Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
129. Aksa Vs Arion


__ADS_3

***


Di tengah hutan yang jarang di datangi oleh manusia, tempat itu sekarang di gunakan untuk dua orang yang bertarung dengan sengit.


Siapa lagi jika bukan Arion dan Aksa..


" Ivan, mengapa kau diam saja. Cepat hentikan perkelahian mereka!" Seru Valencia pada Ivan yang hanya diam saja melihat pertarungan Aksa dan Arion.


Valencia tadi nya sedang bersama dengan Kyra dan Keysa di asrama, mereka bertiga sedang membahas tentang desain senjata sihir yang akan mereka buat karena Valencia yang lebih dulu menyelesaikan desain senjata milik nya Keysa pun meminta bantuan dari nya dan Kyra juga ikut membantu. Tapi siapa sangka Kenan tiba-tiba datang mencari Arsya dan mengatakan Aksa dan Arion sedang bertarung. Mendengar nya tentu saja membuat ia cemas pada Arion tanpa sadar, ia pun segera berlari ke arah hutan yang Kenan tunjuk, di ikuti oleh kedua sahabat nya. Lalu di tengah jalan mereka bertemu dengan Naura dan Elvira keduanya juga yang memang sangat kepo segera menyusul teman-teman nya itu.


Ivan menoleh ke asal suara tersebut lalu mengalihkan perhatian nya lagi ke arah Aksa dan Arion.


" Bukan aku tidak ingin menghentikan mereka. Namun lihatlah mereka berdua telah membuat dinding perisai itu agar suara pertarungan mereka tidak di dengar oleh orang luar serta tidak ada yang mengganggu pertarungan mereka."


Ivan melempar sebuah kerikil ke arah tempat pertarungan Aksa dan Arion tapi batu itu kembali terpental lalu sebuah dinding transparan muncul mengelilingi Aksa dan Arion dalam jarak yang sangat luas.


Ia juga tidak berdaya kekuatan nya masih belum cukup untuk bisa menghancurkan dinding perisai yang Aksa buat. Ia hanya berharap mereka segera menghentikan pertarungan itu atau ada seseorang yang berhasil menghentikan mereka.


Mereka sekarang hanya bisa menonton tanpa bisa melakukan apapun.


" Arion awas!" Seru Valencia takut saat melihat Aksa berhasil memukul wajah Arion.


" Kalian berdua hentikan!!" Valencia mencoba untuk mendekati mereka tapi kedua orang itu seakan tak mendengar nya, ia juga terpental oleh dinding transparan itu saat mencoba mendekati mereka.


" Percuma saja, dinding perisai itu sangat kuat. Kau tidak akan bisa menebus nya, mereka juga tidak akan bisa mendengar suara mu" seru Ivan dengan tenang.


Namun Valencia tidak bisa diam saja, dia menggunakan kekuatan sihir nya untuk menebus perisai itu tapi tetap masih tidak bisa tertembus.


" Cia, biar kami bantu." Seru Kyra yang di angguki ketiga teman nya yang lain.


Wsush


Boom


Mereka berlima malah terpental dan memuntahkan darah, yang paling parah adalah Valencia.


" Valencia!" Seru mereka saat melihat tubuh Valencia akan menghantam sebuah batu besar.


" Dasar gadis-gadis keras kepala!" gerutu Ivan dengan kesal tapi tetap membantu mereka.


Ivan yang membantu gadis-gadis itu tidak berhasil menjangkau tubuh Valencia, gadis itu terpental terlalu jauh.


Set

__ADS_1


" Arsya.." seru Valencia dengan lirih.


Ya, yang baru saja membantu nya adalah Arsya.


Arsya baru saja datang, namun ia terkejut saat melihat sesosok tubuh yang akan menghantam batu besar, saat dia memperhatikan orang itu, baru ia sadar orang itu adalah Valencia, ia pun buru-buru menariknya agar tidak terkena batu besar di sana.


" Uhuk.. terima kasih."


" Kau tidak apa?" Tanya Heera yang juga melihat semua nya, dia membantu Arsya memapah tubuh Valencia.


" A-aku tak apa.. tapi Arion!"


" Tenang saja, kak Rion akan baik-baik saja" seru Heera dengan santai.


Tentu Arsya dan Heera juga sudah melihat pertarungan sengit antara Aksa dan Arion. Pohon-pohon di sekitar mereka sampai tumbang, membuat hutan yang tadi nya di tumbuhi pohon-pohon seakan menjadi hutan yang gundul sekarang ini. Lalu kondisi mereka juga tidak lebih baik, wajah mereka sudah penuh dengan luka.


" Mereka seperti nya bukan hanya mengerahkan kekuatan fisik saja tapi juga sihir mereka juga" komentar Heera.


" Ya, dari awal pertarungan, mereka tidak menahan diri sama sekali." Sahut Ivan.


" Ara!" Heera menatap Arsya dengan takut, lihatlah mata nya menatap pertarungan itu dengan dingin. Ia yakin sebentar lagi akan ada badai yang akan datang, ia mundur menjauhi Arsya beberapa langkah.


" Kak, kau kenapa tidak menghentikan mereka. Apa kau sudah bodoh malah melihat saja dari tadi" celoteh Kenan yang mendapatkan pukulan dari Ivan.


" Kau pikir kalau aku bisa menghentikan mereka aku hanya akan melihat saja hah.... Noh temen mu itu membuat perlindungan yang membuat ku tidak bisa masuk ke dalam, kau juga tidak buta kan apa yang terjadi pada gadis-gadis ini setelah mencoba menghancurkan kubah pelindung itu" ucap Ivan mendelik pada adik nya itu.


" kita tidak bisa diam aja." Seru Valencia menatap Arion dengan cemas.


" Valen tenanglah. Arsya yang akan menangani mereka!" Seru Heera dengan yakin.


Mendengar perkataan Heera itu tanpa sadar mereka pun menatap Arsya, Ivan bahkan mengernyitkan dahi heran. Bagaimana gadis yang terlihat lemah itu dapat mengatasi nya, sedangkan memasuki dinding perisai itu saja sangat sulit.


" Kalian tunggu di sini!" Ucap Arsya pelan namun suara nya dapat di dengar oleh mereka semua dengan jelas.


Valencia ingin melarang Arsya pergi karena percuma saja, dia yang sudah menggunakan semua kekuatan nya saja masih tetap tidak bisa merusak sedikit pun perisai itu. Jika Arsya pergi begitu saja dengan ceroboh dia mungkin akan terluka, tapi tenaga yang dimiliki nya sudah terkuras habis, dia terluka dalam membuat nya sulit untuk bicara atau bergerak dengan bebas.


Arsya berjalan mendekati batas perisai yang telah Aksa buat, ia mengulurkan tangan nya untuk menyentuh perisai transparan itu.


Ia terdiam sejenak di depan pembatasan perisai itu sebelum dengan pasti melangkah menuju ke arah Aksa dan Arion.


Tanpa sadar Ivan dan yang lain nya menahan napas beberapa detik saat melihat Arsya melangkah maju.


Mereka semua kecuali Heera terkejut saat melihat Arsya dengan begitu mudah nya dapat masuk kedalam perisai yang Aksa dan Arion buat, dan bahkan membuat perisai itu hancur seketika.

__ADS_1


Krak


Boom


" Lebih baik kau menjauh dari Arsya ku!" Sekarang mereka bisa mendengar suara Arion yang terdengar nyaring di hutan yang memang sepi dan sunyi itu.


" Huh... Tidak akan ku lakukan, meski aku mati sekalipun." Sahut Aksa dengan nada tak senang.


Di tangan mereka telah ada energi dari sihir yang akan di gunakan untuk menyerang satu sama lain.


Aksa dan Arion pun melangkah dengan kecepatan tinggi untuk memberikan serangan terkuat mereka.


Arsya yang baru saja berhasil menghancurkan perisai itu menatap tajam kearah mereka berdua sebelum menghilang dari tempat itu dalam hitungan detik.


" Hentikan!" Suara nya rendah tapi mampu membuat Aksa maupun Arion segera menghentikan tindakan nya yang hampir saja serangan dari kedua nya akan mengarah pada Arsya.


Aksa maupun Arion terkejut saat mendapati Arsya yang tiba-tiba muncul di antara mereka, untung mereka dapat menghentikan serangan masing-masing tepat waktu, jika tidak mereka tidak bisa membayangkan nya.


" Ka-kay... Apa yang kamu lakukan? Apa kamu baik-baik saja" Aksa dengan nada suara yang gemetar segera mendekati Arsya dan melihat gadis itu dari atas sampai bawah untuk memastikan kondisi nya.


Arion yang tadi tertegun juga langsung mendekati Arsya dengan cemas.


" Sayang, apa kau tak apa?" Tanya Arion dengan cemas


" Kau lepaskan Arsya bajingan... Dan menjauhlah dari nya di sama depan!" Ucap Arion dengan sengit, ia menarik tangan Arsya agar tetap berada di sisi nya, tapi sayang nya Aksa tidak membiarkan itu terjadi, ia pun memegang tangan Arsya dengan erat.


Aksa menarik tangan Arsya untuk mendekatinya " kau yang lepaskan tangan mu itu dari istri ku!"


Kalimat itupun terucap dari bibir Aksa tanpa sadar.


" Sialan, dia adik ku untuk apa aku melepaskan nya, kau saja lepaskan tangan mu dari adik ku" Yang Arion pikirkan saat ini seperti nya hanya cara untuk melindungi adik nya sampai dia belum menyadari maksud kalimat Aksa sebelum nya.


" Adik?"


" Istri!"


Ivan, Kenan dan Valencia menyerukan kata itu bersamaan, sedangkan yang lain nya hanya bisa terdiam mematung. Setelah perisai hancur mereka pun dapat mendengar percakapan Aksa dan Arion dengan sangat jelas.


Bukan hanya mereka yang terkejut, bahkan Aksa dan Arion yang menyerukan nya saja sangat terkejut.


" Istri? Apa maksud mu istri mu, adik ku belum menikah. Berani sekali kau mencoreng nama baik nya" seru Arion tidak terima.


" Stop! Lepaskan tangan ku" Arsya dengan paksa melepaskan tangan nya yang di pegang oleh Aksa dan Arion.

__ADS_1


Melihat tatapan dari semua orang yang seakan sedang meminta penjelasan dari nya, ia pun menghela nafas berat.


" Oke aku akan menjelaskan semua nya pada kalian." Ucap nya pasrah


__ADS_2