
***
Setelah keluar dari kelas handphone Arsya berbunyi, ia melihat ada satu pesan yang masuk, Arsya membuka pesan itu dan segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu teman-teman nya.
Teman-teman nya termasuk Heera merasa bingung dengan sikap Arsya yang pergi begitu saja.
" Ada apa dengan nya, pergi begitu saja tanpa menunggu kita.. apakah dia sedang kesurupan jin sibuk." Ujar Heera dengan acuh.
" Entah, tapi mungkin saja." Jawab Keysa dengan polos.
" Kalian ini.." Valencia menggelengkan kepala nya melihat tingkah kedua nya. " Mungkin saja dia memang sedang terburu-buru"
" Ck, memang nya dia sibuk apa lagi. Bahkan teman nya saja tidak di pedulikan." Ucap Heera acuh, ia masih kesal dengan Arsya yang tadi tidak membantu nya dan membuat nya sampai di hukum.
" Sudah lah ayo kita pergi." Ujar Kyra dengan acuh.
" Kalian duluan saja!" Seru Heera yang di angguki yang lain nya.
Heera sudah memiliki janji dengan Alvan untuk membahas tentang senjata yang akan di buat keduanya. Namun baru saja ia akan berjalan, seseorang telah memanggil nya.
" Clara!"
Heera menaikkan alis nya saat tahu siapa yang baru saja memanggil nya.
Zalfa!
Untuk apa gadis itu memanggil nya...
" Apa kabar?" Tanya Zalfa berbasa-basi ia tersenyum sangat lebar.
" Tidak perlu berbasa-basi, katakan ada apa?" Ucap Heera to the point, ekspresi nya bahkan langsung berubah datar.
" Tidak ada apa-apa, aku di sini hanya ingin meminta maaf pada mu..."
__ADS_1
" Jika kau sudah selesai aku akan pergi!" Heera akan pergi tapi sekali lagi Zalfa menghentikan nya.
" Tunggu!"
" Ya, apakah masih ada hal penting yang ingin kau bicarakan dengan ku lagi" ujar Heera dengan menekankan setiap perkataan, ia sudah sangat jengkel dengan gadis ini.
" Itu..." Zalfa terlihat ragu untuk mengatakan nya, tapi saat melihat ekspresi Heera yang seakan sudah tidak sabar lagi, ia pun segera mengatakan nya.
" Seperti nya hubungan mu dengan Arsya tidak begitu baik, aku tahu yang memulai nya pasti adalah Arsya, gadis itu saat di depan semua orang terlihat baik dan polos tapi di belakang dia..." Zalfa sengaja tidak melanjutkan perkataan nya, ia juga melirik Heera untuk melihat reaksi nya sekarang, ekspresi wajah Heera masih terlihat datar.
" Apa kau tahu, saat di belakang mu Arsya selalu berusaha menjelekkan nama mu, bahkan dia sendiri yang menyebarkan berita bahwa kau telah menggoda tuan muda Alvan dan naik ke ranjang nya, Arsya bahkan tidak hanya menjelek-jelekkan nama mu saja tapi juga teman-teman nya yang lain, aku tidak menyangka gadis polos itu bisa begitu kejam!" Ucap Zalfa ekspresi nya terlihat ia sedang prihatin dan tidak menyangka.
Untuk sejenak dia tidak tahu apa maksud perkataan Zalfa yang tiba-tiba berbicara seperti itu pada nya namun mendengar perkataan selanjutnya ia pun menjadi paham.
" Aku bukan ingin menjelekkan Arsya, hanya saja aku kemari ingin memperingati mu untuk berhati-hati pada nya. Jika tidak, mungkin saja dia akan menusuk mu dari belakang."
Mendengar itu Heera tersenyum dan tertawa kecil, " oke, aku mengerti. Aku akan mengingat perkataan mu ini!"
" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap nya setelah berpikir rencana nya telah berhasil.
" Hmm.."
Setelah kepergian Zalfa, ekspresi wajah Heera langsung berubah total, ia tersenyum dingin sambil menatap Zalfa yang sudah berjalan jauh.
" Aku sudah menunggu mu lama, tapi kau malah berdiri di sini seperti orang gila!" Ucap seseorang dengan sinis.
" Tuan muda Alvan begitu sangat senggang." Ucap Heera berbalik dan tersenyum paksa pada nya, ia sudah sangat hapal suara Alvan ini.
" Tentu saja, namun nona Clara seperti nya sedang dalam masalah."
" Ternyata tuan muda Alvan yang terhormat suka menguping.."
" Aku hanya kebetulan lewat sini, dan tidak sengaja mendengar. Kau sendiri tidak menepati janji, aku sudah lama menunggu mu tapi kau tidak juga datang, ternyata kau masih di sini sedang membuat siasat.."
__ADS_1
" Tuan Alvan seperti nya salah, aku masih memiliki setengah jam lagi dari janji kita seharusnya, namun aku tidak menyangka kau begitu ingin bertemu dengan ku sampai datang sebelum jam yang di janjikan." Perkataan Heera ini tentu langsung sampai di hati Alvan, memang benar dia sudah tidak sabar bertemu gadis ini sampai membuat nya datang kemari, tapi mana mungkin ia mau mengakui nya.
" Cih, kau menghayal. Aku adalah rekan mu tentu aku tidak suka membuat orang lain menunggu ku lama, tapi siapa sangka kau malah begitu tidak tahu berterimakasih."
" Tapi mengapa telinga mu memerah!" Goda Heera.
" Ayo cepat jalan, jangan membuat ku menunggu mu lagi!" Ucap Alvan segera pergi sebelum ia semakin malu.
Clara semakin berbahaya!
***
Di taman, tempa dimana Arsya sering datangi telah ada Aksa yang sedang berdiri, tidak lama Arsya juga datang ke sana menghampiri nya.
" Ada apa meminta ku kemari?" Tanya Arsya acuh, ternyata SMS itu berasal dari Aksa, Aksa meminta nya untuk segera datang ke taman yang sering ia kunjungi dengan cepat, entah apa yang ingin pemuda ini bicarakan.
" Mengapa kau pergi begitu saja tanpa menunggu ku terlebih dahulu?" Ucap Aksa tanpa membalikkan badan nya.
" Aku masih ada urusan dan tidak bisa menunggu mu." Jawab Arsya dengan santai.
" Sekarang katakan ada apa kau memanggil ku, kalau tidak ada urusan yang penting lebih baik aku pergi!" Seru Arsya setelah kejadian kemarin malam Arsya ingin menjauh dari Aksa, beberapa hari ini Aksa telah berhasil membuat nya merasa gelisah dan entah perasaan apa yang ia miliki, karena itu lebih baik menghindari nya sejauh mungkin.
" Mengapa aku merasa kau sedang mencoba menghindari ku kucing kecil!" Ucap Aksa tepat sasaran, Aksa berbalik dan menatap Arsya dengan serius tatapan Aksa sedikit membuat nya tidak nyaman tapi Arsya segera menenangkan diri nya sendiri agar tidak terpengaruh oleh nya.
" Menghindar? Kau pasti bercanda, aku memang sedang sibuk jadi tidak bisa ikut bermain-main dengan mu" ucap Arsya acuh, ia segera berjalan ke kursi yang ada di sana dan duduk di sana untuk menghindari tatapan Aksa.
" Memang nya kau sibuk apa?" Ucap Aksa remeh.
" Aku harus membuat senjata sihir, dan untuk itu aku harus mencari bahan yang cocok untuk membuat nya, aku sangat sibuk mencari bahan-bahan untuk senjata sihir." Ucap Arsya setelah menemukan alasan untuk menghindari Aksa.
" Kebetulan sekali, masalah yang ingin aku bahas dengan mu juga berhubungan dengan ini!" Seru Aksa yang membuat Arsya bingung.
Apa hubungan nya!
__ADS_1