Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa

Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa
65. Semangat Untuk Pemain


__ADS_3

Ternyata David masih peduli denganku. Di atas motor dia terus saja menggenggam tangan ini hanya untuk sekedar menenangkan. Bibirnya terus berkata agar aku mengeluarkan semua resah yang tersimpan.


"Menangislah key, jangan kamu tahan beban itu" Tangan David menggenggam tanganku dan meletakkan di pinggang dia.


Kali ini aku tidak memiliki sandaran kecuali David yang ada di depan mataku. Aku memyandarakn kelasku di punggunggnya dan menangis kencang. Lagipula air mataku mengalir bersama hujan.


"Semua orang tega ninggalin aku, semua orang asik dengan kehidupannya yang senang tanpa memikirkan aku. Lalu buat apa aku dibiarkan hidup oleh mereka" Bibirku meracau tidak jelas di atas motor. Seperti orang mabuk yang habis meminum minuman keras.


Saat itulah aku patah kembali. Dipatahkan oleh orang-orang yang sama. Dengan perjalannya waktu hanya keluarga ibu, dan Yuri yang mampu menemukan menyusun kembali hati yang patah walaupun tidak utuh. Aku terpuruk sekalipun, merekalah yang membuat bangkit.




Di sekolah juga sama, Hari-hari yang aku lewati semakin bisu dan lain dari hari kemarin. Biasanya pergi ke kantin bertiga dan sekarang hanya berdua. Begitu juga dengan pelajaran, aku dan Yuri harus memanfaatkan waktu belajar sendiri tanpa Ari. Tidak ada lagi belajar kelompok di rumah Ari karena dia sudah tidak mau berteman bersama kami berdua.



Aku hanya bisa menyibukkan diri di tempat latihan yang ayah Ari berikan. Walau pada akhirnya aku memilih untuk keluar karena desakan dari Ari dan Rena yang terus-menerus membuatku tertekan dengan kata numpang.



Perkataan ari yang menyakitkan membuat aku mengundurkan diri dari club bola dan berkata pada om Roky dengan alasan yang kuat. Walaupun kesal dengan kelakuan mereka, aku tidak pernah mengadukan hal tersebut pada om Roky. Om Roky sangat menyayangkan hal tersebut, tapi aku memilih diam agar dia tidak memarahi Ari.



Aku tau om Roky dan tante Maya menyayangiku, tapi aku lebih menyayangi persahabatan ini walaupun Ari saat ini dalam pengaruh kendali Rena yang memiliki hati sangat busuk. Suatu saat aku berjanji akan membalikkan hati ari dengan hati yang dulu.



"Hai, bagaimana kanarmu? "


"Baik" Sahutku sambil tersenyum pada David. Kamu berdua saling menegur sapa aaat diamanpun walau hanya sekedar basa-basi saja.



Di sekolah Aku dan David juga semakin dekat walaupun kadang wajah dia dingin dan kadang juga wajahku panas dengan tatapan kesal padanya. Aku juga memilih jauh dari kak Dika karena pikiranku dia adalah anak orang yang merebut kebahagianku. Bahkan aku tidak berbicara tentang alasan itu pada Yuri, aku selalu beralasan jika ditanya terus tentang menghindar dari kak Dika.



Hari-hari berlalu, para siswa juga sudah lupa dengan hujatan karena fitnah Rena. Dan yang paling membuatku kesal adalah Rena selalu menggandeng Ari, aku ingin menghantam nya tapi sedikit saja bertindak dia akan melebih-lebihkan mengadu pada Ari. Aku lebih baik memilih diam daripada harus menerima kebencian Ari lebih dalam.



"Mungkin ini sudah jalannya aku dan Ari tidak bersama. Saat ini hanya Yuri yang ada di sisiku. Dialah orang yang harus aku jaga tentang arti persahabatan" Gumamku saat duduk sendiri di taman sambil melihat Ari yang sik ngobrol dengan Rena sambil melihat permainan basket di lapangan.



Dan hingga saat ini aku tidak menemukan bukti apapun tentang kejahatan Rena. Aku tidak bisa berkutik walaupun kak Dika membantu tapi aku memilih untuk tidak menghiraukan dia. Dengan alasan apapun hingga pertandingan David telah tiba.



Pertandingan sepakbola seluruh sekolah SMA dan sederajat di kota ini akan memulai turnamen dengan kategori perebutan piala SMA sepak bola putra. Di bangku penonton aku hanya duduk dengan Yuri karena saat ini kak Dika tidak bisa menemani karena harus mempersiapkan nilainya untuk masuk ke perguruan tinggi.



Dan kak Dika juga sudah keluar dari tim basket sekolah meskipun saat ini dia menjadi idaman karena permainannya yang cantik. Dia harus fokus ke pendidikannya untuk masuk ke Universitas impian di luar negeri jadi tidak ada waktu untuk bermain-main.



"Key coba lihat David, dia menggiring bola sangat bagus sekali key" Teriak Yuri di bangku penonton.



Aku segera mengalihkan pandanganku padanya dan benar saja dia menjadi striker andalan. Aku yakin tim ini akan menang. Skil David memang luar biasa, bila dia sudah menguasai bola maka tim lawan akan kerepotan untuk menghadangnya.



Apalagi cara finishing yang sangat baik membuat keuntungan pada tim. Tembakan yang David lakukan selalu akurat meskipun masih belum mendapatkan keuntungan. Yang paling penting dia bermain sangat disiplin di lapangan, Ciri-ciri pemain eropa sesungguhnya.



"Iya yur, Ari, dia pasti akan menjadi pemain hebat"


"Ari?, dia ada disana key bukan disini" Yuri menyadarkanku bahwa Ari tidak ada disini melainkan ada di bangku ujung bersama Rena. Mataku melihat pertandingan tapi hatiku memikirkan persahabatan.



Persahabatan yang aku bangun dari dulu hingga saat ini sudah hilang karena seorang wanita. Dan Ari juga melepas gelang persahabatan kami. sedangkan aku dan Yuri masih memakainya hingga saat ini.


__ADS_1


"Key sudahlah, aku yakin jika Ari masih baik seperti dulu. Tapi ternodai oleh wanita licik diampingnya" Ucap Yuri sambil memelukku.


"Iya Yur, cepat atau lambat kami akan bersama kembali"



"Heyyyy" Aku teriak dengan kencang saat David di tackel dengan keras. Permainan macam apa ini, saat dia kalah merebut bola maka permainan keras yang selalu keluar. Untung saja wasit memberikan kartu merah padanya. Hal tersebut menguntungkan bagi tim sekolah kami. Hingga babak akhir pertandingan, tim kami menang dengan skor 2-1.



Pertandingan demi pertandingan di lalui setiap harinya dengan bagus. Aku sangat kagum dengan permainan tim sepak bola kami. apalagi tim sekolah kami selalu memenangkan juara selama 3 tahun berturut-turut kecuali tahun kemarin karena suatu hal. Dan saat ini aku yakin bahwa tim ini akan menang kembali.



"Ayo tendang, lagi tenandang wey" Yuri terus berteriak untuk menendang, padahal saat ini bola keluar dan lemparan masuk untuk tim lawan.


"Sudahlah diam, setiap hari teriakanmu untuk menyuruh pemain menendang bola"



"heheheh, kan yang aku tau tentang teriakan untuk menendang bola key" sahutnya sambil meringis geli padaku. Dan aku hanya bisa menggeleng dengan kelakuannya.



Aku dan yuri tidak pernah absen untuk datang ke pertandingan. Bahkan aku juga melihat Ari yang sering datang ke pertandingan sepakbola. Mengapa dia selalu datang, sedangkan saat permainanku dia tidak pernah datang sama sekali. Ada apa dengan Ari, aku tidak bisa memahami dirinya. Karena saat ini kita sudah memutuskan untuk tidak saling menghubungi.



Dan pada akhirnya tim kami masuk ke final. Pertarungan yang sangat sengit dari kedua tim. Tim kami tidka pernah kalah dari awal pertandingan hingga masuk ke dalam final.



Tapi sangat disayangkan, permainan yang cantik menjadi tekanan untuk tim. Karena mereka bermain dengan tidak rapi. Banyak yang sering kehilangan bola bahakan David juga hilang konsentrasi. Aku tidak tau ada apa dengannya hingga penampilannya menjadi jelek.



Benar saja di babak pertama tim kami tertinggal dengan skor 2-0. Kekalahan yang sangat tidak diinginkan. Ada apa dengan performa mereka yang semakin jelek. Aku harus masuk ke dalam ruang ganti dengan ijin coach Alam agar memberikan semangat buat mereka. Aku tidak bisa diam melihat tim ini kalah.



\*pritttt\* peluit panjang babak pertama dibunyikan.




Hingga pada akhirnya coach Beni mengizinkan aku masuk dan memberikan semangat pada mereka. Suasana ruang ganti benar-benar sunyi karena keputusasaan. Semua diam karena kekalahan. Bahkan tidak ada yang bergumam sedikitpun.



"Kalian adalah pemenang, tidak ada kata kalah sebelum peluit akhir dibunyikan" Tatapan mereka yang tadinya tertunduk kini mulai mengangkat dagunya masing-masing.



"Aku bukan pemain hebat seperti Ronaldo, seperti messi, bahakn seperti David yang sudah menjejaki permainan eropa. Tapi di hatiku saat bertanding itu adalah nyawaku yang harus aku pertahankan dan harus memberikan kemenangan untuk kehidupan selanjutnya" Teriakku pada mereka.



"Apa maksudmu key, kamu tidak ada selama pertandingan ini mana mungkin kamu merasakannya" Ketus salah satu pemain tim padaku.



"Hey diam dulu, kamu harus mendengarkan apa yang Key bicarakan" Doni menjawabnya dengan lantang ketika salah satu dari mereka menentang apa yang aku bicarakan.



"Buat apa, dia saja hanya penonton dan tidak merasakan seperti apa rasanya suasana lapangan saat ini" Mereka merasa bahwa aku hanyalah omong kosong. Karena saat ini aku hanya ada di bangku penonton bukan bertanding di dalam lapangan bersamanya.



"Kalian bisa diam tidak" Teriak David


"Kamu yang diam vid, finishing kamu tidak pernah baik saat aku memberikan umpan" Sahut Diki salah satu pemain inti saat ini.



"Apa maksudmu, aku sudah berusaha mungkin" David juga mulai emosi. Sedangkan saat ini coach Beni dan coach Alam berunding untuk melakukan sesuatu perombakan dalam taktik yang akan di lakukan di babak kedua.



"Kalian semua bisa diam tidak, saya pusing mendengarkan kalian terus ribut. Saya sudah memberikan semua yang terbaik, tapi kalian malah bertengkar seperti ini. Lebih baik kita semua pulang" Ternyata dari tadi coach Beni juga mendengarkan pertengkaran yang terjadi. Semuanya diam dan senyap. Sedangkan amarah coach Beni sudah ada di ujung.

__ADS_1



"Aku memang penonton saat ini, tapi aku teriak dengan hati. Aku merelakan waktuku hanya untuk memberikan dukungan untuk kalian. Suaraku dan suara mereka yang teriak kencang di bangku penonton hanya untuk membakar semangat kalian agar tim kami bisa menang"



"Jika hati kalian sudah layu hanya karena kekalahan maka sangat sulit untuk bangkit lagi dan mengambil sebuah kemengan" Dengan emosi aku mengatakan pada mereka, coach Alam dan coach Beni juga mendengarkan.



"Kalian tau, banyak waktu yang sudah mereka buang hanya untuk mendukung kalian semua. Jika mereka tau bahwa tim yang didukung saling menyalahkan mungkin mereka akan teriak dengan tangisan dan kebencian. Karena apa? Karena mereka ingin kita semua menang" Semuanya terdiam dan meresapi ucapan yang aku katakan.



"Kata kalah adalah ilusi yang dibuat oleh tim lawan agar kalian patah, namun jika ilusi itu kalian buang dan menggantinya dengan harapan kemenangan, maka tidak akan menutup kemungkinan itu menjadi nyata"



"Kita memang kalah, tapi bukan berarti kita menyerah. Lalu apalagi yang kalian pikirkan sekarang jika bukan kemenangan"


"Benar katamu key, maaf David aku sudah menyalahkanmu" Diki menyadari bahwa dirinya telah salah karena menyalahkan sesama tim. David menerima permintaan maafnya.



"Aku setuju key kita harus semangat dan ambil kemenangan itu menjadi nyata" Sahut salah satu dari mereka.



"Semangat"


"Semangat" Aku tersenyum mendengarkan sorakan semangat di ruang ganti. Yang tadinya hening kini menjadi ramai dengan kobaran semangat pada diri mereka masing-masing.



"Bermainlah dengan hati, dan jadikan semangat hingga titik terakhir keringatmu yang menetes" Ucapku sekali lagi.


"Semangat"


"Semangat"



"Satu lagi pesan saya, jika ada temanmu yang terjatuh atau melakukan kesalahan jangan hujat mereka saat dipertandingan. Tapi rangkul mereka untuk menemukan percaya diri kembali saat dia tampil di tengah lapangan" Ucap coach Beni yang dilanjutkan dengan anggukan oleh semuanya.



Mereka saling berpelukan dan memberikan semangat satu sama lain. Saling memaafkan sebelum pertandingan dan berharap pertandingan kali ini bisa membawa piala kembali pulang ke sekolah. Dan tidak lupa mereka berdoa bersama lalu melakukan tos bersama seperti biasa sebelum pertandingan dimulai.



Sudah waktunya untuk kembali ke lapangan. Mereka masuk ke lapangan dengan semangat baru yang akan diberikan untuk bertanding hingga peluit di babak akhir dibunyikan. Aku akan mendukung kalian di bangku penonton. Berharap kalian bisa mendapatkan kemenangan.



"Key gimana? " Tanya Yuri saat aku kembali duduk disampingnya.


"InsyaAllah aman, doakan saja berhasil" Sahut ku sambil memberikan acungan jempol padanya.


"Bismillah key, semoga menang"


"Aamiin, doakan saja Yur"



\*priittt\* pertandingan babak kedua sudah dimulai. Permainan yang dilakukan dari babak pertama juga sudah berubah. Semangat mereka sudah terlihat untuk mendapatkan kemenangan. Bahkan formasi dari coach Beni juga di rubah dengan formasi baru dan taktik yang digunakan juga lebih baik.



Di babak kedua mereka jarang kehilangan bola, dan banyak sekali umpan-umpan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Meskipun belum berhasil tapi setidaknya peluang mereka lebih banyak daripada babak pertama.



Mereka terus melakukan serangan serta kerja sama yang baik. Aku kagum melihat permainannya. Selain memiliki coach yang bagus, tim ini memiliki pemain-pemain yang lebih bagus. Skil yang mereka gunakan sangat menarik untuk di tonton bagi pecinta bola.



Di babak kedua ini penonton juga mulai bersorak memberikan semangat. Bahakan permainan yang mereka suguhkan saat ini tidak membosankan. Yang tadinya banyak bermain ponsel dan tidak memperhatikan pertandingan, sekarang pandangannya sudah tertuju pada permainan yang cantik.



~~~~ BERSAMBUNG ~~~~

__ADS_1


__ADS_2