
"Ehm .. ! tempelkan lilin dari kotak bloody marry. Maka lo bisa lihat dia di depan hantu bernama Bunga, Brian!" senyum Melin dan Brian pelan sangat segera menurut.
Benar saja, Brian tergugah kala arwah siswi didepannya menyeramkan dengan mata yang melotot dan hitam bagai beruang penuh darah.
"Kau mau dengar ceritaku?" ujar arwah siswi dan duduk, Melin ikut duduk menatap seolah menjadi pendengar.
"Ya, cerita lah! aku percaya padamu, tergantung kamu bicara benar atau tidak."
Gadis tersebut bernama Bunga. Orang tuanya tidak menyukai Bunga pula. Sehingga akhirnya ia menyebarkan hal tidak mengenakan telinga ke seluruh penjuru sekolah. Miracle kakak tiri Bunga, menyebarkan video yang ia rekam secara diam diam, ketika Bunga berbicara dengan sahabat tak kasat matanya di belakang sekolah.
Bunga pun mengatakan pada murid sekolah bahwa Bunga dapat melihat masa lalu dengan cara menyentuh telapak tangan seseorang. Gadis bernama Miracle itu menghasut teman-temannya agar menjauhi Bunga, atau mengajukan keluhan karena tidak nyaman berada di sekitar Bunga.
Tiba hari di mana orang tua murid berbondong-bondong datang untuk mengusir Bunga dari sekolah tersebut.
Bunga berjalan menuju belakang sekolah. Untuk pertama kalinya, ia bolos jam pelajaran kedua. Gadis itu tidak ingin berada di dalam kelasnya. Semua orang seolah-olah sedang membicarakannya.
Bunga mengangguk, lalu berkata “Bisa, aku udah pernah ngelakuin hal itu. Kepala sekolah nyuruh aku pindah, tapi aku minta izin dengan beliau untuk melaksanakan ujian tingkat selanjutnya.”
__ADS_1
Gadis transparan tersebut duduk di sebelah Bunga. “Kamu kelihatan sedih banget,” ujar hantu sekolah jelmaan jin, saat Bunga masih hidup.
Bunga yang indigo semasa hidup namun kesepian, ia menghela napas berat, dan berkata “Mereka menganggap aku aneh, atau mungkin gila.”
Jelmaan itu tersenyum, ia menyorot bangku yang sudah patah ke arah Bunga. “Jangan bilang gitu, kamu tidak aneh dan kamu itu special.”
Bunga tersenyum. Ia menyorot netra tembus pandang, Jelmaan lalu berkata “Selama aku hidup aku merasa manusia lebih nyeremin dibandingin kalian. Ambisi dan keserakahan membuat manusia lupa, kalau kematian lagi nunggu mereka.”
Jelmaan menatap Bunga lalu mengangguk. “Aku kayak gini juga karena ulah manusia, tapi manusia takut sama aku.”
Bunga tersenyum pada jelmaan. “Wajah kalian seram sih… kamu bakalan kesepian karena tidak ada aku.”
Entah sejak kapan, ada arwah yang mengekori Bunga. Gadis itu sepakat untuk membantu arwah yang mengikutinya sekarang. Arwah tersebut memakai seragam yang sama dengan Bunga.
Mereka bertemu di pohon yang tidak jauh dari gerbang sekolah. Seluruh tubuh arwah ini sangat bersih. Tidak ada sedikit pun darah yang keluar dari tubuhnya atau tanda ia habis dibunuh. Akan tetapi auranya sangat merah, menandakan ia adalah korban pembunuhan.
Ketika Bunga masuk ke dalam kelas barunya. Arwah tersebut berubah menjadi noni belanda, seolah ia tidak menampakkan wujud aslinya. Bunga berdiri di depan kelas, ia tersenyum di hadapan teman-teman barunya. Netranya mengedar ke seluruh ruangan, ia belum sempat memperkenalkan diri. Namun pemuda yang berada di pojok belakang kanan kelas, sudah menyorot dirinya dengan tajam. Seperti membenci Bunga.
__ADS_1
Lelaki tersebut bernama Jeha teman Miracle kakak tiri Bunga. Sorotnya tajam, tetapi Bunga tidak terlalu peduli dengan tatapannya tersebut. Jeha bicara jika wanita bernama Bunga sangat aneh.
Bodohnya semua membully, dan saat itu ia berlari ke luar sekolah, saat itu juga Bunga melihat hantu jelmaan dibunuh di area sekolahnya, saat Bunga ingin menolong. Rupanya dari arah belakang truk membentur tubuh Bunga hingga terpental jarak lima kilometer. Dan itulah akhir cerita Bunga menjadi arwah penasaran seperti hantu jelmaan yang mati di sekolah itu juga.
Melin terdiam, karena saat itu sebelum ia bertemu Brian. Brian juga membencinya, karena aneh. Tapi beruntungnya ia bersama Brian seolah mempunyai takdir yang harus bersama.
"Kamu ga salah Brian, hatimu baik. Tempatmu bukan disini! apa yang bisa aku bantu?" ujar Melin. Brian hanya pucat pasi, kala sosok arwah bercerita pada Melin.
"Aku ingin menemui ibuku, ibuku renta dan di kursi roda. Ia ingin melihat aku lulus, tapi aku masih dinyatakan hilang karena jasadku berada di selokan. Temanku Jeha menyaksikan aku kecelakaan, tapi ia hanya bungkam saja. Jeha ia masih sekolah saat ini, kakak ku Miracle beralasan buruk pada ibuku. Ibuku pasti sedih saat ini."
"Kapan kecelakaannya?" tanya Melin.
"Tiga minggu lalu, semua teman teman bilang aku kabur dengan pria universitas karena nakal. Ibuku pasti down kala mendengar isu tidak benar itu." ujar arwah Bunga.
Melin menatap Brian, dan memintanya mengeluarkan blody marry. Lalu mencari data sekolah kejuruan Kelenting 6.
"Ok, baik kita akan bantu. Gue bakal ke sekolah, dan Melin ke rumah arwah Bunga." bisik Brian, yang sedikit takut menatap arwah Bunga.
__ADS_1
"Terimakasih karena kalian mau membantuku, tolong temukan jasadku agar ibu ku tidak bersedih." ujar hantu Bunga saat itu sedikit senyum meski wajahnya menyeramkan.
Tbc.