
" Baiklah itu tidak penting, kamu tahu atau tidak, aku akan memberitahu mu! asal kamu tahu kabar nya Putra tidak sah dari tuan Cedric Dev Davies datang ke kediaman Davies untuk merebut tahta kursi pemimpin keluarga Davies, namun putra sah dari tuan Cedric berhasil menggagalkan nya, dan pemuda itu telah menjadi buronan keluarga Davies sekarang, tapi apa kamu tahu apa informasi yang ku dapatkan dari keluarga itu.... " jeda nya
Tanpa menunggu tanggapan dari Arsya dia pun melanjutkan ucapan nya " Ternyata putra kedua keluarga Davies bukanlah putra sah melainkan anak dari istri kedua tuan Cedric, tenyata putra pertama serta putra sah yang lahir dari istri sah yang sesungguh nya telah keluarga itu usir bertahun tahun lalu lama nya karena penyakit nya itu, dan pemuda yang mendatangi keluarga Davies minggu lalu seperti nya adalah putra sah nya itu sendiri, tapi tidak ada yang menganggap nya di keluarga itu bahkan mereka menganggap nya sebagai sampah, kasihan sekali dia bukan..."
Mendengar itu, tiba tiba Arsya teringat akan pemuda yang baru saja dia selamatkan.
" Dasar tukang gosip" cibir Arsya
" Biarin saja!! Tapi yang penting kamu harus mendengar cerita ku dulu, ku dengar tidak ada yang mengetahui hal ini, semua orang hanya tahu bahwa istri kedua tuan Cedric adalah istri pertama nya.... Apa kamu tahu, ku dengar pemuda itu sangat tampan, hanya karena penyakit nya itu ayah nya sampai tega membuang istri dan anak nya sungguh suami dan ayah yang kejam" ucap nya pura pura sedih
" Siapa nama pemuda itu?" Tanya Arsya tanpa sadar
Heera langsung mengangkat kepala nya terkejut mendengar ucapan sahabat nya ini, selama ini tidak ada yang dapat membuat gadis ini tertarik, apa lagi jika itu tentang seorang pria, namun sekarang gadis itu entah kesurupan setan apa, sehingga bisa bertanya tentang nama pemuda itu.
Heera menempelkan telapak tangan nya di kening Arsya, ia sedang memeriksa apakah teman nya ini sudah gila atau masih waras.
" Kamu tidak gila kan!" Tanya Heera tanpa sadar
" Seperti nya kamu yang gila" ucap Arsya malas
" Hehehe ku kira kau sakit jiwa, tapi sungguh dunia tidak akan kiamat bukan, untuk pertama kali nya seorang Arsyakayla Azura Aurora Lawrence bertanya nama seorang pria? ini telah menjadi salah satu keajaiban dunia!" ujar Heera heboh
" Lupakan" seru Arsya malas
" Hei jangan marah donk, baiklah akan ku beritahu nama nya, nama nya adalah...."
Drrttt drrtt drrt
Sebelum Heera melanjutkan perkataan nya, suara telepon seseorang menghentikan ucapan nya.
Arsya mengambil handphone milik nya di atas meja, di sana tertera nama Arvin.
" Ada apa?" Ucap Arsya
" Nona! ada seorang pria yang mengaku sebagai anak buah pemuda yang sedang berbaring itu, apakah saya membiarkan nya saja atau harus mengusir nya" seru Arvin sopan
" Biarkan dia, kamu bisa kembali!"
" Baik nona"
" Ada apa? Kenapa tiba-tiba Arvin menghubungi mu! Apa terjadi sesuatu"
" Tidak penting" ucap Arsya singkat
" Ck, kau selalu saja menyebalkan Ara" ucap Heera sinis
" Bagaimana kabar paman?" tanya Arsya
__ADS_1
" Ayah ku baik baik saja, tapi dia selalu saja ingin memenjarakan ku di sangkar emas itu, menyebalkan... Bagaimana kalau aku tinggal saja dengan mu!" Seru Heera
" Baiklah kalau tidak, kamu katakan pada ayah ku, untuk membiarkan ku pergi kemana pun aku mau, ayah ku kan paling menurut jika kamu yang berbicara.... Kadang aku berpikir apa jangan jangan kita ini putri yang tertukar hingga ayah ku lebih sayang pada mu"
" Ke rumah sakit lah" ucap Arsya singkat dan terdengar sangat santai
" Untuk apa?" Tanya Heera polos
" Memeriksa otak mu" ucap Arsya acuh
" Enak saja, kamu pikir otak ku rusak, hingga perlu di periksa!" Seru Heera kesal
" Memang" ucap acuh tak acuh Arsya
" CK, kamu sangat menyebalkan Ara" Rajuk nya
" Bagaimana penyelidikan mu?" Tanya Arsya serius hingga membuat Heera kembali serius.
" Nihil, aku belum menemukan keberadaan mereka, ku pikir mereka bersembunyi dengan sangat baik. Bukan hanya itu di beberapa negara para mafia telah mulai beraksi, dari hasil penyelidikan ku salah satu dari mereka ada kemungkinan berhubungan dengan kecelakaan itu" ucap nya sambil menundukkan kepala nya.
" Kita akan menemukan nya, lebih baik kamu tingkatkan kemampuan bertarung mu, atau kamu akan mati tanpa perlawanan" ucap nya acuh tak acuh
" Cih, bukan nya menghibur teman yang sedang sedih, kamu malah membicarakan kematian ku" ucap Heera kesal
" Itu kenyataan!" ucap Arsya singkat dan acuh tak acuh
" Semua nya tidak sesederhana yang kamu pikirkan, banyak orang yang terlibat" ucap Arsya serius
" Aku benar kau sudah mengetahui sesuatu, namun tidak ingin memberitahukan nya pada ku.... Lagi pula di bandingkan diri ku kemampuan IT mu lebih hebat, bahkan setiap penyelidikan mu selalu akurat" sinis Heera
" Biarkan diri mu mandiri" ucap Arsya singkat, padat, jelas.
" Menyebalkan..... Dasar cewek dingin, kepala batu, muka datar, kulkas berjalan...." Gerutu nya pelan
" Aku mendengar nya" ucap Arsya
" Baguslah kalau kamu mendengar nya" ucap acuh Heera
Untuk beberapa saat suasana menjadi hening, tidak ada perbincangan di antara mereka.
" Masuklah ke academy" ucap Arsya memecah keheningan
" Apa kamu akan memasuki nya?" Tanya Heera
" Mungkin"
" Baiklah aku akan mengikuti mu" seru Heera semangat
__ADS_1
" Terserah"
" Ambillah" Arsya mengeluarkan sebuah amplop coklat pada Heera
" apa ini?"
" kamu akan mengetahui nanti"
" tidak bisakah kamu berhenti bersikap misterius Ara" ucap Heera gemas sendiri dengan sikap teman nya itu
" Pulanglah" ucap Arsya mengacuhkan perkataan Heera
" Hei kamu mengusir ku!" Teriak Heera sampai mengejutkan pengunjung kafe yang lain
" Anggap begitu" acuh Arsya
" Baiklah.... Oh aku sampai lupa mengatakan nama pria tampan itu, nama nya adalah jeng jeng jeng..... Aku pun tidak tahu" awal nya ekspresi Heera nampak serius, namun di akhir kalimat nya ia menggelengkan kepala nya sambil menatap Arsya dengan polos
" Terserah" Arsya bangkit dari duduk nya dan pergi dari tempat itu.
" Hahaha kamu begitu ingin tahu nama pemuda itu Arsya, ekspresi wajah mu terlihat sangat lucu!" dia menghentikan tawa nya saat Arsya telah pergi begitu saja
" Hei... Kamu mau kemana, bukankah kamu belum mendengar nama pria pujaan mu itu" teriak Heera kencang hingga membuat para pengunjung menatap nya dengan aneh
" Ada apa kalian menatap ku, kenapa? Apa kalian tidak pernah melihat gadis cantik seperti ku" Sewot nya
Di rumah sakit
Seorang pemuda yang sedang berbaring tiba-tiba membuka mata nya dengan perlahan.
Melihat tuan nya sudah sadar, Liam yang sedang berbincang dengan seseorang di telepon langsung mematikan telepon nya, ia pun langsung menghampiri tuan nya itu.
" Tuan kamu sudah sadar, apa perlu saya panggilkan dokter? Apa anda baik baik saja?" Rentetan pertanyaan keluar dari mulut Liam
" Tidak perlu" pemuda itu melihat ke kanan dan kiri seperti sedang mencari sesuatu
" Tuan apa ada yang anda cari?" Tanya Liam saat melihat nya seperti sedang mencari sesuatu.
" Kamu melihat seorang gadis?" Tanya nya dingin
" Tidak, tuan.... Oh ya saya ingat, sebelum saya kemari, ada seorang gadis yang menelpon saya lewat nomor anda, apakah gadis itu telah melakukan sesuatu pada anda..... Perlukah saja mencari nya dan membunuh nya"
Pemuda itu menatap tajam bawahan nya " berani kamu menyentuh sehelai rambut nya saja, akan ku kuliti wajah mu"
Liam menelan saliva nya kasar, ia sudah lama bersama tuan nya, namun ia tidak pernah melihat tuan nya semarah ini hanya karena mendengar perkataan nya yang menurut nya tidak ada yang salah.
Apa yang salah dengan ucapan nya, pikir nya
__ADS_1