Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa

Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa
34. Gelang Persahabatan


__ADS_3

Pikirku masih bertanya-tanya tentang surat itu. Karena saat ini Ari sedang menampakkan wajah yang tidak biasa. Antara takut dan bimbang, tapi aku harus tetap mempercayai sahabatku. Mungkin apa yang dia bicarakan adalah kebenaran.


"Sudahlah, mungkin memang benar itu surat dari rumah sakit" Gumamku dalam hati dan mencoba percaya pada Ari serta berfikir positif tentangnya.


Lama-lama bosan juga bermain, membaca dan lain sebagainya. Sepertinya mataku terpanah melihat Ari yang sedang bermain ternyata asik juga, sepertinya dia itu jenius. Suka bermain game dan nilainya tetap bagus.


Banyak orang bilang game merusak otak, sedangkan untuk Ari tidak berpengaruh kata-kata itu. Karena otaknya terlalu tinggi. Apa mungkin Ari punya otak cadangan sampai bisa mengembangkan semuanya dengan mudah. Ah sudahlah, itu anugerah sang pencipta dan kelebihan yang dimiliki oleh Ari.


"Oh iya besok aku bertanding lagi, kalian nonton ya biar aku tambah semangat" Ucapku memecah keheningan pikiran mereka masing-masing. Ari yang tadinya bermain game langsung meletakkan perhatiannya padaku. Begitu juga Yuri yang sedang membaca novel teralihkan pandangannya padaku.


"Aku sih mau key, tapi tidak untuk saat ini" Jawab Yuri


"Kenapa Yuri? "


"Mama tidak mengizinkanku pergi kemanapun, saat aku lulus SMP mama selalu membatasi ku dalam rumah. Ijin ke rumah Ari saja aku bilang kerja kelompok, kalau tidak pasti dia akan marah" Tatapannya menunjukkan kesedihan. Jadi tidak tega aku menatapnya.


"Santai saja Yuri, masih ada waktu yang panjang untuk jam main ku kok" Yuri kembali tersenyum mendegar perkataan itu. Seakan matanya menemukan kembali sebuah harapan kecil untuk menonton pertandingan.


"Benarkah? " Aku mengangguk. Yuri juga berkata dia akan selalu menonton streaming dari teman-teman yang menonton secara langsung. Agar tidak ketinggalan aksiku saat dilapangan.


"Kalo kamu ri? "


"Ehmmmm, aku sebenarnya ingin sih key. Tapi mama mengajakku untuk pergi ke rumah kakek, jadi aku masih belum bisa" jelasnya.


"Yasudah, tidak usah merasa bersalah. Karena masih banyak pertandingan yang dilakukan" Hibur ku pada mereka berdua.


Aku tau ada masing-masing masalah atau kegiatan yang dimiliki mereka. Waktu mereka bukan hanya untukku tapi untuk keluarga yang dimiliki. Walaupun aku sahabatnya, tapi aku tidak memiliki hak untuk mencegah ataupun memaksa mereka. Apalagi memaksa untuk menonton pertandingan ku yang belum tentu aku akan dimainkan lagi besok. Tapi pikiran ini masih optimis bisa dimainkan mulai menit awal oleh coach Alam.


"Oh iya key, Yuri aku punya sesuatu untuk kalian"


" Apa ri? " Ucapku dan Yuri berbarengan. Ari beranjak dari tempat duduknya menuju laci meja belajar.


Dia mengeluarkan sesuatu dari sebuah kotak kecil. Sebuah gelang persahabatan yang Ari buat sendiri. Berwarna biru, merah, dan kuning. 3 warna yang disukai oleh kami bertiga. Aku menyukai warna merah, Ari menyukai warna biru dan Yuri menyukai warna kuning.


Ari menjelaskan permainannya kali ini. Ada 3 warna yang harus kami pakai masing-masing satu. Bukan warna yang kami sukai, tapi warna yang sahabat sukai. Setiap masing-masing anak menutup mata dan mengambil satu per satu gelang tersebut. Apabila mendapatkan warna yang disukai maka akan diulangi kembali. Dan setiap warna harus ada maknanya yang diberikan oleh sang pemiliki warna.


"Baiklah, ayo kita mulai bermain"


"hmm, sepertinya seru nih" terlihat wajah bahagia dari kami bertiga.


Permainan dimulai, kami melakukan undian yang pertama kali melakukannya yaitu Yuri, dia menutup mata dan mengambilnya secara acak. Ternyata Yuri mengambil warna merah, warna kesukaanku.


Aku menjelaslan bahwa warna merah adalah warna keberanian. Jadi Yuri harus berani menghadapi apapun dalam langkah hidupnya. Jangan pernah menyerah dan patah di tengah jalan. Berjalanlah walaupun banyak kerikil tajam yang menyobek langkahmu. Yuri sangat bahagia dan tersenyum tentang makna warna merah yang aku buat sendiri.


"Selanjutnya goliranmu key"


"Oke siap ri" senyumku terlihat sangat antusias.

__ADS_1


Selanjutnya adalah aku yang melakukannya dengan menutup mata dan mengambil salah satu gelang dihadapanku. Ternyata aku mengambil gelang berwarna biru. Warna yang disukai oleh Ari.


Ari berkata warna biru melambangkan kepercayaan dan kesetiaan. Jadi Key harus menjadi orang yang percaya dengan sahabatnya dan setia di manapun sahabatnya berada. Setia saat sahabatnya terluka ataupun tertawa. Jadi jangan hilangkan kata kepercayaan hanya dengan satu kesalahan yang di buat. Bahkan kesetiaan juga, jika ada sesuatu yang baru lebih indah maka tetaplah dengan yang lama karena dia akan mengerti tentang asal-usul masa lalunya.


"Indah banget maknanya"


"Iya bener key, aku menjadi terpesona" Yuri dan aku tersenyum mendengar pernyataan dari Ari. Rasanya ada hal yang asik dari makna di setiap warna.


Aku tersenyum bahagia mendapatkan warna kesukaan Ari. Ternyata maknanya sangat indah yaitu tentang kesetiaan dan kepercayaan. Dimana setiap manusia memiliki caranya masing-masing untuk menumbuhkan kepercayaan dan kesetiaan dalam dirinya. Kadang ada pula yang mudah tergoda dengan hal baru sehingga kata kesetiaan menghilang karena hilaf mata yang ditunjukkan.


"Nah, karena warna ini tinggal satu mak otomatis gelang ini milikmu ri" tutur ku sambil memberikan gelang tersebut pada Ari.


"Sekarang giliranmu untuk menjelaskan makna dari warna yang kamu sukai Yuri"


"Oke siap, dengarkan ya"


Ari mendapatkan gelang berwarna kuning yaitu warna kesukaan dari Yuri. Yuri memberi tahu pada Ari tentang makna dari warna tersebut. Warna kuning melambangkan kebahagiaan.


Yuri berkata pada Ari, apapun masalahnya maka jangan pernah lupa untuk terus bahagia. Apalagi warna kuning juga memiliki arti cahaya yang terang, dan jadilah kehidupan Ari sebagai bintang yang sinar benderang. Ari juga harus tetap tersenyum dan bahagia, karena setiap kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan uang. Maka nikmatilah setiap detik waktu yang berputar untuk menampakkan kebahagiaan.


Semua gelang sudah ada pada pemilik masing-masing. Dan gelang tersebut resmi kami gunakan. Warna merah pada Yuri, biru padaku dan kuning pada Ari. Gelang persahabatan yang Ari buat sendiri untuk kami. Gelang ini sebagai pengikat hati untuk saling mengerti satu sama lain.


"Gelang ini menjadi saksi, bahwa ada anak manusia yang nantinya akan tetap terikat dalam ikatan persahabatan" Ucap Ari. Aku dan Yuri juga mendengarkan dan setuju dengan perkataannya.


"Gelang ini menyatukan kami, sifat yang berbeda dengan tujuan yang satu yaitu tetap menjadi saudara hingga tua nanti" Sambung Yuri.


"Horeeeeeee" Kami bertiga tertawa senang di dalam kamar. Ramai sendiri dan saling melemparkan kebahagiaan. Berharap ini langkah awal mengukir persahabatan yang indah hingga tua nanti. Apapun yang terjadi kami akan menjadi satu.


Terlalu lama kami di rumah Ari hingga lupa waktu. Akhirnya kami pulang dan diantarkan oleh supir Ari. Aku dan Yuri juga berpamitan pada Ayah dan mamanya Ari. Kami sangat senang bisa bertamu dan diundang dengan ramah oleh mereka semua. Bahkan semuanya yang ada disana membuat mataku terpanah menatapnya. Semoga saja bisa sering bermain di rumah Ari.


Aku dan Yuri berbincang-bincang di dalam mobil. Yang pertama diantarkan adalah aku karena rumahku yang paling jauh serta berlawan arah dengan rumah Yuri. Seperti biasa aku berhenti di persimpangan perkampungan.


Untuk saat ini aku tidak ingin memberitahu mereka lebih jelas tentang keberadaan rumahku atau layar belakang yang kelam ibuku sebagai wanita pelacur. Cukup aku dan orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya. Atau juga cukup tetangga julid yang selalu menghinanya.


Setelah itu, supir Ari kembali bergegas untuk mengantarkan Yuri pulang. Aku juga masuk kedalam rumah dan membersihkan diri untuk beristirahat. Membersihkan badan untuk persiapan besok melakukan pertandingan kedua. Membawa sepatu bola yang sudah aku siapkan di dalam tas untuk dipakai di pertandingan besok.


Rasanya aku sangat semangat untuk melakukan pertandingan selanjutnya. Aku sudah mempersiapkan semuanya, baju dan sepatu bola. Berharap besok bisa bermain di menit awal hingga akhir pertandingan. Lalu aku terlelap dan mengikuti alunan malam yang sudah petang.


"Semangat nak, mimpimu akan terwujud jika kamu sabar, terus berjuang dan jangan lupa untuk tetap berdoa dengan Tuhan. Keberhasilan akan ada pada tangan seseorang yang pantang menyerah dan mimpimu sudah ada di depan mata"


"Kakekkkk" Teriakku, dan lagi-lagi aku bermimpi bertemu kakek itu kembali. Nasihatnya yang selalu memberikan pengertian untuk menjalani kehidupan selanjutnya.




Dan rupanya hari sudah pagi. Aku melakukan hal seperti biasa dan bersiap diri untuk berangkat ke sekolah. Melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berangkat menggunakan bus ke tempat pertandingan.

__ADS_1



Saat melakukan pemanaaan sedikit, masih saja coach Alam tidak memberikan arahan ladaku. Hanya pemain inti termasuk Ana yang dia berikan perhatian lebih. Aku tidak tau apa salahku hingga dia melakukan hal yang demikian padaku.Tapi sudahlah, yang paling penting aku mempersiapkan diri untuk bertanding dan tidak boleh memikirkan hal-hal yang tidak penting.



Saat latihan sudah selesai, bus sudah dipersiapkan untuk berangkat. Kami semua bergegas berangkat ke tempat pertandingan. Kali ini pertandingan akan diadakan pada pukul 3 sore. Jadi penonton dari sekolah kami hanya sedikit yang datang karena penonton yang dibawa hanyalah beberapa kelas saja. Dan termasuk kelas kak Dika. Coba saja kelasku pasti bakalan lebih semangat karena ada Yuri dan Ari. Tapi sayang mereka tidak akan datang karena ada kepentingan yang harus mereka urus.



Saat semua sudah berkumpul di dalam ruang ganti, coach Alam mengumumkan siapa yang akan main di lerandingan pertama. Kami menyimak dan mendengarkan dengan seksama. Ternyata namaku tidak ada di pertandingan lertama. Aku harus sabar dan menunggu mungkin ada trik tersendiri yang disembunyikan oleh coach Alam.



Coach Alam juga memberikan beberapa arahan untuk bekal saat ada di lapangan. Kami mendengarkan dan tidak ada satupun kata yang menganggu karena fokus kami sudah dialihkan pada suara coach Alam. Trik yang digunakan sudah tertulis jelas di dalam catatan kecil yang selalu coach Alam bawa. Aku mengerti dan mencoba memahami taktik yang asing dimainkan pada babak pertama oleh coach Alam.



Semua pemain sudah memasuki lapangan. Lagu Indonesia Raya selalu berkumandang sebelum permainan dimulai. Aku duduk menikmati lagu di pinggir lapangan tepatnya di bangku cadangan. Setelah itu semua bersiap diri untuk menempari posisinya masing-masing.



\*prittttt\* suara peluit pertama dibunyikan. Bila sudah terpental dari kaki ke kaki suara nergemuruh dari penonton memudarkan fokus ku.



"Key, key, key" Padahal aku duduk di bangku cadangan tapi mereka terus saja berteriak namamku. Rasaku semakin tidak nyaman dengan coach Alam, padahal bukan ini keinginanku. Aku tidak mau mereka mengatur pemikiran yang coach Alam buat. Karena dia pelatih dan memiliki hak sepenuhnya untuk melakukan permainan. sedangkan aku sebagai pemainnya hanya mengikuti arahan yang dia perintah.



Permaian dari sekolah kami sangat cantik. Dan permaian dari sekolah lawan juga sangat cantik. Dari permainan tersebut aku bisa membaca bahwa tim kami memiliki kesempatan untuk memanfaatkan peluang yang baik. Karena tim mereka memilih permainan bola lambung yang dapat membuat pemain menjadi cepat lelah. Hal ini bisa di manfaatkan untuk melakukan bola-bola pendek dengan taktik yang dimiliki.



Sebetulnya dalam bola pendek harus memiliki kesabaran penuh saja untuk menghasilkan peluang yang sangat baik dibandingkan dengan bola-bola yang menjauh kedepan tapi umpannya tidak akurat maka akan merugikan tim. Selain para pemain kelelahan, mereka juga akan mengalami kehilangan bola dengan cepat karena beberapa umpan yang dia berikan tidak terlalu akurat.



Sedangkan tim kami tetap memilih umpan-umpan pendek saja. Yang paling penting adalah kesabaran dan keakuratan dari umpan yang diberikan. Dengan adanya umpan pendek maka striker yang paling tau kapan dia bisa dengan mudah memasuki lapangan permainan lawan. Bahkan juga dapat mempermudah mendekati kotak pinalti.



Akhirnya di menit ke 25 tim kami berhasil memanfaatkan peluang dan membalik keadaan dengan skor 1-0. Gol tersebut didapatkan dari tendangan Mega yang sangat akurat dan efektif hingga tepat sasaran yang dituju.



~~~~ BERSAMBUNG ~~~~

__ADS_1


__ADS_2