Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Di Amati Alva


__ADS_3

Milen kali ini memakai rok rampel dan baju sabrina dengan syal mengikat di lehernya. Tak hanya itu ia mendapat notif untuk tepat waktu dalam acara malam ini. Mengingat dalam segala hal big boss akan hadir dan Milen segera tahu siapa pemilik asli.


"Gelap tapi suasananya gemerlap mewah ya Mil, baru kali ini gue ketempat ini."


"Ya. Tapi ga kebayang sih, kita bisa ketemu langsung lewat big boss ya kan, aneh .. Kok banyak arwah hitam .. ?" balas Milen.


"Lo ngomong apa Mile ..?"


"Eh .. Enggak enggak apa." diam Milen menyembunyikan tak kasat mata di ruang gelap itu.


Dalam beberapa waktu. Alva sudah melihat dari kejauhan jika Milen telah sampai. Sayangnya Milen tak akan bisa melihat sekilas dari kaca itu tampak hitam. Tapi dari pandangan dan ruangan Alva saat ini, sangatlah jelas dan terang.


Alva pun meminta vodka dan memutar gelas menatap Milen yang sedang duduk bersama Fara. Ia akan membahagiakan Milen, dan memutus rantai kutukan karena hanya dengannya lah, Milen tidak akan sial di ganggu arwah penasaran, sebab Milen tidak tahu sejarah sebenarnya.


Flashback Diva sebelum kecelakaan bersama Sea istri sirinya.


Saat itu Diva asli baru saja bergabung di Club H- island yang di sebut C platinum. Club yang hanya orang ternama dan berkuasa yang datang yang memiliki akses tak mudah untuk bisa masuk sembarang. Dengan finger print dan nama sesuai huruf depan khusus bangsawan dan keluarga yang bisa di bilang menapaki jejak langkah untuk memasukinya.


Saat itu Diva baru bergabung dan menunggu seorang teman. Teman seorang psikolog yang membantunya dari segala emosi berlebih. Diva duduk di bartender dan bergabung dengan anggota lain sambil menunggu teman baiknya Ver. Lalu ia menikmati minuman Aneka brand. Vodka dan Wine terbaik dari mancanegara yang tersedia di Club platinum.


Diva kala itu memang membutuhkan minuman itu karena penat akan permasalahannya dengan Milen. Terlebih ia harus menyakiti yang kesekian kali dan tak bisa menepati janjinya untuk membahagiakannya. Seolah duri datang di saat ia sedang anjlok. Saham terancam bangkrut, tapi Sea pintar dalam ahli menarik klien. Ia harus menikahi dan menduakan Milen karena ia mengandung anaknya.


Hingga akhirnya ia menyesal karena berkali kali meminta pisah untuk ketiga kalinya. Tapi keputusan hakim telah membulat ketika Milen telah benar benar tak bisa kembali rujuk dan harus menikah dengan orang lain karena talak Diva kala itu. Meski Milen memberi kesempatan, tapi kembali tak bisa semudah yang mereka bayangkan.


Diva sengaja melakukan hal di club itu, untuk sejenak melupakan penatnya. Kesalahannya memang terbilang total permanen sangat membuat Milen selalu menangis. Tapi jauh dari lubuh hatinya ia sangat mencintai Milen meski sekalipun ia tak akan bisa mempunyai keturunan kembali.


Hal itu karena sesuatu yang membuat rahim Milen tak bisa berkembang dengan baik, atau karena ia terlalu stres tapi menyembunyikan dan selalu tersenyum. Dan hal saat ini yang membuat ia lelah adalah harus memilih Milen istri sah nya. Atau Sea yang masih di nikahi secara siri.

__ADS_1


"Minum brandy itu. Atau kau berhentilah memainkannya!" seru seseorang di balik punggung membuyarkan lamunannya.


Diva melihat kearah sosok itu. Dengan pengawakan berdarah Eropa latin. Yang tinggi hampir 193cm hampir seperti dirinya. Ia terlihat rapih dengan setelan jas dan celana bahan licin model terkini. Mengingat setelan itu adalah masa ia yang masih berkuasa.


"Hembusan.. Siapa kamu masih mencampuri urusan dan membuntut Ku?"


"Tidak. Aku hanya ingin memberitahumu, kau tidak tau cara minum ya. Kau hanya akan merusak minuman itu jika hanya menggoyang goyangkan minuman brandy itu. Dan satu hal, peraturan di club ini tidak boleh sampai mabuk. Cukuplah minum anda Tuan Diva terhormat. Apa anda datang sendiri tanpa pengawal, atau telah lepas dari jabatan intel ..?"


Ya. Dia adalah Alva muda yang kini telah berganti nama asli karena sang papa telah ia ketahui. Jati dirinya telah ia ketahui setelah lama pencarian, dan ia tak menyangka pria di hadapannya itu adalah saudara kandung yang terpisah. Sehingga ia harus merebut dan menguasai apa yang pria di hadapannya ini punya, terlebih rasa sakit kecewa pada Stev ayah kandungnya yang membuangnya.


"Pantas Abie tak melarang aku mondok. Jadi alasan pasti adalah benar dia pria yang harus menjadi musuhku adalah kakakku." batin Alva.


Diva menatap samar Alva. Ia mengedipkan mata seolah ia telah salah orang. Tapi ia benar melihat pria yang ingin merebut Milen dari dirinya ada tepat di hadapannya.


"Cocnac." pintanya ke bartender.


"Tumben bro. Jam masih sore sudah datang. Kau membuntuti aku?" tanya Diva.


Biasanya Alva memang datang tengah malam. Meski ia sangat private dan tak asing dalam sejuta wanita menginginkan dirinya menjadi pendamping. Tak asing bagi Milen, ia tetap kecewa dan tak menginginkannya. Bahkan Milen masih mempertahankan dirinya dengan Diva meski beribu kali selalu kecewa dan mendapat perlakuan pahit, sebab dirinya memang masih banyak kekurangan.


"Ada masalah bro. Apa kalian benar benar bisa bersama?" tanya Alva.


"Apa lo kenal pemilik Club ini. Gue denger dia lagi cari calon istri?"


Alva mengkrinyitkan alis. Ia menatap senyum dengan puas karena pembicaraannya membuat Pria di hadapannya itu terpancing.


"Aaakh. Lupakan saja bro!" titah Diva dengan menghela hidung merah sedikit meler.

__ADS_1


"Masalah lo apa. Bukannya Milen udah kembali menerima lo bro?"


"Keputusan hakim. Gue udah talak tiga, gue butuh calon pria sewa untuk menikahi istri gue. Setelah perjanjian itu selesai. Dia harus kembalikan istri gue. Gue salah terlalu emosi, gue sangat cinta sama dia. Gue nyesel udah buat dia kecewa." Diva frustasi menjedotkan kepala ke meja bartender dengan menyesal.


Diva berkali kali mengangkat kepalanya. Memaki dirinya dan putus asa untuk bisa kembali pada Milen. Ia mencemooh kesalahannya dan mengacak rambutnya sendiri.


Alva dengan tahu ketika Diva telah mabuk. Mendengarkan segala keluh kesah cerita kisahnya dengan Milen. Sehingga ia tersenyum samar.


"Gue bisa bantu lo bro!"


Diva menatap kembali Alva. Ia tak percaya pria yang pernah membuat ia kesal bisa membantunya. Tapi meski sedikit gengsi dan masih setengah sadar. Ia yakin tidak ada pria lain yang bisa membantunya selain Alva.


"Lo mau bantu gue."


Diva tertawa sendiri, dalam setengah mabuk. Kala ia seperti seorang mucikari yang menawarkan untuk istrinya poliandri atau semacam tawaran untuk menikah kontrak. Agar ia bisa kembali menikah dengan Milen istri tercintanya.


"Hahaha. Gue sangat menyedihkan, kemarin gue tinju lo. Sekarang lo nawarin diri untuk bantu gue, lalu apa untung buat lo. Apa lo bisa dipercaya. Karena gue butuh janji lo untuk sekali menafkahi batinnya di malam pertama. Lepas itu lo harus cerai!"


Alva menatap senyum. Ia memang menyetujui tapi jauh dalam hatinya ia merencanakan sesuatu hal untuk kebahagian Milen yang selama ini ia cari, dan bahagia selamanya.


"Gue bakal kasih amunisi dan membalikan keadaan perusahaan lo balik. Menjaga keluarga kecil lo tetap baik dan selalu tak pernah kurang sedikitpun. Gue rasa itu sebanding, gue hanya ingin buat Milen bahagia satu kali, sebelum gue menikah resmi dengan pilihan Abie."


Diva tersenyum. Ia mengira jika Alva sama sepertinya mencintai Milen amat dalam. Tapi ia tidak khawatir karena cinta Alva hanya sejengkal.


"Oke. Baiklah gue setuju, gue berterimakasih sama lo bro. Gue harap lo tepati janji!"


Plot Twist Alva, kala ingat perjanjiannya dengan Diva yang setengah mabuk, harus ia ingkari untuk memiliki Milen seutuhnya.

__ADS_1


Hingga ia masih jelas, dari balik kaca melihat Milen saat ini sedang duduk menatap layar ponselnya.


TBC.


__ADS_2