Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa

Bola Dibalik Cinta Sang Punggawa
16. Pertandingan sekolah


__ADS_3

Tidak berselang lama, latihan sudah selesai. Semua pemain dan pelatih bergegas untuk pulang. Saat aku rasa lapangan sudah kosong dan hanya ada David di sana, langkah ini berlari kecil menghampirinya.


"David" Ucapku sambil menepuk punggungnya yang sibuk membereskan sepatu.


"Eh key, ngagetin aja kamu" Sahutnya


"Aku mau cerita"


"Cerita apa? "


"Tentang pertandingan bola" Jawabku dengan senyuman bangga.


David langsung duduk dan menyimak serta mendengarkan apapun yang keluar dari mulutku. Dia mendengarkan dengan seksama, seakan tidak ingin terlewatkan satu katapun untuk tentang apa yang aku jelaskan. Wajahnya fokus menatapku yang berbicara tentang pertandingan.


Aku bercerita tentang pertandingan di sekolah yang dilakukan untuk hiburan setelah melakukan ujian akhir. Pertandingan yang tidak sengaja aku mainkan karena salah satu temanku Niko terkena tackle lawan yang membuat kakinya keseleo.


Pertandingan yang awalnya membuatku agak sulit untuk mengikuti tempo permainan hingga membuat tim kebobolan dan menjadikan kedudukan sama dengan tim lawan. Aku juga bercerita tentang semangat yang David berikan serta wejangan untuk pertandingan.


Sempat aku merasa putus asa sedikit karena membuat kesalahan. Seketika membuatku menjadi tertekan hingga akhirnya aku mencoba bangkit dan bisa memenangkan pertandingan karena assist yang aku berikan.


"Gila hebat banget key, padahal itu awal kamu merasakan rumput lapangan tapi sudah bisa memberikan assist" Teput tangan kecil yang David berikan serta kata-kata selamat. Aku merasakan penghargaan kecil yang David berikan.


"Tapi besok aku mau bertanding lagi" Tatapan David mendekat ke wajahku. Tatapannya seakan ingin berkata sesuatu lalu dia menjauhkan tatapanya kembali.


"Kamu main lagi?, oh iya memangnya kamu main di posisi mana key? " Tanya David.


"Di posisi bek kiri"


Aku bercerita bahwa masuk ke dalam posisi bek kiri. Sekali lagi David memberikan ilmu tentang tugas dari bek pada saat pertandingan. Bek bukan hanya menjaga pertahanan belakang juga tapi dia juga harus mampu membantu serangan ke depan untuk memberikan operan bola cantik serta assist yang menguntungkan tim.


Akan tetapi bila serangan dari tim kalah, maka harus waspada pada penjagaan, serta bek harus melakukan kecerdikan sendiri untuk mengambil bola pada saat tim lawan menyerang dan jangan sampai membuat pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri ataupun tim.


David juga berkata bahwa aku harus memiliki lari yang cepat agar dapat mengcover serangan balik yang dilakukan lawan secara cepat. Hal itu dilakukan untuk mewaspadai striker dari lawan yang memiliki lari dengan kecepatan tinggi. Sehingga aku bisa mencegahnya untuk mendekat ke kotak finalti.


"Oh jadi gitu ya" Sambil menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti penjelasan yang David berikan.


"Tapi kamu harus ingat, bila suatu saat nanti kamu bermain dan memiliki pelatih maka kamu harus melakukan sesuai intruksi pelatih yang menurut kamu benar. Tapi jika menurutmu masih belum memuaskan maka kamu harus mengambil keputusan lain untuk menunjukkan kepada pelatih bahwa kamu bisa mencoba hal baru"


Penjelasan yang cukup panjang membuat mulutku menganga. Tapi lumayan dapat ilmu lagi setidaknya bisa aku gunakn untuk pertandingan besok dan yang akan datang.


"Eh Bentar-bentar, kamu gak bawa bola dan sepatu?" Sambil menatap tanganku yang kosong tanpa sebuah bola dan sepatu.


"Hehehe, enggak, karena aku hanya ingin ngobrol aja sama kamu" Dengan santainya aku menjawab pertanyaan David.


"Tapi key, kamu harus mengasah bakatmu dan berlatih tanpa lelah agar mendapatkan hasil memuaskan" Tangan David menyentil dahiku dengan keras seperti sedikit kesal padaku tapi tidak bisa diungkapkan.


Pikirku kembali melayang, ternyata ada benarnya yang dikatakan David bahwa aku harus selalu berlatih. Karena jika ingin mendapatkan pisau yang tajam makan harus sering di asah bukan sering dibiarkan dan di asah sekali saja.


Dalam pertandingan kemarin lari aku juga belum kencang sekali dan masih merasa capek, bahkan penguasaan bola masih kadang terlepas serta pengoperan bola yang kadang belum akurat. Jadi aku harus berlatih lebih keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.


Meskipun pertandingan yang akun lakukan saat ini hanya lertandingan lomba biasa di sekolah. Tapi setidaknya banyak hal yang harus aku perbaiki. Merasa puas diri itu tidak baik, karena setiap orang harus belajar dan terus belajar untuk melewati beberapa baru yang besar.


"Iya juga sih vid, oke sekarang aku mau pemanasan dan lari"


"Yaudah ayo pemanasan dulu" Aku langsung berdiri melakukan pemanasan yang dipimpin oleh David.


Selanjutnya aku berlari mengelilingi lapangan dan David menonton di pinggir lapangan ibaratkan seorang pelatih. Setelah itu mencoba beberapa pemanasan dengan meloncat serta melakukan gerakan skil tanpa bola.


Hingga senja kembali datang dan kami mengakhiri latihan hari ini. Selanjutnya aku dan David pulang seperi biasanya menaiki sepeda kayuh milik david. Kami berdua berboncengan dan aku berhenti di persimpangan kampung lalu David bergegas pulang.


"Hati-hati di jalan vid"


"Siap Key" perkataan ini tidak pernah lupa saat aku berpisah dengan David di persimpangan jalanan. Seperti menjadi ciri khas untuk mengingatkan David agar hati-hati saat pulang.


Saat masuk ke dalam rumah, aku mencoba kembali mengingat perkataan dari David. Lalu aku menuliskan dalam selembar kertas dan ditempel di dinding.


****

__ADS_1



Bek harus berlari cepat


Bek harus menjaga pertahanan di lini belakang


Bek harus melakukan sapuan tanpa pelanggaran


Bek harus membantu serangan dengan mengoper bola secara akurat


Bek harus mencoba eksekusi dengan kecerdasan serta berani mencoba hal baru


Yang paling penting tidak boleh blunder dan membuat kesalahan


Yang paling penting lagi yaitu tim harus menang.


****



"Selesai" Ucapku dan berdiri menatap tulisan kertas yang aku tempel di dinding kamar.


"Cantik juga" Gumamku berkata sendiri


Setelah itu aku bergegas mandi dan beristirahat untuk mengumpulkan stamina dan bertanding di hari esok.




Pagi ini aku yang lebih awal bangun daripada ayam. Membersihkan diri, Beribadah, memasak, lalu berolahraga. Hitung-hitung pemanasan sebelum bertanding. Berlari-lari kecil di halaman rumah kemudian mencoba skil menggiring bola dengan baik dan benar agar bola tidak terlepas dengan mudah di kakiku.



Setelah itu mencoba memantulkan bola pada tembok untuk menguji fokus dalam mengontrol bola. Beberapa menit berlalu, aku segera membersihkan diri kembali. Lalu berkemas dan mempersiapkan dengan menggunakan baju olahraga.




Mengedipkan satu mata seakan memberikan tanda pada cermin bahwa aku siap menghadapi hari ini. Aku pikir pertandingan ini akan menjadi awal untuk mengasah skil-skil yang David ajarkan. Dengan rasa semangat aku bergegas untuk pergi ke sekolah.



"Keyy, tunggu" Suara yang tidak asing memanggilku. Tubuhku berbalik arah dan mencari keberadaan suara itu. Ternyata benar itu adalah Bu Yanti yang pulang untuk mengambil barang dagangannya yang ketinggalan.



"Ibu" Langkahku menghampirinya. Mulai saat ibu meninggalkanku, panggilan ibu sudah aku teriakan kepada Bu Yanti. Karena dia yang selalu memerhatikan aku dan selalu peduli padaku. Bu Yanti juga menganggapku anaknya sendiri. Dan ialah pengganti ibu kandungku saat ini.



Kadang ia memberikan aku uang saku, tapi aku menolaknya karena aku tidak ingin menyusahkan Bu Yanti. Tapi pada saat Bu Yanti memberiku nasi pecel, aku tidak bisa menolaknya. Selain pecel nya yang enak serta Bu Yanti juga akan marah bila nasinya di tolak olehku. Jadi mau tidak mau aku akan mengambil nasi itu.



"Ini pecel buat bekal"


"Siap bu, Terima kasih banyak"


"Sama-sama anakku" Sahutnya seperti ibu dan anak kandung sendiri.


"Key berangkat dulu ya bu"


"Oke anakku" Tanganku mengambil tangan Bu Yanti untuk bersalaman dan berpamitan berangkat pergi ke sekolah.


__ADS_1


Selanjutnya aku berangkat dengan berlari sebagai pemanasan biasa. Agar nanti saat pertandingan aku tidak terlihat begitu lelah dan kualahan saat berlari mengejar bola ataupun menjaga pertahana di lini belakang. Karena saat ini aku siap dan sangat siap.



Pertandingan akan dimulai pukul 07.30. Tim kami bermain di gelombang kedua setelah pertandingan dari kelas 7B melawan kelas 8C. Jadi aku bisa persiapan dengan pemanasan kecil bersama teman-teman. Dendi selaku kapten tim memberikan arahan skema yang akan dilakukan pada saat pertandingan.



Skemanya masih sama dengan formasi 2,3,2. Aku tetap menjadi bek kiri dan bekerjasama dengan Geri selaku bek kanan. Setelah semuanya sudah mengerti yang Dandi jelaskan, kami melakukan pemanasan kecil kembali sambil melihat pertandingan yang di suguhkan oleh kelas lain yang bertanding saat ini.



Pertandingan yang cukup asik untuk dinikmati. Saat ini 8C unggul dalam segi penguasaan bola. Hampir 78% bola ada di tim 8C. Pemainan yang bagus dan sangat apik, seperti permainan orang yang profesional. Mereka bermain konsisten dari kaki ke kaki tanpa melakukan long bal atau tendangan jauh ke depan.



Taktik mereka juga bagus hingga di menit ke 5 mereka menghasilkan gol. skor sementara di kuasai oleh tim 8C. Tidak lama beberapa menit kemudian gol kembali terjadi. Hingga pertandingan selesai tim 8C berhasil mengalahkan tim 7B dengan skor telak 6-0.



"gila, skor macam apa itu. Dan gol yang sangat cantik" gumamku dalam hati sambil bertepuk tangan kecil melihatnya. permainan indah yang membuat mata terpesona.



Tim kami juga sudah bersiap untuk memasuki lapangan. Ari yang berada di lapangan sudah menyiapkan minuman yang dibeli menggunakan uang kas. Disana juga ada Yuri dan teman-teman lainnya yang menyediakan air minum. Ternyata sangat asik dari pertandingan ini padahal hanya pertandingan antara kelas saja.



Tim dari kelas 9D sudah memasuki lapangan dan disusul dari kelas kami 7A. Semua bersorak meriah dan tidak kalah ramai dari penonton sebelumnya. Saat aku melihat pandangan 9D sudah menampakkan wajah songong. Tatapan mereka meremehkan tim kami dan seakan semua tertuju padaku karena perempuan sendiri yang masuk dalam tim sepak bola.



\*prittt\* peluit awal pertandingan sudah dibunyikan. Bola saat ini ada di tim kami. Mengoper kaki demi kaki dan memanfaat kan waktu serta peluang untuk membongkar pertahanan lawan. Awalnya tim kami melakukan operan jarak jauh, hal tersebut membuat striker menjadi cepat lelah.



Bahkan tim kami sering kehilangan bola. Beberapa kesempatan dilakukan oleh tim lawan tapi aku dan geri berusaha untuk mencegahnya memasuki kotak pinalti. Beberapa dari pemain juga membantu pertahan kami di lini belakang. Aku dan geri sempat tidak bisa mengimbangi mereka karena terus saja tim lawan menyerang dan menyerang.



Tapi sapuan yang aku berikan selalu saja menggagalkan usaha mereka untuk memanfaatkan kesempatan. Hingga pada akhirnya di menit akhir pertandingan babak ke satu tim kami kebobolan gara-gara blunder yang dilakukan geri. Sehingga tim lawan bisa memanfaatkan kesempatan dan membuahkan gola. Sementara tim kami tertinggal 1-0. Hingga pluit panjang babak pertama dibunyikan.



"Kita memiliki waktu 5 menit untuk merubah taktik, jadi manfaatkan sekarang dan kita harus bersatu" Ucap Dandi sang kapten yang membakar semangat para pemain.



"Kenapa kalian menundukkan kepala, masih ada waktu 15 menit untuk memanfaatkannya dan merubah kedudukan" Teriakku yang membuat mereka menegakkan pandangan kembali.



"Oh iya Dandi, aku saranin kita main bola dari kaki ke kaki karena menurutku menggunakan operan jarak jauh itu cukup melelahkan bagi striker kita. Apalagi kita sering kehilangn bola. Jadi kali ini aku saranin untuk menggunakan taktik operan pendek" Ucapku dengan semangat yang tinggi



"Betul katamu key, aku setuju" Ucap Dandi dan diikuti oleh tim kita. Semua setuju dengan saranku. Kami akn mencoba di pertandingan babak ke 2.


"Yaudah ayo semangat, waktu istirahat habis ayo kita serang balik tim lawan" Kami semua langsung bergegas menuju lapangan dan membentuk formasi yang sama tapi dengan cara yang berbeda.



\*prittt\* pluit perandingan babak ke 2 sudah dimulai. Kami melakukan skema penyerangan yang sesuai dengan kesepakan yang tadi. Aku juga berusaha memberanikan diri untuk membawa lari bola dan melakukan taktik dari kaki ke kaki sehingga membuat pertahan lawan agak kerepotan.



Aku memanfaatkan kelengahan lini tengah tim mereka untuk menembus pertahanan dan memasuki kotak putih menggocek bola dengan tipuan skil yang aku miliki. Lalu pandanganku melihat doni yang bergerak tanpa bola di depan gawang.

__ADS_1



~~~ BERSAMBUNG ~~~


__ADS_2