Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Diva Bertengkar


__ADS_3

Diva pun tak ingin bertengkar, maka salah satunya ia mengajak Sea pergi, dari hadapan Melin yang sedikit terguncang. Hingga di satu tempat mereka pun berdebat, yakni Diva memarahi Sea hanis habisan.


Di house Private. Kediaman Diva dan Sea, kala itu mereka masih berdebat akan sesuatu yang tak masuk akal. Diva yang marah namun tak bisa berbuat apa apa, ia harus mencari bukti agar Sea bisa mudah ia lepaskan dan tak mengancamnya lagi.


"Mas. Kamu bisa tetap bersama Melin, asalkan kita tinggal di mansion satu atap. Izinkan aku ku mohon."


"Itu tidak mungkin. Akan cukup sakit bagi Melin, hidupnya sudah sulit. Sea meski kamu akan bersikap sebagai orang asing kelak, aku terlanjur takut kehilangan Melin, sebab kamu tidak tahu tentangnya."


Hahahaha. Sea tertawa ia bicara pada Diva. Jika kedua anak anaknya telah menganggap ia adalah tante malaikat yang baik.


"Tenang saja. Aku akan menjaga sikap pada kedua anak anakmu." kecup Sea pada punggung Diva.


Sea memang hanya jahat pada Melin. Ia tak sampai hati membuat anak anak terlibat, meski semua itu bagian rencananya untuk membuat mertuanya suka padanya. Sea hanya ingin menjadi nyonya Diva satu satunya adalah hal utama yang ia inginkan.


"Aku tuangkan Mas."


Sea menuangkan anggur hitam kadar tinggi pada Diva. Lalu Diva meminumnya karena banyak memikirkan Melin yang kini tak ada disampingnya. Ia merasa penat untuk mengambil keputusan saat ini, salahnya adalah bodoh sebagai intel yang sering pergi meninggalkan Melin di masa tidak normal karena gangguan jin dan arwah penasaran yang meminta bantuan padanya, hingga kebenaran tiba Diva baru tahu jika Melin sudah menutup mata batinnya, demi kelangsungan hidup bahagia, tapi Diva malah mengecewakan Melin.

__ADS_1


Tak lama Diva tersungkur di sofa. Sea meninggalkan Diva dan menyelimutinya. Ia pergi mandi untuk berendam manja malam itu.


Tapi di balik itu Diva merasakan keringat dingin dan mengucur tetesan gelisah pada keningnya. Ia selalu bermimpi dan dejavu di saat ia membohongi Melin dan menyakitinya. Seolah mimpi itu adalah kejadian beberapa silam atau yang akan datang di saat mereka bertemu.


"Jadi kamu mengancamku Mas?" tanya Sea.


"Sekarang aku mengakhiri secara resmi. Kita tak akan mengenal lagi, saat kita berpapasan. Kembali lah ke waktu di mana kita tak mengenal Sea!" titah Diva memalingkan wajahnya.


Sea mendorong tubuh Melin, ia menutup ranum Diva dengan paksa. Ia tak terima jika pria di hadapannya benar meninggalkannya.


"Syiet. Apa yang kau lakukan, wanita ja-laa-ng. Kau pikir aku akan tergoda lagi. Aku berusaha menjadi suami dan Ayah sempurna. Pergilah aku yakin jodohmu bukan aku! Aku ingin kembali pada Melin."


 


"Lepas .. !" teriak Diva.


Melirik ketidak sukaan. Ketika Sea merangkul erat dibalik tubuh indah punggung yang kokoh.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memeluk perpisahan saja. Aku mohon tunggu sebentar lagi!"


 


Diva kembali goyah, ia lalu di minta untuk meminum cherry soda. Diva hanya menghela nafas tanpa berfikir buruk. Ia percaya saja jika Sea benar akan berhenti melupakan.


"Habiskan. Lalu pulanglah!" sombong Sea.


Diva kali ini menatap Sea, ketika ia menunjukkan tangan panjangnya kearah pintu Luar. Tapi ia memijit mijit kening, ia menatap samar wanita dihadapannya.


Pikirannya adalah Melin dan kedua anaknya kebahagiannya kala itu. Tapi ia tersenyum manis saat dihadapannya adalah Melin sang istri yang ia cintai dari kebencian, hatinya melunak dan berubah takut kehilangan.


"Aku tak perduli. Imajinasimu adalah Melin, tapi di malam ini aku Sea, wanita menemani malammu Diva." lirihnya mengigit telinga Diva.


Ketika bayangan samar itu menatap Melin. Diva memeluknya dan meraih tubuh wanita yang ia cintai kala itu. Menutup rapat dengan rakus tanpa jeda.


Sea merasa puas, sebab dengan begini Melin tidak akan mundur untuk berpisah dengan Diva, jadi ia bisa memiliki seutuhnya Diva Mahendra intel dengan keluarga pengusaha dengan kekayaan unlimited.

__ADS_1


'Mel, ini adalah hadiah untukmu. Akan aku rekam aksi malam ini untuk kamu lihat.' senyum Sea yang tak peduli mental Melin saat ini.


TBC.


__ADS_2