
Pertandingan hari ini akan dimulai. Kami semua sudah bersiap untuk melakukan pertandingan dengan semangat. Siang hari kami berangkat setelah makan siang. Karena pertandingan akan dilaksanakan pada sore hari.
Aku harus tetap waspada takut ada sesuatu yang menyebabkan kekalahan pada tim. Aku tidak ingin bersantai menghadapi lawan apapun, intinya harus tenang, berlatih dan menikmati setiap pertandingan.
"Padahal aku sudah memberikan hal buruk pada tim ini. Tentang makanan, fasilitas dan bahkan jadwal yang sudah aku majukan" aku mendengar suara percakapan seseorang saat menuju ke ruang ganti.
"Siapa mereka? " Pikirku bertanya-tanya, mengapa mereka berbicara demikian.
Aku memberhentikan langkah ini dan sedikit mendengarkan apa yang mereka katakan. Aku juga merekamnya sebagai barang bukti untuk ku kirimkan pada teman-teman.
Ternyata pengaturan jadwal pertandingan yang dimajukan agar kami mendapatkan latihan yang sedikit itu sudah direncanakan oleh panitia. Dan juga fasilitas, baik itu kamar tidur, lapangan dan juga makanan.
"Keterlaluan mereka, aku harus memberitahu teman-teman agar mereka bermain lebih bagus lagi" setelah selesai merekam, aku ingin pergi tapi tidak sengaja menendang pintu yang terbuka di samping.
*gubrak*
"Asatag Key, kenapa bodoh sekali" Kesalku karena pergi dengan tidak berhati-hati.
Mataku melotot dan harus mencari tempat untuk bersembunyi. Untung saja ada semak-semak yang cukup tinggi. Aku merebahkan diri dengan tengkurap agar tidak diketahui oleh mereka.
"Sepertinya ada yang mendengar percakapan kita, ini tidak boleh ada yang membocorkan" ucapnya sambil mencari ku. Aku menutup mulut agar tidak menimbulkan suara serta berhati-hati saat bersembunyi.
Ternyata di semak-semak bukan pilihan yang tepat untuk bersembunyi. Banyak semut yang menggigit tubuhku. Untung saja darahku tidak habis tapi rasanya snahat gatal.
Selang beberapa detik mereka bergegas pergi. Ku pandangi setiap sudut untuk memastikan bahwa sudah amat saat ingin keluar. Aku bergegas pergi saat aku rasa sudah tidak ada siapapun disana.
"Akhirnya, Banyak sekali semut disini untung saja aku bisa menahannya" gumamku sambil berlari secepat kilat.
Lagi-lagi aku tidak tau siapa yang sedang berbicara karena wajah mereka menghadap ke lain arah. Jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"Kamu dari mana saja Keyla? " Tegur pelatih saat melihatku baru datang memasuki ruang ganti.
"Maaf coach, saya tadi terjatuh disana" aku berbohong lagi dengan menunjukkan bajuku yang kotor. Padahal baju ini kotor karena berbunyi di semak-semak.
"Tangan kamu kenapa merah semua? "
"Digigit nyamuk coach" jawabku berbohong.
"Ya sudah, kamu segera berganti baju dan gabung bersama yang lain untuk latihan terlebih dahulu" aku mengangguk mengerti dan segera melaksanakan perintah tersebut.
Sesampainya di tengah lapangan, aku mengatakan pada Ani bahwa ada hal buruk yang disengaja untuk membuat tim kita menjadi kalah. Ani masih tidak mengerti tentang apa yang aku jelaskan.
Setelah latihan, sebenarnya aku tidak ada waktu untuk memberikan rekaman tersebut. Tapi sebisa mungkin menjelaskan pada seorang kapten tentang apa yang aku dengar.
Ternyata Rani sudah mengetahui semuanya. Katanya dia juga mendengar hal tersebut tapi takut untuk menyebarkannya pada teman -teman yang lain. Jadi dia bekerja sama denganku untuk melawan kecurangan ini.
"Aku harus memberitahu semuanya tentang ini" Ucap Rani padaku.
Aku menahan Rani karena tidak ingin bertindak gegabah. Aku yakin di dalam tim ini masih ada beberapa pemain yang terlibat baik kecurangan atau dalam hal apapun.
"Jangan, sebaiknya kita bermain dan menampilkan permainan yang baik" ucapku padanya.
Rani mendengarkan semua yang aku katakan. Sebagai kapten tim, dia memberikan semangat yang lebih kuat lagi agar timnya menjadi lebih ganas di dalam lapangan.
Bela menatapku dari tadi. Aku yakin pasti Bela tau dengan hal ini. Aku berusaha menghampirinya tapi waktu sudah tidak ada karena kami harus masuk ke dalam pertandingan.
Kali ini bela tidak dimainkan. Dia menjadi cadangan, mungkin karena hal kemarin yang membuat coach Jaka mengambil keputusan. Aku tidak mengerti dengan cara berfikir coach Jaka, kadang dia baik kadang juga dia terlihat buruk.
*Prittt* permainan dimulai, aku harus tetap fokus dengan apa yang terjadi di dalam lapangan.
"Bismillahirrahmanirrahim, ayo fokus Key dan buang pikiran itu semua" Gumamku pada diri sendiri.
Biarkan pikiran di luar lapangan menepi sejenak. Nanti akan aku pikirkan lagi keluar Dari masalah tersebut. Sekarang yang terpenting adalah bermain bagus dan bisa memenangkan pertandingan.
Di luar dugaan, permainan tim kami sangat bagus dan benar-benar cantik. Bahkan bisa membuahkan gol di menit awal pertandingan. Tim kami terus menyerang hingga tim lawan tidak bisa menahannya, bahkan mereka tidak dapat mengimbangi permainan kami.
"Golll" lagi-lagi berhasil mencetak gol di babak pertama. Skor sementara menjadi 3-0, kemenangan bagi tim kami. Permainan yang indah sangat menarik untuk di lihat. Hujan gol hingga babak pertama selesai.
"Permainan yang sangat bagus, saya harap ini semua dipertahankan untuk mendapatkan permainan yang terbaik dan melangkah ke babak selanjutnya" arahan coach Jaka pada kami.
__ADS_1
"Baik coach" bukan hanya itu saja, meskipun kami menguasai permainan tapi masih ada evaluasi dari coach Jaka
Permainan belakang harus tetap kokoh dan jangan terlalu naik ke arena dari tim lawan. Permainan di lini tengah harus siap siaga baik memberikan umpan atau menerima umpan dan menyusun serangan.
Serta penyerang yang harus konsentrasi dan tetap melatih fokusnya agar tidak teralih. Mereka harus bermain tenang agar umpan akhir bisa di eksekusi dengan baik dan bisa membobol tim lawan dengan banyak gol lagi.
"Ayo, ayo semangat lagi"
"Semangat" Teriakan kami sebelum masuk ke dalam lapangan. Teriakan yang melenting dengan penuh semangat besar.
Arahan dari pelatih sudah di dapatkan. Kami kembali masuk ke dalam lapangan untuk bermain dengan tim tersebut. Bermain tenang dan menguasai jalannya pertandingan adalah impian setiap para tim dan pemain.
"Terus, lihat samping. Naik, jangan kasih kendor" teriakan coach Jaka lebih semangat membuat kami menambah kepercayaan diri bisa memenangkan pertandingan ini.
Permainan cantik dan sangat membuahkan hasil. Hasil akhir pertandingan yang sangat baik, kami menang telak dengan skor 7-0. Aku mendapatkan 1 gol dan 1 assist. Hatiku sanagt senang bukan main karena bisa mencatatkan nama di papan skor.
"Alhamdulillah, pertandingan kalian sangat bagus. Saya harap kedepannya bisa di perbagus lagi ,tidak ada kesalahan dan terus menambah fokus setiap pertandingan"
"Siap coach" di dalam ruang ganti bergemuruh sorak-sorak bergembira dari tim kami.
Loncatan demi loncatan di sertai dengan senyuman yang membuat seluruh pemain bahagia kegirangan. Aku juga ikut menari dan melakukan euforia kecil-kecilan bersama pemain.
"Key, selamat ya sudah mencatatkan nama di papan skor" Ani datang menghampiriku sambil mengajak berjabat tangan.
"Alhamdulillah an, kamu juga hebat bisa mencatatkan nama di papan skor juga" kami berdua saling merangkul dengan senyum di bibir masing-masing.
Di dalam bus sorakan terus dinyanyikan dengan gembira. Kemenangan yang sangat telak membuat semua pemain penuh senyum dan tawa. Aku juga bergembira di dalam bus, tapi karena lelah aku memilih untuk tidur.
"Jangan jadikan kemenangan ini untuk berpuas diri nak"
"Kakek, kami tidak berpuas diri hanya saja melakukan perayaan kecil kek" ucapku saat mendengar nasehat kakek.
"Benar, tapi kamu harus melupakan pertandingan hari ini dan kembali menyusun hal baru untuk besok" Ucap kakek penuh dengan senyuman.
"Baik kek" Seperti biasa sebelum pergi tangannya mengelus lembut pada kepalaku. Bibir senyumnya yang khas sperti aku pernah melihatnya.
"Key ayo bangun, sudah sampai" aku mencoba memaksa mata ini untuk terbuka. Sedikit demi sedikit membukanya dengan menahan rasa ngantuk yang masih tertinggal.
"Udah sampai ya?" Tanyaku pada Ani, secepat ini perjalanan jika aku sedang tertidur. Tapi saat membuka mata perjalanan terasa sangat lama.
Kami turun dan berkumpul terlebih dahulu untuk mendapatkan arahan dari pelatih dan asisten pelatih. Setelah itu kami diperbolehkan untuk beristirahat. Batas waktu yang diberikan adalah pukul 10 malam lampu harus sudah mati.
Di Kamar
"Aku mau nelpon ibu dulu" gumamku saat sudah masuk ke dalam ruang kamar. Tidak lupa aku menghubungi keluargaku bahwa kemenangan ini sangat berarti. Karena aku sudah mencetak 1 gol.
"Assalamualaikum mbak..." Menghubungi mbak Yeni dengan melakukan Vidio call pada semua anggota keluarga. Aku gembira bukan main saat menceritakan semuanya pada mereka. Menceritakan jalannya pertandingn seperti biasa.
Setiap selesai pertandingan aku tidak akan lupa menghubungi keluargaku serta kedua sahabatku. Disanalah tempatku menceritakan semua mulai awal hingga akhir, tidak ada habisnya.
"Selamat Key, akhirnya kamu bisa bermain bagus. Mbak bangga padamu" teriakan yang bergantian hingga membuatnya berebut untuk berbicara denganku .
"Aduhh, mbak Yeni ibu sama bapak mana. Kalian berdua minggir dulu" ucapku pada mbak Yeni dan mbak Nike sambil tertawa.
"Awas saja kamu kalau pulang ya Key, aku hantam" sahut mbak Nike yang membuatku semakin tertawa.
Akhirnya aku berbicara pada ibu dan bapak, walaupun sekedar bertanya-tanya tentang kesehatan asalkan aku mendengar kabar baik bahwa mereka berdua dalam keadaan sehat. Begitu juga dengan mbak Yeni dan mbak Nike.
"Kamu jaga diri baik-baik disana ya nak"
"Iya siap bu" Nasehat yang tidak pernah ketinggalan.
Setelah itu aku membersihkan diri dan melakukan ibadah serta makan malam bersama mereka berdua di dalam kamar. Terkadang anak kamar sebelah juga ikut makan bersama. Katanya kalau lebih ramai semakin baik.
Hal itu mengingatkanku saat makan bersama dengan keluarga ibu. Berebut lauk dengan kedua kakakku yang super aktif. dan pada akhirnya akulah yang mendapatkan lauk tersebut.
Belum seminggu sudah rindu, apalagi 2 minggu pasti tambah rindu ingin pulang. Harapanku saat ini adalah membawa kemenangan untuk di tunjukkan pada ibu dan bapak agar senyumnya kembali sumringah sambil menyambutku pulang.
"Hey kalian, aku rindu sekali" Tidak lupa aku mengubungi kedua sahabatku yang konyol.
__ADS_1
Setiap malam pasti ada saja hal yang akan dibicarakan. baik itu hal yang lucu atau terkadang hal yang tidak pernah nyambung. Jadi rindu sekali pada mereka berdua.
Kalo ini aku juga menceritakan kemenangan telak yang didapatkan oleh tim. Awalnya asik berbicara pada bola, dan ujung-ujungnya Ari pasti akan berkata:
*key aku sudah menuliskan catatan. Jangan lupa pelajari semuanya agar tidak ketinggalan pelajaran ya*
"Aduhhhh, baiklah sobat" Menghembuskan nafas dengan kasar caraku untuk beristirahat dengan ucapan Ari tentang pelajaran.
Pesan yang khas, selalu mengingatkanku untuk tetap belajar dan tidak boleh meninggalkan pendidikan walau sedang berjuang untuk menjadi pemain yang hebat. Bahkan Ari juga sering mengirimkan beberapa catatan khusus untuk mempermudah aku saat belajar.
Pembicaraan yang sangat banyak, hingga malam semakin larut. Aku memainkan ponsel dan terlelap untuk beristirahat. Agar besok pagi segera bangun untuk menjalani hari sperti biasa.
Pagi yang sangat indah, aku sudah siap untuk melakukan senam pagi bersama rekan-rekan. Begitu juga Ani dan Ira yang sudah siap walaupun matanya masih mengantuk karena begadang saat menghubungi kekasih mereka.
"Kalian merasa aneh gak sih? " Tanya Ani saat kami sedang memasang sepatu untuk bersiap-siap. Wajahnya yang terlihat mengantuk kini membuak lebar.
"Aneh kenapa? " Mata Ira juga melebar untuk mendengarkan Ani.
Sepertinya akan ada gosip pagi ini dimulai dari bibir Ani. Entah gosip apa itu, aku akan mendengarkan saja.
"Kemarin itu adalah tim dari kota ini, permainan sebelumnya sangat baik tapi kenapa saat melawan kita permainannya buruk ya? " Aku terdiam mendengarkan perkataan Ani. Aku juga merasakan keanehan yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Ani.
"Iya Ani, padahal meraka salah satu tim tarkam terbaik di kota ini. Bahkan sempat mendapatkan kemenagan di pertandingan tarkam sebelumnya" Aku juga merasakan hal aneh, apalagi kemenagan telak yang kami dapatkan.
Aku sejenak berfikir dan mengingat tentang kejadian hal yang aku temukan saat itu. Menemukan orang yang merencanakan sesuatu agar tim kami kalah. Tapi kenapa tim kami kali ini menang dengan mudah, apalagi melawan tim tuan rumah.
Hal aneh masih saja terus berkeliling di kepalaku tanpa ada jawaban. Apa mungkin ada rencana lain yang dibuat agar mereka bermain buruk dan membuat tim kami menang, tapi apa untungnya bagi mereka. Padahal perbuatan tersebut bisa merugikan tim mereka.
"Key" Teriak Ani dan Ira yang membuatku terkejut dan membuyarkan lamunanku tentang semua ini.
"Eh iya kenapa? " Tanyaku
"Kamu tidak mendengarkan apa yang kami bicarakan tadi? " Ucap Ira sambil mendekati wajahku dengan tatapan tajam.
"Aku mendengarkan kok, tapi menurutku itu hal biasa. Mungkin permainan kita yang sudah menjadi lebih baik" Ucapku untuk membuat pikirkan mereka positif.
"Ayo kita pergi untuk senam, jangan memikirkan hal itu lagi" Ajakku.
Walau sebenarnya pertanyaan itu terus mengelilingi otakku. Tapi aku harus mencoba tenang seperti tidak terjadi apapun.
__ADS_1
~~~~ BERSAMBUNG ~~~~