Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
49. Aku Tidak Tertarik


__ADS_3

" Tapi kenapa kelas Phoenix Class juga ikut mengajar, bukankah mereka juga sama sama murid?"


" Ya ampun key... Tentu saja karena pengalaman mereka sudah sangat banyak, sehingga akan sangat membantu saat mengajar nanti" jawab Elvira dengan gemas


" Ouh begitu... Lalu kenapa kita di ajarkan untuk mengendalikan kemampuan istimewa yang kita miliki terlebih dahulu dibandingkan melatih fisik dan ilmu beladiri?" Tanya Keysa bingung


" Kalau itu aku pun tidak tahu... Na jawab pertanyaan teman mu itu, Kenapa?" Elvira menatap Naura begitu pun Keysa menunggu gadis itu untuk menjawab pertanyaan nya.


" Ekhem... Kalau itu, aku pun tidak tahu, sedari awal aku masuk ke academy ini mereka hanya menjelaskan jika para murid ingin belajar beladiri dan belajar menggunakan beberapa senjata serta mendapatkan ijin untuk menggunakan senjata berbahaya itu, maka kami harus bisa melatih pengendalian untuk elemen utama dan elemen pendukung kami" jawab nya tidak tahu dan sama sekali tidak mengerti.


" Pengendalian sihir dalam menggunakan setiap keistimewaan yang di miliki oleh seseorang sangat penting...." Seru seseorang, mendengar itu ketiga gadis tersebut segera menoleh ke arah sumber suara itu berasal.


Terlihat di sana Arsya yang menegakkan badan nya dan menyandarkan nya di kursi. Ya, suara itu adalah suara Arsya.


Awal nya ia tidak tertarik dengan pembicaraan ketiga gadis itu yang selalu saja bergosip jika ada waktu, namun mendengar pertanyaan terakhir Keysa membuat ia bersuara.


" apa maksud mu Arsya?" Tanya Naura yang diangguki kedua gadis lain nya.


" Anggap saja kemampuan khusus yang kita miliki adalah dasar pondasi dari tubuh kita, dan kekuatan fisik atau beladiri adalah pelengkap nya... Menurut kalian sebuah pondasi atau pelengkap yang harus lebih dulu di perkuat?" Tanya Arsya dengan tenang


" Tentu saja pondasi!" Seru ketiga nya kompak


" itu Kalian tahu jawaban nya sendiri... Jika kalian berlatih beladiri sedangkan kalian tidak bisa mengendalikan kemampuan khusus yang kalian memiliki, semua nya hanya akan menjadi bumerang bagi kalian, karena saat kalian berlatih ilmu beladiri fisik, bisa saja kemampuan khusus yang kalian memiliki malah berbalik menyerang kalian karena kalian tidak mampu mengendalikan nya" jawab Arsya dengan singkat dan jelas


Membuat ketiga gadis itu mengangguk mengerti, penjelasan Arsya yang singkat namun jelas membuat mereka tidak perlu cukup lama untuk memahami nya.


" Oh, ya bukankah Clara mengikuti kelas senjata, itu artinya Clara dapat membuat sebuah senjata, apakah dia masih memerlukan surat ijin untuk menggunakan senjata berbahaya itu?" Tanya Elvira penasaran.


" Tidak dan iya" jawab Arsya singkat.


Perkataan nya tersebut hanya membuat ketiga teman nya bingung.


" Kenapa jawaban mu begitu membingungkan Sya?" Ucap Naura bingung yang juga di setujui oleh Keysa dan Elvira.


" Apakah kalian pernah mendengar perakit senjata bukan berarti bisa menggunakan senjata?" Ucap Arsya dengan tenang


" Oh iya.... Aku pernah mendengar nya, banyak perakit senjata yang memang mendapat ijin untuk menggunakan senjata yang telah ia rakit, namun kadang perakit itu sendiri hanya tahu kelebihan dan ke kurang senjata nya tapi tidak bisa menggunakan nya" seru Keysa yang mengerti maksud perkataan Arsya


" Memang nya ada yang seperti itu yah?" Seru Naura bingung


" Tentu saja ada, maka nya jangan hanya mikirin cogan saja" ejek Keysa tersenyum manis


" Hei, jadi kau mau balas dendam nih cerita nya!" Seru Naura kesal.


" Sebenarnya para perakit senjata bukan tidak bisa menggunakan senjata, tapi mereka kadang takut tidak dapat menggunakan senjata yang di rakit oleh orang lain..." Seru Arsya acuh

__ADS_1


" Jadi Clara dan para perakit senjata lain masih perlu mengikuti kelas pelatihan untuk tahu bagaimana menggunakan senjata dengan benar karena nanti di sana bukan hanya ada senjata yang di rakit satu orang saja" ucap Keysa menyimpulkan


" Waahh... Jika tentang pengetahuan kau memang jenius key" seru Naura


" pelatihan ini bukan hanya berlatih menggunakan senjata saja, tapi juga ilmu beladiri" ucap Arsya mengingatkan mereka.


" kami mengerti."


" Kembali ke tempat duduk kalian!" Seru Arsya acuh


" Kenapa?" Tanya Elvira


" Guru datang" jawab nya singkat


Mereka bertiga menoleh ke pintu, namun tidak ada tanda-tanda satu orang pun akan masuk ke kelas.


" Tidak ada siapapun Sya!" Seru Elvira


Namun tidak berapa lama seorang guru masuk ke dalam kelas, melihat itu sontak ketiga nya menatap Arsya dengan heran, tapi mereka segera pergi ke tempat duduk masing-masing setelah guru menegur mereka.


" Baiklah anak-anak saya kemari ingin mengumumkan tentang P.B.S atau pelatihan beladiri senjata, dan kalian di wajibkan untuk mengikuti pelatihan ini" ucap guru itu dengan tegas


Wsuss


" Kalian isi Formulir pendaftaran itu, setelah selesai mengisi nya kumpulkan di Naura... Dan Naura nanti kamu yang berikan pada saya, mengerti" ujar nya


" baik bu"


" Baik saya permisi"


Setengah jam kemudian formulir telah di kumpulkan di Naura, sehingga Naura pun harus keruang guru untuk memberikan formulir ini.


" Key ikut aku ke ruang guru, dan kalian berdua duluan aja ke kantin!" Seru Naura berlalu pergi sambil menarik tangan Keysa.


" Ayo Sya kita ke kantin, kata Clara mereka sudah ada di sana" ucap Naura yang baru saja memainkan hp nya.


" Hmm"


Di perjalanan menuju kantin selalu ada yang mencibir dan mengkritik Arsya.


" Heh dia cewe cupu yang tidak tahu diri itu!"


" Cih, tidak tahu diri sudah jelek masih saja merayu ka Aksa yang super sempurna"


" Benar tuh, kata nya dia memberikan tubuh nya pada Aksa"

__ADS_1


" Pantas saja pangeran kita begitu penurut hanya pada cewe cupu seperti dia"


" Ku dengar teman nya yang lain juga sama saja"


Orang orang di sana sengaja mengeraskan volume suara nya agar Arsya dapat mendengar nya.


" Heii... Apakah mulut kalian tidak pernah makan kursi sekolahan, tuh mulut perlu ku ajarkan bagaimana jadi manusia hah.... Teman teman ku tidak ada yang seperti apa kalian bicarakan" seru Elvira kesal dan marah.


" Heh, kau teman nya tentu saja membela dia" ucap orang itu


" Atau mungkin saja kau pun sama murahan nya" ejek yang lainnya


" Apa yang kau katakan tadi!" Seru Arsya dengan dingin


" oh kau cupu, apakah kau tuli..


Baiklah aku akan mengatakan nya lagi, kau dan semua teman teman mu, semua nya ******, pelacur puas" seru orang itu


Plak


" Ahhkk..."


Arsya menampar wajah orang itu dengan sangat keras hingga dia tersungkur, melihat itu teman nya ingin membalas tapi Arsya lebih cepat.


Plak


Sekali lagi Arsya menampar wajah orang yang berniat menyerang nya, tamparan itu terlihat sangat santai tapi tidak dengan orang yang merasakan nya.


" Kau ****** berani sekali memukul wajah kami, apa kau tahu siapa aku hah..." Seru gadis itu dengan marah


" Oh aku tidak peduli, jika kau ingin membalas maka datanglah pada ku" seru Arsya tersungging seringai di bibir nya.


Arsya meninggalkan kedua orang yang baru di tampar nya setelah mengatakan beberapa patah kata, melihat Arsya yang sudah pergi jauh Elvira pun mengikuti nya.


" Sya seperti nya rumor mu dengan kak Aksa semakin menyebar, begitu pun Clara dengan kak Alvan" seru Elvira melihat ke sekitar nya sambil memelototi orang-orang yang masih berada di sana.


" Biarkan saja" ucap Arsya acuh


" Tapi ini semakin keterlaluan, mereka menyebar rumor yang tidak tidak" seru Elvira kesal


" Lagi pula jika nama kalian berdua terus saja di cap jelek, ini akan mempengaruhi para keluarga bangsawan yang akan merekrut kita, sebagai orang biasa kita masih memerlukan sumberdaya untuk mengembangkan lagi kemampuan kita, dan cara satu satu nya hanya dengan bergabung dengan keluarga bangsawan" kata Elvira lesu


" Aku tidak tertarik" seru Arsya acuh


Mendengar itu Elvira sempat tertegun, saat ia sadar Arsya telah menghilang dari tempat nya.

__ADS_1


__ADS_2