Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Hilangnya Milen


__ADS_3

Akan tetapi Milen dan Brian tidak turun, ia masih didalam mobil meminta bantuan mobil derek! hingga satu jam menunggu, mereka akhirnya dapat tertolong. Belum lagi dua sosok misterius itu hilang, dengan sendirinya.


"Tadi hantu atau orang ya?" ucap Brian.


"Sepertinya bukan, tapi ciri cirinya mirip begal. Untung juga, kita ga turun."


Akan tetapi saat Milen dan Brian akan keluar, ia kira itu mobil derek. Tiba saja satu truk membuat mobil mereka mengguncang hingga jarak lima meter. Milen dan Brian terluka, saat mobil itu terbalik dan mereka sadarkan diri.


Duaaar!!


Byuuuur ...


Dua Hari Kemudian.


"Mmmm, dimana aku?" tanya Brian yang memandang langit-langit berwarna putih pagi itu.


"Kau sudah di rumahmu, Brian!" ujar Ibu Rina, warga setempat yang menolong.


"Bu! Apa yang terjadi sampai saya seperti ini?" lirih Brian sambil meraba kepalanya yang terasa sakit.


"Kau kecelakaan, Nak. Tadi ada seorang wanita yang mengaku sebagai petugas keamanan yang kebetulan lewat lalu mengantarkanmu kemari."


"Petugas keamanan wanita?" tanya Brian lirih.


"Itu pasti mobil derek!" ujarnya lagi lalu menutup matanya perlahan, berharap bisa melihat bayangan aneh yang tadi begitu jelas di matanya.


"Milen, bu apa ada wanita. Dia istri saya. Dimana dia?"

__ADS_1


"Kamu hanya sendiri."


"Apa, enggak mungkin." ujar Brian.


Brian mengingat saat terjadi benturan, Milen yang melepas seatbelt. Lalu seorang wanita yang memghampirinya itu dengan samar. Belum sempat bertanya siapa nama wanita itu! Tapi dia terlihat sangat cantik meski wajahnya sedikit pucat!


"Iya! Itu pasti Milen selamat, tapi dimana dia." bisik Brian dalam hati lalu mengucap terima kasih, berkali-kali untuk mengingat. Hingga akhirnya malah ada yang menolongnya.


"Kalau kau sudah bangun, Ibu pulang dulu, ya! Nanti siang biar Ibu masak makanan untukmu!"


Brian yang masih terbaring di atas bantalnya hanya bisa mengangguk sesaat lalu membiarkan matanya yang masih berat kembali tertidur siang itu. Dia bahkan tak sempat mengirim kabar pada pak Diva, karena ponselnya tak ada.


Brian menyipitkan matanya. Kala seorang gadis kecil datang.


"Adiknya perempuan ya mas?" tanya gadis itu, membuat Brian bingung.


"Milen, dia istri saya. Kami baru menikah, kamu bisa tolong bantu cari dimana wanita yang satu mobil sama saya?"


Brian terdiam beberapa lama, lalu akhirnya mengangguk pelan. Tak lama ibu yang menolongnya datang.


"Nah, gitu ngak apa-apa. Nanti ibu bilangin ke Jae supaya ngak PS-an terus. Sekali-sekali lihat kondisi Mas Brian juga! Ana kamu mau sekolah nak!" ujar ibu Rina.


"Iya bu!"


Sementara Brian, singkat penat. Kepalanya masih diperban karena memang kepalanya masih terasa sangat sakit.


Penjual nasi uduk yang melihat kondisi Brian, lalu membantunya makan siang karena dia tau pemuda ini dikira jomblo, pastinya belum sanggup untuk makan dan melakukan aktifitas lainnya.

__ADS_1


"Mari ibu bantu suapin. Makan dulu, kalau butuh ke dokter biar saya panggilkan. Ada kok dokter deket sini!" ujar bu Rina.


"Terima kasih, ya bu. Saya akan balas kebaikan ibu dan keluarga. Setelah saya sembuh, saya akan cari istri saya. Dan kembali."


"Hehehehehe, gak apa. Ibu juga disini ada dua anak, tambah kamu jadi satu. Anggap aja keluarga!"


"Ibu jualan apa?" tanya Brian.


"Nasi uduk, kecil kecilan aja." ucap bu Rina.


Penjual nasi uduk kuning itu tertawa nyengir lalu mulai menyuapi nasi uduk jualannya ke mulut Brian yang masih sangat lemah. Baru saja mengunyah nasi di suapan kedua, tubuh Brian mulai bisa digerakkan dan pandangan matanya yang sempat kabur kini sudah mulai bisa melihat jelas lagi.


"Oh ya bu, ibu waktu nolong saya. Beneran ga lihat wanita. Saya yakin, istri saya terpental."


"Ibu ga lihat, kamu dibawa sama warga. Katanya truk nabrak, dan kamu dibawa sama pria manis, berseragam jaket hitam. Terus ibu ga liat lagi, karena ibu denger katanya kamu cuma sendiri aja. Tapi ada wanita itu pun kaya pekerja gitu, bilang kamu hanya sendirian dimobil terluka."


Mendengar hal itu, Brian muram dan sedih. Ia ingin berjalan. Tapi kakinya benar benar tak bisa digerakan, lemas terasa dan membuat hidupnya hampa.


"Ga mungkin, Milen pasti baik baik saja. Enggak mungkin Milen hilang, ponsel. Saya harus cari ponselnya." ujar Brian.


"Kenapa Nak?" tanya bu Rina, setelah memberikan satu gelas air.


"Bu, bantu saya carikan ponsel saya. Barang barang saya, agar saya tenang. Saya bersama sama pergi, mau ke sumbar bersama istri saya mengunjungi makam keluarga istri saya. Tapi diperjalanan kami mogok, pas ada dua pria misterius. Saya minta tolong bu!"


"Ibu akan bantu nak! konon kamu tabrakan ditempat kurang baik. Ibu akan minta suami ibu cari tentang kecelakaan kamu ya nak!"


"Makasih banyak ya bu."

__ADS_1


Brian begitu sedih, ia benar benar panik ingin sekali mencari keberadaan Milen yang saat ini, tak disampingnya.


Tbc.


__ADS_2