Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
104. Tragedi


__ADS_3

" Ada yang ingin kau tanyakan kak, katakan saja!" Seru Arsya dengan acuh.


" Ya, Kay! Sebenarnya tanaman apa yang ingin kamu petik, hingga harus menunggu malam lebih dulu?" Inilah pertanyaan yang ingin ia tanyakan sejak tadi.


Sebenarnya tujuan keduanya di dalam hutan ini karena Arsya ingin memetik sebuah herbal yang tumbuh di dalam hutan, Aksa yang mengetahui itupun segera mengikuti nya karena takut akan ada bahaya lain di dalam hutan, juga karena dia memang ingin menghindari pesta yang kepala desa siapkan untuk nya.


" Bunga bintang"


" Tanaman apa itu?" Aksa terlihat penasaran dengan nama bunga yang baru saja di dengar nya dari Arsya.


" Bunga bintang sangat istimewa karena hanya akan mekar satu tahun sekali, bunga ini berada tepat di bawah sinar bintang dan jauh dari perkotaan, bunga ini memiliki kegunaan untuk menawarkan racun yang langka dan berbahaya, mungkin tanaman ini bisa digunakan untuk menawarkan racun dingin yang ada di tubuh mu. Meski tidak menghilangkan racun itu sepenuhnya tapi masih bisa di gunakan untuk menekan nya. Dua hari yang lalu aku tidak sengaja melihat bunga itu tumbuh di hutan ini dan jika di lihat dari usia nya malam ini seharusnya bunga itu mekar." Seru Arsya dengan antusias saat menjelaskan tanaman yang akan di ambil.


" Dan di hutan ini juga ternyata banyak tanaman herbal yang sangat berguna untuk membuat ramuan. Bukankah kak Ray juga seorang pembuat ramuan pasti mengerti seberapa penting sebuah tanaman herbal!" Lanjut nya lagi


" Kamu salah Kay."


" Salah? Bukankah kau memiliki sebuah laboratorium sendiri!" Arsya memiringkan kepala nya menatap Aksa tidak mengerti dengan apa maksud perkataan dari nya.


" Aku memang memiliki laboratorium sendiri di pulau rahasia, namun laboratorium itu hanya untuk meneliti racun yang ada di tubuh ku, juga aku hanya dapat membuat beberapa ramuan saja, aku tidak terlalu tertarik untuk menjadi seorang alkimia" jawab Aksa sambil tersenyum tipis.


" Pantas saj... Kak Ray lihat! Bunga itu akan segera mekar!" Seru Arsya sambil menarik-narik ujung pakaian Aksa.


" Kamu sangat suka dengan alkimia ya?"


" Sangat. Bahkan kak Rion dulu pernah mengomeli ku hanya karena hobi ku ini yang lebih suka berdiam di dalam laboratorium dibandingkan bermain di luar!" Ujar Arsya kelepasan tanpa tahu ekspresi Aksa langsung berubah seketika saat mendengar gadis nya menyebut nama pria lain dengan ceria.


" Kau seperti nya sangat dekat dengan Arion?" Tanya Aksa menatap wajah cantik Arsya dengan serius.


" Ah! Itu memang benar, aku hanya sebatas dekat saja dengan nya" jawab Arsya salah tingkah, ia sendiri masih enggan untuk menjelaskan hubungan antara dia dan Arion.


Melihat ekspresi wajah Arsya yang seakan enggan dan kesulitan untuk menjelaskan hubungan nya dengan Arion, ia merasa sedikit kecewa akan hal itu bahkan Arsya segera mengalihkan pembicaraan membuat Aksa tidak lagi bisa membahasnya.


Aksa hanya dapat memendam perasaan gelisah dan kecewa nya dalam-dalam, namun ekspresi wajah Aksa tidak lagi selembut tadi, sekarang ia hanya menampilkan wajah datar nya.


Arsya sama sekali tidak menyadari akan perubahan suasana hati Aksa, dia malah pergi begitu saja mendekati tanaman yang sejak tadi sedang di awasi nya.

__ADS_1


Perlahan bunga itu mekar dengan indah nya, bentuk nya seperti sebuah bintang kecil dengan kelap-kelip seperti kunang-kunang, dengan hati-hati Arsya memetik tanaman itu dan memasukkan nya kedalam wadah khusus yang sudah ia persiapkan sebelum nya.


Setelah memetik semua bunga bintang yang ada di sana, dia juga berkeliling hutan dan mengambil beberapa tanaman herbal langka yang memang tumbuh subur di hutan tersebut.


" Apakah sudah?" Tanya Aksa dengan tenang.


Arsya sedikit mengerutkan kening nya dengan bingung, dia merasa suasana Aksa berubah tapi ia sendiri tidak tahu apa perubahan yang terjadi pada pria itu.


Bukankah tadi baik-baik saja?


Tapi kenapa sekarang ia merasa ada yang beda dengan nya, namun ia juga tidak ingin memikirkan nya lebih lanjut.


Mungkin saja Aksa sedang memiliki masalah dan tidak ingin mengatakan pada nya, pikir nya.


" Ya"


" Ayo kita kembali, hari sudah semakin malam, hutan ini juga sangat gelap takut nya kita tersesat jika semakin lama berada dalam hutan!" Ujar Aksa dengan tenang dan sedikit acuh.


****


Arsya dan Aksa baru saja keluar dari hutan namun mereka dikejutkan dengan seseorang yang berlari dari jauh mendekati mereka dengan ekspresi yang terlihat ketakutan.


" Kirana!" Seru Arsya terkejut melihat penampilan gadis itu yang begitu kacau, baju nya terlihat sobek membuat pundak dan beberapa bagian tubuh nya terekspos. Hingga dapat terlihat kulit putih nya yang halus. Wajah nya juga begitu kacau bahkan ujung bibir nya berdarah dan sedikit membengkak.


Aksa yang melihat penampilan gadis itu yang sangat kacau dalam sekejap langsung membalikkan tubuh nya, membiarkan Arsya yang sedang mencoba menenangkan nya.


" Kau tenanglah, ini aku Arsya. Katakan apa yang terjadi pada mu?" Tanya Arsya dengan perlahan sambil menenangkan nya agar berhenti menangis.


" A-aku tidak salah, dia-dia yang salah. Aku tidak salah!" Sejak tadi Kirana hanya mengatakan hal yang sama.


Arsya memberikan sedikit aura nya untuk membuat gadis itu tenang, setelah tenang ia memberikan air minum, untung saja dia membawa botol minum saat keluar.


" Hah..." Melihat penampilan Kirana yang sangat kacau, diapun melepaskan jaket yang dikenakan nya dan memakai nya pada gadis itu.


" Nona Arsya!" Ucap Kirana setelah selesai minum, tapi dia masih sesenggukan akibat menangis.

__ADS_1


" Ya, apa kau bisa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Arsya perlahan tapi dia juga langsung bertanya pada inti nya. Arsya sungguh tidak suka bertele-tele.


***


" Ayo cepat cari dimana wanita ****** itu berada!"


" Iya."


Dari jauh terdengar seruan-seruan para pemuda yang sedang mencari seseorang, mendengar itu Kirana tampak ketakutan, ia pun segera berdiri dibelakang punggung Arsya dan mencengkeram tangan Arsya dengan erat sampai kuku tangan nya melukai tangan nya.


" Itu dia! Cepat tangkap wanita penggoda itu!" Seru seorang pemuda, terdapat lima orang pemuda yang membawa alat-alat tajam dan obor dan menunjuk kearah Arsya atau lebih tepat nya pada gadis di belakang Arsya.


" T-tolong jangan. Aku t-tidak melakukan itu!" Gumam Kirana yang masih bersembunyi dibelakang tubuh Arsya dan tidak berani keluar.


" Apa yang kalian inginkan?" Tanya Arsya dengan tenang meski nada suara nya terdengar dingin.


" Cepat serahkan gadis di belakang mu pada kami, dia telah berani menggoda pria baik-baik dan sekarang ingin pergi begitu saja!" Seru seorang pemuda menunjuk-nunjuk Kirana dengan marah.


" Kami akan mengikuti kalian, namun Kirana akan tetap bersama dengan ku!" Seru Arsya yang juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis malang ini.


Saat pemuda itu akan membalas perkataan Arsya, sebuah aura yang mencengkam dan tatapan tajam dari seseorang membuat sekelompok pemuda itu terdiam mematung.


Tatapan Aksa yang begitu tajam membuat mereka entah kenapa merasa sangat ketakutan.


" Ba-baik, kau akan ikut!"


" Benar, jika aku tidak salah kau adalah pasangan mesum yang telah warga desa tangkap, bukan!"


" Benar kata orang semua wanita itu sama saja bisa nya hanya menggoda para pria" ejek yang lainnya saat mengetahui siapa Arsya.


" Kalian seperti nya memiliki nyawa lebih dari satu, jika begitu mengapa tidak masuk kedalam hutan dan kalahkan monster. Bukan malah merepotkan kami!" Perkataan Aksa bagai guyuran air yang sangat dingin dan mengerikan.


Glek


Mereka menelan Saliva nya dengan susah payah, seperti nya mereka memang melupakan keberadaan Aksa yang berada di samping Arsya dan melindungi gadis itu dengan baik

__ADS_1


" Istri ku mengatakan untuk menunjukkan jalan nya, bukan untuk bengong ga jelas kayak orang gila!" Ucap Aksa sarkasme


" A-ah! Silahkan ikuti kami" ucap pemuda itu dengan sedikit sopan, tapi hati nya sedang memendam amarah. Namun ia takut dengan tatapan tajam dari mata elang Aksa.


__ADS_2