasi tubuh mu begitu mengerikan memang pantas bagi seseorang yang memiliki darah emas." Ucap nya mengalihkan pembicaraan.


" Jangan mengalihkan pembicaraan, meski regenerasi tubuh ku cepat, tapi akan membutuhkan waktu sehari jika tanpa bantuan mu untuk sembuh kembali tanpa segores pun luka. Jadi kemampuan mata mu memiliki efek samping yang dapat membahayakan keselamatan mu!" Untuk pertama kali nya Aksa berbicara dengan tegas dan sorot mata tajam pada Arsya, dimana biasa nya dia hanya akan menampilkan raut wajah acuh tapi tatapan yang begitu teduh pada nya.


Tapi sekarang Aksa seperti nya sangat marah pada nya.


" Ya akan ada sedikit masalah jika aku terus menerus menggunakan nya, tapi tidak sampai membahayakan keselamatan ku. Hanya saja aku belum bisa mengendalikan kemampuan ini dengan baik." Jawab nya dengan tenang tapi sorot mata nya jelas mengatakan dia tidak ingin membahas masalah itu saat ini.


" Hari sudah semakin malam, lebih baik kita makan, setelah itu beristirahat lah!" Seru Aksa tak ingin berdebat lebih panjang lagi. Ia akan menghargai Arsya jika gadis itu masih belum percaya pada nya.


****


Academy Blue Ocean saat ini begitu meriah, terdapat berbagai macam hiasan dan ornamen indah yang bergantungan di setiap sudut bangunan nya, namun yang paling meriah yaitu bangunan yang merupakan ruang dansa.


Terlihat orang-orang yang berlalu-lalang kesana kemari membawa berbagai macam barang, seperti hiasan pesta, kue, atau gaun gaun indah.


Saat ruangan dansa di buka dapat dilihat oleh semua orang pemandangan yang begitu menakjubkan, ruangan tersebut begitu mewah dan elegan serta atap yang berlangitkan bintang-bintang menambah keindahan ruangan tersebut.


" Hati-hati, jangan sampai minuman untuk pesta nanti pecah dan berantakan." Ujar seorang gadis cantik yang sedang mengatur tatanan ruangan tersebut.


" geser ke samping.."


" Pasang lampu itu di atas."


" Tidak, jangan taruh hiasan bunga di sana.."


Wanita itu terlihat begitu sibuk mengurus persiapan pesta yang akan diadakan tiga hari lagi, meski masih tiga hari lagi tapi pesta dansa sudah di siapkan jauh-jauh hari, dan seluruh proses nya di atur oleh diri nya sendiri.


" Kau terlihat begitu sibuk sekali, ya!"

__ADS_1


Ujar seseorang yang baru saja masuk dan menyapa nya dengan akrab.


__ADS_2