Arsksa : Love And Magic

Arsksa : Love And Magic
172. Dendam


__ADS_3

****


" Tuan"


" Hmm.."


Selain mengurus perusahaan nya Aksa sendiri memilih masih tinggal di negara A, karena ia memutuskan untuk memulai rencana balas dendam nya pada keluarga Davies.


" Tuan seperti rencana mu bisnis ilegal narkoba dan dermaga milik Harraz telah terjadi kekacauan, sekarang tuan muda Davies itu pasti sedang pusing untuk menutupi masalah tersebut agar tidak terendus oleh para penatua di negara .N"


" Kerja bagus. Ini hanyalah permulaan untuk nya" ucap Aksa tersenyum smirk yang membuat bawahan nya yang melihat bergidik ngeri.


Sungguh sial Harraz karena telah berurusan dengan iblis berwajah bak dewa Yunani itu.


Dia sangat bersimpati pada orang yang telah berani memprovokasi sisi iblis tuan nya.


" Tuan undangan pesta ulang tahun tuan tua Davies pagi ini datang, dan meminta anda agar bisa datang ke acara tersebut!"


" siapa yang mengundang?" tanya Aksa singkat tanpa menunjukkan emosi sedikit pun.


inilah yang membuat banyak orang tidak ingin berurusan dengan nya, karena ekspresi dan suasana hati Aksa sangat sulit di tebak membuat mereka sulit untuk menemukan apa tindakan mereka selanjutnya. Tapi Aksa sendiri tidak perduli dengan pemikiran orang-orang, menurut nya pendapat mereka tidak begitu penting.


" Salah satu tetua keluarga Davies sendiri yang datang untuk mengundang tuan muda Vincent."


" Bagus, keluarga ayah ku begitu luar biasa. bahkan sekarang ingin menjalin hubungan dekat dengan keluarga Knight. Kakek ku tersayang berulang tahun sebagai cucunya bagaimana mungkin tidak datang." kata Aksa dengan nada datar.


Liam hanya diam tanpa berani bicara, dia sendiri tahu mereka ingin menjilat tuan muda nya. Namun mereka tidak akan pernah menduga orang yang ingin mereka dekati dan sanjung adalah seseorang yang dulu mereka coba singkirkan.


" Liam kau sudah menyiapkan apa yang ku minta sebelumnya?"


" Sudah tuan, semua nya sudah siap."

__ADS_1


" Keluarga Davies sebentar lagi kalian akan menerima balasan dari ku" gumam Aksa tersenyum menyeringai


***


Saat ini Harraz yang telah mendengar berita dari anak buah nya sedang sangat marah. Harraz menghancurkan berbagai barang yang ada di ruangan nya, sampai ruangan dia saat ini terlihat begitu kacau dan berantakan.


" Bagaimana bisa markas penjualan narkoba di geledah oleh polisi, juga bisnis ilegal yang terjadi di dermaga ikut terkena imbas nya. Apa kalian tidak becus mengurus nya." Ujar Harraz dengan marah


Kedua anak buah nya yang melaporkan berita tersebut berlutut dengan tubuh yang gemetar.


Mereka juga tidak tahu siapa yang telah membocorkan masalah ini pada kepolisian, padahal mereka sudah melakukan semua nya dengan rapih.


" Jawab pertanyaan ku.. apa kalian sudah bosan hidup hah!"


Harraz telah menjalankan bisnis ilegal ini diam-diam tanpa sepengetahuan ayah nya maupun para tetua keluarga Davies. Jika sampai pihak kepolisian mencium keterlibatan nya dengan bisnis ilegal itu dan sampai di telinga para menteri di pemerintahan negara N yang ada dia akan tersingkirkan menjadi pewaris keluarga Davies.


Ini tidak bisa dia biarkan.


" Ma-maaf tuan.. sa-saya tidak tah-u".


Sebelum orang itu menyelesaikan ucapan nya kepala dia telah menggelinding ke lantai dan pelaku pembunuhan itu adalah Harraz sendiri, saat ini pedang yang dia gunakan untuk membunuh orang itu bahkan masih berlumuran darah.


" Tuan ampuni saya, tolong berikan saya satu kesempatan lagi."


Teman nya yang melihat rekan dia telah mati terbunuh menjadi ketakutan.


" Putra ku tenanglah."


Sedari tadi di ruangan tersebut tidak hanya ada Harraz dan dua bawahan nya saja, tapi ada satu orang yaitu seorang wanita yang penampilan nya terlihat masih awet muda meski umur nya sudah menginjak kepala tiga, dia merupakan ibu Harraz yaitu Deswita Whitney Davies.


Dulu nya dia adalah sahabat ibu Aksa, ibu Aksa adalah wanita yang baik saat suami nya tidak mempublikasikan pernikahan mereka dia pun tidak keberatan, karena berpikir semua itu demi kebaikan nya. lalu Deswita yang merupakan salah satu putri keluarga bangsawan tingkat tinggi dari negara tersebut yang kebetulan secara tidak sengaja mengetahui hubungan pernikahan antara dia dan ayah Aksa membuat nya menjadi teman dekat yang saat itu ibu Aksa hanya menggunakan identitas rakyat biasa dia pun menjadi sangat senang karena mempunyai teman.

__ADS_1


Namum ibu Aksa tidak akan pernah menduga bahwa di belakang nya wanita itu berani menggoda suami nya, bahkan mencoba untuk membunuh dia dan bayi nya.


wanita itu sangat kejam karena bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Dan saat ibu Aksa telah menyadari nya, semua nya pun sudah terlambat.


" Saat ini kau harus membuang bukti yang akan mengarah pada mu. Sedangkan untuk urusan ayah mu serahkan saja pada ibu. Kau sebaiknya urus bisnis mu yang lain dan jangan sampai kepolisian mengendus bisnis ilegal mu yang lain. Juga cari tahu dalang semua ini, tidak mungkin semua nya begitu kebetulan."


" Aku mengerti ibu. Aku pasti akan menemukan dalang yang telah membocorkan masalah ini pada polisi, setelah aku mengetahui orang nya dia akan berakhir mengenaskan di tangan ku." Seru Harraz dengan sorot mata penuh dendam.


Entah apa yang akan dia lakukan saat tahu jika orang yang telah membocorkan masalah ini adalah Aksa, namun sayang nya Harraz terlalu meremehkan Aksa sehingga dia berpikir semua itu terjadi oleh orang lain.


" Nak, apa menurut mu semua ini gara-gara anak sialan itu?" Tebak ibu Harraz, entah mengapa dia merasa semua itu ada hubungan nya dengan Aksa anak yang sangat dia benci.


" Ibu tenang saja aku yakin Aksa tidak akan mungkin bisa melakukan itu, saat ini dia sama sekali tidak memiliki dukungan apa-apa, dan aku juga terus menekan nya diam-diam. Meskipun benar Aksa yang menjadi dalang semua ini, aku pasti tidak akan membiarkan nya lolos." Ujar Harraz dengan penuh tekad tanpa tahu ada jurang yang dalam di kegelapan jika dia terus berjalan tanpa adanya pencahayaan dia akan terjatuh dengan menyakitkan.


" Kau benar, mungkin ini hanya perasaan ibu saja, meski begitu kau harus tetap mengawasi anak itu, jangan biarkan dia mengambil kepemimpinan keluarga Davies."


" Sebelum itu terjadi aku akan membunuhnya lebih dulu ibu."


" Bagus, kau memang putra ku. Anak itu memiliki racun mematikan di tubuh nya dan tidak ada penawar untuk racun nya itu. Meski memang dia kembali ingin membalaskan dendam ibu nya, tapi dia juga akan mati oleh racun yang telah ku berikan saat dia di kandungan ibu nya. Sayang sekali dia malah berhasil dilahirkan, meski begitu bakat nya menjadi cacat." Seru ibu Harraz dengan seringai nya.


Ibu dan anak ini memang sama-sama gila, menganggap nyawa orang lain sebagai mainan dan dapat melakukan apapun demi mencapai keinginan mereka.


" Ibu memang pintar, karena rencana ibu juga saat ini orang-orang berpikir Aksa adalah anak haram yang telah merusak keluarga ku yang harmonis. Sekarang tidak akan ada yang mau mendukung Aksa lagi. Namun yang menjadi masalah beberapa keturunan bangsawan utama merupakan teman bocah sialan itu" saat mengingat bagaimana mereka dulu menghina nya hanya karena membela Aksa hal itu membuat dia sangat kesal.


" Apa? Kenapa kau tidak memberitahu masalah ini pada ibu." Dia sangat kesal saat mendengar ini dari putra nya.


" Ibu tenang saja, aku akan membuat mereka mendukung ku, jika tidak bisa aku akan mengadu domba mereka dengan Aksa agar Aksa tidak memiliki dukungan" ucap nya tersenyum smirk.


" Baiklah ibu akan serahkan masalah itu pada mu, jangan sampai anak itu mendapatkan dukungan dari satupun keluarga bangsawan meski itu hanya bangsawan tingkat rendah. Jika kau tidak bisa melakukan nya ibu sendiri yang akan turun tangan."

__ADS_1


Dia tidak akan pernah membiarkan usaha nya selama bertahun-tahun untuk menjadi istri tuan Davies hancur oleh anak yang seharusnya mati oleh racun yang dia berikan pada ibu nya saat itu, sayang sekali dia dan ibu nya berhasil selamat meski bocah itu cacat dan tidak memiliki kekuatan sama sekali, namun dia tidak akan tenang selama Aksa masih bisa hidup bahagia, dia akan membuat Aksa menderita dan tidak dapat merebut posisi pewaris yang merupakan milik putra nya seorang.


" Ya, aku pasti akan membuat Aksa bertekuk lutut di hadapan ku."


__ADS_2