
"Sudah menerimanya?"
"Sudah bos. Apa saya harus menjelaskan pada Nona Milen mengapa ia masih ditahan?" tanya Ale.
"Pergilah. Dia pasti akan datang sebentar lagi."
Braaaagh.
Suara pintu tanpa ketukan membuat Alva menatap bersamaan dengan Ale.
"Boss. Aku tidak menyetujuinya!" Kenapa hanya saya yang ditahan? ketus Milen.
Alva menaikan alis. Menyempitkan bibir yang tersenyum menatap Milen yang berdiri kini di hadapannya dengan emosi membangkitkan gairahnya.
"Bicaralah, apa kau sedang berkeluh kesah?"
Tuan Alva Muda, entahlah apakah anda orang yang sama pemilik tebing puncak, atau bukan saya tidak perduli. Tapi aneh rasanya saya melihat anda seperti ini. Dengan hormat saya meminta anda untuk profesional. Apa anda ingin di kenakan pasal berlapis, karena telah lalai dalam batas hak asasi karyawan yang telah di sepakati?!
Alva menatap Ale. Ia meminta dirinya dan Fara teman Milen di belakang pintu itu yang menatapnya untuk keluar dari ruangan. Sehingga menyisakan mereka berdua.
"Ale, pergilah bawa Fara! Saya akan jelaskan berdua saja!"
"Baik bos."
Tap ... Tap.
Suara langkah Alva mendekat ke arah tubuh Milen, yang kini terkejut diam tak mengoceh. Milen hanya menatap kedua mata indah bos nya yang mirip dengan Diva.
Perlahan langkahnya semakin mundur hingga sebuah papan nama hampir saja terjatuh. Tak sadar sesuatu telah terjadi.
"Kenapa. Kamu takut seorang atasan akan memberikanmu kejutan. Kemana Milen yang tadi cerewet akan ketidakadilan. Apa kau tau mengapa aku harus menahan?"
"Kamu mau apa. Jangan sentuh aku!"
"Kenapa?" .
__ADS_1
"Kau Alva pemilik tebing bukan? aku kenal suara dan tanda mata itu, kamu aku tidak kenal dengan kamu, bagaimana bisa kamu merubahnya?"
"Jika aku lakukan semua itu, hanya demi kamu. Sekarang profesional saja, hanya aku yang bisa memutus rantai kesialan hidup mu itu, selama kamu cinta pada pria mereka akan mati atau bernasib menyedihkan, maka itu karena sudah ketahuan oleh Milen yang cerdik, aku jelaskan. Ya .. tebakan kamu benar Milen, aku merubah semua demi kamu dan pergi dari keluargaku, karena aku bisa membuat kamu bahagia. " ujar Atasan membuat Milen ingin pingsan begitu saja, seolah benar gila ketika di hadapannya Alva muda merubah operasi mirip dengan mantan suaminya.
'Kamu jangan Gila Alva Muda.'
Bragh!!
Bayangan hitam itu memutar dan pergi, ketika masuk ke jiwa Milen yang mungkin Alva tak lihat, hingga Milen pingsan dan terjatuh.
"Milen .. Kamu kenapa?" panik Alva.
Alva pun menghubungi seseorang! Hingga puluhan beberapa menit tiba.
"Duduklah Alva. Dia tidak akan kenapa kenapa, sebentar lagi dia pasti akan sadar dan membaik!" ujar dokter yang tahu betul.
Kalaupun Alva menuruti untuk tenang dan duduk. Sudah pasti dia akan kembali berdiri, seperti orang yang panik ingin membuat rencana tepat untuk Milen. Hal itu pun membuat dokter Rob menatap Ale, karena sesuatu yang tak beres pada Alva, kala ia kembali berdiri dan mundur mandir.
"Sepertinya ini tidak masuk akal. Kau kehilangan kemampuanmu sebagai dokter Rob. Lihat Milen telah berbaring selama dua jam lebih, lebih baik dia harus di rawat di rumah sakit."
"Ya ampun. Alva dia hanya syok, kenapa kau jujur, dia hanya kelelahan dan syok siapa dirimu identitas barumu. Setelah ia siuman dan benar benar rileks. Bawa dia ke ruang medisku. Hanya perlu tes gelombang untuk memastikannya saja!"
Tahu keinginan bosnya kala itu. Ale pun menghubungi Satie yang telah kembali dari bandara. Ia meminta heli untuk menjemput di mansion. Hal itu membuat Dokter Rob menggeleng kepala.
"Akh. Kepala ku sakit, sepertinya otak pasein telah tertukar dari orang yang terbaring dengan orang yang sibuk seperti dia." menatap Alva dan Ale saat itu dokter.
Dan di sinilah rumah sakit ternama yang di dirikan oleh keluarga Alva Muda. Setidaknya dokter Rob tidak membuat matanya sakit akan Alva, yang tak bisa diam ketika berdiri meski tak banyak membantu.
Alva diam dan duduk dengan menyilangkan satu kaki. Menaruh kedua tangannya silang dengan jari bergerak tanda cemas.
Saat itupun Milen yang telah di pindahkan ke tempat cahaya ultra gelombang. Terkejut ketika membuka mata saat Tes dilakukan ia sadar.
"Akh. Tunggu hentikan! aku dimana ini. Apa yang kamu lakukan?"
Milen menatap dokter Lalu melirik ke seluruh ruangan dan ia menatap nanar saat melihat bosnya berada di ruangan itu.
__ADS_1
"Bos. Apa yang kalian lakukan pada saya?"
"Heeumph. Menurutmu apa pria dalam ruangan ini akan mencelakai mu atau membantumu!"
Milen terdiam menunduk. Ia merasa sesak saat teringat ingin kembali ke penang. Hal itu membuat Alva memberi punggung dan keluar.
"Alee!!"
Teriakan Alva Muda membuat Ale tahu apa yang harus di lakukan. Sehingga kala itu Ale mengambil ahli dan menjelaskan.
"Nona Milen. Kami hanya perlu mengetes cahaya gelombang pada otak anda. Kami memastikan sesuatu tidak akan terjadi apapun pada anda. Bekerja samalah agar nyawa kami tidak terancam!"
"Terancam. Apa maksud kalian?" tanya Milen.
"Eheuum. Dengan anda tenang untuk di tes, itu sudah membuat nyawa dokter dan sekertaris Alva muda selamat Nona." tambah Dokter Rob.
Sehingga kala itu Milen ingin memberontak. Ia akhirnya kembali mengangguk dan melakukan tes prosedur apa yang dikatakan dokter karena kasihan.
"Memang siapa wanita ini, tidak biasanya mendapat perhatian berlebih padanya?" tanya Rob.
"Dia calon istrinya." jawab Ale datar. Di susul dengan wajah kaget Rob yang memicing senyuman kecil pada tatapan Alva, yang tiba saja masuk.
Rob memandang Milen. Kembali ke Alva dan kembali lagi ke Milen... Ya, karena itu dia sedang menjelaskan.
"Ya. Itu menjelaskan semuanya."
"Menjelaskan tentang apa?" tanya Alva dengan tajam menaikan sebelah alis yang terangkat.
Tapi Rob melancipkan bahunya. Ia hanya
membalas dugaan benar saja. Lalu Alva menatap Ale yang tetap diam dan kembali ke arah Luar.
Tak lama setelah pemeriksaan selesai. Pandangan Milen terasa kabur dan menatap semuanya. Ia menatap kembali mengapa ia berada dalam ruangan ini. Bahkan saat Alva bicara ia adalah pemutus rantai iblis kesialan, hal itu juga membawa bayangan hitam masuk ke arahnya hingga ia tak sadarkan diri.
Ya. Ruangan ini, apa lagi jika bukan rumah sakit. Hanya saja sedikit rapih dan luas. sepertinya rumah sakit pribadi yang hanya seorang petinggi yang bisa menyewanya selama beberapa jam dan malam.
__ADS_1
'Aku ingin pulang, sepertinya aku harus berpura pura baik pada Alva Muda. Dia pasti tahu rahasia sebenarnya.' batin Milen yang menatap tiga pria di luar pintu sedang berbicara.
TBC.