
****
Hari demi hari berlalu dengan cepat nya, hari ini Arsya maupun Heera tidak sedang berada di academy, mereka mengurus urusan masing-masing. Di sela kesibukan semua orang di academy Blue Ocean terdapat kelas etiket bangsawan dan di malam cerah ini kelas etiket akan mengadakan latihan dansa.
Bagi keluarga bangsawan utama berdansa adalah pelajaran wajib serta hal yang sudah biasa, namun bagi rakyat biasa atau dari kalangan menengah mencari guru berdansa sangat sulit karena itu kebanyakan mereka tidak mengerti cara berdansa dan siapapun yang memiliki kesempatan hari ini merupakan kesempatan yang sangat istimewa bagi mereka.
Para siswi yang hadir saat ini di kelas etika bangsawan sangat senang dan menantikan hari membahagiakan ini dimana mereka bisa berlatih berdansa, tapi sebagian mereka menantikan para pria tampan yang akan menjadi pasangan latihan mereka.
" Ku dengar Lady akan mengundang para pria tampan termasuk five prince dalam latihan dansa hari ini."
" Iya, karena itu aku ikut dalam latihan dansa hari ini hanya untuk melihat mereka.. siapa tahu aku beruntung dan bisa menjadikan salah satu dari five prince menjadi pasangan latihan dansa ku"
" Dasar bermimpi, mana mungkin mereka mau sama Upik abu seperti mu."
Orang-orang itu sedang meributkan hal yang tidak perlu menurut Valencia, ia hanya dapat memutar bola mata nya malas saat mendengar ocehan dari perempuan-perempuan di sekitarnya. Dia sendiri sebenarnya malas mengikuti latihan dansa ini, ia lebih tertarik untuk menyelesaikan pembuatan senjata sihir nya, namun Naura dan teman teman nya memaksa ia untuk ikut yang membuat nya harus ada disini sekarang.
" Ada apa dengan mu Cia?" Tanya Keysa sambil menepuk pundak gadis itu dengan pelan membuat gadis itu sedikit terkejut.
" Eh, tidak ada. Hanya saja ada apa dengan para gadis itu mereka begitu heboh hanya untuk melihat kedatangan pria-pria yang bahkan tidak akan melirik mereka" ucap nya acuh
" Hahaha... Kau benar, five prince bahkan tidak akan repot-repot melirik mereka." Ujar Naura menyetujui ucapan Valencia.
" Valencia ada di sini untuk apa Arion melirik wanita lain" ujar Kyra yang bicara langsung pada inti nya.
" Ck, apa yang kau bicarakan Ky, jangan asal bicara." Sungut Valencia dengan kesal.
" Aku bicara fakta kok, bukankah Arion tidak mungkin bersama Arsya, jika dia kemari aku yakin itu untuk bertemu dengan mu..."
" Liat aja sana."
Kyra menyelesaikan ucapan nya dengan tatapan nya yang mengarah pada satu arah seakan sedang menunjukkan sesuatu pada teman-teman.
Valencia saat itu sedang membelakangi pintu masuk jadi tentu saja tidak tahu apa yang sedang terjadi di belakang, saat ia membalikkan badan nya dia sangat terkejut saat di belakang nya sudah ada Arion yang di iringi sorak-sorai kagum dan iri menatap Valencia.
" Rion!" Seru Valencia lirih
" Ya, ku pikir kau tidak akan datang.." ucap Arion dengan nada santai
Di mata semua orang interaksi kedua nya begitu akrab, hal itu membuat para wanita begitu iri. Semua orang tahu sangat sulit untuk mendekati five prince meskipun itu seorang Kenan yang semua orang tahu betapa suka nya dia tebar pesona, tapi sekarang mereka melihat sendiri Arion, Kenan dan Ivan terlihat begitu akrab dengan sekelompok gadis.
__ADS_1
" Perhatian semua, tolong dengarkan perkataan saya."
Semua mata yang tadi mengarah tajam pada Valencia dan teman-teman nya berubah ke arah orang yang tadi sedang bicara yang tidak lain adalah Lady Felice
" Saat ini kita akan berlatih berdansa, berdansa bukan hanya tentang satu orang saja tapi dua orang yang saling bekerja sama, entah itu pasangan atau hanya sebuah formalitas kalian harus tetap tahu cara berdansa yang baik dan benar agar tidak mempermalukan diri kalian sendiri. Baik, sekarang kalian cari pasangan yang ingin kalian ajak berdansa.."
" Jadi nona Valencia bisa aku menjadi rekan mu lagi untuk dansa kali ini!" Seru Valencia dengan tangan kiri berada di belakang punggung dan tangan kanan yang ia ulurkan pada Valencia, sambil tubuh nya ia lekukan sedikit, sikap nya seperti seorang pangeran di negeri dongeng yang ingin mengajak sang putri berdansa.
" Tentu." Tanpa takut dan ragu Valencia menerima uluran tangan Arion.
" Jika kalian sudah menemukan pasangan berdansa, saya akan menunjukkan cara berdansa dengan benar satu kali sebelum kalian sendiri yang mencoba nya langsung." Ucap Lady Felice, Dia meminta salah satu pria yang ada di sana untuk mempraktekkan cara berdansa sesungguhnya pada murid-murid nya.
Prok prok
Lady Felice menepuk tangan nya sekali tidak lama suara alunan musik terdengar, diiringi dengan alunan musik dia pun berdansa dengan begitu baik.
Beberapa menit setelah alunan musik berhenti dia meminta pria itu kembali ke posisi nya semula, dan meminta mereka mempraktekkan apa yang baru saja yang tadi mereka lihat.
" Sekarang giliran kalian, ingat ketukkan nya satu dua, satu dua, dua tiga empat."
Prok prok
Banyak orang yang baru pertama kali berdansa yang malah menginjak kaki pasangan ataupun terjatuh akibat terlalu bersemangat, tapi ada juga yang menari dengan gerakan yang sangat kaku, salah satu nya mungkin Keysa yang sekarang sedang berdansa dengan Kenan.
" Santai saja, meskipun aku tidak menyukai berdansa, tapi berdansa tidak begitu menyeramkan sampai membuat mu begitu kaku" ucap Kenan terdengar malas
" Ck, kau sudah terbiasa tuan muda tapi aku... Ini adalah pertama kali nya aku berdansa" gerutu nya kesal
" Kau batu sekali yah, sudah ku bilang jangan panggil aku tuan muda, panggil saja langsung nama ku!" Bukan nya mempermasalahkan gerutuan Keysa, Kenan malah kesal mendengar panggilan gadis itu yang menurut begitu formal.
" Hanya panggilan aja kenapa repot sih" gumam Keysa pelan.
" Kau tau itu cuma sebuah panggilan, apa susah nya langsung manggil dengan nama sih."
" Hah... Kau mendengar nya?"
" Kau kira aku tuli apa? Tentu saja aku mendengar nya"
" Yaya, terserah kau saja tuan muda. Jangan marah-marah nanti kau cepat keriput" ujar Keysa terdengar malas
__ADS_1
" Heh.. kau!"
Meninggalkan pasangan tersebut yang sedang asik berdebat, kita beralih pada pasangan lain nya yang tidak lain Arion dan Valencia.
" Gerakan mu hebat juga." Puji Arion yang merasa gerakan Valencia tidak kaku seperti yang lain nya, ia juga pikir Valencia bukan pertama kali nya gadis ini berdansa.
" Zaman sudah maju untuk beberapa gerakan sederhana begini mah mudah mempelajari nya dari media sosial." Jawab nya dengan sederhana.
" Kau benar, tapi tidak mudah belajar berdansa tanpa adanya guru yang bisa langsung mempraktekkan nya."
" Orang lain mungkin tidak bisa, tapi dengan kecerdasan yang ku miliki mudah saja aku mempelajari tentang berdansa"
" Ck, percaya diri sekali kau, nona." Cibir Arion tapi bibir nya ikut tertarik membentuk senyuman yang menawan.
" Percaya diri itu harus, kalo kita putus asa baru yang ga boleh" ucap Valencia tidak kalah
" Ya ya ya, wanita selalu benar dan ga mau salah."
" Iyalah kan ada nya juga Mas'salah bukan Bu'salah, jadi perempuan itu selalu benar" ucap Valencia yang di akhiri kekehan tidak jelas yang dia sendiri bingung dengan perkataan nya itu.
Melihat gadis di depan nya yang tertawa tanpa sadar tawa itu juga menular pada nya, Arion pun ikut tertawa, menertawakan kekonyolan keduanya.
" Melihat mu yang begitu bahagia seperti nya kau sudah sehat"
" Memang nya kapan aku sakit" sahut Valencia yang melupakan luka-luka yang di alami nya saat mencoba membantu Arion.
" Aku minta maaf kau terluka karena mencoba membantu ku!" Seru Arion yang merasa bersalah meskipun itu juga bukan salah nya.
" Kau tidak perlu minta maaf pada ku, semua itu bukan salah mu, lagi pula aku sendiri yang mencoba menerobos perisai yang kalian buat. Tapi setelah itu aku juga baru paham ternyata kekuatan ku masih belum ada apa-apa nya"
Memang benar apa yang di katakan nya, ia merasa sangat tidak berguna saat itu, dia jadi menyadari kekuatan nya yang masih belum ada apa-apa nya di bandingkan orang-orang di academy Blue Ocean.
" Jangan berkecil hati, kekuatan ku memang luar biasa, kau tidak bisa mungkin mencapainya" ucap nya sombong yang berniat untuk membuat gadis di depan nya kembali bersemangat, entah kenapa dia merasa tidak nyaman saat melihat ekspresi Valencia yang terlihat tertekan.
" Cih kau sombong juga tuan muda Lawrence, pantas saja Arsya tidak mau mengakui mu sebagai kakak nya. Mempunyai kakak yang senarsis dirimu aku juga ogah mengakui mu"
Mereka pun kembali tertawa menertawai pembicaraan keduanya yang begitu konyol.
Tanpa mereka berdua sadari di bagian pojok ruangan tersebut ada seorang wanita yang sedang menahan kekesalan nya melihat interaksi Arion dan Valencia yang begitu dekat.
__ADS_1
" Sialan wanita itu berani sekali dia merayu Arion ku" batin nya dengan perasaan dongkol