
Milen pun terus memperhatikan jalan, perasaannya tidak salah, ia seperti mengenal jalan ini. Dan ternyata siapa sangka, Milen yang mengantar mas Diva, yang akan mengadakan shooting di tempat pemakaman Brian, ingin membekukan penjahat pengedar narkoba, yang kemungkinan salah satu artis papan atas untuk Diva tangkap.
Mata Milen pun langsung terbelalak saat melihat palang pemakaman, jantungnya seakan berdebar kencang, sudah lama ia ingin kesini dan akhirnya ia bisa melihat pemakaman ini lagi.
Setibanya di tempat shooting, Milen pun memikirkan cara, agar ia bisa ke pemakaman. Ia sungguh sangat penasaran, apakah arwah pria yang dulu ia lihat masih berada di sana.
Melihat Diva yang sedang sibuk pun, ia menggunakan kesempatan ini untuk pergi ke pemakaman.
Dengan jantung yang masih berdebar, Milen pun melangkahkan kakinya, ia melihat sekitar pemakaman, dan satu pun tidak ada yang berubah.
Milen pun langsung menuju makam nenek Kari yang dari sumbar ternyata ada di kota cianjur berdekatan dengan makam suaminya, ia berusaha mengingat letak makam neneknya, sebab, jika ia menemukan makam neneknya, ia juga akan menemukan makam Brian.
Tidak butuh waktu lama, Milen pun akhirnya menemukan makam neneknya. Makam neneknya masih terawat dengan baik. Namun, saat melihat makam Brian. Milen sungguh sangat terkejut, melihat makam Brian yang tidak terurus.
Milen pun melepaskan kaca hitamnya, lalu menghampiri makam Brian.
"Sayang sekali aku tidak bisa melihat lagi. Mungkin, Kamu sudah pergi menemui Dewa," kata Milen yang terdengar seperti kecewa, karena ia sangat berharap bisa melihat Brian lagi.
Saat Brian melihat wanita yang berdiri depan kuburannya, membuat Brian penasaran, siapakah wanita itu? Dengan cepat, Brian pun langsung menghampiri Milen dan berdiri tepat di belakang Milen. Milen yang sudah berbeda membuat Brian tidak bisa untuk mengenalinya.
Saat Milen membalikkan badan, Milen pun sangat merasa terkejut, Brian tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya. Melihat reaksi Milen membuat Brian lebih merasa terkejut.
__ADS_1
"Aku pikir, aku tidak bisa melihat, Kamu lagi," ucap Milen dengan senyum manis di bibirnya. Brian pun memperhatikan sekitar, dan hanya mereka yang ada berada di sana.
"Apa kamu bicara denganku?" tanya arwah Brian kebingungan.
"Iya, ini aku, Milen. Apa, kamu sudah lupa?" kata Milen penuh semangat. Mata Brian pun langsung melotot, Brian sungguh tidak percaya, penantiannya selama ini.
Brian sungguh sangat merasa bahagia. Tanpa ia sadari, ia langsung melompat-lompat kecil. Milen yang memperhatikannya pun langsung tersenyum, padahal Brian hanya seorang arwah, tapi Brian sungguh menggemaskan.
'Apa kamu tidak ingat aku Brian, sosok arwah yang tidak tahu mengapa ia mati, atau semua terhapus karena Qorin nya membatasi, tapi melihat kamu saja aku sudah merasa lebih baik, setidaknya melihat kamu meski hantu, aku bisa melihat Azan di mata mu.' batin Milen menatap arwah Brian.
Diva yang langsung menyadari Milen tidak ada di sana, dengan cepat langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Milen.
Milen pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menjawab telfon Diva. Dengan berat hati, Milen harus pergi, padahal ia masih ingin mengobrol lebih lama dengan Brian.
Brian sungguh sangat merasa sedih, dan memilih menyimpan kesedihannya lewat senyumnya.
"Hem, aku akan selalu menunggu kamu," jawab Brian dengan senyum tipisnya. Milen pun langsung beranjak pergi.
Saat Milen tiba di tempat shooting, Milen pun langsung menghampiri mas Diva dan menormalkan mimik wajahnya.
"Sayang .. kamu dari mana?" tanya Diva yang langsung melihat kedatangan Milen.
__ADS_1
"Aku dari pemakaman, ternyata Nenekku di makamkan di sana, pantas aku merasa tempatnya tidak asing," jawab Milen.
"Iya, kah? Ya sudah, nanti kita ziarah sama-sama ke makam nenek kamu, ya," Kata Diva dan Milen pun hanya mengangguk dengan senyuman.
Sembari menunggu Diva menunggu seseorang rekan selesai shooting, Milen masih kepikiran dengan Brian. Ia juga merasa bingung, kenapa Brian masih berada di sana. Milen pun mulai mencari di internet, apa penyebab Brian masih berada di dunia.
Jawaban yang diberikan internet sungguh sangat membuat Milen tercengang, saat ingin mencari jawaban yang lebih memuaskan, Diva pun langsung datang dan mengajaknya pulang. Milen pun langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Ternyata artisnya tidak datang ke tempat shooting ini, kita pergi sekarang Mil!"
"Iya." jawab sekenanya Milen.
Perlahan Diva pun mulai melajukan mobilnya, saat mereka hendak melewati pemakaman, Milen pun melihat Brian yang berdiri di gerbang pemakaman. Melihat wajah sedih Brian membuat Milen sangat merasa iba, menurut jawaban internet membuat Milen penasaran, apa yang diinginkan Brian sehingga ia belum pergi menemui Dewa.
Diva pun mengantar Milen lebih dulu pulang, dan ia juga kembali ke kantor.
"Kamu di apartment dulu ya, aku segera kembali lebih awal." ujar Diva.
"Iya, aku ke atas dulu. Kamu hati hati bertugasnya mas Diva."
"Tentu." senyum Diva mengecup kening Milen.
__ADS_1
TBC.