
"Mas akan pergi selama dua hari, kamu baik baik di rumah. Kabarin mas, jika ada sesuatu. Dan satu lagi, doakan mas semoga ada kabar baik soal Azan."
"Iya mas Diva, aku akan baik baik saja." lirih Milen.
Menjelang siang, Milen pun pergi membawa tas ransel, dimana ia sadar dirinya ingin mengunjungi kediaman rumah dirinya dahulu dengan Brian, memang hanya memakan waktu 20 menit saja, sebab entah kenapa rumah itu sulit untuk ia jual, karena banyak kenangan.
Beberapa jam kemudian, senyum di rumah milik peninggalan yang katanya suaminya. Bahkan, putranya entah di asuh oleh siapa, desusnya seseorang berpengaruh, menolongnya sampai Milen dinyatakan sembuh, adalagi yang bilang anaknya juga ikut tewas di temukan tersangkut dibatu jurang.
Tapi saat ini Milen lupa, bagaimana wajah rupawan suaminya, karena tak ada foto satupun wajah suaminya di rumah tua itu.
'Aku tidak gila, tapi kenapa mereka tidak percaya? Apakah kamu bersama putraku, aku sepi... Diva dia percaya aku, tapi pekerjaannya membuat aku sering di tinggalkan. ' gumam Milen.
"Tunggu apa dia melihatku?" tanya Milen semangat, sembari menatap seorang lelaki dewasa bersama seorang anak kecil laki-laki yang berjalan melintasi kuburan suaminya.
Brian adalah arwah laki laki yang belum bereinkarnasi, dia sudah menghabiskan waktu selama 20 tahun menjadi arwah gentayangan. Selama ini, Brian hanya berjalan berlalu lalang di sekitar kuburannya, sembari menunggu keluarganya untuk datang ziarah.
__ADS_1
Namun, Brian selalu merasa kecewa, dari hari berganti bulan hingga berganti tahun, tak satupun tidak ada yang pernah datang untuk mengunjunginya, terkadang ia merasa iri dengan orang yang sudah berreinkarnasi namun keluarganya selalu datang untuk memberi pemujaan.
Hari ini, Milen datang untuk ziarah ke makam suami pertamanya. Saat mereka melintasi makam Brian, Milen seakan melihat ke arahnya, sehingga membuatnya penasaran, apa dia keluargaku, yang bisa melihatnya atau tidak.
Brian pun mengikuti Milen dari belakang, namun Milen sama sekali tidak peduli, mereka berjalan meninggalkan tempat pemakaman, saat Brian ingin keluar, arwahnya pun langsung terhempas, ia sama sama sekali tidak bisa meninggalkan tempat pemakaman. Milen pergi, ia yakin halusinasi tentang suaminya bangkit, sehingga ia hiraukan agar dinyatakan sembuh dari kejiwaan. Ia yakin, sosok itu bukanlah suaminya karena ia juga lupa, sebab mas Diva memintanya untuk menghiraukan mereka yang tak kasat mata, demi kesehatan Milen.
Sosok hantu Brian sangat merasa kecewa, bertahun-tahun ia menunggu, satu orang peziarah pun tidak ada yang bisa melihatnya.
Satu Minggu kemudian, Milen pun datang kembali. Melihat kedatangan Milen membuat Brian sangat merasa bahagia, Brian pun melambaikan tangannya, namun Milen sama sama sekali tidak menggubris. Mengetahui itu Brian ilusinya lagi yang ia anggap, Brian semakin merasa kecewa, ia mengira Milen dapat melihatnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Reo. Ia merupakan makam disebelah Brian di sana. Mereka sama-sama belum bereinkarnasi, dan selalu menghabiskan waktu bersama.
"Tidak semua bisa melihat arwah seperti kita, sudah! Jangan ganggu dia, lebih baik kita pergi ke markas, mereka sudah menunggu kita di sana."
Sama seperti manusia, Brian dan arwah lainnya juga memiliki sebuah Markas, tempat yang mereka jadikan untuk curhat, serta tempat untuk ghibah.
__ADS_1
"Duluan saja, aku masih penasaran dengan wanita itu!" jawab Brian, lalu mendekati Milen.
"Hai wanita, apa kamu bisa melihatku?" tanya Brian, dan Milen tetap tidak menggubris.
"Kamu tidak usah takut, aku bukan hantu jahat, kalau kamu bisa melihatku anggukan kepalamu," ucap Brian lagi, namun Milen tetap tidak menggubris.
Brian pun tidak putus asa, ia langsung muncul di hadapan Milen, lalu menari-nari di hadapannya.
Sekilas Milen menatapnya, lalu, Milen datang yang dari makam sang kakek, langsung mengajaknya Milen pulang.
"Mil, ayo! Bulan depan kita akan datang kesini lagi." ujar Diva mengajaknya pulang.
Mendengar itu membuat Brian sedih, ia tidak akan melihat Milen selama sebulan, bagi mereka, sehari rasa setahun, apalagi sebulan, entah berapa lama ia akan menunggu agar bisa melihat Brian lagi.
Milen dan Diva pun jalan pulang, Milen hanya bisa menatap kepergian mereka dengan raut wajah kecewa. Saat Milen sudah keluar dari gerbang pemakaman, Milen kembali menoleh lalu melambaikan tangannya kepada Brian.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat arwah itu sangat merasa bahagia, ternyata Milen memang benar bisa melihatnya.
TBC.