
" Dari semua data yang saya kirimkan ada sebagian bukti kejahatan ayah gadis itu. Anda tidak perlu mengeluarkan dia, cukup gunakan bukti itu untuk menurunkan jabatan nya..." Ujar Arsya menjelaskan nya dengan tenang.
Gadis ini benar-benar seperti air, begitu tenang namun saat besar bisa berubah menjadi badai.
" Waahh, kau memang selalu tidak menyisakan satupun Ra" seru Heera semangat
" Kenapa tidak langsung mengeluarkan nya saja?" Tanya pak Rezvan penasaran, bukankah lebih bagus langsung di keluarkan.
" Keluar dari sini akan sangat mudah bagi nya, dia harus merasakan bagaimana rasa nya di turunkan jabatan nya dengan tidak hormat. Agar dia tahu jangan terlalu sombong akan apa yang ia dapatkan, karena itu bisa saja membawa nya kepada kehancuran. Rasa malu akan lebih menyakitkan dari pada mengakhiri hidup nya" jelas Arsya ada seringai yang akan membuat siapa saja merinding ketakutan setelah melihat seringai Arsya.
Meski wakil kepala academy tidak menyukai sikap keduanya tadi, namun sekarang ia ingin memuji keberanian kedua nya.
" Baiklah kami pergi, terima kasih atas bantuan nya kepala academy" seru Arsya acuh dan langsung pergi dari sana.
" Hei Ra tunggu... Pak jika ayah saya menelepon Anda kembali katakan saja, tidak ada hubungan apa apa di antara kami, oke" ucap Heera cepat setelah itu menyusul Arsya segera.
" Dasar kedua anak ini!"
" Pak apakah anda akan menuruti permintaan kedua gadis itu?" Tanya wakil kepala academy
" Permintaan? Ini bahkan terdengar seperti sebuah perintah, mana mungkin aku tidak melakukan nya, lagi pula bukankah sudah lama kita mencari celah untuk menurunkan jabatan orang itu" ucap pak Rezvan dengan sikap yang begitu tenang.
" anda benar pak, tapi aku sungguh memuji keberanian gadis itu yang begitu berani, tapi itu memang pantas jika teman nya sendiri adalah dari keluarga yang berpengaruh" seru Pak Efendi yang membuat pak Rezvan bingung, siapa yang di maksud oleh nya.
" Siapa maksud mu? "
" Tentu saja murid yang bernama Arsya itu!"
" Hahaha... Apakah kau tahu siapa bocah itu?"
" Apa maksud anda pak?"
" Clara adalah putri satu satu nya tuan Nixon, namun apakah anda tahu identitas gadis satu nya lagi?"
" Bukankah dia hanya gadis dengan latar belakang rakyat biasa yang beruntung dapat bersekolah di academy ini dan memiliki teman yang juga dari keluarga bangsawan" ucap nya yakin
" Pak Efendi apakah anda tahu gadis yang kau anggap hanya seorang gadis biasa itu mungkin saja dapat membuat karir mu berakhir hanya dalam satu malam saja.."
" Bagaimana mungkin? Anda bercanda pak..."
" Apakah saya terlihat bercanda, dia adalah putri satu satu nya keluarga Lawrence yang selalu misterius" ujar pak Rezvan sebelum keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Namun setelah mendengar ucapan pak Rezvan, pak Efendi sangat terkejut bahkan wajah nya terlihat sangat lucu. Ia benar-benar tidak menyangka gadis itu adalah gadis yang sangat di cari-cari oleh orang-orang.
Banyak orang yang bertanya-tanya dan mencari tahu wajah dari putri satu-satu nya pasangan Aziel Deon Lawrence dan Allegra Lilian Florence, mereka di buat penasaran oleh sosok Arsya yang di sembunyikan dari publik.
" Pantas saja gadis itu masih terlihat santai meski berhadapan dengan kepala academy"
Namun yang ia bingung kan kedua gadis itu adalah dua putri dan keluarga yang mengerikan tapi tidak satupun mereka masuk menggunakan nama keluarga mereka.
Bukankah semua orang akan takut dan tidak akan berani melawan mereka jika mereka menunjukkan identitas nya sesungguh nya?
***
Di tempat lain
Aksa dan teman-teman sedang berjalan menujut ke ruangan dimana Phoenix Class berada.
Beberapa hari ini mereka memang jarang masuk, entah ada yang menjalankan misi, ada pekerjaan lain, atau memang malas. Lagi pula murid-murid kelas Phoenix Class tidak terlalu di tuntut untuk selalu masuk kelas.
Mereka telah hebat, jadi tidak perlu selalu masuk dan belajar, pikir mereka
Aksa juga sudah satu minggu tidak pernah mengikuti kelas, ia sibuk dengan beberapa urusan nya.
" Hei ku dengar ada salah satu dari keturunan keluarga bangsawan yang langsung masuk ke dalam kelas kita" seru Kenan mulai bergosip
" Ck, tidak percayaan amat dah sama teman sendiri, tentu saja informasi yang ku dapatkan seratus persen akurat.."
" Al, kau tahu bukan teman mu itu adalah Raja gosip, sudahlah jangan hiraukan anak kadal itu" seru Ivan malas mendengar perdebatan antara adik nya yang gila dan teman nya itu.
" Jika aku anak kadal, kau kakak kadal nya" sindir Kenan sinis.
" Berhenti bergosip, kita baru saja sampai di depan kelas, tapi kalian sudah berisik.. kau juga Kenan, kau itu cowok tapi kelakuan mu seperti cewek, apa kau banci" ucap Aksa pedas.
" Mantap Aksa, memang benar orang dingin sekali nya buka mulut langsung jleb ngena ke jantung, Haha" seru Arion tertawa kecil
Inilah mereka jika sedang bersama selalu saja cekcok satu sama lain, namun mereka tahu semua itu hanyalah candaan mereka saja.
" Huh... Kalian begitu tega membully adik yang tampan ini!" Seru Kenan dengan muka memelas
" Ken kau sungguh menggelikan" ucap Ivan memutar bola mata nya malas
" Tuan muda silahkan... "
__ADS_1
" Tuan muda apakah kau lapar.."
" Tuan muda.."
Terdengar keributan yang terjadi di dalam kelas membuat Aksa dan yang lain nya menjadi heran, tidak biasa nya kelas itu begitu bising.
" Ada apa di dalam, sangat ribut!" Ucap Kenan kepo
" Jika ingin tahu buka dan lihatlah" ucap Ivan malas
Kreit
Arion membuka pintu membuat ruangan yang tadi berisik berubah menjadi sunyi.
Mereka yang ada di kelas itu sangat tahu Arion dan satu orang lagi yaitu Aksa sangat tidak menyukai kebisingan.
Kesunyian yang terjadi membuat salah satu pemuda yang ada di sana mengerutkan alis nya dengan bingung.
Bukankah mereka begitu memuja nya sedari tadi?
Lalu apa yang terjadi!
Pemuda itupun melihat ke arah pintu masuk, ternyata terdapat beberapa pemuda yang baru sana masuk bersamaan dengan sunyi nya ruangan tersebut.
Namun dia terlihat sangat terkejut saat melihat kedatangan salah satu pemuda yang sangat ia kenali.
" Kenapa dia ada disini!" Batin pemuda itu
Bukankah dia seorang sampah yang tidak berguna.
Pantas saja dia sulit di temukan di mana pun ternyata dia bersembunyi di academy ini.
Baru saja pemuda itu akan menghampiri mereka, namun ternyata seorang guru baru saja masuk.
" Apa yang kalian lakukan di depan pintu, kenapa menghalangi jalan! Cepat duduk.."
Setelah semua nya duduk guru itupun mulai menjelaskan tujuan nya datang ke kelas itu, ada yang mendengarkan dengan serius dan ada juga yang tidak peduli bahkan malah becanda di dalam kelas, guru itu sendiri tidak mempermasalahkan nya karena Phoenix Class memang jarang belajar lebih sering menjalankan misi sehingga jarang ada guru yang masuk.
" Baiklah, saya hanya akan menyampaikan informasi pada kalian, seperti setiap tahun nya kalian akan mengajari satu orang murid dari kelas Astro Class dan Blossom Class cara menggunakan senjata dan pelatihan beladiri lain nya, bapak harap kalian bisa datang semua dan memilih salah satu yang menurut kalian pantas kalian latih"
" Pak kapan latihan nya di mulai?" Tanya salah satu murid
__ADS_1
" mereka akan berlatih dari besok, namun kalian akan memilih satu minggu lagi, setelah satu minggu saya harap kalian telah menetapkan pilihan kalian masing-masing. Terutama untuk keturunan keluarga bangsawan saat itulah waktu yang cocok untuk kalian mendapatkan orang-orang jenius dan merekrutnya ke dalam keluarga kalian, jika tidak ada yang ingin kalian tanyakan lagi saya permisi!"