
Milen pun bangkit, kala Brian membawanya ke sofa. Lalu meminta Milen rehat sejenak. Milen menangis karena mengingat teman temannya telah tiada, dan kematian Sira dengan seorang pria bernama Yono adalah ulah dosennya. Kala kejahatan mereka mengguna guna kakak dari Sira diketahui.
Setelah terdengar adzan subuh aku mengajak semuanya untuk menggali bunga Mawar putih yang tumbuh mekar di depan rumah.
Ibunya Teh Rini menolak, namun setelah aku jelaskan apa yang terjadi akhirnya beliau mengizinkan juga. Lalu Milen meminta sang ibu itu setelah ini bersabar, karena Brian sudah menghubungi polisi untuk menangkap pak Boy.
Milen yang telah menjelaskan, dengan air mata keluarga Sira tak hentinya. Ia menemukan bungkusan berupa pocong, bentuknya kecil dan ada sesuatu yang dibungkus di dalamnya.
Milen pun membuka dan isinya ada sebuah foto Teh Rini yang sedang berjalan dan tanah berwarna merah yang telah mengeras. Teh Rini tercekat, ia pergi ke dapur mengambil korek api.
Dia membakarnya sampai hangus tak bersisa kemudian menginjak-injak bunga mawar putihnya. Gadis itu tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu. Terlebih ia mendapat kabar jika adiknya Sira yang hilang, dikubur dibelakang kampus bersama temannya sudah tak bernyawa.
Berita melebar menjuru dunia! Milen, terkejut ikut menangis kala jasad Sira dan Yono benar benar telah membusuk. Ia masih ingat kala semua menyalahkan dirinya akibat camping, seluruh temannya menjauh karena desus Milen anak dukun dan pembawa bencana.
__ADS_1
Tapi Milen amat sedih, jika beberapa teman dekatnya juga harus meregang nyawa di tangan dosen. Dosen yang menyukai teh Rini, tapi kepergok oleh Sira, berniat melapor polisi. Tapi nyawa mereka mejadi taruhannya.
Pak Boy! ditangkap oleh polisi di rumahnya berita viral membuat Milen dan Brian menatap arwah Sira dan Yono yang senyum berjalan ke arah cahaya lain.
Ya! pada dasarnya yang hidup akan kembali pada sang penciptanya. Hanya saja, mereka harus berhati hati dalam mengumpulkan amal untuk bekal di hari hari terakhir.
Tidak sangka, Yono belum lama ini meminjamkan mobil rentalnya, ia ikut mati bersama Sira saat ini, namun setelah kasus
Sira selesai, kakak Sira pun kembali normal tidak gila pada umumnya, semua efek sihir yang membuat keluarga mereka hancur. Dan Milen senang karena telah membantunya.
"Ya, kita akan buka lembaran baru. Semua sudah tenang, aku harap setelah ini kita tidak berjumpa arwah lagi." bisik Milen.
Brian dan Milen pamit, namun setelah berjalan sepuluh kilometer. Ia terhenti kala mobil yang dikendarainya. Melihat sebuah gumpalan merah, dan arwah noni belanda berpakaian merah dengan darah segar, kaki tangannya terbalik menghampiri kaca mobil mereka.
__ADS_1
Arrrrggghh!! teriak Milen dan Brian bersamaan.
Milen dan Brian, setelah selesai ia segera pergi ke sumbar. Entah kenapa adanya sosok di luar pohon besar mengelilingi, mobil mereka mogok.
"Haduh, siapa yang berani menabrak mobil kesayanganku ini!" bisik Brian sembari bangkit dari stang mobilnya dan mengumpulkan kesadarannya, agar mobilnya kembali berjalan.
"Brian, kau harus sadar, jangan sampai mereka melihatmu di sini!" ujar Milen namun Brian yang tak sanggup untuk bangkit kembali membaringkan kepalanya, hingga menekan klakson mobilnya dan berbunyi nyaring.
"Lihat dia!" ujar dua orang pria misterius yang berdiri dekat jendela mobil.
"Sepertinya dia sudah mati!" bisik Milen.
Milen merasa tak waras, hidupnya penuh dengan banyak hal hal aneh, apakah ia harus hentikan saja melihat tak kasat mata, sebab membantu arwah penasaran membuat nyawa Milen terkadang terancam.
__ADS_1
TBC.