
Tidak lama setelah pesanan mereka datang Arsya pun baru saja tiba di tempat itu.
Arsya langsung duduk di kursi yang masih kosong, berhadapan langsung dengan Aksa.
" Arsya ada apa dengan bibir mu?" Tanya Arion yang melihat luka di ujung bawah bibir sebelah kanan nya
Arsya menyentuh bibir nya, seketika ia melihat ke arah depan, di sana terlihat Aksa yang sedang melihat nya dengan senyum tipis di bibir nya.
Merasa ada yang aneh dengan adik nya, ia pun mengikuti arah pandang adik nya, ia juga melihat ada yang aneh dengan Aksa teman nya itu.
" Ada apa dengan mereka berdua, apakah terjadi sesuatu di antara mereka yang tidak ku ketahui?" Batin Arion penasaran.
Mendengar apa yang Arion pikiran, Arsya langsung mengalihkan pandangan nya ke arah nya.
" Tidak apa, hanya luka kecil" ucap Arsya acuh, tapi pikiran nya sedang berkelana dan memikirkan bagaimana ia mendapat luka ini, ini terjadi ulah Aksa yang menggigit bibir nya, hingga meninggalkan bekas.
" Kau sungguh tidak apa apa?" Tanya Ezio
" Sudahlah ayo kita makan" seru Arsya
" Tapi benar tuh bibir mu itu terlihat bengkak, seperti habis di gigit binatang" seru Kenan ikut penasaran
" binatang nya besar dong kalo gitu!" ceplos Alvan mode polos nya.
" Ayo kita makan" seru Heera segera mengalihkan perhatian semua orang.
" Makanlah, aku sudah pesankan makanan kesukaan mu" ujar Arion sambil memberikan beberapa makanan pada Arsya
" Makasih" ucap Arsya singkat
" Hmm"
" Ekhem... ada apaan ini, bagaimana Arion yang dingin dapat tahu makanan kesukaan seorang gadis" ujar Kenan membuat kepo tingkat dewa.
" Dasar kepo" sindir Keysa
" Diamlah otak kadal" umpat Arion
Mendengar ucapan Kenan membuat Ivan dan Alvan ikut menggoda Arion.
" Gunug es mulai mencair" seru Ivan
__ADS_1
" Duuuhh so sweet, bibit bibit cinta mulai tumbuh" seru Alvan
" waah... Arsya hebat sekali, bisa membuat Arion klepek-klepek!"
" lebih baik kalian diam, atau ku sumpel mulut kalian itu" ucap Arsya sarkas
" aduuhh takutt.." ucap Kenan yang tidak tahu bahaya apa yang sedang mengancam nya.
Arion segera menyumpal mulut Kenan dengan makanan di atas meja agar dia diam.
" aah aahh pedas... pedas, air mana air... sialan kau Yon makanan pedas di berikan pada ku!" seru Kenan kepedasan karena makanan yang di gunakan untuk menutup mulut Kenan adalah makanan pedas. Arion sendiri hanya acuh meski tahu Kenan sedang kepedasan.
Di antara mereka ada dua orang yang tidak suka mendengar kedekatan Arion dan Arsya, mereka adalah Aksa dan Ezio.
Ezio memang kesal namun ia tidak dapat berbuat apapun, lagi pula jika di bandingkan dengan dia, Arion jauh sekali dengan nya, mana mungkin dia bisa bersaing dengan Arion yang drajat nya saja lebih tinggi dari nya.
Sedangkan Aksa telah mengepalkan kedua tangan nya di bawah meja, ia tidak suka melihat gadis yang sudah ia klaim milik nya dekat dengan pria lain, namun ia pun harus menahan nya sekarang gadis nya sedang marah ia tidak bisa membuatnya semakin marah.
" Kau sangat menyukai salad buah, apa kau pun suka ice cream?" Tanya Aksa pada Arsya yang sedang asik memakan salad buah.
" Suka" jawab Arsya acuh tapi jelas bisa di lihat dari binar mata nya, dia sangat menyukai nya
" Apa kamu ingin makan ice cream?" Tanya Aksa kembali tersenyum tipis mengetahui gadis dingin itu ternyata menyukai ice cream
Aksa tersenyum tipis karena mengetahui menu favorit dari gadis itu, ia kira gadis datar ini tidak akan menyukai ice cream.
Ice cream adalah menu paling favorit Arsya, dia sangat menyukai rasa apapun, kakak nya bahkan sampai menyebut nya sebagai maniak ice cream
" Tentu saja ada, akan ku belikan... Kau mau rasa apa?" Tanya Aksa
Untuk sejenak Arsya menatap Aksa " tidak perlu"
" Kau yakin disini ada banyak varian ice cream, aku akan mentraktir yang lainnya, apa kau sungguh tidak ingin?" Tanya Aksa penuh tipu muslihat.
" Coklat" ucap Arsya singkat, lagi pula Arsya pikir, Aksa bukan hanya akan mentraktir nya tapi yang lainnya juga, jadi tidak masalah jika dia juga mengambil satu.
" Baiklah" Aksa berdiri dari duduk nya dan pergi untuk memesan beberapa ice cream
Melihat interaksi antara Aksa dan Arsya membuat semua orang terkejut, apa lagi Aksa yang selama ini selalu dingin dan irit bicara sekarang berbicara panjang itupun pada seorang gadis.
" Mata ku tidak salah bukan?" Tanya Alvan
__ADS_1
" Seperti nya pendengaran ku ada yang salah" sahut Ivan
" Wah si tembok berjalan itu tumben sekali begitu perhatian" heboh Kenan
" Rion seperti nya kau mendapatkan saingan, kelihatan nya Aksa juga menyukai gadis yang sama seperti mu" ujar Kenan mulai memanasi keadaan.
" Kira kira siapa yang akan Arsya pilih antara dua pemuda tampan ini" seru Alvan ikut ikutan
" Uhuk-uhuk" Heera terbatuk akibat mendengar godaan cowok cowok itu untuk Arion
" Ini minumlah, maka nya kalo makan itu pelan pelan" ujar Alvan sambil membantu Heera minum perlahan
" Apa maksud kalian saingan?" Tanpa menggubris perkataan Alvan, Heera malah memberikan pertanyaan
" Ya siapa lagi jika bukan kedua prince es kita" sahut Kenan
" maksud mu kak Arion dan Aksa?" tanya Heera menaikkan sebelah alis nya.
" tentu saja, siapa lagi jika bukan mereka..."
" fftt... mereka saingan kalian tidak salah" Heera berusaha menahan tawa nya.
" apa yang sedang kau tertawakan?" tanya Alvan bingung yang melihat Heera sedang menahan tawa.
" tidak ada, tidak ada. kalian lanjutkan saja membual nya ffftt..." ucap Heera yang masih berusaha menahan tawanya agar tidak meledak, dia harus ingat mereka tidak mengetahui hubungan Arsya dan Arion jadi wajar saja mereka berpikir yang aneh-aneh tentang kedekatan keduanya.
Alvan menatap bingung Heera sedangkan Kenan hanya memutar bola mata nya malas.
Sedangkan Arsya sendiri masih acuh dan fokus pada makanan nya.
Di sisi lain Arion pun merasa heran dengan sikap Aksa yang tiba-tiba berubah sangat baik dan perhatian pada adik nya.
" Ini ice cream mu" ucap Aksa yang baru saja datang
" Lalu dimana untuk yang lain nya?" Tanya Arsya yang melihat Aksa hanya membawa satu mangkuk ice cream saja, yang lainnya pun menatap Aksa bingung.
" Para pelayan yang akan membawa nya" jawab Aksa singkat dan acuh.
" Seorang Aksa yang tidak suka di suruh suruh tiba-tiba begitu penurut, apakah ada yang salah dengan otak nya sekarang?" Sindir Arion memicingkan mata nya pada Aksa
" Seorang Arion yang begitu tidak suka mendapatkan perhatian dari gadis gadis, sekarang begitu perhatian terhadap seorang gadis, ada apa dengan nya sekarang" ujar Aksa tak ingin kalah menyindir dan menatap Arion musuh.
__ADS_1
Aura di meja itu terasa suram dan dingin sekarang, jika saja hanya dengan tatapan dapat membunuh, maka tatapan Aksa dan Arion akan sangat mematikan. semua teman-teman nya langsung diam membisu melihat Aksa dan Arion sedang perang dingin. mungkin hanya Arsya saja yang masih santai memakan ice cream nya tanpa peduli dengan kedua orang itu.