
Arsya menjepit dagu pelayan itu dengan tenang, tapi hal itu malah membuat pelayan itu sulit bergerak padahal dia yakin gadis ini terlihat begitu lemah.
Arsya membuka mulut pelayan itu dengan paksa dan memasukkan kue itu.
" Kunyah dan telan, bukankah tidak baik membuang-buang makanan" nada suara nya terdengar tenang dan acuh tak acuh, tapi malah terdengar seperti bisikan iblis di telinga pelayan itu sekarang.
Pelayan itu memberontak dan tidak mau menelan makanan nya, tapi Arsya berhasil membuat dia menelan semua makanan itu.
" Seperti nya racun yang di campurkan dalam kue adalah racun yang dapat membuat seseorang mandul. ahk.. sayang sekali, ku dengar kau belum menikah, jadi apakah masih ada pria yang mau menikahi mu sekarang" bisik Arsya di telinga gadis itu, lalu tersenyum polos pada nya seakan tidak terjadi apa-apa.
" Oh ya, selain kue itu aku juga memberikan sedikit hadiah tambahan buat mu. Semoga kau menikmati malam-malam mu mulai sekarang." setelah mengatakan itu sambil tersenyum Arsya pergi bersama dengan Ellie.
Ellie sedari tadi hanya diam dan tidak berani bertanya karena sebagai pelayan keluarga Knight dia sudah seharusnya tidak mencampuri urusan sang majikan.
Arsya kembali dengan riang, seakan apa yang di lakukan nya hanya masalah kecil.
Pelayan itu terduduk dengan lesu setelah menelan seluruh racun, dia mencoba memuntahkan nya tapi tidak bisa.
Malam hari nya pelayan itu masih begitu sedih dan lesu, dia juga mengepalkan tangan nya dengan erat dan memiliki dendam besar terhadap Arsya, namun dia juga heran mengapa tadi siang tubuh nya seakan tidak bisa dia kendalikan sendiri. saat memikirkan semua yang terjadi siang hari tubuh pelayan itu terasa panas, lama-lama seakan ada yang menggelitik seluruh tubuh nya, tapi semakin malam rasa sakit yang dapat dia rasakan seakan tubuh bagian dalam nya sedang digerogoti dan di cabik-cabik yang membuat nya begitu tersiksa.
" a-apa yang terjadi pada ku.."
" Aarrghh, sa-sakit"
Semakin lama seluruh tubuh nya seakan di koyak dan jantung nya di remas dengan kuat, perasaan itu begitu menyakitkan dan menyiksanya.
" t-tolong aku, siapapun... aaaahhhhkk.."
__ADS_1
Dia begitu tersiksa tapi tidak ada satupun orang yang masuk ke kamar nya dan menolong dia, ini benar-benar aneh.
Ingatan dia pada kejadian tadi siang kembali berputar, dia juga ingat dengan perkataan terakhir dari Arsya.
" Oh ya, selain kue itu aku juga memberikan sedikit hadiah tambahan buat mu. Semoga kau menikmati malam-malam mu mulai sekarang."
Apakah hadiah yang gadis itu maksud adalah ini, t-tapi bagaimana mungkin. racun itu untuk membuat seseorang mandul bukan menderita seperti ini.
Saat bayangan Arsya menjepit dagu nya kembali teringat oleh nya, saat itu dia tidak memperhatikan tapi saat gadis itu berbisik dia seperti mengoles sesuatu pada telinga nya.
sebenarnya Arsya menaruh bubuk racun ciptaan nya saat piring kue itu akan terjatuh, dan racun itu akan membuat orang yang terkena akan mengalami rasa sakit perlahan lalu seluruh tubuh akan terasa terkoyak, dan jantung di remas dengan kuat, dan efek nya akan terjadi setiap malam, namun racun ini tidak akan membuat orang itu mati. jadi dia hanya akan tersiksa tanpa dapat bisa mati.
Jadi dia sendiri yang akan selalu menginginkan kematian dibanding harus merasakan rasa sakit yang menyiksanya setiap.
Dan mungkin saja saat ini dia telah menyesal karena bermusuhan dengan Arsya.
" racun yang berada di tubuh pelayan itu adalah jenis racun yang akan menggerogoti tubuh dengan sangat menyakitkan, dan yang terkena racun itu akan mengalami siksaan dekan seluruh tubuh bagian dalam nya di koyak juga jantung nya di remas, tapi dia tidak akan mati juga dia akan terus mengalami siksaan itu setiap malam nya. selain diriku tidak akan ada yang dapat menawarkan racun itu, bahkan dokter yang memeriksa hanya akan menemukan penyakit biasa, bukan gejala keracunan" seru Arsya dengan tenang di belakang tuan Clovis membuat orang kepercayaan tuan besar Knight hampir jantungan.
" Nona Arsya."
" Ya, seperti nya tuan muda mu menepati janji nya untuk membiarkan ku bersenang-senang" ucap nya saat tidak melihat ada satupun pelayan yang menolong pelayan itu.
" nona apa yang kau katakan barusan itu benar?"
" yang mana" ucap Arsya pura-pura tidak mengerti, ia ingin menjahili sedikit pria ini.
" Nona.." Clovis tidak tahu apa yang harus dia ucapkan, dia begitu terkejut ternyata gadis lemah yang dia pikir begitu rapuh dan hanya membutuhkan perlindungan dari pria malah membicarakan tentang racun yang begitu mengerikan dengan gampang, dan seakan semua itu hanya mainan saja untuk nya
__ADS_1
" Aku tidak peduli dengan apa yang kalian pikirkan tentang ku, selama tuan muda mu tidak mengkhianati ku kalian akan aman, tapi jika ada yang memprovokasi ku lebih dulu aku tidak keberatan memberikan hadiah istimewa untuk orang itu" ucap nya tersenyum polos, jika saja Clovis tidak melihat secara langsung apa yang nona ini lakukan dia mungkin akan percaya pada senyuman polos itu.
Ya sebenarnya saat apa yang Arsya lakukan di taman dia ada di sana, karena takut pelayan itu sampai melukai gadis yang terlihat rapuh ini, tapi siapa sangka gadis ini tidak memerlukan perlindungan nya.
" Paman Clovis, kediaman Knight ini sepertinya harus lebih di perketat. Jangan sampai ada musuh yang menusuk dari belakang" setelah mengatakan itu Arsya pergi dari sana meninggalkan Clovis yang sedang termenung.
Tentu saja Clovis sendiri mengerti apa yang gadis itu katakan. dia hanya menatap iba pada pelayan itu tapi juga tersenyum senang atas tindakan gadis itu yang artinya pilihan tuan muda tidaklah salah.
Tanpa mempedulikan teriakan dari pelayan itu, dia pun pergi untuk melaporkan masalah ini pada tuan besar.
****
" Ada apa?" Tanya Arsya saat melihat Aksa sedang membaca sebuah surat.
" Kemarilah" ucap Aksa meminta Arsya untuk duduk di samping nya.
Arsya duduk dan menunggu apa yang akan pria itu katakan, setelah pertemuan mereka di ruang kerja tuan besar Knight sebelumnya bisa di bilang hubungan mereka semakin erat.
" Undangan pesta dansa yang akan academy adakan untuk menyambut murid baru serta para murid yang telah selesai dari misi mereka. Apa kau belum mendapatkan undangan nya?"
" Iya aku juga mendapatkan nya, tapi ku rasa pesta nya akan sangat membosankan" ucap Arsya terdengar sangat malas
" Setelah pesta dansa selesai, para fraksi yang ada akan merekrut anggota baru sebelum itu juga akan diadakan pertandingan di hutan Monster."
" Hutan Monster? Bukankah itu salah satu hutan yang dimiliki oleh academy yang merupakan hutan penuh dengan monster."
" Iya, jadi nona maukah kamu ke pesta dansa bersama ku?" Aksa berpose layak nya seorang ksatria dan mengulurkan tangan nya menunggu gadis di depan nya ini untuk menerima uluran tangan nya.
__ADS_1
" Jika tuan suami tidak keberatan dengan penampilan ku aku tidak masalah jadi pasangan dansa mu" kekeh Arsya