
Mereka sampai di mall dan mengunjungi salah satu toko baju di mall tersebut, mall yang mereka datangi terlihat sangat ramai pengunjung. Namun saat mereka memasuki toko tidak ada yang menyambut mereka karena baju penampilan mereka yang sederhana.
Saat Heera ingin menyentuh salah satu pakaian yang ada di rak toko tersebut, tiba-tiba dia di hentikan oleh seorang pelayan di sana.
" Berhenti! Jangan sentuh gaun itu, jika kau tidak bisa membeli nya. kalian hanya akan membuat orang lain tidak ingin membeli nya setelah di sentuh oleh mu" ujar nya sinis
" Kata siapa kami tidak bisa membeli nya!" Ujar Heera menatap pelayan itu dengan sengit.
" Tentu saja kata ku, lihat saja pakaian yang kalian pakai sangat kucel" ucap pelayan itu sinis
" Oh begitu, baiklah." Heera mendekati gaun gaun itu, dia mengambil gaun gaun yang sangat indah lalu membuang nya di hadapan pelayan itu dan menginjak-injak nya.
" Kau! apa yang kau lakukan." pekik pelayan itu marah hingga menarik perhatian pengunjung yang lain nya.
" Jika pembeli tidak diijinkan untuk melihat bahkan menyentuh nya, untuk apa gaun gaun itu di pajang bukankah lebih baik di buang saja" ujar Heera tersenyum sinis dan menatap pelayan itu dengan remeh.
" Kauuu! kau harus Ganti semua kerugian nya, jika tidak aku akan memanggil keamanan untuk mengusir mu" ucap pelayan itu percaya diri
" Bagus donk" ucap Heera dengan santai
" Apa nya yang bagus Clara" tanya Valencia bingung
" Tentu saja bagus, jika kita di usir bukankah dia tidak membutuhkan ganti rugi lagi!" jawab Heera acuh dan menatap pelayan tersebut dengan sinis
" Benar juga, yang ada aku di usir oleh manager toko" batin pelayan itu setelah menyadari kebodohan nya.
" Fftt.." Keysa hampir saja tertawa saat mendengar pikiran pelayan itu
" Ada apa? apa kau baru sadar akan kebodohan mu itu" cibir Heera meremehkan
" Kau bilang apa aku bodoh? Kau yang bodoh! teman-teman mu itu yang bodoh" pelayan itu di buat sangat kesal oleh Heera
" Teman teman, lebih baik kita pergi dari sini, toko ini tidak menyambut kita dengan baik" ujar Heera acuh dan segera pergi dari toko tersebut di ikuti yang lain.
" Hei tunggu! kalian harus mengganti rugi semua nya, penjaga tangkap mereka"
" Sound manipulation : biarkan kami keluar" ucap Heera pelan
__ADS_1
ctak
Setelah Heera menggumamkan kalimat itu, ia pun menjentikan jari nya, para penjaga itu tidak hanya tidak menahan Arsya dan kelompok nya tapi juga membiarkan mereka keluar dengan sopan dan hormat.
Sound manipulation adalah memanipulasi atau mengubah ucapan orang lain agar terdengar berbeda dari yang seharusnya, seperti sekarang pelayan itu meminta penjaga untuk menahan nya, namun yang terdengar oleh para penjaga adalah membiarkan nya. Inilah salah satu elemen pendukung Heera yang tidak ia tunjukan di depan umum.
" Clara apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Naura yang berada di dekat nya
" Tidak ada"
" Lalu bagaimana dengan toko itu?" Tanya Keysa cemas
" Tenanglah jika mereka meminta ganti rugi mereka harus berusaha mencari ku" ucap Heera
" apakah ini tidak akan menjadi masalah!" ucap Naura ragu
" benar jika kita membuat masalah di luar academy, kita bisa di usir oleh academy" seru Kyra
" pelayan itu yang salah, kepala academy tidak akan menyalahkan kita" ucap Arsya acuh, ucapan nya terdengar sangat meyakinkan.
" Baiklah bagaimana kalau kita ke toko lain nya saja" ujar Heera segera mengalihkan pembicaraan.
Sudah lama mereka mengelilingi mall namun masih belum ada juga yang mendatangi mereka dari toko pertama yang mereka datangi, karena yang dapat mendengar perkataan pelayan itu cuma diri nya sendiri, cctv yang terpasang pun telah Arsya retas, Arsya tidak akan diam saja jika ada yang menghina orang terdekat nya, Heera maupun Arsya tidak akan bermain main hanya setengah saja.
***
" Aaahh lelah nya..." Keluh Heera
" Oh yah kita makan apa sekarang?" Tanya Naura
" Bahan makanan sudah habis, kita lupa membeli nya" jawab Kyra
" Aduuh kenapa aku sampai lupa membeli bahan makanan" keluh Naura menyesal
" Mungkin kau sudah tua, jadi sekarang kau mudah lupa dan pikun" ejek Elvira
" Hei kau pun tidak mengingat nya" kesal Naura
__ADS_1
" Ra kau mau kemana?" Tanya Heera melihat Arsya yang pergi ke dapur
" Masak" ucap Arsya singkat, di tangan nya dia membawa sebuah paper bag yang berisi bahan makanan yang telah dia beli.
" Yeehh... kau yang terbaik!" seru Heera senang
" Apa nya yang terbaik bukankah tidak ada bahan makanan di dapur, lalu apa yang Arsya masak" tanya Elvira bingung
" Tentu saja masak makanan... Jika dia telah mengatakan nya itu tanda nya dia sudah membeli bahan makanan, kau tidak lihat paper bag yang di bawa nya... Gitu aja susah amat dah mikir nya" ucap Heera
" Bisa begitu yah?" Bingung Keysa
" Tentu saja, otak kalian saja yang lemot ke dodol" seru Heera asal
" Memang nya ada otak yang seperti dodol yah?" Tanya Keysa polos.
" Duuuhh key, Jangan dengerin ucapan dia, mulut nya itu berbahaya kayak racun" ucap Valencia
" Hahaha... Ku kira hanya Valencia yang otak nya waras, ternyata sama saja" seru Heera
" CK, ini juga karena virus kalian yang mudah sekali menyebar sampai membuat ku ikut tertular" canda nya
" hahaha..." pada akhir nya mereka tertawa menanggapi candaan garing dari satu sama lain.
Arsya menyiapkan semua makanan yang telah ia masak di bantu Heera dan yang lain nya.
" Waaah aroma makanan nya harum sekali" seru Naura
" Ini pasti enak" timpal Elvira
" Ini... Ini enak sekali, seperti makanan di restoran bintang lima, tidak ini bahkan lebih enak lagi" seru Valencia
" Kau benar"
" Makan jangan bicara" tegur Arsya malas
" Baik bos" hormat Heera
__ADS_1
Mereka makan dengan sangat menikmati setiap hidangan yang telah Arsya masak.