Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Kenyataan Pahit Milen


__ADS_3

Jiwa Melin membeku, ia mendapat kabar yang dibantu pak Diva. Jika keberadaan nenek Kari telah meninggal sepuluh tahun lalu.


Milen yang tak percaya, ia lemas kala di temani Brian. Ia melihat buku, dan barang barang milik nenek Kari yang ia tinggali agar Milen sewaktu waktu melihatnya, bisa ikhlas dan mempercayai.


Milen menyingkir dibangku kosong, seorang diri sambil membaca buku tulisan sang Nenek dengan rekaman jadul. Sementara Brian berbicara dengan pak Diva sangat serius.


Tapi, seorang wanita paruh baya dengan pakaian hitam, ia menepuk bahu Milen.


"Ndok! ibu akan jelaskan, asal usul kamu dulu ndok. Di daerah kami, percaya akan adanya perjanjian masa jin lelembut leluhur."

__ADS_1


"Apa itu bi! kenapa bibi ga cerita sama Milen, kenapa bibi waktu di telepon bilangnya nenek ke makam abah, terus ke sumbar. Tapi Milen ga dikasih tahu detail alamat jelasnya."


"Maaf ndok! semua karena bibi sama seperti kamu, melihat mereka yang meminta bantuan. Termasuk arwah nenek kamu, selama sepuluh tahun terakhir dia ga rela kamu sendirian. Dia sering mencari ular sanca untuk ia sedot darahnya, agar ia bisa terlihat kamu dan teman teman baik kamu saja. Selebihnya, ia akan menjadi arwah gentayangan yang mempunyai rumah lain, semua demi kamu ndok!" ujar bibi Mer.


Milen membuka diary itu, sekilas ia ingat sebuah pesan sang nenek saat Milen telah membaca beberapa lembar buku yang di tulis sang nenek.


"Cucu nenek tersayang! setelah kamu baca ini, nenek minta maaf ga bisa jaga kamu. Nenek yakin, seseorang akan menjaga kamu dengan baik. Bahagia selalu sayang! kamu bukan cucu kecil nenek, percayalah nenek sudah selesai menjagamu di dunia! doakan nenek, tengok makam nenek di sebelah abah. Sengaja nenek minta bibi Mer, menutupi dengan jerami seolah itu makam untuk nenek suatu saat. Maafkan nenek sayang! nenek titip kamu pada pria bernama Brian! takdir itu, semua telah nenek atur karena perjanjian. Semoga kalian bahagia, dan tidak pernah kesepian. Hiduplah normal, dan mempunyai keluarga seperti manusia umumnya. Nenek tinggali alamat kyai! yang bisa menutup mata batin kalian, agar kalian hidup normal nak."


"Yank, kita pulang sekarang! ga baik kaya gini!" ujar Brian.

__ADS_1


"Brian. Tulisan itu, dibantu bibi Mer. Dan ini diary tulisan asli nenek sepuluh tahun lalu, nenek buat .."


"Jangan diterusin lagi! aku bakal jaga kamu, bahagia in kamu. Kalau kamu udah lelah, kita ikuti saran nenek! jika kamu lelah terus menerus adanya arwah datang. Kita ke pondok, minta bantuan doa supaya mata kita tertutup."


"Enggak! aku belum bisa berfikir, kita mau hidup gimana kalau kemampuan ini ditutup."


"Mil, ada allah swt. Aku juga bakal jadi serse, pak Diva itu udah kaya paman aku. Meski dia ga jadi kakak ipar, tapi dia minta aku kerja dikantornya buat bantu kasus demi kasus. Aku bakal hidupin kamu, bahagiain kamu Yank! udah, jangan sedih terus ya!" pinta Brian mengusap air mata Melin.


Pak Diva ikut sedih menyayat hati, banyak pembicaraan Brian tadi. Membuat Diva percaya, jika sosok arwah penasaran itu memang ada. Tidak peduli kemampuan Brian dan Milen yang alami, itu membuat Diva membantu mahasiswa yang akan lulus ia angkat menjadi kaki tangannya.

__ADS_1


Karena selama ini, tidak secara kebetulan Diva menyangka jika Milen dan Brian awalnya hanya kebetulan, tapi setiap kasus yang ia tangani, adalah kasus yang sulit polisi pecahkan dan alasan kejelasan diluar nalar. Membuat Diva mempercayai, dan saat ini ia percaya hal baru dunia indigo mata batin itu nyata dan ada.


TBC.


__ADS_2