Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Mata Batin Di Tutup


__ADS_3

Milen masih teringat bahagia kejadian beberapa bulan lalu. Diva sangat romantis membuat ia sebagai ratu dengan perhatiannya.


Tapi ia teringat akan dimana hal


Diva tak menyentuhnya lebih, padahal ia telah sah resmi bukan status bohongan lagi. Bahkan sejak malam itu telah merobek robekan hatinya, akan perkataan Diva. Karena perjanjian itu dan saling berjanji untuk berpisah karena hal lebih penting, sebab sejak tahu masalah Milen yang menyembunyikan dirinya tinggal dengan Arwah Brian, hal itu membuat Diva kecewa.


Meski kali ini penglihatan Milen benar benar tak bisa melihat lagi, sejak kritis Diva dan kedua orangtuanya membawa Milen ke tempat ruqyah. Bukan tanpa alasan lagi, sejak saat itu juga Milen terbangun dari koma selang beberapa hari Milen dibawa pulang, ia mengatakan kejujuran empat mata bersama Diva, atas semua sikapnya yang salah masih bertemu arwah.


Diva kecewa karena Milen masih saja terus menerus mempercayai arwah jin yang menyesatkan, sebab karena mata batin Milen lah, ia kehilangan orang yang disayangi, yang mana kenyataan jika Azan juga telah meninggal ke dasar lautan dan tidak akan pernah di ketemukan. Sejak saat itulah, hidup Milen benar benar melupakan Brian dan Azan.


Meski benar benar sangat terpuruk, ia menyesal karenanya lah orang orang yang ia sayangi satu persatu pergi, karena arwah yang meminta bantuan kepada Milen, mereka meminta tumbal untuk menemani dan menginginkan Milen saja sebagai teman mereka, dan Milen tidak di perkenankan hidup dengan sesama manusia, maka ia sendiri hidupnya akan damai bahagia, namun jika Milen jatuh cinta punya keluarga maka mereka semua akan tiada bernasib menjadi arwah, sebab itu adalah garis takdir hidup Milen yang tertulis.

__ADS_1


Hingga satu tahun kemudian, Milen hidup bersama Diva meski kali ini Diva seolah kembali dingin dan tahu perasaan Milen masih ada Brian, maka Diva selalu memberi jarak agar Milen tenang.


Beberapa pekan Milen kabur, di bantu oleh mertuanya bahkan mensuport dengan hal yang tak mudah bagi Milen. Hingga ia pergi ke daerah terpencil, mengurungkan diri di rumah almarhum sang bibi, hanya sepekan ia pamit dari pondok pesantren milik orangtuanya bernama Rey! hal itu karena Milen tak punya arah, ia menenangkan diri sebelum pergi ke singapore untuk melanjutkan sekolahnya dan karir pekerjaan barunya di bidang pembuat film bersama sutradara rekan Diva.


Bahkan kini Milen sudah menggugat Diva, karena kesepakatan hatinya yang tak sanggup. Bukan tanpa alasan, Milen merasa mengalah untuk kebaikan, wanita yang ingin memiliki suami seutuhnya. Milen merasa setelah ini, ia ingin fokus kembali kuliah dan melanjutkan bisnis sekaligus merawat kedua anak anak asuhnya, sebab kesepian Diva karena Milen tidak peka, membuat wanita lain masuk kehidupannya. Jika tahu ditutup mata batin, Milen akan mendapatkan kesulitan di kisah asmara, mungkin ia mau berteman arwah saja ketimbang sudah menyukai Diva, tapi wanita lain masuk ke dalam bahteranya.


Beruntungnya, Milen tak sepi kali ini ia mempunyai teman satu kampus, dan teman kantor di Efilm yang selalu menghiburnya.


"Eh. Kamu kenapa sih dari tadi melamun aja. Habis kenapa sih, cerita dong Mil?" tanya Rey pada Milen.


Tak lama Kean dan Misel ikut hadir. Tapi Rein masih memicik sebal dan memiringkan tubuhnya seolah tak mau melihat kearah Misel.

__ADS_1


"Ga usah tampak ancur kaya gitu Rein. Muka udah jelek abis malah ditambah." ujar Milen, kala di bangku taman rumahnya, yang melamun terkejut kedatangan mereka.


"Habis kalian ke supermarket ga bilang bilang. Giliran buat nasi goreng aku yang buat." sebal Rey pada kedua teman sejatinya itu.


Milen pun tersadar ia mengajak tiga temannya itu kearah dapur. Lalu meminta Misel menghubungi Farah dan Feni agar kediamannya ramai saat ini.


"Serius nih. Beneran hubungi Farah sama Feni ya?" tanya lagi Misel.


"Iya, nampaknya kalian semua datang, rumah kecil gue jadi rame." celoteh Milen, sebab mungkin dengan ini ia bisa melupakan kesedihannya itu.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2