
Anak-anak kecil yang tadi terdiam dan dengan tatapan kosong, saat ini mereka menatap Heera dengan tatapan membunuh dan mereka pun menyerukan satu kata yang sama yaitu.
" Bunuh penyusup."
" Bunuh penyusup."
Sat set sat set
Heera menghindari setiap serangan mereka dengan terampil, tentu saja dia tidak bisa menyerang anak-anak itu bagaimana pun juga mereka masih anak kecil hanya saja otak mereka yang sudah di cuci.
" Elemen kayu, akar merambat."
Dari dalam tanah keluar akar-akar dan menahan tubuh semua anak-anak itu.
" Oh ternyata ada penyusup kecil di sini." Suara seorang pria muncul dari belakang nya.
Mau tidak mau Heera pun melihat ke belakang, seperti nya dia adalah pria yang Alvan temui yang juga dalang dari semua ini.
" Jadi kau dalang semua ini!"
Heera tetap tenang tapi menatap sinis pada pria setengah baya itu.
" Anak-anak serang dia... Kita lihat apa kau bisa mengalahkan mesin pembunuh yang ku ciptakan ini." Ucap pria itu menyeringai lebar.
Anak-anak ia itu berusaha keras lepas dari jeratan akar merambat yang Heera ciptakan, dan kembali menyerang Heera setelah terlepas.
" Sialan."
" Elemen air, dinding sihir."
Heera mengurung semua anak-anak itu menggunakan elemen air nya, Namun siapa yang menyangka mereka bisa melewati nya dengan mudah.
" Hahaha... Mereka telah di lengkapi dengan tubuh yang kebal dengan setiap sihir elemen, jadi kalian tidak akan mudah membunuh mereka."
Seet
Bugh
Terdapat goresan di pipi Heera dan membuat dia terluka, namun Heera hanya dapat menangkis atau menghindari setiap serangan dari anak-anak, bagaimana pun mereka masih anak-anak tidak bisa begitu saja di bunuh. Dia tak sampai hati jika harus membunuh anak-anak sekecil itu.
" Kalo aku tidak bisa membunuh mereka, maka akar nya lah yang harus di cabut."
__ADS_1
Heera menutup matanya lalu tangan dia menyentuh kalung yang berada di leher nya, seketika kalung itu bersinar dan kalung itupun terlepas dari leher putih mulus nya. secara mengejutkan kalung yang dia kenakan berubah menjadi sebuah tongkat sihir. Heera mengayunkan senjata sihir milik nya dan mengarahkan serangan pada pria menyebalkan itu.
" Elemen kayu, akar merambat"
" Elemen besi, pertahanan mutlak."
Akar merambat yang Heera buat berhasil di tangkis oleh orang itu dengan elemen besi yang di miliki.
" Elemen pasir, badai gurun pasir."
Debu debu berterbangan dan membentuk kabut debu dan menghalangi pandangan pria itu.
" Alvan!"
Alvan hanya tersenyum tipis pada Heera namun menatap penuh kebencian pada pria yang kini kesulitan dengan debu-debu yang menutupi pandangan nya.
" Elemen api, cincin api merah."
Lingkaran api mengelilingi tubuh pria itu dan melilit nya dengan kuat.
" Kau!"
Senyum sinis terpatri dari wajah Alvan, Alvan tidak menyangka saat datang kemari Heera sedang menghadapi puluhan anak kecil dan pria yang ia temui sebelum nya, melihat itu mana mungkin dia diam saja.
" Jadi kau bersekongkol dengan wanita itu."
" Kau tidak buta, untuk tidak melihat nya bukan." Ucap Alvan acuh dan segera mengalihkan perhatian pada Heera yang sedang mencoba menghentikan anak-anak yang menyerangnya.
" Clara apa kau bisa menahan mereka. Elemen yang ku punya tidak cocok menghentikan mereka, yang ada aku hanya akan membunuh mereka."
" Serahkan mereka pada ku."
Saat ini Heera tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kemampuan psikokinesis. Mata nya terpejam dan dia arahan dua tangan nya membentuk huruf O ke arah semua anak-anak itu.
" Berhenti."
" Apa yang gadis itu lakukan."
Menggunakan kemampuan ini akan membuat nya dapat memanipulasi gerakan mereka, namun karena terlalu banyak orang membuat dia mengerahkan banyak energi spiritual nya apalagi kemampuan ini menggunakan mental yang besar, jika tidak bisa saja dia yang akan terkena serangan balik.
Semua anak berhenti bergerak, tapi tubuh Heera pun berubah menjadi kaku dan tak sadarkan diri setelah itu.
__ADS_1
" Clara!" Seru Alvan terkejut melihat tubuh gadis itu yang ambruk setelah menggunakan kemampuan yang dia sendiri tidak tahu apa.
*****
Hari ini semua Junior academy yang belum masuk ke dalam satu pun fraksi yang berada di dalam academy akan mengadakan sebuah pertandingan. Sebenarnya pertandingan ini di adakan oleh salah satu fraksi yang memiliki pengaruh besar di academy yaitu fraksi White Angels.
" Selamat pagi semuanya perkenalkan nama ku Adresia Chayra Fayyola, Wakil ketua dari fraksi White Angels, salah satu fraksi yang menjadi tiang academy Blue Ocean. jika kalian tertarik untuk masuk ke fraksi ku, kalian harus bisa menunjukkan kekuatan kalian..."
" Aaah.. Dewi ku sangat cantik."
" Enak saja dia dewi ku."
" Kata dia adalah siswi tercantik di academy ini, aku jadi ingin masuk ke fraksi White Angels bersama nya."
Mendengar segala pujian dari orang-orang membuat Adresia Diam-diam merasa bangga dan sombong, tapi di luar dia masih menunjukkan betapa murah hati dan baik nya dia.
" Cih sombong sekali dia, siapa sebenarnya dia!" Seru Elvira dengan kesal.
Para pria yang di dekat Elvira dan mendengar perkataan nya menjadi kesal.
" Hei, dimana Dewi kami itu sombong, kau saja yang iri."
" Kalian.."
" Sudahlah Elvira, kita hanya akan membuang-buang waktu untuk melawan para buaya yang sudah di mabuk wanita cantik" ujar Kyra dengan acuh dan nada sinis.
" Memang nya seberapa hebat wanita itu sampai semua orang begitu mengidolakan nya." Keysa pun penasaran dengan wanita itu, tapi menurutnya wanita itu hati nya tidak baik.
" Dia hanya wanita yang menggunakan kekuasaan nya sebagai wakil ketua fraksi White Angels saja. Namun Arsya harus berhati-hati pada nya." Ujar Naura dengan serius tatapan nya pun mengarah tajam pada wanita itu. Tapi dia mengatakan semua itu sambil berbisik karena tidak mau ada yang sampai mendengar perbincangan mereka.
" Aku? Kenapa dengan ku." Tentu saja Arsya merasa heran, rasa nya dia sama sekali belum pernah melihat wanita itu atau terjadi konflik antara keduanya, lalu kenapa dia harus waspada pada nya.
" Asal kau tau saja sebelum ada diri mu wanita itu dekat dengan Aksa, meski Aksa terus mengabaikan keberadaan nya. Namun semua orang selalu menganggap keduanya adalah pasangan yang serasi. Bahkan ada setiap wanita yang mengejar Aksa keesokan hari nya akan berakhir dengan tragis entah itu di keluarkan dari academy atau berakhir dengan wajah cacat, meski tidak ada yang aneh tapi aku yakin wanita itulah yang menjadi dalang nya, bukan begitu Ky?" Naura menatap Kyra untuk mendapatkan dukungan dari nya.
" Ya, tapi dia adalah wakil ketua fraksi White Angels yang disegani pihak academy jadi tidak ada yang berani membuat masalah dengan nya, dan hanya dapat menganggap semua itu kebetulan saja" Kyra mengangguk dan menambahkan penjelasan Naura.
" Seperti nya wanita itu menarik" ucap Arsya yang malah tersenyum bukan merasa takut tapi dia merasa tertarik.
Sungguh aneh!
Melihat senyuman Arsya membuat teman-teman nya tak habis pikir, mereka selalu tidak dapat menebak apa jalan pikiran gadis itu, bahkan Keysa yang dapat membaca isi pikiran seseorang pun tidak dapat menebus apa yang sedang Arsya pikirkan.
__ADS_1