Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
23. Perburuan


__ADS_3

" Hai Clara, apa kalian satu kelompok? Aku belum dapat kelompok apa boleh aku masuk kelompok kalian" tanya seorang cowok seperti nya dari kelas Skyfall Class


" Darel, kenapa kau di sini? Apa lagi ingin satu kelompok dengan kami, masih banyak orang yang ingin satu kelompok dengan mu, kau masuk kelompok lain saja, aku tidak mau mendapatkan masalah karena mu" ucap Heera acuh


" Aku tidak suka mereka, jadi bagaimana! bolehkah aku masuk?" Tanya Darel


" Dimana teman mu? Bukankah kalian selalu menempel"


" Hei rel enak saja kau pergi begitu saja, oh satu kelompok dengan Clara nih kita, baguslah bisa bareng dengan cewek tercantik di kelas kita juga" ucap teman Darel yang baru saja tiba


" Tidak usah dengerin Ezio, dia memang seperti itu, jadi bisakah kami berdua bergabung dengan kelompok kalian?" Tanya kembali Darel


" Bagaimana Ra, boleh tidak mereka masuk kelompok kita?" Tanya Heera


" Terserah" jawab singkat Arsya


" Tunggu cewek cupu bin culun ini akan satu kelompok dengan kita, gak ada cewek yang lebih benar lagi apa, lihatlah penampilan nya sangat cupu...hhmmm" saat Ezio ingin terus mengoceh mulut nya langsung di tutup oleh tangan Darel


" Diam" kesal Darel


" Jika kalian ingin masuk kelompok ku teman ku ini harus ikut, jika tidak kalian bisa pergi dari sini" ujar Heera dingin


" Hehehe Clar tidak perlu dengerin ucapan nya, kami mau kok masuk kelompok mu bersama teman mu juga bukan begitu Ezio" ucap nya sambil menatap tajam Ezio


" Ak.. iya iya aku mau" saat Ezio akan protes kaki nya di injak oleh Darel


" Oke, kelompok kita baru empat orang, satu lagi siapa?" Tanya Ezio


Arsya berbalik badan, membuat Heera ikut membalikkan badan nya.


" Ada apa Ra?" Tanya Heera


" Keysa... Dia akan masuk kelompok ini" ucap Arsya


" Oh iya, kalo gitu aku samperin dia dulu"


" Kau teman Clara, meskipun kau teman nya jangan menyusahkan dia ataupun kami nanti nya" ancam Ezio yang sama sekali tidak di tanggapi oleh Arsya


Saat Ezio ingin kembali membuka mulut nya karena Arsya tidak menjawab ucapan nya, Darel terlebih dahulu memberikan isyarat pada nya untuk diam.


" Ada apa sih?"


" Diam Clara sudah mendekat"


" Lah Clar kok kamu bawa cewek cupu lagi sih, gak ada yang lebih cantik dibanding mereka berdua apa, yang ada mereka hanya akan menyusahkan kita saja, kalau tidak minta Valencia saja yang masuk kelompok ini" keluh Ezio tanpa rem.

__ADS_1


" Kalo begitu pergi saja sana, aku pun tidak butuh cowok lembek seperti mu" ucap Heera kesal


" Eh... Jangan dong Clara, aku tadi cuma bercanda" ucap Ezio cengengesan


" Perhatian.. Apakah kalian sudah mendapatkan kelompok kalian?" ucap guru


" Sudaaahh" jawab para murid serentak


" Baiklah saya akan menjelaskan pertandingan nya yaitu perburuan, siapa yang mendapatkan hasil buruan yang paling banyak mereka lah pemenang nya"


" Ada hadiah nya gak pak?" Tanya salah satu murid


" Tentu saja ada" ujar Miss Calista


" Apa hadiah nya pak, Miss?"


" Hadiah nya berupa sebuah.... tepuk tangan, mauu" seru pak Hanan


" Lah pak, gak kenyanglah kalo cuma tepuk tangan" protes Ezio


" Yeehh, makan aja terus yang di pikirin"


" kamu mau makanan Ezio... Boleh, nanti bapak bawain nasi telur busuk mau!"


" Huuhh"


" Tentang hadiah kalian tenang saja, tentu nya akan ada hadiah dari kami."


" horee...."


" soal hadiah kalian cepat sekali yah!"


" tentu saja pak, hadiah itu yang utama" seru Keanu


" benar itu, hadiah nomor one" sahut Ezio


" baiklah, sebelum pergi melakukan perburuan kalian bisa mempersiapkan diri kalian dan mengambil senjata di ruang senjata, kalian punya waktu setengah jam untuk bersiap"


Setelah tiga puluh menit berlalu, para murid berkumpul di sebuah hutan yang rimbun dan gelap.


" Ini adalah salah satu hutan berbahaya yang ada di academy, kalian di berikan waktu lima jam untuk berburu, jangan pergi terlalu dalam karena semakin dalam hewan yang ada di dalam hutan semakin ganas dan berbahaya, ingat ini selama pertandingan kalian tidak boleh memakai elemen utama sedikit pun" jelas pak Hanan


" Lah kok gitu sih, susah pak"


" Boleh nawar gak pak"ucap Ezio

__ADS_1


" Heh kau pikir barang pake nawar nawar segala" sewot Heera


" Tidak ada tawar menawar, mengerti" ujar Miss Calista


" Mengerti"


" Sekarang jam 01.30 kalian harus kembali sebelum jam 06.30" seru Miss Calista


Satu persatu orang orang memasuki hutan seperti kelompok Arsya.


" Clara kenapa kau membawa panah dan busur, bukankah lebih mudah menggunakan pistol atau senapan" ujar Ezio


" Hust.. Clara adalah murid baru jadi wajar saja jika dia belum bisa menggunakan pistol" ujar Darel


" Tidak juga... Aku lebih suka berburu binatang menggunakan senjata ini" jawab Heera acuh


" Jangan sentuh apapun" peringat Arsya saat melihat Keysa akan menyentuh sebuah bunga yang terlihat indah namun bunga itu nyatanya beracun.


" Maaf" ucap Keysa


" Lihat itu kelinci" tunjuk Ezio


Saat Darel ingin membunuh kelinci itu Keysa melarang nya " tunggu, ja-jangan kelinci itu tidak bersalah"


" Lalu apa yang harus kita buru jika tidak membunuh nya, di wilayah luar hutan ini kebanyakan binatang itu seperti kelinci... Tuh kan ini semua karena mu sih cupu, kelinci itu pergi" bentak Ezio kesal


" Hah sudahlah lebih baik kita masuk lebih dalam lagi ke dalam hutan" lerai Heera


" Maaf Clara" ucap Keysa


" Tidak apa, aku paham kok, kemampuan mu yang dapat berkomunikasi dengan hewan pasti sulit jika harus diminta membunuh hewan" ujar Heera


Kelompok mereka semakin masuk ke dalam hutan, namun di saat mereka bertemu dengan hewan buruan seperti kelinci, rusa selalu saja Keysa menghalangi nya.


" Ini semua gara gara si cupu ini, apa apaan setiap ada hewan buruan selalu saja dia menghalangi kita, jika terus begini kita tidak akan mendapatkan hewan buruan satupun" omel Ezio


" Arah jam satu" seru Arsya.


Mendengar ucapan Arsya Heera langsung menyiapkan busur dan panah nya.


Sreek


Panah telah Heera luncurkan dan tepat mengenai leher seekor rusa.


" Yes tepat sasaran" seru Heera senang

__ADS_1


__ADS_2