
****
Keesokan hari nya
" Selamat pagi Arsya." Seru Naura
" Hmm... Pagi."
" kalian mau kemana?"
" Hari ini ada kelas tata Krama, tidak mungkin kau melupakan nya."
" Oh ya, aku benar-benar melupakan nya" batin nya yang baru saja ingat akan jelas yang sangat malas ia datangi itu.
" Apakah Clara sudah kembali?" Tanya nya pada mereka yang berada di meja makan.
" Seperti nya tidak, kamar nya masih terkunci dan semalam tidak ada suara pintu yang di buka" ujar Kyra menjawab, memang kebetulan saat itu dia sedang sibuk dengan beberapa hal jadi tidak tidur semalaman.
" Apa? Jadi Clara belum juga kembali!"
" Bagaimana ini rumor di luar sana masih belum reda, apakah sebaiknya kita mencari dia."
" Tidak perlu, dia bukan anak kecil lagi." Ucap Arsya acuh dan dingin.
Valencia menatap Arsya dengan perasaan bingung dan aneh, seharusnya dia yang paling khawatir saat tahu Clara belum juga pulang karena dialah yang paling dekat dengan nya. Tapi ini malah kebalikan, Arsya terlihat begitu acuh dan dingin, dia bahkan tampak begitu tenang.
" Apa kau tidak mengkhawatirkan nya?" Tanya Valencia dengan pertanyaan spontan yang keluar dari mulut nya.
" Itu tidak di butuhkan, sudah ku bilang dia bukan anak kecil lagi, dia tahu apa yang harus di lakukan nya... Apakah ada sesuatu yang ingin kau tanyakan Valencia?"
Tentu saja Arsya dapat menyadari tatapan aneh Valencia yang sedari tadi terus menatap nya.
" A-ah... Tidak"
Saat ini kelas tata Krama bangsawan sedang mengajarkan bagaimana Table Manner, Entah itu bagaimana memang garpu, sendok, atau lain nya dengan cara seorang bangsawan. Kali ini juga guru mengajarkan cara membuat teh dan penyajian nya dengan baik, serta bagaimana memegang cangkir teh dengan benar selayaknya seorang tuan putri bangsawan. Sebenarnya ini semua hanya pengetahuan umum bagi para bangsawan, tapi tidak bagi mereka dari kalangan biasa.
Karena kelas tata Krama ini di khususkan bagi mereka yang masih awam akan bagaimana hidup layak nya seorang bangsawan, entah itu bagaimana sikap dan perilaku mereka yang elegan. Banyak anak bangsawan yang memiliki sikap sombong selalu berpikir mereka lebih baik dari yang lainnya jadi tidak hadir dalam kelas ini, tapi banyak juga yang mengikuti nya karena ingin mempelajari nya lebih dalam lagi. Sebagian anak muda yang tidak mengikuti kelas ini adalah mereka yang dari keluarga sepuluh bangsawan utama, karena mereka memiliki tutor yang lebih baik dari banyak nya keluarga bangsawan.
" Kerja bagus."
" Jangan mengangkat tangan kanan terlalu tinggi..."
" Itu benar"
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan, hal mudah saja tidak bisa kau lakukan!"
" Kalian harus angkat cangkir kalian dengan perlahan, ingat buka jari kelingking kalian, tuangkan teko teh dengan kedua tangan kalian secara perlahan"
" Sebagai wanita bangsawan sejati kalian harus bisa menjaga keseimbangan tubuh dengan baik."
" Baik, kelas kita berakhir sekarang. Minggu depan kalian akan belajar cara berdansa dengan benar."
****
Setelah keluar dari kelas teman-teman Arsya bukannya merasa senang tapi wajah mereka malah tampak mendung dan kusut.
" Bagaimana ini, aku bahkan belum membuat desain untuk senjata ku..." Seru Elvira mengeluh
" Aku pun sama, aku tidak tahu senjata apa yang cocok untuk ku" keluh Valencia dengan nada sedih.
" Lebih dari seminggu ini aku banyak membaca buku tentang senjata sihir di perpustakaan academy ataupun perpustakaan kota, tapi tidak menemukan bahan-bahan apa saja yang bisa ku gunakan untuk membuat senjata ku" Keysa juga ikut menimpali.
" Naura, Kyra. Apa kalian sudah menyelesaikan desain senjata sihir yang akan kalian buat"
" Aku sudah membuat sketsa gambar kasar senjata ku. Tapi aku belum menemukan komponen yang cocok untuk senjata ku" Jawab Kyra dengan nada sedikit malas. Ia sudah pusing untuk mencari komponen tanpa ada pertentangan antara dua bahan.
Untung saja tugas ini memiliki batas waktu satu tahun untuk menyelesaikan nya, sebelum turnamen kekuatan sihir berlangsung.
" Haaah..." Mereka menghela nafas panjang, mungkin hanya Arsya di sana yang ekspresi nya masih tenang dan dingin.
" Menurut kalian apa sekarang sebaiknya kita pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi?" Tanya Naura mengusulkan.
" Buku di perpustakaan academy sangat banyak, sedangkan kita tidak tahu komponen apa yang cocok untuk senjata kita dan sihir yang kita miliki" ujar Kyra yang membuat binar harapan di mata yang lain nya redup seketika.
" Andai saja ada Clara, dia pasti dapat membantu kita" ujar Elvira yang di setujui oleh yang lain nya.
" Jika kalian mencari buku untuk referensi aku mungkin mempunyai buku yang cocok untuk kalian. Apa kalian ingin melihat nya?" Arsya yang sedari tadi diam pun menjadi kasihan, ia pun bertanya pada mereka.
" Benarkah?" Mereka menatap Arsya dengan binar penuh harapan.
" Ya. Buku nya ada di kamar ku, kita kembali dulu ke asrama jika kalian mau"
" Boleh, boleh."
Mereka telah sampai di asrama, mereka berlima mengikuti Arsya di belakang. Arsya membuka kamar nya dan berjalan masuk di ikuti kelima orang itu.
Kamar Arsya terlihat begitu rapih, semua barang-barang tertata dengan baik.
__ADS_1
" Tunggu sebentar!"
" Mm..."
Arsya berjalan ke arah sudut kamar nya, di sana ada sebuah lemari buku mini, saat lemari itu di buka isi nya semua adalah buku.
" Wooahh... Arsya kau mempunyai buku sebanyak itu!" Seru Valencia berdecak kagum.
Dia dari dulu paling malas untuk membaca, tentu melihat buku-buku itu membuat nya cukup kagum.
" Ya, Ini dia" Arsya mengambil tiga buku yang begitu sangat tebal, satu buku berukuran besar, dan dua berukuran sedang tapi ketiga nya begitu lembar kertas yang sangat tebal.
Glek
Mereka berempat tanpa sadar menelan Saliva nya masing-masing saat melihat betapa tebalnya buku itu, mungkin hanya Kyra, dan Keysa saja yang tidak memiliki perubahan dari mimik wajah nya.
" Tebal sekali buku itu!" Seru Valencia mendesah tak berdaya.
" Ini buku yang menarik, kalian akan menyukai nya." Seru Arsya meletakkan buku itu di tempat tidur nya.
" The mysteries of the wizarding world..."
" How to create the strongest magic weapon..."
" Magic materials..."
" Dari judul nya, buku ini memang sangat bagus" komentar Kyra.
" Ya, ketiga buku itu masing-masing membahas material sihir yang ada di dunia ini, cara menciptakan senjata sihir, dan kalian akan menyukai buku ini" Arsya menunjuk kesebuah buku yang ukuran nya sedang tapi lembar kertas nya sangat tebal.
" The mysteries of the wizarding world" ucap Valencia membaca judul buku yang di tunjuk Arsya.
" Ya, buku ini menceritakan misteri di dunia ini. Kalian juga mungkin bisa meningkatkan kemampuan kalian atau mengetahui kemampuan sihir orang lain"
" Apakah sehebat itu."
" Baca saja, jika tidak percaya" balas nya acuh
" Kalian bacalah di luar, aku masih memiliki urusan. Jangan menganggu ku."
" Oke, oke. Kau yang terbaik Arsya " seru Elvira
Mereka pun keluar sambil membawa ketiga buku itu.
__ADS_1