
" Hei, aku tidak salah lihat bukan?" Ujar Alvan
" Tidak, aku pun melihat nya" sahut Ivan
" Waahh Aksa sedari tadi bersentuhan fisik dengan gadis itu, tapi sedikitpun tidak menunjukkan reaksi apapun" ujar Kenan iku ikutan
Pasal nya mereka tahu hal yang paling tidak di sukai Aksa adalah saat bersentuhan dengan orang lain, dulu ada seorang gadis yang menyatakan cinta nya pada Aksa dan tanpa sengaja menyentuh pemuda itu, saat itu Aksa marah besar sampai mendorong gadis itu dengan kasar, tapi yang lebih mengejutkan nya saat Aksa mencoba menghapus jejak yang pernah gadis itu sentuh dengan sangat kasar sampai tangan nya memerah dan kulit tangan nya hampir mengelupas, jika saja mereka tidak menghentikan kegilaan Aksa waktu itu.
Namun sekarang apa yang ia lihat Aksa terlihat biasa saja tanpa menunjukkan gejala apapun saat bersentuhan fisik dengan Arsya. Sedangkan Arion bukan hanya terkejut melihat reaksi Aksa tapi ia juga terkejut melihat reaksi Arsya yang cuek cuek saja bersentuhan fisik dengan cowok asing. Ia sangat tahu adik nya itu tidak suka bila di sentuh oleh cowok asing selain ayah dan diri nya.
" Kalau begitu jangan banyak bicara dan makanlah" seru Aksa sambil memasukkan satu kentang goreng ke mulut Arsya
Mau tidak mau Arsya pun memakan nya, tapi saat ia akan berbicara dan membuka mulut nya, Aksa kembali memasukkan kentang goreng pada nya sampai kentang goreng itu habis di makan oleh mereka berdua.
Glek
sekali lagi Arion terkejut melihat Aksa yang makan makanan kantin dengan santai nya, dia dan ketiga teman nya yang lain sangat tahu, saat mereka berkumpul di kantin Aksa hanya akan pesan minuman saja tanpa memesan makanan, entah apa alasan nya mereka pun tidak mengetahui nya, yang mereka tahu Aksa jarang makan makanan sembarangan meski itu di kantin sekali pun.
" Kau! apa-apaan sih" gerutu Arsya kesal saat tahu makanan nya telah habis, meski sebagian dia juga yang menghabiskan nya. tapi tetap saja dia kesal karena pemuda ini main seenaknya mengambil makanan nya.
" Sudah habis" seru Aksa santai tanpa merasa bersalah
" Apa nya yang sudah habi...s" Arsya melihat ke piring dimana kentang goreng yang berada di sana, ternyata makanan nya sudah habis tanpa ia sadari.
" Apa kentang nya sudah habis... Uhuk-uhuk"
" Minumlah" Aksa menyodorkan minuman sisa nya pada Arsya, Arsya pun dengan cepat meminum nya tanpa tahu itu minuman siapa.
Sebenarnya saat Arsya terbatuk Arion, dan Ezio pun memberikan minuman hanya saja Aksa langsung menyodorkan dan membantu Arsya minum, sehingga dia tidak melihat dua orang itu yang memberikan minuman pada nya. lagi pula dia meminum yang sudah ada dan paling dekat dengan nya.
" Lebih baik" tanya Aksa sambil menepuk-nepuk punggung Arsya pelan dan lembut takut tangan nya melukai gadis itu.
" Iya Terima kasih"
" Hmm"
" Ekhem... apakah itu termasuk ciuman tidak langsung" seru Kenan yang mulai membuat rusuh.
" Apa yang ciuman tidak langsung nan?" Tanya Alvan
__ADS_1
" Tuh lihat bukan kah itu minuman yang baru saja Aksa minum, Arsya pun meminum dari gelas sama dan sedotan yang sama pula.... So sweet" seru Kenan heboh menggoda si gunung es itu.
" Hahaha benar tuh, wah kayak nya Aksa udah punya pawang nya, bukan begitu Yon" sahut Alvan
Arion tidak mempedulikan ucapan teman teman nya, ia berdiri dari kursi nya dan menghampiri adik nya.
" Kamu tidak apa? apa perlu periksa ke dokter!" ucap Arion cemas
Sekali lagi mereka di buat tercengang saat melihat Arion yang dingin nya sebelas dua belas dengan Aksa terlihat begitu panik saat melihat Arsya hanya terbatuk. Ingat hanya terbatuk saja.
" Boleh, tapi otak mu yang harus di periksa dokter syaraf, mau" ucap Arsya malas meladeni kegilaan kakak nya itu.
" Benar tuh Ra, kak Rion emang butuh dokter syaraf, kali aja tuh otak nya bermasalah" sahut Heera setuju sambil menahan tawa nya melihat wajah Arion yang sudah memerah.
" Kalian berdua ini, selalu kompak kalau urusan membully orang ya!" sungut Arion terlihat sangat kesal
" Tentu... Sudahlah kak Rion duduk ke tempat mu lagi, jangan menambah masalah untuk kami lagi" ujar Heera yang ikut kesal. Arion hanya memutar bola mata nya malas dan kembali duduk di tempat nya
" Kamu tidak apa sya?" Tanya Ezio
" Hmm"
" Emang nya kapan Rion membuat masalah dengan kalian?" Tanya Alvan yang bingung dengan maksud perkataan Heera sebelumnya.
" Bukan hanya kak Rion tapi kalian para cowok yang duduk bersama kami telah memberikan masalah besar untuk hidup kami" sahut Heera tersenyum terpaksa.
" Heh yang ada kau gadis aneh, kau yang selalu membuat masalah, kenapa kami yang di salahkan" ucap Alvan tak ingin kalah
" Ck, kau tidak lihat tuh cewek cewek menatap kami dengan tatapan lapar, seakan akan kami adalah mangsa empuk yang siap kapan saja mereka serang, dan ini semua terjadi setelah kedatangan kalian" balas Heera, mata nya melirik ke sekitar.
" Ihhh sereeem amat, mereka kayak mau makan kita hidup hidup" ujar Elvira saat melihat ke sekitar nya.
Di sana banyak orang-orang khusus nya para gadis yang menatap mereka dengan tatapan membunuh seakan mereka ingin memakan Arsya dan kelompok nya hidup hidup. Dan yang lebih parah lagi sebagian menatap Arsya dengan marah dan iri, bagaimana tidak sedari awal interaksi Arsya dan Aksa telah mereka lihat, lalu Arion pun menunjukkan rasa khawatir nya pada Arsya, membuat mereka semakin menggila.
Padahal selama ini tidak ada yang dapat mendekati kedua cowok dingin itu, apa lagi Aksa berbicara dengan nya saja akan sangat sulit, namun Arsya bukan hanya berbicara bahkan bisa menyentuh tangan nya, dan di suapi makanan oleh Aksa.
ini sungguh luar biasa!
dan membuat gadis mana pun menatap nya iri dan cemburu.
__ADS_1
Aksa dan Arion pun memperlakukan Arsya begitu baik dan lembut, membuat mereka kalang kabut dan tidak terima jika yang mendapatkan perhatian hanya seorang cewek culun seperti Arsya.
Banyak cewek yang menyatakan cinta nya pada Arion dan Aksa namun selalu kedua pemuda itu tolak mentah-mentah pernyataan cinta mereka, apa lagi Aksa tidak akan segan main fisik jika cewek yang mendekati nya tetap ngotot.
" Akhh... Hidup ku yang tenang, sekarang sudah hilang" keluh Valencia
" Kau benar Cia" sahut Kyra setuju
" Sangat merepotkan" sahut Arsya juga malas
" seperti nya mulai sekarang tidak akan ada lagi ketenangan" lanjut Arsya tidak senang. awal nya tujuan nya menyamar agar tidak menarik perhatian banyak orang dan bisa menjalani hidup nya dengan baik, tapi sekarang malah sama saja.
'hidup mu tidak akan tenang Arsya karena kamu adalah pemeran utama nya' ucap author
'ya mau bagaimana lagi cewek cantik emang tidak akan lepas dari sorotan semua orang, benarkan thor' jawab Arsya sombong
'🤐🤐' author hanya dapat terdiam
" Sudahlah jangan pedulikan mereka, mereka juga tidak penting" sahut Ivan sambil membuka buku yang selalu di bawa nya
" Hei mereka beruntung sekali bisa di datangi para pria tampan"
" Akhh pangeran ku sangat tampan"
" Cihh mereka terlalu ganjen"
" Ya, cara apa yang gadis gadis itu miliki sampai membuat para pangeran kita pergi ke tempat mereka"
" Cih mereka aja kegatelan lihat ada cowok tampan dikit main embat aja"
" Lihat deh cewek cupu itu, udah jelek, item, cupu, sok polos lagi... Apa yang si cupu itu berikan hingga duo prince es kita begitu perhatian pada nya"
" Cih dia pasti pake cara licik agar membuat Aksa dan Arion tertarik dengan nya"
" Gak tahu diri banget sih tuh cupu"
" Gak lihat apa tuh muka nya jelek, pengen populer dengan cara deketin para pangeran kita lagi"
" Gak ngaca kali, maka nya gak nyadar diri"
__ADS_1
Banyak cacian yang di lontarkan oleh orang orang itu terutama oleh para cewek penggemar five prince academy ini. dan semua hinaan itu kebanyakan di tunjukkan khusus untuk Arsya. sedangkan Arsya sendiri masih acuh dan tidak peduli dengan perbincangan mereka yang menurut nya orang-orang itu hanya bisa omong kosong saja.